Main Article Content

Abstract

Background: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) saat ini terbagi menjadi beberapa kategori, Kategori-kategori ini termasuk pertanian, peternakan, perikanan, kehutanan, listrik, gas, air bersih, perdagangan, hotel, restoran, jasa swasta, dan industri pengolahan; salah satunya adalah industri kreatif. Tujuan pengabdian ini untuk mengetahui strategi pengembangan UMKM berbasis ekonomi kreatif pada UMKM Kerajinan Bambu Desa Gintangan Banyuwangi. Metode: Metode pengabdian melalui pelatihan dengan beberapa mitra UMKM lainnya. UMKM Kerajinan Bambu di Desa Gintangan mempunyai banyak pesaing dari berbagai daerah sehingga UMKM Kerajinan Bambu di Desa Gintangan harus mempertahankan eksistensi agar dapat bertahan di pasar. Hasil: Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa UMKM Kerajinan Bambu Desa Gintangan Kabupaten Banyuwangi berencana melibatkan semua pengrajin bambu dalam sektor ekonomi kreatif. Mereka akan melakukan pemetaan produk guna peningkatan daya saing di pasar ritel dan internasional. Kota Banyuwangi memiliki banyak kerajinan bambu, sehingga perlu melakuan pemetaan untuk memperjelas industri kreatifnya. Kesimpulan: Produk dari UMKM ini akan dipasarkan di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri. Desa Gintangan telah memasarkan kerajinan bambunya di India, Maldive, Spanyol, Italia, Australia, Amerika, dan Jerman.

Keywords

Development Creative Economy MSMEs Pengembangan ekonomi kreatif UMKM

Article Details

How to Cite
Kartika Sari, D., Sunaryo, H., Farida, E., & Imam Bushiri, M. (2024). Strategi Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Berbasis Ekonomi Kreatif. Jurnal SOLMA, 13(2), 1007–1011. https://doi.org/10.22236/solma.v13i2.15124

References

Read More