The factors associated with anemia status of adolescent girls at Kampung Cariu Tangerang

Main Article Content

Syifa Hana Fauziyah
Nur Setiawati Rahayu

Abstract

Anemia is an indicator of poor health status. Anemia attacks a half billion of fertile women in the world and it is a nutritional problem that affects millions of people in various developing countries. Many factors that lead to anemia, some factors among them are intake of protein, vitamin C, vitamin B12, and iron, knowledge related to anemia and menstrual period. The purpose of this research was to analyze the relationship between intake of protein, vitamin C, vitamin B12, and iron, the knowledge about anemia, and menstruation to anemia status in adolescent girls in Kampung Cariu, Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. The quantitative methodology used was cross sectional. The data taken in this research were hemoglobin levels, intake of protein, vitamin C, vitamin B12, and iron using the SQ-FFQ form, the knowledge about anemia and menstruation using a questionnaire. The sampling technique in this study was total sampling (44 subjects). The results showed there was a relationship between vitamin C intake and anemia status and there were no relationships between intake of protein, vitamin B12, iron, the knowledge about anemia, and menstruation with anemia status among young women in Kampung Cariu.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Fauziyah, S. H., & Rahayu, N. S. (2021). The factors associated with anemia status of adolescent girls at Kampung Cariu Tangerang. ARGIPA (Arsip Gizi Dan Pangan), 6(1), 21-32. Retrieved from https://journal.uhamka.ac.id/index.php/argipa/article/view/6502
Section
Articles

References

Agustina, E. E., & Fridayani, W. (2017). Determinan risiko kejadian anemia pada remaja putri berdasarkan jenjang pendidikan. Bidan Prada: Jurnal Ilmiah Kebidanan, 8(1), 57–70.

Briawan, D. (2013). Anemia Masalah Gizi pada Remaja Wanita. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Chaparro, C. M., & Suchdev, P. S. (2019). Anemia epidemiology, pathophy-siology, and etiology in low- and middle-income countries. Ann N Y Acad Sci, 1450(1), 15-31. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6697587/

Danefi, T., & Agustini, F. (2018). Hubungan status gizi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada remaja di SMAN 2 Singaparna Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya tahun 2018. Jurnal Kesehatan BIDKESMAS Respati 1(10), 9–18.

Denistikasari, R. (2016). Hubungan Amtara Asupan Protein, Zat Besi (Fe) dan Vitamin C Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMK Penerbangan BINA Dhirgantara Karanganyar. In Publikasi Ilmiah. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Departemen Gizi dan Kesehatan Masyarakat. (2007). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Ernalia, Y., & Tamba, L. (2017). Asupan zat gizi dan anemia pada remaja putri di salah satu SLTP Kota Pekanbaru. Jurnal Media Kesehatan, 12(2), 73–81.

Gibney, M. J., Margetts, B. M., Kearney, J. M., & Arab, L. (2009). Gizi Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Gibson, R. (2005). Principle of Nutritional Assessment. New York: Oxford University Press.

Hestiantoro, A., Pramayandi, C. T., & Hadisaputra, W. (2008). Masalah Gangguan Haid dan Infertilisasi (J. FKUI (ed.)). Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia.

Irianti, B. (2019). Hubungan volume darah pada saat menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswa Akademi Kebidanan Internasional Pekanbaru tahun 2014. Ensiklopedia of Jurnal, 1(2), 1–12.

Kartasapoetra, & Marsetyo. (2007). Ilmu Gizi (Korelasi Gizi, Kesehatan dan Produktivitas Kerja) (kelima). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Kemenkes RI. (2012). Buku Petunjuk Penggunaan Media KIE. diakses pada https://www.kemenpppa.go.id/lib/uploads/list/a1508-buku-saku-penggunaan-kie.pdf

Kemenkes RI. (2019). Buku Panduan untuk Fasilitator: Hidup Sehat Sejak Sekarang untuk Remaja Kekinian. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Khomsan, A. (2000). Teknik Pengukuran Pengetahuan Gizi. Bogor (ID): Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumber Daya Keluarga Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

Kraemer, K. (2007). The Guidebook Nutritional Anemia. Germany: Sight And Lift Press.
Kusudaryati, D. P. D., & Prananingrum, R. (2018). Hubungan asupan protein dan status gizi dengan kadar hemoglobin pada remaja putri anemia. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian, 16(1), 47-52. https://doi.org/10.26576/profesi.303

Listiana, A. (2016). Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia gizi besi pada remaja putri di SMKN 1 Terbanggi Besar Lampung Tengah. Jurnal Kesehatan, 7(3), 455-469. https://doi.org/10.26630/jk.v7i3.230

Masthalina, H., Laraeni, Y., & Dahlia, Y. P. (2015). Pola Konsumsi (Faktor Inhibitor dan Enhancer Fe) Terhadap Status Anemia Remaja Putri. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 80–86.

Muwakhidah, Volum, N., Sari, A. A., & Fauziyah, I. N. (2020). Korelasi pengetahuan, kebiasaan sarapan, asupan protein, zat besi, dan status gizi dengan status anemia pada remaja Putri di SMAN 1 Weru Sukoharjo. University Research Colloquium, 98–105. intannurfauziyah20@gmail.com

Notoatmodjo, S. (2010). Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, M. R., & Sartika, R. A. D. (2018). Vitamin B12 Intake to Megaloblastic Anemia on Vegetarian in Vihara Meitriya Khirti Palembang. Jurnal Kesehatan Komunitas, 4(82), 40–45.

Permenkes. (2019). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. 1–9. https://doi.org/.1037//0033-2909.I26.1.78

Pratiwi, R., & Widari, D. (2018). Hubungan konsumsi sumber pangan enhancer dan inhibitor zat besi dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Amerta Nutrition, 2(3), 283–291. https://doi.org/10.20473/amnt.v2.i3.2018.283-291

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI

Safyanti, & Andrafikar. (2018). Perilaku makan dan kejadian anemia pada mahasiswi. Jurnal Sehat Mandiri, 13(1), 1–9.

Shariff, S. A., & Akbar, N. (2018). Hubungan antara status gizi dan pola menstruasi dengan kejadian anemia pada mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Window of Health, 1(1), 34–39.

Sya’bani, I. R. N., & Sumari, S. (2016). Hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada santriwati di Pondok Pesantren Darul Ulum Peterongan Jombang. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 1(1), 7–15.

Syakir, S. (2018). Pengaruh intervensi penyuluhan gizi dengan media animasi terhadap perubahan pengetahuan dan sikap tentang anemia pada remaja putri. ARGIPA (Arsip Gizi dan Pangan), 3(1), 18–25.

Umriaty & Qudriani, M. (2019). Hubungan pengetahuan dan persepsi remaja putri tentang anemia remaja terhadap status anemia pada siswi SMK Negeri 2 Kota Tegal. Jurnal SIKLUS, 08(2), 102–106.

Wahyuni, S., Sari, S. A. K. M. A., & Rahmawati, D. K. (2019). Hubungan asupan lemak dan zat besi dengan kejadian anemia saat menstruasi pada mahasiswa di Asrama Kebidanan UNW Ungaran. Pro Health Jurnal Ilmiah Kesehatan, 1(1), 25–30.

WHO. (2008). Worldwide Prevalence of Anemia 1993-2005. WHO Global Data Base on Anemia.

WHO. (2014). Micronutrient deficiencies. WHO. Int. Diakses 20 Februari 2020.
Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi IX (ID). (2012). Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2012 untuk orang Indonesia. Jakarta (ID): Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.