Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas pada Knalpot Motor

  • Hadied Hadiansyah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Emilia Roza Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Rosalina Rosalina Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Abstract

Handphone sebagai penunjang bisnis ojek on line tidak bisa kehabisan daya, sehingga dibutuhkan suatu pembangkit listrik yang bisa mengisi baterai tanpa harus berhenti terlebih dahulu. Metode yang dilakukan adalah merancang prototype pembangkit listrik tenaga panas pada knalpot yang merubah energi panas pada knalpot sepeda motor menjadi energi listrik. Apakah tegangan keluaran dari peltier bisa mencapai 2-3 volt. Mana yang lebih stabil antara menggunakan 1 peltier atau 2 peltier. Metode yang dilakukan adalah mengukur tegangan output pada 1 peltier dan tegangan keluaran 2 peltier yang dirangkai seri. Pengujian dilakukan pada perancangan pembangkit listrik tenaga panas saat knalpot motor yang dinyalakan selama 60 menit dengan mengukur tegangan output peltier dan modul chnager. Tegangan yang dihasilkan pada peltier saat menggunakan 1 peltier dan pada saat tegangan keluaran 2 peltier dirangkai seri > 2 volt yaitu 2.05 Volt dan 2.46 Volt. Tegangan keluaran pada 2 peltier yang dirangkai seri > 1 peltier tetapi pada modul charger tegangan yang dihasilkan lebih stabil pada saat menggunakan 1 peltier dari pada 2 peltier.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Hadied Hadiansyah, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Department of Electrical Engineering

Faculty of Engineering

Emilia Roza, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Department of Electrical Engineering

Faculty of Engineering

Rosalina Rosalina, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Department of Electrical Engineering

Faculty of Engineering

Published
2018-12-23
How to Cite
Hadiansyah, H., Roza, E., & Rosalina, R. (2018). Perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas pada Knalpot Motor. Prosiding Seminar Nasional Teknoka, 3, E70-E78. https://doi.org/10.22236/teknoka.v3i0.2827

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>