Pembuatan Instalasi Air Bersih untuk Daerah Banjir dengan Air Banjir sebagai Air Baku

  • Dan Mugisidi Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
  • Oktarina Heriyani Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta
Keywords: air bersih, air banjir, instalasi, air baku

Abstract

Banjir merupakan fenomena alam yang sangat sulit dihindari. Kerjasama yang sempurna antara pengerusakan alam dan pemanasan global membuat bencana banjir semakin sering terjadi Untuk menghindari terjadinya kekurangan air bersih dan air minum maka air banjir akan diolah agar dapat menjadi air bersih dan air lebih jauh lagi sebagai air minum. Penelitian ini bertujuan untuk membuat instalasi air minum yang akan menggunakanair banjir sebagai air bakunya tanpa menggunakan energi listrik yang berasal dari PLNataupun dari generator pembangkit listrik. Selain itu teknik penyaringan akan memanfaatkankapilaritas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat prototipe instalasi pengolah air bersih dengan menggunakan air banjir sebagai air baku.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Dan Mugisidi, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Department of Mechanical Engineering

Oktarina Heriyani, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, Jakarta

Department of Mechanical Engineering

References

[1] Keputusan Mentri Kesehatan RI, (2010) Nomor 907/MENKES/SK/VII/2010, “Syarat - Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum”, 29 Juli 2010.

[2] Abdur Rahman dan Budi Hartono,2004. “Penyaringan Air Tanah dengan Zeolit Alami untuk Menurunkan Kadar Besi dan Mangan”, MAKARA, KESEHATAN, VOL. 8, NO. 1, JUNI 2004: 1-6.

[3] Romulo E. Colindres, Seema Jain, Anna Bowen, Polyana Domond and Eric Mintz, (2007), “After the flood: an evaluation of in-home drinking water treatment with combined flocculentdisinfectantfollowing Tropical Storm Jeanne-Gonaives, Haiti”, Journal of Water and Health.

[3] h t t p : / / w w w . f i s i k a . l i p i . g o . i d /in/?q=node/391401, Air Bersih dan Layak Minum untuk Korban Banjir, 2012.

[4] Hj. Soelidarmi, SH., 2010, Membuat Alat penjernih Air Bebas Penyakit, Progresif Books, Yogyakarta.

[5] Fety kumalasari dan yogi satoto, 2011, Teknik Praktis Mengolah Air kotor Menjadi Air Bersih Hingga Layak Minum, Laskar Aksara, Jakarta.

[6] R. Lenormand, C. Zarcone and A. Sarr (2011). “Mechanisms of the displacement of one fluid by another in a network of capillary ducts. Journal of Fluid Mechanics”, 135 , pp 337353., doi:10.1017/S0022112083003110.

[7] Kusnaedi, 2010, Penebar Swadaya, Mengolah Air Kotor untuk Air Minum, Jakarta.

[8] Fach E, Waldman WJ, Williams M, Long J, Meister RK, Dutta PK, (2010) “Analysis of the biological and chemical reactivity of zeolitbased aluminosilicate fibers and particulates”. Environ Health Perspect 2010; 110: 1087-1096.

[9] Dr. Dan Mugisidi, ST, 2012, “Karakterisasi Air Banjir Sebagai Air Baku Untuk Air Minnum”, LEMLITBANG UHAMKA, Jakarta.

[10] Dr. Dan Mugisidi, ST, 2014, “Pembuatan Filter Kapiler Untuk Menyaring Air Banjir Sebagai Air Baku Air Minum”, LEMLITBANG UHAMKA, Jakarta.
Published
2017-11-29
How to Cite
Mugisidi, D., & Heriyani, O. (2017). Pembuatan Instalasi Air Bersih untuk Daerah Banjir dengan Air Banjir sebagai Air Baku. Prosiding Seminar Nasional Teknoka, 1(1), 171 - 175. Retrieved from https://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka/article/view/810