Isi Artikel Utama
Abstrak
Rendahnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri, mulai dari cara memasang dan menera alat ukur, menimbang, mengukur panjang badan, dan tinggi badan balita hingga mencatat hasil ukur berdampak pada pendataan dan pelaporan status gizi yang tidak akurat. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya penyuluhan dan pelatihan kepada kader posyandu. Oleh karena itu, program kemitraan masyarakat (PKM) ini memberikan solusi berupa penyuluhan dan pelatihan tentang pengukuran antropometri pada kader posyandu di Kelurahan Cilandak Barat. Pengetahuan dan keterampilan kader sebelum dan sesudah intervensi diukur. Hasil analisis menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan (11,13 menjadi 14,67) dan skor keterampilan (26,59 menjadi 39,00) secara signifikan (p value = 0,001). Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan dan pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu.
Kata Kunci
Rincian Artikel
© 2025 Oleh authors. Lisensi Jurnal SOLMA, LPPM-Uhamka, Jakarta. Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan Creative Commons Attribution (CC BY) license. (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
Referensi
- Arikunto, S. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
- Broom, G., & Cutlip, S. (2006). Effective Public Relations (9th ed.). Upper Sadle, New Jersey: Pearson Prentice Hall.
- Gandaasri, A. (2017). Gambaran Presisi dan Akurasi Penimbangan Balita Oleh Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2017. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
- Indriaty, C. (2002). Hubungan Karakteristik Kader Penimbang dengan Presisi dan Akurasi Hasil Penimbangannya di Kabupaten Sukabumi, Bogor, Demak dan Semarang. Universitas Indonesia.
- Iswarawanti, D. N. (2010). Kader Posyandu: Peran dan Tantangan Pemberdayaannya dalam Usaha Peningkatan Gizi Anak di Indonesia. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 13, 169 – 173.
- Kemenkes. (2011a). Buku Panduan Kader Posyandu: Menuju Keluarga Sadar Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
- Kemenkes. (2011b). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan: SIKDA Generik. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.
- Laraeni, Y., & Wiratni, A. (2014). Pengaruh Penyegaran Kader terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Menggunakan Dacin di Wilayah Kerja Puskesmas Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Media Bina Ilmiah, 8(4).
- Lubis, Zulhaida, & Syahri. (2015). Pengetahuan dan Tindakan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 65–73.
- Mahmudiono, T. (2007). Understanding the increased of Child Height for Age Index during the Decline Coverage of Posyandu Using Intrinsic, Extrinsic, and Macro-environmental Factors Approach. The Indonesian Journal of Public Health, 4(1).
- Notoadmodjo, S., Hassan, A., Hadi, E. N., & Krianto, T. (2008). Promosi Kesehatan di Sekolah. Jakarta.
- Notoatmodjo, N. (2010). Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
- Positive Deviance Resource Centre, P. (2017). Buku Monitoring Kegiatan Posyandu. Depok: Universitas Indonesia.
- Rahayu, S. P. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader tentang Pengukuran Antropometri dan Keterampilan dalam Melakukan Pengukuran Pertumbuhan Balita di Posyandu Kelirahan Karangasem Kecamatan Laweyan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
- Rajagopalan, S. (2003). Nutrition Challenges in the Next Decades. Food and Nutrition Bulletin, 24(3).
- Sianturi, Y. (2013). Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan dalam Melakukan Deteksi Tumbuh Kemang Balita melalui Pelatihan. Jurnal Keperawatan, 1(1), 12–19.
- Sukiarko, E. (2007). Pengaruh Pelatihan dengan Metode Belajar Berdasarkan Masalah terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Gizi dalam Kegiatan Posyandu Studi di Kematan Tempuran Kabupaten Magelang. Universitas Diponegoro.
- Sutiani, R. (2014). Gambaran Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Bayi dan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Lalang Tahun 2014. Jurnal USU, 1(3).
Referensi
Arikunto, S. (2002). Metodologi Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Broom, G., & Cutlip, S. (2006). Effective Public Relations (9th ed.). Upper Sadle, New Jersey: Pearson Prentice Hall.
Gandaasri, A. (2017). Gambaran Presisi dan Akurasi Penimbangan Balita Oleh Kader Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan Jakarta Selatan Tahun 2017. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Indriaty, C. (2002). Hubungan Karakteristik Kader Penimbang dengan Presisi dan Akurasi Hasil Penimbangannya di Kabupaten Sukabumi, Bogor, Demak dan Semarang. Universitas Indonesia.
Iswarawanti, D. N. (2010). Kader Posyandu: Peran dan Tantangan Pemberdayaannya dalam Usaha Peningkatan Gizi Anak di Indonesia. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 13, 169 – 173.
Kemenkes. (2011a). Buku Panduan Kader Posyandu: Menuju Keluarga Sadar Gizi. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Kemenkes. (2011b). Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan: SIKDA Generik. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI.
Laraeni, Y., & Wiratni, A. (2014). Pengaruh Penyegaran Kader terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Menggunakan Dacin di Wilayah Kerja Puskesmas Dasan Cermen Kecamatan Sandubaya Kota Mataram. Media Bina Ilmiah, 8(4).
Lubis, Zulhaida, & Syahri. (2015). Pengetahuan dan Tindakan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Anak Balita. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 65–73.
Mahmudiono, T. (2007). Understanding the increased of Child Height for Age Index during the Decline Coverage of Posyandu Using Intrinsic, Extrinsic, and Macro-environmental Factors Approach. The Indonesian Journal of Public Health, 4(1).
Notoadmodjo, S., Hassan, A., Hadi, E. N., & Krianto, T. (2008). Promosi Kesehatan di Sekolah. Jakarta.
Notoatmodjo, N. (2010). Promosi Kesehatan, Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka Cipta.
Positive Deviance Resource Centre, P. (2017). Buku Monitoring Kegiatan Posyandu. Depok: Universitas Indonesia.
Rahayu, S. P. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Kader tentang Pengukuran Antropometri dan Keterampilan dalam Melakukan Pengukuran Pertumbuhan Balita di Posyandu Kelirahan Karangasem Kecamatan Laweyan. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rajagopalan, S. (2003). Nutrition Challenges in the Next Decades. Food and Nutrition Bulletin, 24(3).
Sianturi, Y. (2013). Peningkatan Kemampuan Kader Kesehatan dalam Melakukan Deteksi Tumbuh Kemang Balita melalui Pelatihan. Jurnal Keperawatan, 1(1), 12–19.
Sukiarko, E. (2007). Pengaruh Pelatihan dengan Metode Belajar Berdasarkan Masalah terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Kader Gizi dalam Kegiatan Posyandu Studi di Kematan Tempuran Kabupaten Magelang. Universitas Diponegoro.
Sutiani, R. (2014). Gambaran Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu dalam Pemantauan Pertumbuhan Bayi dan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Desa Lalang Tahun 2014. Jurnal USU, 1(3).
