Isi Artikel Utama
Abstrak
The local government of Kulonprogo had been making efforts in realizing a zero-waste village. It was proven by the establishment of waste banks with a total of 100 units with no exception in Karangsari village. However, the waste management had not been optimum despite the fact that the waste could be processed into goods with economic value. The limited knowledge and lack of skills became an obstacle in carrying out the waste management. Therefore, there needed to be efforts to improve the human resources in order to conduct both organic and inorganic waste management. The community empowerment towards zero waste village in Karangsari village, Pengasih sub-district, Kulonprogo aimed at creating a healthy environment, providing employment opportunities, creating featured products of environmentally-friendly village and supporting tourism potentials of Kulonprogo in order to increase the community income as well as the regional income. The method used in this study was zero waste industry-based organic and inorganic waste management system. The zero-waste industry concept consisted of actions to reduce, reuse and recycle. The outputs resulted from the study include zero waste industry-based organic and inorganic waste management technique, village featured products of various environmentally-friendly souvenirs, MSME establishment, new employment opportunities and environmental awareness improvement.
Rincian Artikel
© 2025 Oleh authors. Lisensi Jurnal SOLMA, LPPM-Uhamka, Jakarta. Artikel ini bersifat open access yang didistribusikan di bawah syarat dan ketentuan Creative Commons Attribution (CC BY) license. (http://creativecommons.org/licenses/by/4.0/).
Referensi
-
Dewi, Y.S., Tresnowati. (2012). Pengolahan Sampah Skala Rumah Tangga Menggunakan Metode Komposting. Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik LIMIT'S, 8(2), 204–214.
Dirgantara, I. M. B. (2013). Pengetahuan Mendaur Ulang Sampah Rumah Tangga dan Niat Mendaur Ulang Sampah. Jurnal Studi Manajemen Dan Organisasi., 10(1), Dirgantara, I.M.B. (2013). Pengetahuan Mendaur Ula.
Marleni, Y., Mersyah, R., Brata, B. (2012). Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 1(1), 35–40.
Marliani, N. (2014). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) sebagai Bentuk Implementasi dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Jurnal Formatif, 4(2), 124–132.
Nurjazuli, Asti.A, Cut, J. et. al. (2016). Teknologi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos Cair (Organic Waste Treatment Technology Toward Liquid Compost). Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Lingkungan II. Padang.
Posmaningsih, D. A. A. (2016). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Padat di Denpasar Timur. Jurnal Skala Husada, 13(1), 59–71.
Riswan, Sunoko, H. R., & Hadiyarto, A. (2011). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Daha Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(1), 31–38.
Sahil, J., Muhdar M.H.I.A., Rohman, F., Syamsuri, I. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah di Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate. Jurnal Bio Edukasi, 04(02), 478–487.
Sari, N., Mulasari, S. A. (2017). Pengetahuan, Sikap, dan Pendidikan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Jurnal Medika Respati, 12(02), 78–84.
Sari, P. N. (2016). Analisis Pengelolaan Sampah Padat di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(02), 157–165.
Susanto, H. DLH Kulon Progo akan Bentuk Bank Sampah Hingga Tingkat Dusun. , (2018).
Suwahyono, U. (2014). Cara Cepat Buat Kompos dari Limbah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Utami, B.D., Indrasti, N.S., Dharmawan, A. H. (2008). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komunitas"¯: Teladan dari Dua Komunitas di Sleman dan Jakarta Selatan. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, Dan Ekologi Manusia, 02(1), 49–68.
Warlina, L. (2008). Estimasi Emisi Dioksin/Furan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Emisi ke Udaya yang Berasal dari Industri Logam. Jurnal Matematika, Sains Dan Teknologi, 11–20.
Widawati, E., Tanidjaja, H., Iskandar, I., Budiono, C. (2014). Kajian Potensi Pengolahan Sampah (Studi Kasus"¯: Kampung Banjarsari). Jurnal Metris, 15, 119–126.
Widiarti, I. W. (2012). Pengelolaan Sampah Berbasi "Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 04(02), 101–113.
Yuniwati, M., Iskarima, F., Adulemba, A. P. (2012). Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan Cara Fermentasi Menggunakan EM4. Jurnal Teknologi, 05(02), 172–181.
Referensi
Dirgantara, I. M. B. (2013). Pengetahuan Mendaur Ulang Sampah Rumah Tangga dan Niat Mendaur Ulang Sampah. Jurnal Studi Manajemen Dan Organisasi., 10(1), Dirgantara, I.M.B. (2013). Pengetahuan Mendaur Ula.
Marleni, Y., Mersyah, R., Brata, B. (2012). Strategi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan, 1(1), 35–40.
Marliani, N. (2014). Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Sampah Anorganik) sebagai Bentuk Implementasi dari Pendidikan Lingkungan Hidup. Jurnal Formatif, 4(2), 124–132.
Nurjazuli, Asti.A, Cut, J. et. al. (2016). Teknologi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Kompos Cair (Organic Waste Treatment Technology Toward Liquid Compost). Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Lingkungan II. Padang.
Posmaningsih, D. A. A. (2016). Faktor Faktor yang Mempengaruhi Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sampah Padat di Denpasar Timur. Jurnal Skala Husada, 13(1), 59–71.
Riswan, Sunoko, H. R., & Hadiyarto, A. (2011). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga di Kecamatan Daha Selatan. Jurnal Ilmu Lingkungan, 9(1), 31–38.
Sahil, J., Muhdar M.H.I.A., Rohman, F., Syamsuri, I. (2016). Sistem Pengelolaan dan Upaya Penanggulangan Sampah di Kelurahan Dufa-Dufa Kota Ternate. Jurnal Bio Edukasi, 04(02), 478–487.
Sari, N., Mulasari, S. A. (2017). Pengetahuan, Sikap, dan Pendidikan dengan Perilaku Pengelolaan Sampah di Kelurahan Bener Kecamatan Tegalrejo Yogyakarta. Jurnal Medika Respati, 12(02), 78–84.
Sari, P. N. (2016). Analisis Pengelolaan Sampah Padat di Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam. Jurnal Kesehatan Masyarakat Andalas, 10(02), 157–165.
Susanto, H. DLH Kulon Progo akan Bentuk Bank Sampah Hingga Tingkat Dusun. , (2018).
Suwahyono, U. (2014). Cara Cepat Buat Kompos dari Limbah. Jakarta: Penebar Swadaya.
Utami, B.D., Indrasti, N.S., Dharmawan, A. H. (2008). Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komunitas"¯: Teladan dari Dua Komunitas di Sleman dan Jakarta Selatan. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, Dan Ekologi Manusia, 02(1), 49–68.
Warlina, L. (2008). Estimasi Emisi Dioksin/Furan dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Konsentrasi Emisi ke Udaya yang Berasal dari Industri Logam. Jurnal Matematika, Sains Dan Teknologi, 11–20.
Widawati, E., Tanidjaja, H., Iskandar, I., Budiono, C. (2014). Kajian Potensi Pengolahan Sampah (Studi Kasus"¯: Kampung Banjarsari). Jurnal Metris, 15, 119–126.
Widiarti, I. W. (2012). Pengelolaan Sampah Berbasi "Zero Waste” Skala Rumah Tangga Secara Mandiri. Jurnal Sains Dan Teknologi Lingkungan, 04(02), 101–113.
Yuniwati, M., Iskarima, F., Adulemba, A. P. (2012). Optimasi Kondisi Proses Pembuatan Kompos dari Sampah Organik dengan Cara Fermentasi Menggunakan EM4. Jurnal Teknologi, 05(02), 172–181.
