Isi Artikel Utama

Abstrak

"Ekspo Potensi Budaya Desa Bersaudara” merupakan salah satu kegiatan empowering yang dapat meningkatkan peran modal sosial sebagaimana yang diharapkan. Pada kegiatan ini mereka melibatkan perwakilan dari seluruh elemen masyarakat yang ada sehingga dapat berinteraksi dan bekerjasama secara langsung. Selama ini mitigasi bencana alam lebih banyak diarahkan pada pengembangan modal manusia jika dibandingkan dengan modal sosial. Padahal modal sosial memberikan manfaat positif dalam mitigasi bencana. Metode yang digunakan dalam kegiatan adalah metode Participatory Rural Apraisal (PRA) dan demonstrasi. Hasil kegiatan pengabdian pada masyarakat yang didapatkan yaitu setiap elemen masyarakat yang terlibat mampu menjalin interaksi yang lebih erat dengan tetap menyadari bahwa mereka sebagai bagian dari Desa Bersaudara dan memiliki kesepakatan untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama sesuai dengan potensi masing-masing. Serangkaian kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan peran modal sosial dalam mitigasi bencana erupsi Gunung Merapi yang dapat terjadi sewaktu-waktu

Kata Kunci

Cultural Potential Sister Village Social Capital Modal Sosial Potensi Budaya Sister Village

Rincian Artikel

Cara Mengutip
Pamungkas Sari, K., Priyo, Oktradiksa, A. ., & Setiawan, A. (2021). Ekspo Potensi Budaya Desa Bersaudara sebagai Upaya Peningkatan Modal Sosial dalam Program Sister Village. Jurnal SOLMA, 10(1), 70–80. https://doi.org/10.22236/solma.v10i1.5201

Referensi

  1. Coghlan, D., & Brydon-Miller, M. (2014). Participatory Rural Appraisal. The SAGE Encyclopedia of Action Research, September. https://doi.org/10.4135/9781446294406.n268
  2. Field, J. (2005). Social Capital and Life Long Learning. The Policy Press.
  3. Hapsari, L. (2013). Fungsi Topeng Ireng di Kurahan Kabupaten Magelang. HARMONIA : Jurnal Pengetahuan Dan Pemikiran Seni, 13(2), 141–147. https://doi.org/DOI: 10.15294/harmonia.v13i2.2779
  4. Korten, D. . (1986). Community Management: Asia Experiences and Perspectives. Jumarian Press.
  5. Kusumasari, B. (2014). Managemen Bencana dan Kapabilitas Pemerintah Lokal. Gava Media.
  6. Mawadda, A. I. (2019). Fenomena Kesenian Gedrug Dalam Kehidupan Masyarakat Desa Limbangan Kecamatan Limbangan Kabupaten Kendal Jawa Tengah. ISI Yogyakarta.
  7. Nawitri, Y. (2015). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Tari Rampak Karya Untung Muljono [Universitas Negeri Yogyakarta]. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/holistik/article/view/24588
  8. Pangalila, S. F., Lumenta, A. S. M., & Nancy J. Tuturoong. (2014). E-Tourisme Kota Tobelo Kabupaten Hamahera Utara. E-Journal Teknik Elektro Dan Komputer Unsrat, 3(1). https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/elekdankom/article/view/3774/3297
  9. RKPD Kabupaten Magelang, (2016).
  10. Permana, A. (2020). Volkanolog ITB, Mirzam Abdurrachman Jelaskan Tipe Erupsi Gunung Merapi. https://www.itb.ac.id/news/read/57429/home/volkanolog-itb-mirzam-abdurrachman-jelaskan-tipe-erupsi-gunung-merapi
  11. Putnam, R. D. (2000). Bowling Alone:The Collapse and Revival of American Community. Simon and Schuster.
  12. Rencana Aksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Erupsi Gunung Merapi Kabupaten Magelang 2011-2013. (2011).
  13. Renstra SKPD BPBD Kabupaten Magelang tahun 2014-2019. (2014).
  14. Sari, K. P., Priyo, P., Oktradiksa, A., & Setiawan, A. (2018). Sistem Informasi Desa Dalam Mitigasi Bencana (Peran Desa Penyangga Dalam Implementasi Sister Village). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEDITEG, 3(1). https://doi.org/10.34128/mediteg.v3i1.27
  15. Takeuchi.Y, Mulyasari, F., & Shaw, R. (2011). Disaster Education:Community.Enviroment, and Disaster Management. Emerald Group Publishing Limited.
  16. Widodo, A., & Sujito, S. (2017). Analisis nilai-nilai falsafah Jawa dalam buku pitutur luhur budaya Jawa karya Gunawan Sumodiningrat sebagai sumber belajar pada pembelajaran IPS. Jurnal Penelitian Dan Pendidikan IPS, 11(2), 152–179. http://ejournal.unikama.ac.id/index.php/JPPI

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama