Main Article Content

Abstract

Background: Stunting menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya menunjukkan adanya kekurangan gizi yang berlangsung lama, tetapi juga berhubungan dengan keterlambatan perkembangan kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, serta meningkatnya risiko munculnya penyakit tidak menular di kemudian hari. Angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal tahun 2019 untuk anak usia <5 tahun yaitu 5.9% atau mencapai 5.896 orang. Pada tahun 2020 mencapai 12.05% atau 9.336 orang dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 12.33% atau 10.843. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan informasi pada kader dan ibu balita mengenai pemanfaatan pangan lokal dalam pemberian MPASI sehingga masyarakat dapat memaksimalkan penggunaan pangan lokal. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelompok Kader Posyandu Widodo Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dengan peserta kader dan wanita yang memiliki anak balita. Metode: yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyuluhan. Hasil: dari kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil posttest yaitu 100% untuk MPASI, 90% untuk nutrisi dan 100% untuk pangan lokal. Salah satu strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang berbasis pangan lokal di posyandu serta penggunaan bahan pangan lokal yang bervariasi dalam menu keluarga terutama dalam pemberian MPASI.

Keywords

Stunting MPASI Nutrisi Pangan Lokal Tumbuh Kembang Anak

Article Details

How to Cite
Arsita Harnawati, R., Rahmanindar, N., Andari, I. D., Zhyakiyah, D. N., & Fauzi, C. . A. A. (2025). Upaya Penurunan Angka Stunting dengan Peningkatan Pengetahuan Pangan Lokal dalam Pemberian MPASI. Jurnal SOLMA, 14(3). https://doi.org/10.22236/solma.v14i3.20122

References

  1. Atikah Rahayu, D. (2018). Study Guide-Stunting Dan Upaya Pencegahannya (Hadianor (ed.)). CV. Mine.
  2. Fatimah, S., Siwiendrayanti, A., & Info, A. (2023). Indonesian Journal of Public Health and Nutrition. 3(3), 395–401.
  3. Foterek, K., Buyken, A. E., Bolzenius, K., Hilbig, A., Nöthlings, U., & Alexy, U. (2016). Commercial complementary food consumption is prospectively associated with added sugar intake in childhood. 2067–2074. https://doi.org/10.1017/S0007114516001367
  4. Haqueena, A., & Farhat, Y. (2025). Hubungan Pemberian Asi Eksklusif , Pengetahuan Gizi , Pendapatan Keluarga , Pola Makan , Dan Penyakit Infeksi Dengan Kejadian Weight Faltering ( Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Sei Mesa Banjarmasin ). 1(10), 1881–1903.
  5. Harnawati, R. A. (2023). Hubungan Budaya Dengan Mpasi Dini Pada Bayi 0-24 Bulan. Journal of Technology and Food Processing (JTFP), 3(02), 38–41. https://doi.org/10.46772/jtfp.v3i02.1279
  6. Harnawati, R. A., Hidayah, S. N., & Zukrufiana, I. R. (2024). Cegah Masalah Kesehatan Anak Dengan Restrukturisasi Budaya Mpasi Pada Ibu. Jurnal SOLMA, 13(3), 1613–1619.
  7. Harnawati, R. A., Zulfiana, E., & Nisa, J. (2021). Effect of Active Play Method on Pre-School Children Social and Fine Motor Development. Siklus: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal, 10(01), 32–36. https://doi.org/10.30591/siklus.v10i1.2286.g1338
  8. Lusiana, I., & Apriani, L. A. (2025). Penguatan Pengetahuan Nutrisi Lokal untuk Pemberian MPASI dalam Pencegahan Faltering Growth pada Balita. 3, 39–45. https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v3i1.671
  9. Nurmala Meilasari, W. A. (2024). Upaya Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberian Makanan Tambahan(PMT) Pangan Lokal:Systematic Review. MPPKI: Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(3), 630–636.
  10. Ramadhanti, C. A., Adespin, D. A., & Julianti, H. P. (2019). Perbandingan Penggunaan Metode Penyuluhan Dengan Dan Tanpa Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Ibu Tentang Tumbuh Kembang Balita. 8(1), 99–120.

Most read articles by the same author(s)