Main Article Content

Abstract

Background: Pelestarian cagar budaya dilakukan agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang ingin belajar atau memahami tentang cagar budaya. Salah satu pelestarian cagar budaya yang dilakukan yaitu adanya fasilitas penunjang sarana informasi dan komunikasi bagi para peneliti. Kegiatan ini bertujuan untuk merancang dan membuat sign system guna meningkatkan informasi visual pada situs cagar budaya Watu Gong Tlogomas. Metode: Kegiatan ini bekerja sama dengan pengelola situs cagar budaya Watu Gong Tlogomas. Metode yang digunakan adalah design thinking, dimulai dari tahapan memahami permasalahan, menentukan permasalahan, perancangan konsep solusi, pembuatan karya lalu pengujian. Hasil: Media utama yang dirancang dan dibuat adalah Sign system di kawasan watu gong yang terdiri dari identification sign, directional sign, information sign, dan attention sign dengan bentuk GSM (Graphic standard manual). Adapun selain Media sign system sebagai media utama, terdapat beberapa media pendukung (seragam, brosur peta, lanyard, stationary) guna mendukung penguatan informasi visual. Kesimpulan: Perancangan sign system sudah mampu memberikan kemudahan bagi para pengunjung yang ada di kawasan situs Watu Gong maupun luar daerah.

Keywords

Deisgn thinking informasi visual sign system Situs Watu Gong Designt Thinking sign system visual information Watu Gong Cultural Site

Article Details

How to Cite
Awalin, S. G., Kurniawan, R., Aditya, A., Kusumasari, A. A., & Ramadhan, A. Z. (2023). Upaya Peningkatan Informasi Visual melalui Pembuatan Sign system di Kawasan Situs Cagar Budaya Watu Gong Tlogomas . Jurnal SOLMA, 12(3), 1494–1502. https://doi.org/10.22236/solma.v12i3.12895

References

  1. Abdurrohman, Aditya, A., & Nurfitri, R. (2023). Perancangan Desain Maskot Kabupaten Situbondo Dengan Pendekatan Design Thinking. MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 5(1), 38-46. https://doi.org/10.32664/mavis.v5i01.757
  2. Aditya, A., Aminah, S., & Kanthi, Y. A. (2022). Metodologi Penelitian Dalam Disipilin Ilmu Sistem Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  3. Adzhar, R., & Swasty, W. (2019, October). Perancangan Sign System yang Terintegrasi Website Sebagai Media Informasi. Jurnal Bahasa Rupa, 3(1), 31-41. https://doi.org/10.31598/bahasarupa.v3i1.422
  4. Danu, A. K., Iku, P. F., Warung, Y. E., Sii, P., & Regus, M. (2021). Upaya Internalisasi Nilai Kearifan Lokal Masyarakat Waerebo sebagai Ikon Wisata Manggarai. Jurnal SOLMA, 10(01), 14-22. https://doi.org/10.22236/solma.v10i1.5593
  5. Dharmawan, V., & Rachmaniyah, N. (2021, October). Kajian Signage dan Elemen Wayfinding di Kampus Perguruan Tinggi (Studi Kasus: Kampus ITS Surabaya). ARSITEKTURA : Jurnal Ilmiah Arsitektur dan Lingkungan Binaan, 19(2), 205-216. https://doi.org/10.20961/arst.v19i2.49152
  6. Fariyanto, F., Suaidah, S., & Ulum, F. (2021). Perancangan Aplikasi Pemilihan Kepala Desa Dengan Metode Ux Design Thinking (Studi Kasus: Kampung Kuripan). JURNAL Teknologi dan Sistem Informasi (JTSI), 2(2), 52-60. https://doi.org/10.33365/jtsi.v2i2.853
  7. Kurniawan, D. S., Kurnianto, A. D., & Libragiantari, E. D. (2023, June). Pembuatan Papan Nama Dan Sign system UMKM Dapoer Mini Di Kelurahan Gunung Anyar. Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara (JMMN), 2(2). https://doi.org/10.58374/jmmn.v2i2.153
  8. Pemerintah Republik Indonesia. (2010). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya.
  9. Rizqullah, M. F., & Swasty, W. (2019). Perancangan Media Informasi Kota Tua Jakarta Utara Melalui Sign system Yang Terintegrasi Website. Andharupa, Jurnal Desain Komunikasi Visual & Multimedia, 5(2), 210-225. https://doi.org/10.33633/andharupa.v5i2.1957
  10. Soedewi, S., Mustikawan, A., & Swasty, W. (2022, April). The Design Thinking Method Application On The Kirihuci Msme Website Design. Visualita, 10(2), 79-96. https://doi.org/10.34010/visualita.v10i02.5378
  11. Wibowo, A. (2020). Dakwah Berbasis Media Dan Komunikasi Visual. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2(2), 179-198. https://doi.org/10.32332/jbpi.v2i2.2497