Main Article Content

Abstract

Background: Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya adalah faktor sosial ekonomi seperti: pendapatan keluarga, pekerjaan orang tua, pendidikan orang tua, dan jumlah anggota keluarga. Pelakanaan sosialisasi di dusun Serining desa Banjaragung ini dilatar belakangi oleh beberapa hal yaitu agar warga dusun Serning mengetahui bahwa faktor ekonomi dapat mempengaruhi terjadinya stunting pada anak balita. Tujuan pengabdian ini memberikan sosialisasi terkait dengan dampak stunting bagi pertumbuhan ekonomi khususnya di kabupaten Jombang. Metode: Metode sosialisasi yang digunakan dalam pengabdian ini ditujukan kepada kader desa Banjaragung guna meningkatkan informasi dan edukasi kepada seluruh kader posyandu mengenai dampak stunting dan pembangunan ekonomi. Hasil: Menunjukkan peningkatan, penguasaan dan pengetahuan yang memadai pada kader posyandu terkait dengan kejadian stunting pada balita serta dampaknya pada pertumbuhan ekonomi. Kesimpulan: Masih sangat diperlukan sosialisasi secara massif terkait stunting, dampak yang muncul, cara penanggulangannya, dan upaya penanggulangan stunting, sebagai bentuk upaya preventif masing-masing keluarga tanpa bergantung pada program pemerintah. Dengan demikian, para kader nantinya dapat menjalankan tugas dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Keywords

Stunting Economic development Socialization Sosialisasi Stunting Pembangunan Ekonomi

Article Details

How to Cite
Yanti, D. E. S., Hendrawan, S. A., & Pramiana, O. (2023). Sosialisasi Dampak Stunting terhadap Pembangunan Ekonomi. Jurnal SOLMA, 12(1), 178–184. https://doi.org/10.22236/solma.v12i1.10373

References

  1. Aryastami, N. K. (2017). “Kajian Kebijakan dan Penanggulangan Masalah Gizi Stunting di Indonesia.” Indonesian Bulletin of Health Research, 45(4), 233–240. https://doi.org/10.22435/bpk.v45i4.7465.233-240.
  2. Bappenas. (2018). Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi di Kabupaten /Kota.
  3. Candra, A. (2013). Hubungan underlying factors dengan kejadian stunting pada anak 1-2 tahun. Journal of Nutrition and Health, 1(1).
  4. Fikadu, T., Assegid, S., & Dube, L. (2014). Factor associated with stunting among children age 24 to 59 months in Meskan District, Gurage Zone, South Ethiopia: A case-control study. BMC Public Health, 14(800).
  5. Ipan, Purnamasari, H., & Priyanti, E. (2021). Collaborative Governance dalam Penanganan Stunting. Kinerja, 18(3), 383–391.
  6. Kemenkes RI. (2018a). 1 dari 3 Balita Indonesia Derita Stunting. P2PTM Kemenkes RI.
  7. Kemenkes RI. (2018b). Hasil Utama Riset Kesehata Dasar (RISKESDAS). Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1–200. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201
  8. Mustika, W., & Syamsul, D. (2015). Analisis Permasalahan Status Gizi Kurang Pada Balita di Puskesmas Teupah Selatan Kabupaten Simeuleu. Jurnal Kesehatan Global, 1(3), 127. https://doi.org/10.33085/jkg.v1i3.3952
  9. Nirmalasari, N. O. (2020). Stunting Pada Anak : Penyebab dan Faktor Risiko Stunting di Indonesia. Qawwam: Journal For Gender Mainstreming, 14(1), 19–28. https://doi.org/10.20414/Qawwam.v14i1.2372
  10. Raditya, D. (2019). Masalah Gizi di Indonesia. Fisipol UGM.
  11. Rahayu, A., Yulidasari, F., Putri, A. O., & Anggraini, L. (2018). Study Guide - Stunting Dan Upaya Pencegahannya. Penerbit CV Mine.
  12. Rahmadhita, K. (2020). Permasalahan Stunting dan Pencegahannya. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 11(1), 225–229. https://doi.org/10.35816/jiskh.v11i1.253
  13. Teja, M. (2019). Stunting Balita Indonesia dan Penanggulangannya. Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI, XI(22), 13–18.
  14. UNICEF. (2013). Improving Child Nutrition The achievable imperative for global progress. www.unicef.org/media/files/nutrition _report_2013.pdftanggal 24 Desember 2013
  15. Zurhayati, Z., & Hidayah, N. (2022). Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stunting Pada Balita. JOMIS (Journal of Midwifery Science), 6(1), 1–10. https://doi.org/10.36341/jomis.v6i1.1730