Main Article Content

Abstract

Museum di Sawahlunto merupakan salah satu peninggalan bersejarah tentang kejayaan pertambangan batu bara yang ada di Sumtara Barat yang terhususnya pada era colonial Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pemanfaatan museum di Sawahlunto sebagai sumber edukasi, baik dalam bentuk pembelajaran formal maupun non formal. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu melelui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa  Museum di Sawahlunto memiliki potensi yang sangat besar sebagai media pembelajaran sejarah, baik itu budaya, dan teknologi pertambangan. Para pengunjung terkhususnya para pelajar dapat memahami kehidupan masyarakat sawahlunto zaman dahulu dan kolonialisme melalui narasi yang tertera dan dijelaskan oleh pemandu museum. Namun dalam pemanfaatan museum sebagai sumber edukasi masih menghadapi tantatang seperti, masih terbatas akses, kurangnya kesesuai antara kurikulum dengan museum dan kurangnya minat anak-anak muda berkujung kemusem, maka dari itu perlunya kolaborasi antara pihak pemerintahan dengan sekolah supaya dapat mengoptimalkan peran museum Sawahlunto sumber belajar yang edukatif.

Keywords

Museum SawahluntoUNESCOEdukasiWarisan Budaya dan Pertambangan

Article Details

Author Biography

Rido Awal Saputra, Universitas PGRI Sumatera Barat

Program Studi S1 Pendidikan Sejarah

References

  1. (Asosiasi Teknologi Komunikasi Pendidikan (AECT)
  2. (David Kolb, n.d.) Experiential Learning Theory
  3. (Theory Komunikasi Edukatif, n.d.)
  4. Abdhul, Y. (2021, October 28). (1974). In Mass Communication and Society (Vol. 3, Issue 10). https://doi.org/10.1163/_q3_SIM_00374
  5. Akbar (2010:3). (20 C.E.). 7–59. museum di Indonesia menghadapi tantangan penting dalam mengubah persepsi publik dari sekadar tempat yang ‘statik’ menjadi pusat edukasi interaktif."
  6. Danandaya(2010:40). (1945). 72–80.
  7. https://r.search.yahoo.com/_ylt=Awr90JE9m1ZplEQAOvZXNyoA;_ylu=Y29sbwNncTEEcG9zAzMEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1768493117/RO=10/RU=https%3a%2f%2fsumbarkita.id%2fmengenal-sejarah-singkat-museum-goedang-ransoem-di-sawahlunto%2f/RK=2/RS=Y5u8tZIhzqZQLw0fdQZ7R_1Jhzg-
  8. https://r.search.yahoo.com/_ylt=AwrOtxbWlVZp5coDuw9XNyoA;_ylu=Y29sbwNncTEEcG9zAzEEdnRpZAMEc2VjA3Ny/RV=2/RE=1768491734/RO=10/RU=https%3a%2f%2fbooks.google.com%2fbooks%2fabout%2fSawahlunto_dulu_kini_dan_esok.html%3fid%3dJllxAAAAMAAJ/RK=2/RS=NROdBkrZfxtFYAfhYzYkJRGEWMk-
  9. Media, Kompas Cyber 2021-03-21 Kisah Mbah dan Orang Rantai di Lubang TambangSawahlunto Kompas.com
  10. Moleong, L. J. (2016). Metodologi penelitian kualitatif (edisi revisi).
  11. Sugiyono, 2013. Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif dan R&D.
  12. Thobroni & Mustofa. (2015). In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1). SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI
  13. Wijayanti. (2017). “Analysis of Supply and Demand to Enhance Educational Tourism Experience in the Smart Park of Yogyakarta, Indonesia” — Economies Journal, 5(4), hlm. 98–111