Formulasi Gel Ekstrak Metanol Daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz) English

Hafiz Ramadhan, Rina Helmina, Yuni Fahriana, Rahmi Muthia, Fitriyanti, Dyera Forestryana

Abstract

Daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz) yang dimaserasi dengan metanol dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan S. epidermidis dengan kadar hambat minimum (KHM) 927 μg/mL dan 1428 μg/mL. Ekstrak daun yang diekstraksi dengan Soxhlet memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat (IC50 32 μg/ml), sehingga ekstrak tersebut dapat dikembangkan menjadi sediaan topikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formula terbaik berdasarkan karakteristik dan stabilitas (Freeze-thaw cycling) sediaan gel ekstrak metanol daun balik angin. Daun balik angin diekstraksi menggunakan metode maserasi dan soxhlet dengan pelarut metanol, dan dibuat menjadi sediaan gel menggunakan variasi konsentrasi karbopol yaitu 0,5% (F1), 0,75% (F2), dan 1% (F3). Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan hedonik. Hasil karakteristik organoleptis berwarna kuning hingga coklat kekuningan, bau khas ekstrak, memiliki tekstur semi solid yang lembut dan homogen. Semua formula memenuhi persyaratan evaluasi fisik sediaan topikal selama siklus pengujian freeze-thaw. Berdasarkan evaluasi fisik, siklus pengujian freeze-thaw, dan uji hedonik dapat disimpulkan bahwa didapatkan formula terbaik dengan konsentrasi Karbopol 0,75% pada ekstrak hasil soxhlet dan formula terbaik dari ekstrak hasil maserasi pada konsentrasi karbopol 0,5%.

Full text article

Generated from XML file

References

Read More

Authors

Hafiz Ramadhan
hafizramadhan14@gmail.com (Primary Contact)
Rina Helmina
Yuni Fahriana
Rahmi Muthia
Fitriyanti
Dyera Forestryana
Hafiz Ramadhan, Rina Helmina, Yuni Fahriana, Rahmi Muthia, Fitriyanti and Dyera Forestryana (2024) “Formulasi Gel Ekstrak Metanol Daun Balik Angin (Alphitonia incana (Roxb.) Teijsm. & Binn. Ex Kurz): English”, Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian, 11(2), pp. 98–113. doi: 10.22236/farmasains.v11i2.9863.

Article Details