Evaluasi Profesionalisme Guru Tersertifikasi

  • Ahsin Ahsin Alumni
  • Ernawati Ernawati Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
  • Maman A Majid Binfas Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Abstract

Evaluasi Profesional Guru Tersertifikasi Di Sekolah Menengah Kejuruan Prima Bakti Banten Kabupaten Tangerang. Program Studi Magister Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Januari 2021.Sertifikasi guru merupakan salah satu upaya untuk peningkatan mutu dan kesejahteraan guru. Dengan sertifikasi guru, diharapkan meningkatkan mutu pendidikan dan menghasilkan profesi guru profesional yang berkapasitas tinggi. Dengan kapasitas kualitas guru yang tinggi, maka akan menghasilkan kualitas siswa pula. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif bersifat deskriptif.

Berdasarkan hasil evaluasi guru tersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Prima Bakti Banten tergolong cukup baik,di mana hasil evaluasi guru tersertifikasi dapat dilaksanakan secara professional sebagaimana diharapkan. Kemudian, dari tingkat penguasaan kompetensi materi guru sertifikasi menunjukkan hasil supervisi terpenuhi melaksanakan tugas sebgaimana kententuan stadndar yang diberlakukan, yakni 24 jam/4 hari kerja. Maka, dapat dinyatakan bahwa Kualitas guru yang tersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Prima Bakti Banten tergolong baik. Maka, guru tersertifikasi di Sekolah Menengah Kejuruan Prima Bakti Banten adalah baik dan professional

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ahsin Ahsin, Alumni

 

Pada tahun pelajaran 2014/2015 telah mulai diberlakukan kurikulum 2013 di seluruh Indonesia yang merupakan pembaharuan dan penyempurnaan Kurikulum 2006. Representasi dari perubahan kurikulum awal KTSP ke kurikulum 2013 yaitu dalam rangka upaya meningkatkan dan memperbaiki pendidikan yang menghasilkan sumber daya manusia atau peserta didik. Penelitian ini bermaksud mengevaluasi pelaksanaan kurikulum 2013 di kelas V Sekolah Dasar Negeri Tugu Selatan 03 Jakarta-Utara. Evaluasi ini menggunakan model CIPP (Context, input, process, product) metode yang digunakan adalah motode kualitatif adapun cara pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada; kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru bidang kurikulum, guru bidang kesiswaan, guru, bidang IT, dan siswa. Sementara data dokumen berupa, dokumen visi misi, raport siswa dan jadwal kegiatan pembelajaran. Hasil evaluasi conteks visi, misi, dan tujuan sekolah sudah terintegrasi dengan pelaksanaan kurikulum 2013. Komponen input 1) alokasi anggaran yang digunakan untuk menunjang pelaksanaan program kurikulum 2013 masih minim. 2) sumber daya manusia (guru) memiliki kriteria baik pada latar belakang pendidikan yang ditempuhnya. Namun, pada penerapkan kurikulum secara kompetensi masih kurang, dialami oleh guru usia tua. Sarana prasarana memilik kendala yakni ada yang dilengkapi tetapi masih belum sempurna. Hasil evaluasi process meliputi persiapan yang dilakukan guru menerapkan kurikulum 2013 sudah baik. Komponen Product; nilai rapor siswa sudah sesuai dengan pelaksanaan kurikulum. Namun pada hasil lulusan, siswa sedikit mengalami penurunan bila dibandingkan pembelajaran menggunakan KTSP.

Published
2021-07-25