Main Article Content

Abstract

ABSTRAK


Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah salah satu faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah. Di Indonesia hipertensi telah mencapai lebih dari 2 juta kasus per tahun. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa saat ini penyakit hipertensi sudah menjadi salah satu penyakit tidak menular yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan juga masyarakat pada umumnya karena telah menjadi penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kepatuhan masyarakat dalam hal ini pasien hipertensi sangat dibutuhkan karena bias mengurangi risiko komplikasi yang ditimbulkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas konseling pasien hipertensi terhadap perilaku kepatuhan berobat sebelum dan sesudah diberikan konseling. Desain penelitian ini menggunakan Pre - Eksperimental dengan rancangan pre test – post test one group design. Populasi penelitian adalah pasien hipertensi yang berjumlah 430 orang, sedangkan sampel penelitian adalah 54 orang dengan menggunakan metode purposive sampling dan harus memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk terpilih menjadi sampel. Analisis skor pre test dan post test serta paired t test digunakan dalam penelitian ini. Setelah diberi perlakuan konseling menunjukkan bahwa dari 54 responden diperoleh nilai rata-rata pre-test adalah sebesar 5,04 dan nilai post-test sebesar 7,02 (ada perbedaan 1,981). Adapun uji t diperoleh nilai p value sebesar 0,00 atau <0,05 yang berarti terdapat perbedaan kepatuhan pengobatan pasien hipertensi sebelum dan sesudah konseling yang berarti konseling efektif. Hal ini dapat disimpulkan bahwa konseling berperan dalam perubahan perilaku kepatuhan berobat pasien hipertensi di Puskesmas Fajar Bulan tahun 2018.


Kata kunci : Konseling, Kepatuhan Pengobatan, Hipertensi

Article Details