Main Article Content

Abstract

Pada tahun 2016, Provinsi Jawa Barat dipilih oleh Kementerian Kesehatan RI menjadi salah satu dari
sembilan provinsi untuk program prioritas Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
Dari 12 indikator PIS-PK, indikator ke-9, yaitu anggota keluarga tidak ada yang merokok, merupakan
indikator cakupan terendah di Kecamatan Ciampea Kabupaten Bogor Jawa Barat, yaitu sebesar 25,58%.
Melihat hal tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menggali lebih dalam perilaku merokok di Kecamatan
Ciampea. Penelitian ini menggunakan desain analisis kualitatif dan dilakukan pada bulan Oktober dan
November 2016. Dengan cara purposive sampling, informan yang terpilih adalah 4 orang anggota rumah
tangga (ART), 6 orang tokoh masyarakat, 5 orang kader kesehatan, 3 orang bidan desa, 2 orang petugas
Puskesmas, dan 2 orang Kepala Puskesmas. Data dikumpulkan dengan metode wawancara mendalam dan
diskusi kelompok terarah (Foccus Group Discussion/FGD). Analisis data dalam penelitian ini terdiri dari
reduksi data, penyajian data, penyusunan kesimpulan. Merokok merupakan hal yang lumrah dilakukan
di Kecamatan Ciampea. Sebagian besar dari mereka merupakan perokok sosial. Mereka merokok ketika
sedang berkumpul dengan lingkungan sekitarnya. Walaupun demikian, mereka telah mengetahui bahwa
terdapat peraturan terkait dengan larangan merokok.Warga Kecamatan Ciampea juga telah menyadari
bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti terserang penyakit terkait pernapasan. Di
samping itu, mereka pun memahami bahwa merokok membawa pengaruh buruk bagi keadaan ekonomi
mereka. Merokok merupakan kebiasaan sehari-hari warga di Kecamatan Ciampea walaupun mereka telah
mengetahui larangan untuk merokok dan dampak buruknya.

Article Details