Peningkatan Pemahaman TBC Melalui Ceramah Interaktif Pada Mahasiswa Baru dan Pengurus Organisasi Kampus
DOI:
https://doi.org/10.22236/ardimas.v6i2.21969Keywords:
Tuberkulosis, Mahasiswa, Kesehatan, Pengabdian MasyarakatAbstract
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Rendahnya literasi kesehatan di kalangan mahasiswa, khususnya pada jenjang awal pendidikan, menjadi hambatan dalam upaya promotif dan preventif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan mahasiswa mengenai penularan dan pencegahan TBC melalui intervensi edukatif berupa penyuluhan dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, melibatkan mahasiswa semester awal dan pengurus organisasi kemahasiswaan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, serta observasi partisipatif untuk menilai antusiasme dan keterlibatan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor pengetahuan, dari 0 menjadi 80 pada mahasiswa semester awal dan dari 30 menjadi 100 pada pengurus organisasi. Lebih dari 90% peserta mampu menjawab pertanyaan secara benar dalam diskusi, menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan ceramah interaktif efektif dalam membangun literasi kesehatan mahasiswa. Selain itu, mahasiswa yang aktif dalam organisasi menunjukkan potensi besar sebagai agen perubahan dalam promosi kesehatan TBC di lingkungan kampus. Diperlukan pengintegrasian program serupa ke dalam orientasi mahasiswa baru dan pengembangan kapasitas kemahasiswaan secara berkelanjutan untuk mendukung upaya eliminasi TBC nasional.
Downloads
References
Damayanti, R., Fitriani, N., & Ramadhan, A. (2022). Peningkatan pengetahuan mahasiswa terhadap TB melalui edukasi. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123–132.
Falah, M., Fatmasari, D., & Kurniawan, D. (2021). Hubungan antara pengetahuan tentang TB paru dengan perilaku pencegahan penularan TB paru pada mahasiswa. South East Asia Nursing Research, 3(1), 36–42. https://jurnal.unimus.ac.id/index.php/seanr/article/view/5062
Green, L. W., & Kreuter, M. W. (2005). Health program planning: An educational and ecological approach (4th ed.). McGraw-Hill.
Kaaffah, D., Mahardika, D., Sulastri, R., & Afifah, L. (2023). Pengetahuan dan persepsi masyarakat tentang TBC di 34 provinsi Indonesia. Jurnal Kesmas Nasional, 15(1), 20–29.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia 2022. Kementerian Kesehatan RI.
Lumbantobing, T., Sihombing, R., & Nainggolan, H. (2022). Tingkat pengetahuan mahasiswa preklinik tentang TBC. Jurnal Medistra, 12(2), 98–105.
Puspitasari, I. M., Firdawati, F., & Prabowo, K. A. (2022). Assessment of knowledge and stigma toward tuberculosis among university students in Indonesia: A cross-sectional study. Journal of Multidisciplinary Healthcare, 15, 1847–1857. https://doi.org/10.2147/JMDH.S370952
Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
Rosenstock, I. M. (1974). The health belief model and preventive health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 354–386. https://doi.org/10.1177/109019817400200405
Ruben, J., Wonda, I. M., & Belau, Y. (2023). Pengaruh pendidikan kesehatan dengan media audiovisual terhadap pencegahan tuberkulosis paru pada mahasiswa keperawatan. Indonesian Journal of Nursing and Midwifery Science, 4(1), 26–34. https://ijnms.net/index.php/ijnms/article/view/450
Sari, N. P., & Anwar, A. (2021). Peran mahasiswa dalam pencegahan penyakit menular. Indonesian Journal of Community Health, 6(1), 45–50.
Setiawan, D., Putri, R., & Maulida, N. (2020). Peran mahasiswa dalam promosi kesehatan TBC. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia, 15(1), 22–29.
Sinaga, E., & Manalu, L. (2023). Pengetahuan dan sikap mahasiswa non-kesehatan terhadap penderita TBC. eJournal Unklab, 5(3), 115–123.
Suleiman, M. M., Mohamed, A. J., & Khan, T. M. (2021). Evaluation of a one-day educational intervention to reduce tuberculosis stigma among Malaysian secondary school students. International Journal of Environmental Research and Public Health, 18(1), 134. https://doi.org/10.3390/ijerph18010134
Thomas, B. E., Shanmugam, P., Malaisamy, M., Ovung, S., Suresh, C., Subbaraman, R., & Weiss, M. G. (2016). Psycho-social effects of tuberculosis diagnosis: A cross-sectional study in Chennai, India. Indian Journal of Tuberculosis, 63(1), 39–43. https://doi.org/10.1016/j.ijtb.2015.08.003
Van der Werf, M. J., & Langendam, M. W. (2011). Knowledge of tuberculosis among adolescents in a high-burden TB community in South Africa: A pilot survey. BMC Public Health, 11, 560. https://doi.org/10.1186/1471-2458-11-560
Vasantha, M., Gopi, P. G., Subramani, R., & Narayanan, P. R. (2005). Community participation in tuberculosis control in a rural area of South India: WHO/TDR operational research. The International Journal of Tuberculosis and Lung Disease, 9(2), 230–235. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15732740/
World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. WHO. https://www.who.int/publications/i/item/9789240076729
Zulfa, F., & Yunitasari, E. (2025). Stigma terhadap penderita TBC dan dampaknya terhadap penundaan pengobatan. Indonesian Journal of Health Promotion, 10(1), 45–52.






