https://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/issue/feedJurnal SOLMA2025-12-06T08:22:07+07:00Susilosusilo@uhamka.ac.idOpen Journal Systems<p><strong>Jurnal Solma</strong> menerima artikel dalam bidang riset terapan dan hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti baik nasional maupun internasional. Setiap naskah yang diterbitkan dilakukan proses <em>peer-review</em> secara <em>double</em>-<em>blind review</em>. Artikel Jurnal Solma bersifat open acces yang diterbitkan tiga kali dalam setahun yakni bulan <strong>April, Agustus,</strong> dan <strong>Desember</strong>. Jurnal Solma terakreditasi <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/profile/5672"><strong>SINTA 3</strong></a> berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nomor 105/E/KPT/2022.</p>https://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19087Pemberian Edukasi Dalam Pemanfaatan Lahan Kritis Bagi Masyarakat Pedesaan2025-08-27T08:57:28+07:00Yakub Benuacko.benu@gmail.comAdrin Adrinacko.benu@gmail.comRamses V. Elimacko.benu@gmail.comBlasius Pagaacko.benu@gmail.comRynaldo Davinsyacko.benu@gmail.comEmi Renoatacko.benu@gmail.comAah A. Almulquacko.benu@gmail.comDina T. Kusmawardhaniacko.benu@gmail.comFabianus Rantaacko.benu@gmail.comFlora I. Klerukacko.benu@gmail.comFransiskus X. Dakoacko.benu@gmail.comIka Kristinawantiacko.benu@gmail.comJeriels Matatulaacko.benu@gmail.comLaurentius D. W. Wardhanaacko.benu@gmail.comLuisa M. Manekacko.benu@gmail.comMahardika P. Purbaacko.benu@gmail.comMelkianus Pobasacko.benu@gmail.comMeilyn R. Pathibangacko.benu@gmail.comNi K. A. D. Aryaniacko.benu@gmail.comYudhistira A. N. R. Oraacko.benu@gmail.comKristianto Wibison Soacko.benu@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Nusa Tenggara Timur beriklim kering, dengan durasi 4 bulan hujan, dan musim kemarau berlangsung selama 8 bulan. Permasalahan ini berimplikasi pada peningkatan luas lahan kritis yang terjadi pada lahan garapan Kelompok Tani Hutan (KTH) Oelbonak di Desa Sillu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Oleh karena itu, pemberian edukasi dalam meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak perlu dilakukan dalam menanggulagi permasalahan ini. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak melalui pemberian edukasi dalam meningkatkan fungsi lahan kritis. <strong>Metode</strong>: Evaluasi menggunakan <em>pre-test </em>dan<em> post-test </em>serta dianalisis menggunakan uji–t berpasangan untuk mengukur tingkat pemahaman anggota KTH sebelum dan sesudah edukasi. <strong>Hasil</strong>: Nilai rata-rata pada <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan pemahaman yaitu edukasi pola agrosilvopastural dan bokashi (79,92), pengairan tanaman (79,49) dan PSB (67,69). Begitu juga nilai Sig. (2-tailed) pada <em>Paired Samples Test</em> menunjukkan nilai sig. 0.000 < 0,05 yang berarti ada pengaruh yang nyata (positif) dari edukasi yang diberikan. <strong>Kesimpulan:</strong> pemberian edukasi mampu meningkatkan pemahaman anggota KTH Oelbonak dalam pemanfaatan lahan kritis<strong>.</strong></p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19989Penguatan Sistem Informasi dan Literasi Digital Masyarakat Nagari/Desa Sariak Laweh Kab. Limapuluh Kota, Sumatera Barat2025-09-28T12:34:52+07:00Azrul Azrulazrul@uinib.ac.idMisra Misramisramsi@uinib.ac.idSherli Dwi Andri SaputriSherlidwiandrisaputri@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Literasi dan penerimaan teknologi digital oleh masyarakat nagari/desa menjadi sangat penting saat ini, mengingat potensi manfaat yang dapat diperoleh. Nagari/Desa Sariak Laweh memiliki potensi digitalisasi besar seperti layanan persuratan dan administrasi secara online, Nagari Sariak Laweh telah mempunyai website nagari yang dikembangkan oleh tim pengabdian masyarakat UNP pada tahun 2023 dan aplikasi digital persuratan pada tahun 2024. Oleh sebab itu, dibutuhkan penguatan sistem informasi dan literasi digital untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan administrasi dan persuratan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan meliputi pelaksanaan pembelajaran kepada masyarakat tentang materi digitalisasi dalam kehidupan sehari-hari serta praktek pelatihan penggunaan aplikasi Smart Nagari SIPIPI kepada masyarakat. <strong>Hasil:</strong> Setelah kegiatan pelatihandilakukan pengukuran tingkat penerimaan teknologi digital oleh masyarakat pengguna untuk melihat ketercapaian tujuan pelatihan literasi digital oleh masyarakat nagari sariak laweh. secara keseluruhan aspek penerimaan teknologi digital diterima baik dan positif oleh masyarakat. Secara keseluruhan, jawaban responden pada semua variabel termasuk dalam kategori setuju dengan nilai persentase >70%. Skor tertinggi ditemukan pada aspek keluhan (84,60), meskipun juga ditemukan persentase tinggi pada aspek kegunaan (83,46). Hal ini bermakna bahwa aplikasi layanan digital dapat diterima oleh masyarakat, meskipun muncul berbagai kendala dalam penggunaannya. Penerimaan ini juga dibuktikan dengan penerimaan teknologi digital dari aspek lainnya yang rata-rata berada pada persentase 73-82% <strong>Kesimpulan:</strong> Secara umum, Persepsi masyarakat pengguna aplikasi digital menganggap bahwa aplikasi digital meberikan kemudahan dalam pengurusan admistrasi setelah dilakukan pelatihan literasi digital.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20323Peningkatan Pengetahuan Gizi Melalui Pola Makan Seimbang Selama Ramadhan di Puskesmas Gandus Palembang2025-09-28T12:41:05+07:00Tiara Andhinytiaraandhinyyasin@gmail.comFadhila Nur Utamifadilahnurutami10@gmail.comAnita Rahmiwatianita_rahmiwati@fkm.unsri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Puasa Ramadhan menyebabkan perubahan pola konsumsi dan metabolisme tubuh, yang mempengaruhi kebutuhan gizi sehari-hari. Pengetahuan yang terbatas mengenai pola makan seimbang selama Ramadhan, terutama di kalangan usia produktif di Puskesmas Gandus Palembang, dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan seperti dehidrasi, gangguan pencernaan, hingga penyakit metabolik. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah menyampaikan informasi yang tepat mengenai asupan gizi selama bulan Ramadhan agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan sehat dan tetap produktif. <strong>Metode:</strong> Edukasi dilakukan dengan penyuluhan menggunakan leaflet, yang selanjutnya diukur melalui pre-test dan post-test sebagai indikator peningkatan pemahaman peserta. Sebanyak 30 orang peserta yang merupakan pengunjung Puskesmas Gandus Palembang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. <strong>Hasil:</strong> Temuan dari analisis <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menegaskan terdapat peningkatan yang nyata pada pengetahuan peserta. Rata-rata nilai pre-test adalah 9,8, yang meningkat menjadi 13,1 pada post-test, dengan nilai p = 0,000 (< 0,05), menandakan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pemahaman. <strong>Kesimpulan:</strong> Penyuluhan menggunakan leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan terkait pola makan seimbang selama Ramadhan. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap pemahaman gizi, yang dapat diterapkan untuk menjaga kesehatan selama puasa dan dapat menjadi model edukasi di komunitas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20507Aplikasi Keuangan untuk Sekolah Persyarikatan Muhammadiyah Kota Makassar2025-09-17T10:23:17+07:00Muchriady Muchranmuchriady@unismuh.ac.idAndi Hakib muchranmuchriana@gmail.comMuhammad Yusuf. Kmuchranmuchriana@gmail.comMasrullah Masrullahmuchranmuchriana@gmail.comMuchriana Muchran muchranmuchriana@gmail.comAkbar Mubarak muchranmuchriana@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan sumber daya manusia, dan sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Makassar memegang peranan penting dalam mencetak generasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Namun, dalam pengelolaan keuangan, masih ditemukan berbagai kendala, seperti pencatatan manual, penggunaan sistem sederhana seperti Microsoft Excel, dan keterbatasan pelaporan keuangan yang berdampak pada transparansi dan efisiensi. <strong>Tujuan:</strong> dari kegiatan ini adalah mengembangkan dan mensosialisasikan aplikasi keuangan digital terintegrasi guna meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi keuangan di sekolah-sekolah Muhammadiyah. <strong>Metode:</strong> yang digunakan berupa pelatihan dan pendampingan kepada 15 sekolah mitra Muhammadiyah dengan pendekatan partisipatif dan praktik langsung penggunaan aplikasi. <strong>Hasil:</strong> menunjukkan bahwa peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi dan memahami pentingnya digitalisasi. Aplikasi ini membantu dalam percepatan pelaporan, mengurangi risiko kesalahan, dan meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap pengelolaan dana pendidikan. Dengan pendekatan berkelanjutan dan dukungan tim pengabdian, digitalisasi keuangan diharapkan mampu mendorong tata kelola sekolah yang lebih baik secara menyeluruh.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20715Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu bagi Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim2025-09-28T12:59:53+07:00Ridhah Taqwaridhotaqwa@fisip.unsri.ac.idDyah Hapsari Ekodyahhapsari@fisip.unsri.ac.idErna Retna Safitriernaretnasafitri@fkip.unsri.ac.idRetna Mahrianiretnamahriani@fisip.unsri.ac.idYulasteriyani Yulasteriyaniyulasteriyani@fisip.unsri.ac.id<p><strong>Pendahuluan</strong><strong>:</strong> Pembelajaran sosiologi tidak hanya membahas hubungan sosial antarindividu dan kelompok, tetapi juga mengaitkan manusia dengan Tuhannya sesuai ajaran Al-Qur’an. Integrasi nilai wahyu penting untuk memperkuat pemahaman sosial yang bermoral. PKM berjudul <em>“Pembelajaran Sosiologi Berbasis Wahyu kepada Guru dan Siswa SMA di Kota Pagar Alam dan Kabupaten Muara Enim”</em> dilaksanakan untuk mengenalkan konsep sosiologi berbasis wahyu dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. <strong>Metode:</strong> PKM dilakukan melalui tiga tahap: Pembukaan dan <em>pretest</em> untuk mengukur pemahaman awal, penyampaian materi melalui kuliah desa yang menghubungkan teori sosiologi dengan nilai Al-Qur’an, dan <em>postest</em> untuk mengevaluasi peningkatan pemahaman peserta. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan berjalan lancar dengan respons positif. Nilai peserta meningkat dari 64% pada <em>pretest</em> menjadi 87% pada <em>postest</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> PKM ini efektif meningkatkan pemahaman peserta mengenai pembelajaran sosiologi berbasis wahyu dan layak dijadikan model pengembangan pembelajaran yang berkarakter dan bernilai Islami.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20841Pendampingan melalui Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Banjir bagi Masyarakat Wilayah Pejaten Timur untuk Menyelamatkan Dokumen Penting dan Mengurangi Resiko Kehilangan Data 2025-10-11T12:05:47+07:00Nurul Wahdiniwahdini88@gmail.comIndi Nerviliawahdini88@gmail.comAhmad Fajar Sidiqwahdini88@gmail.comFiyaz Fathi Anantowahdini88@gmail.comJea Nadya Chintya Putriwahdini88@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Banjir merupakan bencana yang hampir setiap tahun melanda wilayah Jakarta, khususnya di kawasan Pejaten Timur, Jakarta Selatan. Kondisi topografi rendah, kepadatan penduduk, serta keterbatasan infrastruktur drainase membuat masyarakat rentan terhadap dampak banjir. Permasalahan utama adalah kerusakan dokumen penting dan rendahnya keterampilan mitigasi bencana. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan warga melalui pelatihan penyelamatan dokumen serta pemanfaatan teknologi digital. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan teknis, simulasi, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari nilai rata-rata <em>pre-test</em> 61,96 menjadi 86,40 pada <em>post-test</em> dengan N-Gain sebesar 0,64 (kategori sedang–tinggi). Hal ini menandakan adanya peningkatan keterampilan masyarakat dalam menyelamatkan dokumen serta kesadaran kolektif menghadapi banjir. <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini memberi dampak sosial berupa penguatan solidaritas dan dampak ekonomi berupa pengurangan kerugian akibat kehilangan dokumen.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20924Desa Nilam, Aceh: Model Pemberdayaan Petani Nilam Berbasis Klaster Hulu-Hilir untuk Ekonomi Berkelanjutan2025-10-11T12:21:46+07:00Irfan Zikriirfanzikri@usk.ac.idSyaifullah Muhammadsyaiful.muhammad@usk.ac.idFriesca Erwanfriesca_erwan@usk.ac.idZaudhatul Ulyazaudatulya@usk.ac.idErnawatiminaraqi@usk.ac.idSofia Keumalasarisofia.keumalasari@poliven.ac.idAwal Aflizal Zubirawalaflizal.zubir@usk.ac.id<p><strong>Background: </strong>Aceh merupakan salah satu daerah penghasil minyak nilam (<em>Pogostemon cablin Benth</em>) terbaik dunia yang memiliki keunggulan kadar <em>patchouli alcohol</em> tinggi dan telah mendapatkan sertifikat Indikasi Geografis. Namun, produktivitas dan kualitas minyak nilam yang dihasilkan petani masih rendah akibat keterbatasan teknologi, lemahnya kelembagaan, dan akses pasar yang belum optimal. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui pengembangan Desa Nilam sebagai model peningkatan kapasitas petani dan penguatan ekonomi berkelanjutan. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan klaster inovasi hulu–hilir dengan kolaborasi <em>academic–business–government–community-media</em>, meliputi pemetaan calon petani dan calon lahan (CPCL), pembentukan kelembagaan petani Nilam Lhoong Aceh Sejahtera (PP NILAS), pelaksanaan sekolah lapang, penerapan <em>Good Patchouli Farming Practices</em> (GPFP), serta alih teknologi pascapanen dan penyulingan. <strong>Hasil:</strong> Intervensi yang dilakukan telah menujukkan hasil peningkatan kapasitas petani dalam melakukan praktik budidaya nilam yang baik, perbaikan tata kelola dan manajemen kelembagaan petani, serta penerapan teknologi pascapanen yang mampu meningkatkan kualitas minyak nilam dan mendorong pengembangan produk turunan. <strong>Kesimpulan:</strong> Model Desa Nilam efektif memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan keterampilan dan produktivitas, berpotensi menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, serta berpotensi direplikasi untuk wilayah lain dan komoditas sejenis.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19150Talk show Edukasi Skabies: Upaya Promotif di Desa Babakan Madang, Bogor2025-09-04T11:01:20+07:00Meiliyana Wijayameiliyana.wijaya@atmajaya.ac.idNicholas Francisco Gaverionichola.202206000133@student.atmajaya.ac.idVera Oliviavera.201706000205@student.atmajaya.ac.idFreggy Spicano Joprangfreggy.spicano@atmajaya.ac.idLinawati Hanantalinawati.hananta@atmajaya.ac.id<p><strong>Background:</strong> Scabies, also known as "kudis," is a skin disease commonly found in areas with high population density and poor sanitation, such as rural regions. This study aimed to increase the knowledge and awareness of residents regarding scabies through an educational talk show. The activity was conducted in Babakan Madang Village, Bogor, West Java, an area with a high incidence of scabies. <strong>Methods:</strong> This community engagement activity was conducted through a two-way interactive educational approach in the form of a talk show, commencing with a pre-test, followed by an expert-led interactive discussion on the identification, prevention, and treatment of scabies, a question-and-answer session, a post-test, and the provision of appropriate scabies medication to residents diagnosed with the condition. <strong>Results:</strong> The results showed a significant increase in post-test scores compared to pre-test scores, indicating an improvement in residents' knowledge about <em>Sarcoptes scabiei</em>, the causative agent of scabies, including its symptoms and proper treatment. <strong>Conclusions: </strong>In conclusion, the talk show method proved effective in raising public awareness about scabies and equipping affected residents with appropriate treatment ointments, thereby supporting government efforts to reduce the prevalence of scabies in the region.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20068Pendampingan Desain Pembelajaran Kolaboratif Dan Inovatif Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Guru SMA Di Era 4.0 Dan Mendukung SDGs Pillar Mewujudkan Pendidikan Berkualitas2025-08-26T17:37:58+07:00Rizal Mukrarizalmukra@unimed.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Program ini bertujuan untuk melakukan pendampingan desain pembelajaran kolaboratif dan inovatif sebagai upaya peningkatan keterampilan Guru SMA di Era 4.0 dan mendukung pilar SDGs mewujudkan pendidikan berkualitas. Berdasarkan hasil observasi oleh tim pengusul maka, pendampingan kepada guru SMA Negeri 12 Medan melalui desain pembelajaran kolaboratif dan inovatif untuk mendukung SDGs pilar pendidikan berkualitas. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan program kemitraan masyarakat ini dilakukan melalui tahapan pelatihan dan pendampingan dalam merancang desain pembelajaran kolaboratif dan inovatif, serta mengembangkan dan menyediakan teknologi tepat guna yang mendukung implementasi pembelajaran kolaboratif. <strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap pembelajaran kolaboratif dan inovatif sebesar 32% serta kemampuan guru dalam menyusun perangkat ajar digital berbasis teknologi yang mendukung keterampilan abad ke-21.<strong> Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini secara keseluruhan mampu memperkuat kompetensi pedagogik dan digital guru sekaligus mendukung pencapaian SDGs pilar pendidikan berkualitas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20339Penerapan Konsep Pemrograman dan Komputasi Numerik dalam Pembelajaran di SMK Yadika 12 Depok melalui Aplikasi MATLAB2025-09-13T20:23:18+07:00Ayu Mika Sherilaayu.sherila@upnvj.ac.idLuh Krisnawatiayu.sherila@upnvj.ac.idNi Putu Devira Ayu Martiniayu.sherila@upnvj.ac.idAmenda Septiala Tariganayu.sherila@upnvj.ac.idSyifaul Jananayu.sherila@upnvj.ac.idNicky Yongkimandalanayu.sherila@upnvj.ac.idWilfadri Putra Jonestiayu.sherila@upnvj.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK Yadika 12 Depok dalam bidang pemrograman dan komputasi numerik melalui pemanfaatan aplikasi MATLAB. <strong>Metode: </strong>Melalui pendekatan pelatihan langsung, sebanyak 33 siswa dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi dilibatkan dalam berbagai sesi pelatihan, mulai dari instalasi MATLAB, operasi dasar aritmetika, pembuatan grafik 2D/3D, hingga pemodelan sistem menggunakan persamaan diferensial. <strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 68,79 (<em>pre-test</em>) menjadi 88,79 (<em>post-test</em>), dengan 88% siswa menunjukkan peningkatan signifikan. Data ini menegaskan bahwa penggunaan MATLAB secara praktis dapat memperkuat pemahaman konsep-konsep teknis yang sebelumnya bersifat abstrak. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi terhadap tujuan SDG`s atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya dalam mendukung pendidikan berkualitas dan kesiapan kerja. Program ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi. <strong>Kesimpulan:</strong> Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan hasil belajar, tetapi juga berperan strategis dalam menyiapkan generasi siswa yang melek digital dan siap kerja.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20532Penguatan Bank Sampah Berbasis Kemitraan Multipihak untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Pelestarian Lingkungan di Desa Arjosari2025-10-11T11:40:12+07:00Khumaidikhumaidi@yudharta.ac.idMuhammad Miftakhul Farochkhumaidi@yudharta.ac.idMuhammad Ikhwan Al Mubarokkhumaidi@yudharta.ac.idNur Fitriani Agustinkhumaidi@yudharta.ac.idIka Nur Fatihahkhumaidi@yudharta.ac.idMuslimatul Fauziyahkhumaidi@yudharta.ac.id<p>Bank sampah telah berkembang sebagai salah satu inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan di berbagai daerah, terutama di wilayah pedesaan, untuk mengurangi timbunan sampah dan meningkatkan nilai ekonominya. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memperkuat Bank Sampah Sari Asri di Desa Arjosari melalui pendekatan kemitraan multipihak yang melibatkan pemerintah desa, institusi pendidikan, organisasi kepemudaan, sektor swasta melalui CSR, dan kelompok masyarakat. Metode yang digunakan meliputi peningkatan kapasitas pengelolaan berbasis pemuda, membangun kerja sama dengan sekolah mitra untuk pengambilan sampah, serta mengenalkan praktik ekonomi sirkular melalui pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pakan maggot, serta sistem tabungan sampah anorganik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan jumlah nasabah (170–200 rumah tangga), peningkatan volume pengumpulan sampah (hingga 100 kg per pengumpulan), serta tambahan pendapatan masyarakat sekitar Rp1 juta per siklus pengumpulan. Secara sosial, program ini menghidupkan kembali keterlibatan pemuda dalam kegiatan lingkungan, sedangkan secara lingkungan berhasil mendorong pengelolaan sampah berkelanjutan. Program ini menjadi contoh praktik kolaboratif yang dapat direplikasi di desa lain sebagai model penguatan kelembagaan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis kemitraan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20735Edukasi Makanan Sehat malalui Pembuatan Es Krim dalam Pendampingan P5 di Siswa SDI Al-Fattah 2025-09-26T20:16:23+07:00Dian Anisa Rokhmah Watidianrokhmahwati@unhasy.ac.idRetno Eka Pramitasariretnopramitasari@unhasy.ac.idMeriana Wahyu Nugrohomeriananugroho@unhasy.ac.idKusnul Ciptanila Yuni Kkusnulciptanila@unhasy.ac.idNadia Parwaty Wijanarkonadiawijanarko@unhasy.ac.idBasuki Basukibasuki@unhasy.ac.idRahma Ramadhanirahmaramadhani@unhasy.ac.id<p><strong>Background: </strong>Latar belakang dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah pentingnya menanamkan pemahaman tentang makanan sehat sejak dini, khususnya di tingkat Sekolah Dasar. Siswa seringkali tertarik pada jajanan manis seperti es krim yang belum tentu memenuhi standar gizi seimbang. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi dengan pendekatan yang menyenangkan dan praktis. Tujuan PKM ini adalah untuk mengedukasi siswa SDI Al-Fattah tentang prinsip-prinsip makanan sehat melalui aktivitas pembuatan es krim bergizi serta untuk mengukur tingkat kepuasan mitra terhadap seluruh rangkaian kegiatan yang dilaksanakan. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan terdiri dari tiga tahap utama: (1) penyampaian materi edukatif mengenai gizi dan bahan-bahan sehat, (2) demonstrasi dan praktik pembuatan es krim yang menyehatkan dengan memanfaatkan bahan bergizi seperti susu dan buah, dan (3) evaluasi melalui angket kepuasan mitra yang menggunakan skala Likert. Angket tersebut mencakup aspek kejelasan materi, kesenangan kegiatan, pemahaman gizi, manfaat, dan keinginan untuk keberlanjutan. <strong>Hasil:</strong> Kepuasan mitra (guru dan siswa) mencapai 95% hingga 100% pada semua indikator yang diukur. Rata-rata skor untuk semua pernyataan berada pada kisaran 3,4 hingga 3,95 dari skala 4. <strong>Kesimpulan: </strong>Tingkat kepuasan yang sangat tinggi membuktikan bahwa kegiatan ini relevan dan bermanfaat. Untuk itu, disarankan agar sekolah dapat mengadopsi dan mengembangkan kegiatan serupa dengan variasi tema lain untuk terus memperkuat pemahaman siswa tentang gaya hidup sehat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20851Penerapan Pendidikan Kreatif melalui Pelatihan Pembuatan Sempol Kekinian Berbasis Kuliner Lokal2025-10-04T16:42:43+07:00Dedi Andriantodediandrianto99@yahoo.comWakib Kurniawanwakibkurniawan@stitbustanululum.ac.idM. Latif Nawawilatifnawawi@stitbustanululum.ac.idIbnu Imam Al Ayyubiibnuimam996@staidaf.ac.idAri Limay Trisno Putraaribiozer6@gmail.comNamiyah Fitrianinamiyahfitriani@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pelatihan pembuatan <em>sempol kekinian</em> sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang keterampilan produksi makanan ringan berbasis lokal serta strategi pemasaran kuliner secara digital. <strong>Metode:</strong> Pelatihan ini menggunakan pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD), yang menekankan pemanfaatan aset dan potensi lokal yang telah dimiliki oleh masyarakat. <strong>Hasil:</strong> Hasil pelatihan menunjukkan bahwa peserta tidak hanya mampu menguasai keterampilan teknis pembuatan sempol, tetapi juga menerapkannya dalam praktik wirausaha secara mandiri maupun kelompok. Dampak dari kegiatan ini mencakup dimensi ekonomi melalui peningkatan pendapatan rumah tangga, dimensi sosial melalui penguatan partisipasi dan jejaring komunitas, serta dimensi budaya melalui inovasi produk kuliner lokal yang relevan dengan selera pasar. Pelatihan ini juga mengintegrasikan <em>soft skills</em> kewirausahaan, seperti pengelolaan usaha kecil dan promosi digital. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan hasil yang diperoleh, pelatihan pembuatan sempol kekinian memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya dalam aspek keterampilan produksi kuliner dan semangat kewirausahaan. perubahan perilaku yang positif, baik secara individu maupun kolektif, dalam membangun usaha mikro yang berorientasi pada kemandirian ekonomi keluarga. Integrasi antara keterampilan teknis dan soft skills kewirausahaan juga menjadi nilai tambah yang penting, terutama dalam mendorong adaptasi terhadap perkembangan ekonomi digital. Dengan mempertimbangkan keberhasilan pelatihan ini, program serupa sangat potensial untuk direplikasi di wilayah lain, dengan catatan perlu adanya penyesuaian berdasarkan karakteristik, kebutuhan, dan aset lokal masing-masing komunitas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20944Program Pendampingan Penguatan Pembelajaran Multiliterasi Berbasis Deep Learning pada Sekolah Dasar di Indonesia dan Filipina2025-10-20T09:57:23+07:00Sri Lestarilestarisri@unipma.ac.idDewi Tryanasaridewi@unipma.ac.idPuput Jianggi Mahastujianggimahastu@gmail.comFida Chasanatunfidachasanatun@unipma.ac.idAnaliza B. Tanghaltanghal.analiza@neust.edu.phAliffa Dewantofaa28437@gmail.comNasya Auritaauritaanasya11@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran multiliterasi berbasis deep learning melalui rangkaian workshop, pendampingan, dan refleksi. Materi yang dibahas meliputi konsep dasar multiliterasi dan pemilihan serta adaptasi teks yang kemudian dipraktikkan melalui kegiatan perancangan perencanaan pembelajaran multiliterasi sesuai kurikulum berlaku yang hasilnya dipresentasikan dan dievaluasi untuk direvisi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan selama tujuh minggu, melibatkan 10 guru dari SDN 02 Madiun Lor, Indonesia dan 10 guru dari sekolah dasar di Cabanatuan, Filipina. <strong>Hasil: </strong>Hasil pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan rata-rata pemahaman guru sebesar ±35% pada indikator kemampuan memilih teks, mendesain pembelajaran, dan mengukur keterampilan multiliterasi siswa. Produk akhir berupa text bank (artikel, infografik, video, podcast) berhasil dikembangkan dan siap digunakan dalam pembelajaran. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang menegaskan bahwa pendampingan guru secara sistematis dapat meningkatkan kompetensi profesional dan mendorong implementasi pembelajaran multiliterasi yang kreatif dan kontekstual.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19243Pelatihan Renang Dasar bagi Lifeguard Putrajaya Malaysia untuk Meminimalisir Kecelakaan Air2025-09-13T15:08:27+07:00Meiriani Armenria.pjkr12@bunghatta.ac.idApriyanti Rahmaliaria.pjkr12@bunghatta.ac.idAde Fitri Rahmadaniria.pjkr12@bunghatta.ac.idAli Mardiusria.pjkr12@bunghatta.ac.idAry Suud Cahyo Albenria.pjkr12@bunghatta.ac.idAlfiqroam Kumarria.pjkr12@bunghatta.ac.id<p><strong>Background: </strong>Lifeguard memiliki peran penting dalam menjaga keselamatan di lingkungan perairan dan memberikan pertolongan darurat saat terjadi kecelakaan air. lifeguard di Lifesaving Society Putrajaya Malaysia, sebagian berusia muda (±14 tahun) dan belum menguasai teknik renang dasar yang diperlukan untuk tindakan penyelamatan. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi renang dasar lifeguard melalui pelatihan teknik gaya bebas dan gaya dada sebagai gaya utama dalam penyelamatan air.<strong> Metode: </strong>Metode yang digunakan berupa pelatihan terstruktur yang berfokus pada teknik gerak, koordinasi, serta pengembangan daya tahan.<strong> Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan renang, efisiensi gerakan, dan kesiapan lifeguard dalam menghadapi situasi darurat di air<strong>. Kesimpulan: </strong>Dengan demikian, pelatihan renang dasar terbukti berkontribusi pada peningkatan keselamatan operasional dan efektivitas penyelamatan di lingkungan perairan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20103Penerapan Teknologi Instalasi Pengolahan Air Payau dengan Filtrasi Serbuk Kerang Darah (Anadara granosa) di Kampung Dangas, Tanjung Pinggir Batam2025-09-13T15:37:12+07:00Sari Rahmiatirahmiati_sari@yahoo.comHery Sunarsonohery@iteba.ac.idTaufiq Rahmantaufiq@iteba.ac.idFebby OktafebrianOktafebrian@gmail.comNicholas Bramuly HutagalungHutagalung@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Brackish water is a unique ecosystem formed from the mixing of seawater and freshwater, commonly found in coastal areas and swamps. However, its existence is now threatened by heavy metal pollution from industrial activities. Unprocessed heavy metals are discharged into brackish water, contaminating the ecosystem and endangering human health, especially coastal communities that rely heavily on this water resource. <strong>Methods:</strong> To address this problem, the Community Service Program (PkM) proposes the application of a water treatment installation technology based on blood cockle shell powder filtration in the area of the Indonesian Traditional Fishermen’s Union (KNTI), specifically in Dangas Village, Batam. Blood cockle shells (Anadara granosa) were chosen because of their high calcium carbonate (CaCO₃) content and their effectiveness in absorbing heavy metals. <strong>Results:</strong> Based on p-value analysis, there was a significant difference in partner satisfaction before and after the PkM activity. <strong>Conclusion:</strong> This approach is expected to provide an environmentally friendly and sustainable solution to combat brackish water pollution, improve the quality of life of coastal communities, and prevent long-term health impacts caused by heavy metal exposure.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20358Sosialisasi Anti Bullying dan Kekerasan Seksual pada Anak (di SDN Pojok Desa Pojok Kawedanan Magetan)2025-08-26T17:06:38+07:00Sulistya Eviningrumsulistya@unipma.ac.idBambang Eko Nugrahasulistya@unipma.ac.idWiga Ardhi Kusumasulistya@unipma.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kasus perundungan dan kekerasan seksual pada siswa sekolah dasar masih menjadi persoalan serius yang memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial anak. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa, guru, dan orang tua di SDN Pojok, Magetan, mengenai bentuk-bentuk bullying dan kekerasan seksual serta cara pencegahannya. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Participatory Action Research dengan pendekatan edukatif-partisipatif melalui diskusi interaktif, pemasangan poster edukasi, pembagian angket, serta pre-test dan post-test kepada siswa kelas 4, 5, dan 6. <strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap definisi, jenis, dampak, serta langkah perlindungan diri dari tindakan bullying dan kekerasan seksual. Guru dan pihak sekolah juga menjadi lebih sadar akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak. Media edukatif yang dipasang di kelas membantu menginternalisasi pesan antikekerasan secara visual dan berkelanjutan. Kegiatan ini membuktikan bahwa sosialisasi berbasis partisipasi mampu membangun budaya sekolah yang mendukung tumbuh kembang anak secara aman dan bermartabat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20563Edukasi Pengawetan Pangan Laut Baik Tradisional Maupun Modern2025-09-22T10:41:31+07:00Hazimah Hazimahhazimah@iteba.ac.idAlhamidi Alhamidimi_owen@yahoo.comRirit Dwiputri Permatasariririt@iteba.ac.idM. Ansyar Boraansyar@iteba.ac.idLuki HernandoLuki.hernando04@gmail.comJoni Eka Candrajonicandra82@gmail.comFaradiba Jabnabillahfaradiba@iteba.ac.idHani SulistyaningrumHani@iteba.ac.idDeslika Deslikahazimah@iteba.ac.id<p><strong>Background: </strong>Ikan merupakan sumber protein hewani yang melimpah dan mudah diperoleh, namun memiliki kelemahan mudah mengalami pembusukan karena kandungan airnya yang tinggi. Kondisi ini menuntut adanya penanganan dan pengawetan yang tepat agar ikan tetap aman dikonsumsi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat pesisir Tanjung Uma, Batam, mengenai metode pengawetan pangan laut baik secara tradisional maupun modern, serta cara mendeteksi bahan pengawet berbahaya seperti boraks dan formalin dengan memanfaatkan indikator alami kunyit. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung deteksi boraks dan formalin pada sampel ikan. Kegiatan diikuti oleh masyarakat pesisir yang mayoritas berprofesi sebagai ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil pengolahan ikan. <strong>Hasil:</strong> Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, meliputi pemahaman perbedaan metode pengawetan tradisional dan modern, pengetahuan mengenai bahaya boraks, serta keterampilan dalam melakukan uji sederhana untuk mendeteksi bahan pengawet berbahaya. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi disertai praktik lapangan terbukti efektif meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengawetkan ikan secara aman tanpa penggunaan bahan kimia berbahaya.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20752Edukasi dan Deteksi Dini Gangguan Belajar dan Emosional Pada Anak di MI Al-Hidayah Karawaci 2025-09-28T13:09:45+07:00Ayu Pratiwiayupratiwi@uym.ac.idAdjie Santosoadjiesantoso86@gmail.comIsfa Alluthfiyahayupratiwi@uym.ac.idWidayati Widayatiayupratiwi@uym.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kesehatan mental anak merupakan aspek penting dalam tumbuh kembang yang optimal, namun masih sering diabaikan oleh orang tua dan tenaga pendidik. Gangguan belajar dan emosional yang tidak terdeteksi sejak dini dapat berdampak negatif terhadap prestasi akademik, hubungan sosial, dan perkembangan kepribadian anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di MI Al-Hidayah Karawaci dengan tujuan meningkatkan pengetahuan guru dan orang tua mengenai edukasi serta deteksi dini gangguan belajar dan emosional anak. <strong>Metode: </strong>Metode kegiatan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi penggunaan instrumen skrining sederhana. Kegiatan diikuti oleh 20 peserta. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 40% terhadap tanda-tanda awal gangguan belajar dan emosional. Peserta juga mampu menggunakan alat skrining sederhana (SDQ dan ACTRS) secara mandiri. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam memperkuat peran sekolah sebagai lingkungan pendukung kesehatan mental anak, serta mendorong terbentuknya kolaborasi berkelanjutan antara sekolah dan tenaga kesehatan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20865Optimalisasi Produksi Telur Asin melalui Inovasi Mesin Pencuci Telur Otomatis dan Digitalisasi Manajemen Usaha2025-10-11T12:11:29+07:00Rana Ardila Rahmarana.ardila@ft.unsika.ac.idMuhammad Sugihartomuhammadsugiharto@digitechuniversity.ac.idFransisca Deborafransisca.debora@ft.unsika.ac.idNadia Fasanadia.fasa@ft.unsika.ac.idWahyudin Wahyudinwahyudin@ft.unsika.ac.idLouisa Paulina Febriana Gultom2310631140146@student.unsika.ac.idNatasya Aksani Edriawati2310631140157@student.unsika.ac.id<p><strong>Background:</strong> Salted egg production is one of the processed food sectors with strong market potential but still faces efficiency challenges, particularly in the egg washing stage. SMEs Digdo Bintang Telur in North Cikarang, as the partner in this program, still relied on manual washing methods, limiting production capacity to approximately 200 eggs per day and resulting in a high rate of shell damage. This Community Service Program aims to reduce the time and labor required for egg washing, minimize shell damage through the implementation of an automatic salted egg washing machine, and introduce digitalization in bookkeeping and marketing practices. <strong>Method:</strong> The implementation methods included socialization, training, machine installation, mentoring, evaluation, and the development of digital bookkeeping and online marketing. The implemented machine was equipped with adjustable speed control, cleaning brushes, inspection lighting to assess egg quality, and an automatic counter for clean and qualified eggs. The results showed a significant improvement, with productivity increasing up to sixteenfold and the rate of shell damage decreasing by 69%. Evaluation of digital bookkeeping revealed improved record accuracy, easier transaction tracking, and faster financial summaries through the use of digital applications and QRIS-based payments. In terms of marketing, analysis of social media reach and engagement (Facebook and Instagram) indicated an increase in online purchases of up to ten orders. <strong>Conclusion:</strong> This program proved effective not only in enhancing productivity through the innovation of an automatic salted egg washing machine but also in strengthening the partner’s competitiveness through bookkeeping and marketing digitalization.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20973Penguatan Literasi Politik bagi Santri melalui Pengembangan Pengetahuan dan Keterampilan Digital di Pesantren Musyidul Falah 2 Purwakarta 2025-10-04T17:30:55+07:00Restu Rahmawatirestu.rahmawati@upnvj.ac.idAna Sabhana Azmyrestu.rahmawati@upnvj.ac.idM. Prakoso Ajirestu.rahmawati@upnvj.ac.idLia Wulandarirestu.rahmawati@upnvj.ac.idLuluatu Nayirohrestu.rahmawati@upnvj.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan karena terdapat permasalahan yang dihadapi mitra yakni rendahnya literasi politik bagi para Santri Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta sehingga kondisi ini rentan terhadap informasi yang tidak akurat atau bias di media digital, yang dapat memengaruhi pemahaman mereka terhadap proses politik dan keputusan pemilihan. <strong>Metode: </strong>Mitra kegiatan ini adalah Pondok Pesantren Mursyidul Falah 2 Purwakarta. Peserta kegiatan berjumlah 40 orang santri dan kegiatan ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan beberapa cara seperti studi dokumentasi, melakukan <em>pre-test</em> pada siswa. <em>Pre-test</em> berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dan diskusi mengenai hak pilih bagi pemilih pemula. Di akhir tahapan, peneliti melakukan <em>post-test</em> yang berisi pertanyaan dalam bentuk pilihan ganda. <strong>Hasil:</strong> Sebelum siswa mengikuti sosialisasi literasi politik dan pengembangan keterampilan digital, banyak siswa yang menjawab tidak mengetahui/memahami dan kurang mengetahui/memahami tentang hoaks, literasi politik, dan situs yang digunakan untuk mengecek berita hoaks. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan terkait literasi digital serta penggunaan <em>platform</em> cek fakta, terjadi pergeseran signifikan pada hasil <em>post-test</em>, di mana mayoritas santri beralih ke kategori “mengetahui” dan “sangat mengetahui” serta menunjukkan perubahan perilaku lebih kritis dalam menyikapi informasi politik. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini telah memberikan manfaat yang baik sebagai bentuk sosialisasi dan pelatihan literasi digital bagi generasi muda.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19408Implementasi Media Android Kepada Calon Guru, Guru SMA dan MA di Kabupaten Indramayu2025-08-26T17:24:12+07:00Farid Gunadifaridgunadi@upi.eduDadang Juandidadang.juandi@upi.eduRizki Dwi Siswantorizkids.mathematics@upi.eduRizqi Amaliyakh Sholikhakhrizqias@upi.eduVeni Saputriveni.saputri@upi.eduYaya S. Kusumahyskusumah@upi.eduDadan Dasaridasari@upi.edu<p><strong>Background:</strong> Based on observations and interviews with teachers and grade XII students, it was found that students still have difficulty understanding mathematics. This is due to the lack of creativity of teachers in creating technology-based learning media. <strong>Method:</strong> This community service activity aims to provide solutions through simulations and focus group discussions (FGD) on the use of Android-based learning media. FGD participants consisted of 11 teachers and 3 prospective teachers from high schools and Islamic high schools in Indramayu. The activity was carried out through direct simulations and discussions, with data collection using questionnaires that were analyzed through the validity test of the Aiken and Atlas-ti indexes. <strong>Results:</strong> The results showed that Android media met the aspects of content quality, learning, and technical aspects with the category of "feasible" (average score of 3.454). <strong>Conclusion:</strong> The application was declared feasible for use in learning, although it still needs further development according to participant input.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20135Optimasi Identitas Visual Empu Keris melalui Totem signage untuk Meningkatkan Daya Tarik Desa Wisata Keris Aeng Tong Tong Sumenep2025-08-26T17:27:21+07:00Deni Fardiansyah Putradeny@pens.ac.idAhmad Walid Hujairideny@pens.ac.idAhmad Khairul Umamdeny@pens.ac.idJoko Prasetyodeny@pens.ac.idNirwana Haidar Harideny@pens.ac.idLusiana Agustiendeny@pens.ac.idKhoironi Khoironideny@pens.ac.idAnis Kurlideny@pens.ac.id<p><strong>Background</strong>: Aeng Tong-Tong Village in Sumenep Regency is widely recognized as a center for traditional kris craftsmanship. It is the only area in Indonesia with the largest number of kris masters (<em>Empu</em>), with approximately 600 practitioners officially acknowledged by UNESCO. Despite this cultural richness, the village still lacks a well-developed visual identity and information system, particularly in aspects such as directional signage, visual branding, and overall appeal to tourists and visitors. This community engagement initiative aims to design, enhance, and implement a strong visual identity for the <em>Empu Keris</em>, serving both as a means of cultural preservation and promotional media. <strong>Method</strong>: <strong>Methodology:</strong> The activities were carried out through several stages, including workshops on preservation and conservation techniques, digital marketing and visual promotion training, and a cultural festival culminating in the official unveiling of <em>totem signage</em>. These efforts were specifically directed at Through a strategic and collaborative design process, the program successfully produced visual elements that function as distinctive markers, helping visitors easily identify the kris artisans and masters in Aeng Tong-Tong Village. <strong>Conclusion</strong>: The installation of kris-shaped <em>totem signage</em> in Aeng Tong-Tong serves as a meaningful step toward strengthening the villages visual identity as a cultural tourism destination, while actively preserving and honoring the ancestral heritage of the Indonesian archipelago.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20384Pengenalan Supply Chain Management untuk Anak Sekolah Dasar Negeri 1 melalui Cerita Perjalanan Nasi sebagai Media Edukasi 2025-09-14T11:52:13+07:00Nirfison Nirfisonnirfison@unimar.ac.idSuryo Sulistyosuryo@unimar.ac.idAdelia Dwi Valentinadeliavalentin94@gmail.comRaden Hernadihernadinf@gmail.comNurul Setianinurulsetiani@unimar.ac.id<p><strong>Background:</strong> Pemahaman mengenai Supply Chain Management (SCM) umumnya diperoleh di jenjang pendidikan tinggi atau dalam dunia industri. Namun, konsep dasar SCM sebenarnya dapat dikenalkan sejak dini untuk membentuk pemahaman anak tentang proses distribusi barang. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkenalkan konsep SCM kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan edukatif yang menyenangkan, yaitu metode pembelajaran berbasis cerita berjudul Perjalanan Nasi. Cerita ini menggambarkan alur perjalanan nasi mulai dari produksi di sawah hingga ke meja makan. <strong>Metode:</strong> Siswa dilibatkan secara aktif melalui diskusi dan permainan interaktif guna menanamkan pemahaman terhadap konsep rantai pasok. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan hasil kuisioner dan observasi sebelum dan sesudah kegiatan. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa. Anak-anak lebih mudah mengingat tahapan-tahapan SCM berkat media cerita yang menarik dan penyampaian yang sederhana. Interaksi yang terjadi selama kegiatan juga terbukti meningkatkan antusiasme mereka untuk belajar lebih lanjut tentang proses distribusi barang dalam kehidupan sehari-hari. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan demikian, pendekatan cerita interaktif terbukti efektif dalam menyampaikan konsep dasar SCM kepada anak usia sekolah dasar. Metode ini dapat menjadi alternatif edukatif yang relevan dan aplikatif untuk mengenalkan konsep logistik secara kreatif dan menyenangkan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20619Strategi Pembelajaran Interaktif untuk Mengembangkan Partisipasi Anak dalam Kegiatan Bahasa Inggris Nonformal 2025-09-22T10:50:24+07:00Leil Badrah Zakileil@uib.ac.idTheodesia Lady Pratiwitheodesia@uib.ac.idHilarius Raditya Priambada Purbahilarius@uib.ac.idVriskila Piolawanti Raja Gukguk2361021.vriskila@uib.eduRaswita2361016.raswita@uib.eduYulia Nur Azizah2361013.yulia@uib.eduMalik Akbar2361025.malik@uib.edu<p><strong>Latar belakang: </strong>Pembelajaran bahasa Inggris di ranah nonformal masih menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi, rasa percaya diri, serta keterbatasan konsentrasi anak. Program ini bertujuan meningkatkan partisipasi dan keberanian anak dalam menggunakan bahasa Inggris melalui pendekatan interaktif di Sanggar Belajar Tunas Harapan. <strong>Metode</strong>: yang diterapkan mencakup permainan, lagu, aktivitas fisik, dan media visual, dengan mahasiswa berperan sebagai fasilitator. <strong>Hasil:</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan secara signifikan. Dari 25–30 peserta tiap pertemuan, sekitar 17–20 anak (65–70%) aktif menjawab pertanyaan, menunjukkan perubahan positif dibanding kondisi awal yang cenderung pasif. Lingkungan belajar juga menjadi lebih menyenangkan, kolaboratif, suportif, dan secara konsisten mendorong tumbuhnya rasa percaya diri serta solidaritas antarpeserta. Observasi memperlihatkan bahwa kegiatan bermain kontekstual dan pendampingan sederhana dapat memicu keberanian anak untuk lebih aktif mencoba berbahasa Inggris. <strong>Kesimpulan:</strong> ini menegaskan efektivitas metode interaktif dalam mendukung pembelajaran nonformal yang bermakna. Rekomendasi ke depan adalah memperluas variasi media ajar dan memastikan kesinambungan kerja sama dengan mitra lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20773Edukasi dan Fasilitasi Pemetaan Titik Rawan dan Titik Aman Longsor sebagai Strategi Mitigasi Daerah Rawan Bencana Masyarakat Desa Cikoneng 2025-09-28T11:53:56+07:00Hamdan Azhar Siregarhamdan_sir@yahoo.co.idAhmad Munawir Siregarmunawirahmad25@gmail.comMuhammad Arya Dirgantarahamdan_sir@yahoo.co.idSalsa Afadilahhamdan_sir@yahoo.co.idYudha Prasetyohamdan_sir@yahoo.co.id<p><strong>Background: </strong>Desa Cikoneng, Kecamatan Pasir Jambu, Kabupaten Bandung merupakan wilayah dengan potensi rawan longsor yang tinggi. Rendahnya pemahaman masyarakat dan LINMAS mengenai mitigasi bencana menjadi faktor penyebab tingginya kerentanan desa terhadap dampak longsor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana melalui edukasi, fasilitasi pemetaan partisipatif titik rawan dan titik aman, serta pelatihan simulasi mitigasi bencana. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi awal dan penyuluhan mitigasi bencana, pemetaan titik rawan dan titik aman, pelatihan teknis dan simulasi mitigasi bencana, serta fasilitasi peralatan siaga bencana. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini menghasilkan peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan LINMAS mengenai mitigasi bencana. Peta rawan dan aman longsor berhasil disusun, disertai pemasangan rambu di lokasi strategis. Pelatihan dan simulasi memperkuat keterampilan praktis tanggap darurat, sementara fasilitasi peralatan mendukung kelembagaan LINMAS agar lebih siap menghadapi bencana. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemahaman dan keterampilan dalam mitigasi bencana menjadi faktor kunci dalam menurunkan risiko dan meningkatkan ketangguhan masyarakat Desa Cikoneng. Penerapan metode edukasi, pemetaan partisipatif, serta simulasi terbukti efektif dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20876Peningkatan Kapasitas Petani Nagari Paninjauan melalui Produksi Pupuk Organik Cair dan Penguatan Kelembagaan Bumnag Menuju Pertanian Berkelanjutan 2025-10-04T16:49:27+07:00Fitri Ameliafitriamelia@fmipa.unp.ac.idIryani Iryanifitriamelia@fmipa.unp.ac.idFriyatmi Friyatmifitriamelia@fmipa.unp.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Nagari Paninjauan, Kabupaten Tanah Datar, yang menghadapi persoalan ketergantungan tinggi pada pupuk kimia, pemanfaatan limbah pertanian yang belum optimal, serta kelembagaan BUMNag yang masih lemah. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas petani dalam mengolah limbah pertanian menjadi pupuk dan pestisida organik serta memperkuat kemandirian ekonomi berbasis kelembagaan desa. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dan pestisida nabati, pendampingan produksi menggunakan fermentor berkapasitas 200 liter, pelatihan business model canvas bagi pengurus BUMNag dan anggota PKK, dan uji lapang pada lahan percontohan. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan petani dalam memproduksi POC, tersedianya sarana fermentor untuk produksi skala besar yang lebih konsisten, serta lahirnya rancangan model bisnis sederhana untuk pemasaran produk organik. Uji lapang memperlihatkan bahwa kombinasi POC dan pupuk anorganik (70:30) mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman yang mendekati penggunaan pupuk kimia penuh, mendukung konsep Integr<em>ated Nutrient Management</em> (INM). <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini memberikan kontribusi dalam peningkatan pemanfaatan limbah pertanian, dan memperkuat kelembagaan petani menuju sistem pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20994Pelatihan Pemanfaatan Limbah Kulit Buah Naga sebagai Antioksidan dalam Pembuatan Lip balm di Kabupaten Majalengka 2025-10-04T17:33:30+07:00Futi Kusuma Hatifuti.kusuma@unj.ac.idIrma Ratna Kartikafuti.kusuma@unj.ac.idIrwan Saputrafuti.kusuma@unj.ac.idAulia Listiarafuti.kusuma@unj.ac.idDema Griseldis Aurelliafuti.kusuma@unj.ac.idAfifah Aisyafitrifuti.kusuma@unj.ac.idNur Fadillah Adelia Azahrafuti.kusuma@unj.ac.idFadhila Shofi Albanafuti.kusuma@unj.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kulit buah naga merupakan limbah organik yang kaya akan antosianin dan berpotensi sebagai antioksidan alami untuk perawatan kulit, namun pemanfaatannya dalam produk perawatan kulit, seperti <em>lip balm</em> masih terbatas. Studi ini bertujuan memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada siswa SMP di Kabupaten Majalengka mengenai inovasi pemanfaatan limbah kulit buah naga dalam pembuatan <em>lip balm</em>. <strong>Metode:</strong> Kegiatan mencakup sosialisasi manfaat buah naga dan lipbalm, demonstrasi, praktik, diskusi tanya jawab dan evaluasi. Sebanyak 43 siswa SMPIT Tazkia Insani Majalengka mengikuti kegiatan ini. Para peserta dilatih mengelola limbah kulit buah naga menjadi <em>lip balm</em> dan mempraktikannya langsung sehingga turut mengurangi sampah di lingkungan sekitar dan menumbuhkan kreativitas serta keterampilan dalam menciptakan produk ramah lingkungan. <strong>Hasil:</strong> Peserta berhasil membuat lipbalm dari limbah kulit buah naga serta memahami proses dan bahan yang digunakan. <strong>Kesimpulan:</strong> Program penguatan sistem informasi website mampu meningkatkan aksesibilitas informasi dan partisipasi warga RT 39. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengurus RT dan kelompok ibu rumah tangga dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19640Bahasa Inggris sebagai Sarana Pemberdayaan Warga Kampung Semar dalam Pariwisata Go Green 2025-09-04T10:42:48+07:00Febti Ismiatunfebtiismi@unisma.ac.idFitri Awaliyatush Sholihahfebtiismi@unisma.ac.idDzurriyyatun Ni’mahfebtiismi@unisma.ac.id<p><strong>Background</strong>: Limited English proficiency has become a major barrier for the residents of Kampung Semar, Malang, in communicating with foreign tourists, especially amidst ongoing efforts to promote sustainable, community-based go green tourism. This program aims to improve the residents’ basic English communication skills so that they can interact with foreign tourists and support sustainable tourism promotion. <strong>Method</strong>: To address this challenge, a basic English communication training program was conducted through six face-to-face sessions. The methods used included interactive presentations, group discussions, role-playing, and contextual exercises tailored to the residents’ daily needs and situations. The program’s effectiveness was evaluated through surveys involving 15 participants and semi-structured interviews with three randomly selected individuals. <strong>Results: </strong>The evaluation results showed a significant improvement in the residents’ basic English communication skills, which supported their ability to introduce the village’s potential and welcome foreign visitors. Residents also demonstrated increased enthusiasm and active participation in promoting local tourism activities. <strong>Conclusion</strong>: This program proved effective in enhancing the basic English communication skills of residents and shows strong potential for replication in other communities facing similar challenges in developing sustainable tourism.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20193Pelatihan Manajemen Komunikasi pada Perangkat Desa untuk Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat2025-08-26T17:30:09+07:00Syahrul Nur Rizkysyahrulrizky676@gmail.comAntyanadea Maharaniantyanadeam@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Manajemen komunikasi merupakan salah satu aspek penting dalam keberhasilan organisasi, termasuk dalam pemerintahan desa. manajemen komunikasi menjadi fondasi dalam menyampaikan program kerja, melibatkan partisipasi masyarakat, serta mendorong pemberdayaan yang berkelanjutan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal dan organisasi perangkat desa, membangun pola komunikasi yang partisipatif dan transparan, meningkatkan efektivitas penyampaian informasi kebijakan dan program desa, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa, dan mengurangi potensi konflik akibat miskomunikasi atau kurangnya informasi. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dilakukan dengan ceramah dan diskusi serta demonstrasi dengan jumlah peserta sejumlah 35 orang yang berlokasi di desa Sumbergondo, Kecamatan Batu. <strong>Hasil:</strong> Program pelatihan manajemen komunikasi yang diberikan kepada perangkat desa menunjukkan hasil yang positif. Berdasarkan hasil observasi dan evaluasi pasca pelatihan, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya komunikasi strategis dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. <strong>Kesimpulan:</strong> Peningkatan pemahaman,kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan peningkatan pemahaman yang signifikan terhadap konsep dan praktik manajemen komunikasi yang efektif dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa. Peserta mampu mengaitkan materi dengan tugas dan peran mereka sebagai penggerak pembangunan di tingkat desa.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20400Y Snake & Ladder Interactive Games Kenal Kanker Sejak Dini (SIGMA KIDS) pada Anak Usia Sekolah di Depok2025-10-01T20:46:33+07:00Astika Irmawaty Sigalinggingverasusila11@gmail.comDwi Fitriyantiverasusila11@gmail.comIda Ayu Md Vera Susiladewiverasusila11@gmail.comDiana Tri Budi Setiasihverasusila11@gmail.comDonny Richard Mataputunverasusila11@gmail.comMulat Sariverasusila11@gmail.comZilya Andrianiverasusila11@gmail.comYati Afiyantiverasusila11@gmail.comDewi Gayatriverasusila11@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Usia sekolah merupakan periode potensial untuk melakukan edukasi pencegahan kanker seperti menghindari pola makan tidak sehat, meningkatkan aktivitas fisik, mengurangi paparan zat berbahaya seperti rokok dan polusi, serta melakukan vaksinasi pencegahan kanker sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi pencegahan kanker pada anak usia sekolah dengan metode yang menyenangkan dan interaktif.<strong> Metode: </strong>Edukasi dilakukan menggunakan media video animasi dan snake & ladder interactive games melalui dua pendekatan, yaitu community-based dan school-based, untuk melihat efektivitas metode dalam konteks yang berbeda. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan hasil pretest dan posttest, terjadi peningkatan rerata skor pengetahuan dari 49,29 menjadi 76,67 (peningkatan 27,38 poin) pada pendekatan community-based, dan dari 54,71 menjadi 91,18 (peningkatan 36,47 poin) pada pendekatan school-based.<strong> Kesimpulan: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat terlaksana dengan baik dan efektif, Pendekatan ini juga berpotensi menjadi media edukasi kesehatan yang efektif dan menyenangkan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20658Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Liniment Rimpang Jahe Merah (Zingiber Officinale) di Pondok Pesantren Adnan Al Charish Desa Ngumpakdalem2025-10-20T10:14:00+07:00Titi Agniatika@unugiri.ac.idAtika Nirmala Atikaatika@unugiri.ac.idRia Indah Kusuma Pitalokaatika@unugiri.ac.idRoihanatun Nafisahatika@unugiri.ac.idInggria Eka Pawestriatika@unugiri.ac.idSatriyo Tantyo Danu Saputroatika@unugiri.ac.idMuhammad Habiburrohman Sumaatika@unugiri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Program pengabdian kepada masyarakat di Pondok Pesantren Adnan Al Charish dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), khususnya rimpang jahe merah (<em>Zingiber officinale var. rubrum</em>), yang selama ini hanya dimanfaatkan secara tradisional. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan santri dalam mengolah bahan alam menjadi produk bernilai guna melalui edukasi dan pelatihan pembuatan <em>Liniment</em> herbal. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif yang meliputi tahap sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test. Peserta kegiatan berjumlah 25 santri yang menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan sebesar 26,8% (dari 58,4% menjadi 85,2%) serta peningkatan keterampilan formulasi sebesar 92%. <strong>Hasil: </strong>Hasil tersebut menegaskan efektivitas pendekatan berbasis praktik dalam meningkatkan literasi farmasi dan keterampilan wirausaha santri. Implikasi kegiatan ini juga berimplikasi terhadap penguatan kapasitas pesantren sebagai pusat pemberdayaan berbasis bahan alam dan pengembangan ekonomi kreatif melalui rencana pembentukan unit usaha santri di bidang produk herbal. Implikasi bagi penelitian selanjutnya adalah perlunya kajian mendalam tentang model keberlanjutan usaha berbasis pesantren dan analisis kelayakan produksi <em>Liniment</em> herbal dalam skala komersial untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesantren.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20796Penguatan Sistem Informasi Website untuk Meningkatkan Aksesibilitas Informasi Warga RT 39 Kelurahan Jelutung Kota Jambi 2025-10-15T10:57:57+07:00Muhammad Ikhsanakauikhsan@gmail.comHelmina Helminabaehelmina@gmail.comAhmad Solehahmadsoleh@unja.ac.idAnisa Afrilianianisaafriliani17@gmail.comSuci Meisyah Muryantisucimeisyah180505@gmail.com<p><strong>Background:</strong> RT 39 Kelurahan Jelutung merupakan kawasan padat penduduk di pusat Kota Jambi dengan jumlah 66 KK (248 jiwa). Meskipun sebagian besar warga telah memiliki smartphone, keterbatasan literasi digital, lemahnya manajemen informasi RT, serta infrastruktur jaringan yang kurang optimal menyebabkan informasi tidak tersampaikan dengan baik. Hal ini berdampak pada rendahnya partisipasi warga dalam kegiatan sosial. <strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu (1) persiapan berupa observasi, sosialisasi, dan penyusunan modul pelatihan; (2) pelaksanaan berupa pelatihan manajemen informasi berbasis <em>website</em>, literasi digital untuk ibu rumah tangga, serta optimalisasi akses informasi melalui pemasangan titik akses internet gratis; dan (3) evaluasi mencakup reaksi, pembelajaran, perilaku, serta hasil dengan indikator terukur. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan menghasilkan peningkatan signifikan pada kapasitas pengurus RT dan warga. Sebelum program, hanya ±20% ibu rumah tangga yang mengetahui informasi RT; setelah program >80% mampu mengakses <em>website</em>. Partisipasi kader digital meningkat dari 1 admin menjadi 5 relawan aktif. <em>Website</em> RT dikembangkan dengan fitur baru (kalender kegiatan, pengumuman digital, form pengaduan). Infrastruktur digital diperkuat dengan pemasangan titik akses internet gratis, dan konten mulai diperbarui rutin minimal 1 kali per minggu. <strong>Kesimpulan:</strong> Program penguatan sistem informasi <em>website</em> mampu meningkatkan aksesibilitas informasi dan partisipasi warga RT 39. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengurus RT dan kelompok ibu rumah tangga dalam mewujudkan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20891Upaya Menekan Penyakit Menular dan Tidak Menular melalui Pendekatan Edukasi Kesehatan Berbasis Herbal dan Pendampingan Latihan Fisik2025-10-04T17:20:25+07:00Ysrafil Ysrafilysrafil@med.upr.ac.idNisa Kartika Komaranisa.komara@med.upr.ac.idHanasia Hanasia hanasia@med.upr.ac.idRemi Ayu Pratikaremiayu9@gmail.comFarah Fauziyah Radhiyatulqalbi Ahmadfarahfzyahmad@med.upr.ac.id<p><strong>Background: </strong>Based on Indonesian Health Survey, Central Kalimantan has the highest prevalence of hypertension in Indonesia (40.7%). A similar situation occurs in Pahandut Seberang, In 2024, hypertension among top three most common diseases alongside respiratory tract infections and scabies, with 200, 290, and 190 cases out of 1,831 residents. The high incidence rate is influenced by excessive salt consumption, smoking, lack of physical activity, and geographical conditions prone to flooding. Recently, community has mostly used conventional drugs that cause side effects, while small number have tried herbal medicines, but their processing has not been appropriate.<strong> Method: </strong>To address these issues, our team implemented community service program consisting of education on hypertension, ISPA, and scabies, training on innovative herbal products, and physical exercise guidance (aerobic exercises, elderly exercises, and yoga) by involve of professional instructors.<strong> Results: </strong>The post-test results showed an increase in the cadres' understanding of educational material. Participants were also able to independently practice processing herbal plants into useful products (herbal tea, liquid soap, aromatherapy candles, and herbal creams) and demonstrate the physical exercises they had been taught. The community showed high enthusiasm, accompanied by appreciation and gratitude for the activities. In addition, the community service team teach cadres in obtaining PIRT (Traditional Food Product Registration) to support the sustainability of herbal products.<strong> Conclusion: </strong>The program successfully improved the knowledge, skills, and independence of cadres in processing herbs and performing physical exercises, thereby becoming strategic to prevent and reduce the incidence of communicable and non-communicable diseases in Pahandut Seberang</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21005Penguatan Literasi Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan Stunting bagi Anak Imigran Indonesia di Community Learning Center Ladong Kuching Sarawak, Malaysia2025-10-04T17:35:21+07:00Syarifah Ema Rahmaniahsyf.ema@fisip.untan.ac.idFathmawatisyf.ema@fisip.untan.ac.idIndah Budiastutiksyf.ema@fisip.untan.ac.idNurul Amira Fitrianisyf.ema@fisip.untan.ac.idAstirasyf.ema@fisip.untan.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini ditujukan untuk meningkatkan literasi kesehatan anak-anak migran yang beraktivitas di Community Learning Center (CLC) Ladong Kuching Sarawak, Malaysia. Program ini berangkat dari masih terbatasnya pemahaman anak mengenai kesehatan dasar serta minimnya akses informasi keluarga migran. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi yang sederhana, melibatkan interaksi langsung antara pemateri, guru, dan peserta didik. <strong>Hasil:</strong> kegiatan memperlihatkan partisipasi aktif dan antusiasme tinggi dari anak-anak maupun guru, serta dukungan penuh dari pengurus ALPPIND Kalbar. <strong>Kesimpulan: </strong>Temuan ini menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, dan CLC mampu memberikan dampak positif dalam memperkuat literasi kesehatan. Namun, demikian, tantangan masih dijumpai, seperti keterbatasan sarana pembelajaran dan rendahnya literasi kesehatan di lingkungan keluarga migran. Oleh karena itu, kegiatan sejenis perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan melibatkan berbagai mitra, termasuk pemerintah, LSM, dan sektor swasta. PKM ini diharapkan dapat menjadi pijakan nyata dalam meningkatkan kualitas hidup, memperkuat ketahanan keluarga, serta membentuk karakter generasi muda.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/18276Pemberdayaan Masyarakat melalui Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang, Bintang, Kabupaten Aceh Besar 2025-05-08T11:31:32+07:00Elfariyanti Elfariyantidexnachubby@gmail.comSafrina Safrinadexnachubby@gmail.comRinaldi Rinaldidexnachubby@gmail.comAzmalina Adrianidexnachubby@gmail.comMulia Aria Suzannidexnachubby@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Program pemberdayaan masyarakat berbasis pelatihan budidaya dan pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dilaksanakan di Desa Cot Bagi, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan minat masyarakat dalam mengelola TOGA secara berkelanjutan. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner tertutup berbasis skala Likert (15 item, 5 aspek) yang telah divalidasi melalui expert judgment, serta diuji reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha = 0,84). <strong>Hasil:</strong> Hasil analisis pre dan post-test menunjukkan peningkatan rerata skor sebesar +1,7 pada aspek pengetahuan dan keterampilan. <strong>Kesimpulan:</strong> Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik mampu meningkatkan kompetensi warga dalam pengelolaan TOGA sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis komunitas, serta relevan untuk direplikasi dalam program pemberdayaan lokal di wilayah lain.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19881Digitalisasi Administrasi Pemerintahan Desa: Upaya Meningkatkan Pelayanan Publik di Desa Sungai Pinang2025-09-13T15:27:18+07:00Muammar Alkadafimuamar@uin-suska.ac.idFerizal Rachmadferizal@uin-suska.ac.idMuhammad Aprilapril.aap@gmail.com<p><strong>Background:</strong> The high expectations of the community in Sungai Pinang Village for digital-based administrative services highlight the need for a transformation in the working system of village officials towards more modern and efficient service delivery. This community engagement programme aims to shift the village administrative service system from manual to digital through the implementation of a village public service application. <strong>Method:</strong> The programme applied the <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) method with a participatory planning approach involving local stakeholders. The stages consisted of observation, interviews, and pre-tests to identify the needs and readiness of village officials, followed by training on both manual and digital administrative systems in collaboration with PT Digital Desa Indonesia. <strong>Results:</strong> The activities demonstrated a significant improvement in the knowledge and skills of village officials, alongside a shift in working practices towards digitalisation. The implementation of the digital village application had a positive impact on the efficiency, effectiveness, and quality of administrative services, while also enhancing transparency and public satisfaction. <strong>Conclusion:</strong> This programme successfully encouraged the transformation of village administrative services through participatory approaches, training, and technical assistance. It strengthened the capacity of village officials and fostered governance that is modern, adaptive, participatory, and data-driven.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20263Optimalisasi Manajemen Operasional dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Produk Upcycling di BUMDes Berkaho Pungpungan2025-09-13T19:58:24+07:00Sahri Sahrisahriunugiri@gmail.comM. Iqbal Tawakkalmiqbaltawakal@unugiri.ac.idAfril Efan Pajrimiqbaltawakal@unugiri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Program menghadapi permasalahan rendahnya efisiensi produksi serta terbatasnya akses pasar pada produk upcycling BUMDesa Berkaho. Hal ini disebabkan kurangnya pemanfaatan teknologi dan strategi pemasaran yang belum optimal. <strong>Tujuan</strong>: Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk upcycling di BUMDes Berkaho melalui optimalisasi manajemen operasional dan pemasaran digital. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan berbasis Participatory Learning and Action (PLA) yang mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, monitoring dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Pelatihan difokuskan pada peningkatan keterampilan manajerial, penggunaan alat produksi tepat guna, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pengurus dan anggota BUMDesa dalam mengelola usaha, melakukan diversifikasi produk, dan terlibat aktif dalam pemasaran digital. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini berkontribusi dalam memberdayakan potensi lokal melalui pemanfaatan teknologi dan kolaborasi masyarakat, serta membangun fondasi usaha desa yang lebih berkelanjutan dan adaptif terhadap dinamika pasar.</p>2025-12-09T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20435Utilizing Search Engine Optimization (SEO) through SEO-Friendly Websites as a Digital Transformation of Online Marketing Strategies for MSMEs 2025-09-28T11:46:05+07:00Fuad Abdul Fattahfuad.fattah.feb@um.ac.idDede Rusmanadede.rusmana.fe@um.ac.idRachmad Hidayatrachmad.hidayat.fe@um.ac.idIva Khoiril Malaiva.mala.feb@um.ac.id<p><strong>Backround: </strong>The digital era has had a disruptive impact on various sectors, including the industrial sector. The industrial sector must be able to adapt to market its products using digital media in order to capture a wider market. The purpose of this community service is to provide assistance to MSMEs and equip them with the knowledge to implement digital marketing. <strong>Method:</strong> A workshop on creating and maintaining SEO-based websites was used to provide assistance to MSMEs so that they could gain more comprehensive knowledge accompanied by practical experience. <strong>Result: </strong>The use of SEO-based websites has successfully increased the visibility of MSMEs and MSME products to national and international audiences. Before the website existed, MSMEs had no visibility at all, but after the website was created, they were able to reach 1,274 views with 4 product posts. <strong>Conclusion:</strong> Community service activities can improve the capabilities of MSMEs in transforming traditional marketing to more modern marketing by using digital media such as SEO-friendly websites, thereby improving the performance of MSMEs.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20691Pendampingan Keterampilan Proses Sains Anak TPA St.Giulia Salzano School Maumere Kolaborasi Eksperimen STEAM Loose Part dan Ekologi Bronfenbrenner 2025-09-22T11:05:21+07:00Yohanita Nirmalasariyohanitanirmalasari@gmail.comMaria Helvinayohanitanirmalasari@gmail.comDesi Maria El Puangyohanitanirmalasari@gmail.comMaria Eufrosina Tutoyohanitanirmalasari@gmail.comMaria Costarika Dalewukyohanitanirmalasari@gmail.com<p><strong>Background:</strong>The science process skill is very important in early childhood. The golden age is a sensitive period for children as it’s a big potential for science learning. Innovation of STEAM loose parts and Bronfenbrenner ecology has a very significant impact on the development of the science process. The aim of this community service is to accompany the science process skill through a child-friendly experiment. <strong>Methods:</strong> Accompany the direct experiment through preparation, action, and evaluation. The number of samples is twenty to thirty children of TPA St.Giulia Salzano School aged 3-6 years. The instruments of data collection are an observation sheet, anecdote notes, an interview sheet, and a science product. Quantitative data analysis based on percentage calculations of achievement categories and qualitative narratives. <strong>Results:</strong> The average of the science process skill of children is well developed. These categories are BSB (33, 23 %), BSH (40, 47%), MB (24, 37%) dan BB (1, 92%). <strong>Conclusions: </strong>Most children have science process skills that develop as expected with only a small group of children yet to develop. Every child has the potential to develop science process skills through science experiments based on a loose-part STEAM environment.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20813PKM Edukasi dan Konservasi: Pengenalan Ekosistem Mangrove bagi Siswa Sekolah Dasar Berbasis Virtual Reality sebagai Media Pembelajaran Interaktif2025-10-11T12:02:25+07:00Ruspeni Daesusiruspenidaesusi@um-surabaya.ac.idDedy Wahyudiruspenidaesusi@um-surabaya.ac.idSuher Suherruspenidaesusi@um-surabaya.ac.idEkita Rusdiyantiruspenidaesusi@um-surabaya.ac.idAmanat Solikahbib114005@stmail.nptu.edu.tw<p><strong>Background: </strong>Indonesia, as a coastal country, possesses abundant biological resources, among which the mangrove ecosystem plays a crucial role in maintaining ecological balance, protecting coastlines, and providing habitats for marine life. However, the younger generation’s understanding of the ecological functions of mangroves remains limited, including in Bulak District, Surabaya City. The Community Empowerment Partnership Programme (PKM) on Mangrove Ecosystem Education based on Virtual Reality (VR) was implemented at SD Muhammadiyah 9 Surabaya with the aim of enhancing students’ environmental literacy and improving teachers’ capacity in utilizing digital learning media. <strong>Methods: </strong>This programme involved socialization, teacher training, VR media implementation, mentoring, and evaluation through student pre-tests and post-tests. <strong>Results: </strong>The results indicated a significant improvement in students’ understanding of mangrove ecosystems, as reflected by higher post-test scores compared to pre-test scores. Teachers also demonstrated enhanced skills in operating VR media and designing participatory learning activities. <strong>Conclusions: </strong>Active collaboration among the community service team, schools, and committees contributed to the programme’s success and ensured the sustained use of VR media as an innovative learning strategy. Overall, the integration of VR in environmental education has proven effective, positively impacting students’ ecological literacy, teacher competency development, and sustainable technology-based learning models in coastal areas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20902Mitigasi Risiko Penyakit Akibat Cuaca Ekstrem melalui Edukasi dan Pengelolaan Toga sebagai Strategi Ketahanan Kesehatan Masyarakat Punggawan 2025-10-04T17:22:14+07:00Alfian Silvia Krisnasarialfiansilvia30@gmail.comSuharti Suhartialfiansilvia30@gmail.comFatimah Hasna Karimaalfiansilvia30@gmail.comNiken Putri Eka Saraspurialfiansilvia30@gmail.comAfifah Noeralfiansilvia30@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Akibat cuaca ekstrem, Kelurahan Punggawan, yang merupakan daerah padat penduduk dengan ruang hijau terbatas, mengalami peningkatan kasus ISPA, demam berdarah, dan gangguan kulit. Dalam upaya meningkatkan ketahanan kesehatan rumah tangga, Program Pengabdian Masyarakat D4 Akupuntur dan Pengobatan Herbal Universitas Muhammadiyah Karanganyar bekerja sama dengan PKK Punggawan untuk memberikan pelatihan dan penerapan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). <strong>Metode: </strong>Edukasi pelatihan budidaya TOGA dengan sistem vertikultur dan <em>polybag</em> adaptif, dan praktik pembuatan wedang uwuh sebagai imunostimulan alami adalah semua bagian dari program kegiatan. Terbukti bahwa metode gamifikasi dengan kuis dan doorprize sederhana meningkatkan partisipasi peserta. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran peserta tentang pemanfataan serta pemahanan khasiat TOGA telah meningkat. Melalui kerja sama dengan Kelompok Wanita Tani "Sawo Kecik", program ini tidak hanya meningkatkan literasi herbal tetapi juga memperkuat solidaritas sosial dan pemberdayaan perempuan melalui <em>greenhouse</em> TOGA KWT. <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini dapat digunakan sebagai model replikatif untuk edukasi kesehatan preventif dan adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, ada kemungkinan untuk membangun Kampung TOGA Pintar sebagai pusat pembelajaran dan inovasi herbal berkelanjutan di daerah perkotaan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21081Workshop Peningkatan Kemampuan Praktik Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru Sekolah Dasar di Kota Pekanbaru 2025-10-28T11:41:38+07:00Hendri Marhadihendri.marhadi@lecturer.unri.ac.idErlisnawati Erlisnawatierlisnawati@lecturer.ac.idDevi Rismadevi.risma@lecturer.unri.ac.idDonal Donaldonal@lecturer.unri.ac.idSiska Mardessiska.mardes@lecturer.unri.ac.idMastuinda Mastuindamastuinda@lecturer.unri.ac.idRaudha Nurraudha.nur@lecturer.unri.ac.idVista Cindyvista.cindy6268@grad.unri.ac.idSamsinar Samsinarsamsinar6859@grad.unri.ac.idElvina Syahfrikaelvina.syahfrika1186@student.unri.ac.idRaissa Khumairaraissa.khumaira3074@student.unri.ac.idSasta Anjanisasta.anjani6187@student.unri.ac.idIslahul Adilaislahul.adila4267@student.unri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Classroom Action Research is a research conducted in the classroom by teachers to determine the effect of the actions applied to a research subject in the classroom. CAR allows teachers to actively involve themselves in the development of learning, broadcast the teaching methods used, and find appropriate solutions to improve the effectiveness of student learning. However, in its implementation, many teachers still have low abilities in conducting classroom action research. <strong>Method:</strong> The research method used in several stages, namely FGD, training and mentoring and evaluation of training carried out at SD Negeri 147 Pekanbaru. <strong>Results:</strong> The results of the implementation of community service showed a significant increase in the ability of CARK teachers, with an N-gain of 0.71 in the high category. With this community service, it can be concluded that there was an increase in the skills carried out by Elementary School CARK teachers in Pekanbaru City. <strong>Conclusion:</strong> This activity successfully improved the PTK practical skills of elementary school teachers in Pekanbaru City, which ultimately had an impact on improving the quality of classroom learning and teacher professionalism.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19002Pendampingan PIK-R Peduli Lingkungan Sehat untuk Pencegahan Stunting Di Desa Rowo Kabupaten Temanggung2025-09-13T14:27:46+07:00Abdul Wahab Fahrubabdulwahabfahrub@gmail.comDwi Indah Rahmawatidwiindah.r2000@gmail.comMuchammad Iqbal Chailaniabdulwahabfahrub@gmail.comGunarti Ika Pradewiabdulwahabfahrub@gmail.comYulia Setyawatiabdulwahabfahrub@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Stunting merupakan masalah gizi kronis yang menghambat perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, dan Desa Rowo menghadapi prevalensi stunting yang mengkhawatirkan. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas program Pendampingan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dalam meningkatkan kesadaran dan praktik kesehatan lingkungan sebagai upaya preventif terhadap stunting. <strong>Metode: </strong><em>Participatory Action Research</em> (PAR). <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja Desa Rowo tentang stunting serta meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini berhasil menumbuhkan partisipasi aktif remaja tentang stunting dan pengelolaan lingkungan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19965Implementasi SILCARE sebagai Solusi Logistik Digital bagi UMKM Kota Batam 2025-09-13T15:31:30+07:00Luki Hernandoluki.hernando04@gmail.comRirit Dwiputri PermatasariRirit@iteba.ac.idM. Ansyar Boraansyarbora@gmail.comVinsensius Fendy Kurniawanvinsensiusfendy@gmail.comAmanda Puspita Sariamandapuspita004@gmail.comEricaericawang020220@gmail.comAngga Kurniawanmtahakurniawan@gmail.comTeddy Elfvaro Siagianteddyelvaro15@gmail.comHisyam Ma'wa Abdullahisyammawa7@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengimplementasikan aplikasi SILCARE (Sistem Logistik Cerdas) sebagai solusi logistik digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Batam. Latar belakang kegiatan ini adalah tantangan signifikan yang dihadapi UMKM dalam proses distribusi barang yang masih dilakukan secara manual, minimnya literasi digital, serta tingginya biaya logistik yang berdampak pada daya saing. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dan pelatihan langsung kepada 10 UMKM, khususnya kelompok KUBE Kriya Enceng Mangsang, dimulai dari sosialisasi, pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan simulasi pengiriman, hingga evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterampilan peserta terkait pengelolaan logistik digital menggunakan aplikasi SILCARE. Sebelum pelatihan, pemahaman peserta rata-rata berada pada kisaran 38%–55%, dan meningkat menjadi 74%–90% setelah pelatihan. Secara rinci, pemahaman fungsi SILCARE meningkat 44% (dari 42% menjadi 86%), pengoperasian fitur pesanan meningkat 40% (dari 38% menjadi 78%), pelacakan status pengiriman meningkat 41% (dari 40% menjadi 81%), dan navigasi serta tampilan aplikasi meningkat 35% (dari 55% menjadi 90%). Kesimpulannya, SILCARE terbukti memberikan solusi yang efisien dan terjangkau dalam pengelolaan logistik UMKM, serta memiliki potensi untuk direplikasi pada wilayah lain. Pengembangan lebih lanjut dapat difokuskan pada integrasi fitur tambahan seperti pembayaran digital dan laporan keuangan otomatis.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20287Penguatan PHBS Berbasis Komunitas: Pencegahan Penularan Malaria di Kecamatan Tanjung Beringin 2025-08-27T09:06:23+07:00AnnisaAnnisa@gmail.comEka FebriyantiEka@gmail.comNurfadlyNurfadly@gmail.comEmni Purwoningsihemnipurwoningsih@umsu.ac.id<p><strong>Pendahuluan</strong>: Malaria merupakan masalah kesehatan global, khususnya di wilayah tropis seperti Indonesia. Upaya pengendalian malaria dilakukan melalui promosi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.), pengendalian vektor, serta pemeriksaan dan pengobatan dini. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan memperbaiki PHBS berbasis komunitas untuk menurunkan jumlah kasus dan pencegahan penularan malaria di Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai. Metode yang digunakan yaitu edukasi dengan materi PHBS, penularan malaria, gejala malaria, mengenali nyamuk Anopheles, dan cara pencegahan penularan malaria. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan pembinaan PHBS berbasis komunitas melalui edukasi dapat meningkatkan pengetahuan warga tentang PHBS, penularan malaria, gejala malaria, mengenali nyamuk Anopheles, dan cara pencegahan penularan malaria sebanyak 85%. <strong>Kesimpulan: </strong> Kegiatan edukasi PHBS berbasis komunitas dapat dilakukan secara masif dan berkala sebagai salah satu upaya pencegahan dan penurunan kasus malaria<strong>.</strong></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20492Pemberdayaan Anggota Majelis Taklim dalam Program Siptari untuk Mengentaskan dari Jeratan Pinjol dan Bank Plecit2025-09-17T10:22:58+07:00Mohamad Joko Susilo209131301@uii.ac.idSiti Achiria209131301@uii.ac.idHusna Mahmudah209131301@uii.ac.idRahma Diana Sayidah209131301@uii.ac.id<p><strong>Background:</strong>Pengabdian ini merupakan kelanjutan dari pengabdian sebelumnya yang diselenggarakan di Majelis Taklim (MT) Al-Muttaqien Husnul Khotimah yang berlokasi di Desa Pokak, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten. dalam perjalanannya MT ini mengalami hambatan, yakni karena tuntutan kebutuhan anggota jamaah menyebabkan mereka terjerat hutang dengan pinjol dan bank ‘plecit’ atau bank keliling, bahkan ada jamaah yang berhutang dengan renternir. Tujuan pengabdian ini melanjutkan manajemen pemberdayaan MT dalam membangkitkan peran dan mengentaskan persoalan kehidupan khususnya persoalan di dalam bidang finansial. <strong>Metode: </strong>Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama 10 bulan di MT Al-Muttaqien. Tahapan pengabdian meliputi: mengurus perizinan, sosialisasi program pengabdian lanjutan, penyusunan rencana program, pelaksanaan program, evaluasi program dan penyusunan laporan dan luaran.<strong> Hasil: </strong>Seluruh rangkaian kegiatan yang direncanakan telah berhasil dilaksanakan meliputi: sosialisasi; pembentukan, penyusunan dan pengukuhan pengurus Siptari; pengadaan barang MT yaitu tripod layar proyektor; diklat yang dikemas dalam pengajian rutinan MT tentang “Pengelolaan Keuangan Keluarga Menuju Keluarga Tangguh”; pengelolaan dan pengatministrasian program Siptari; Pengajian Akbar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah yang dirangkaikan dengan Pengukuhan Pengurus Program SIPTARI (Simpan Pinjam Tanpa Riba) dan penyerahan stimulan pendanaan pendanaan awal bagi jamaah yang berminat membuka usaha melalui program siptari. <strong>Kesimpulan: </strong>Pengembangan energi baru dan terbarukan melalui inovasi produk, metode, teknologi, lingkungan binaan, dan kebijakan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20704Penguatan Pengembangan Media Belajar Interaktif dan Digital Melalui Aplikasi Esembler Edu Bagi Guru Di SD Negeri Rumpet 2025-09-28T12:58:55+07:00Maulida Maulidamaulida@usk.ac.idHafnati Rahmatanmaulida@usk.ac.idMawarni Saputrimaulida@usk.ac.idFitrah Asma Ulhusnamaulida@usk.ac.idWiwit Artikamaulida@usk.ac.id<p><strong>Background:</strong> SD Negeri Rumpet merupakan salah satu sekolah jenjang SD berstatus Negeri yang berada di wilayah Kec. Krung Barona Jaya yang bernomor NSPN 10107447 dan beralamat di Jln. Makam T. Nyak Arief RT. / RW. Kabupaten Aceh Besar. SD Negeri Rumpet didirikan pada tanggal 1 Januari 1970. SD negeri Rumpet mengalami penurunan akreditasi dari yang sebelumnya A menjadi B, hal ini di akibatkan banyak faktor. <strong>Tujuan</strong>: Kegiatan PKM ini bertujuan untuk memberikan informasi serta pelatihan bagaimana sebuha media pembelajaran digital mampu membantu proses pembelajaran di dalam kelas, bagaimana media pembelajaran digital mampu memotivasi siswa untuk lebih aktif dan kreatif. <strong>Metode: </strong>Kegiatan PKM ini akan menggunakan 5 tahapan kegiatan yakni Sosialisasi, Pelatihan, Penerapan teknologi, Pendampingan dan evaluasi, serta Keberlanjutan program. Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah guru-guru di SD Negeri Rumpet. <strong>Hasil:</strong> observasi awal dilakukan guna melihat apa yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran, dan salah satu kekurangannya adalah belum adanya pelatihan media belajar digital bagi guru-guru, dan banyak dari guru bahkan belum mendengar adanya media belajar melalui aplikasi <em>Esembler Edu</em>. Peningkatan kemampuan mitra terlihat mengalami peningkatan terlihat dari kemampuan awal guru sebelum kegiatan sosialisasi dan pendampingan pengembangan media belajar interaktif dan digital sebesar 68% dan setelah kegiatan sosialisasi terlihat menjadi 90%. Penerapan media belajar Esembler Edu yang telah di design dalam bentuk flash card juga memberikan suasana belajar baru bagi siswa, siswa antusias mengikuti pembelajaran. <strong>Kesimpulan: </strong>pelatihan dan pengembangan media belajar inyeraktif dan digital memberikan peningkatan pengetahuan dan memberikan motivasi belajar bagi siswa.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20836Gerakan Loka Vora: Model Pemberdayaan Kelompok BPNT melalui Agroponik Sayuran Berbasis Biostimulator Cangkang Telur untuk Ketahanan Pangan Rumah Tangga2025-10-04T17:06:59+07:00Rasmiati Rasmiatirasmiatirati756@gmail.comRomi Adiansyahromiadiansyah07@unimbone.ac.idAndi Muhammad Irfan Taufan Asfartauvanlewis00@gmail.comAndi Muhamad Iqbal Akbar Asfarandiifalasfar@gmail.comNurdin Nurdinnurdinunimbone@gmail.comRezha Arfianirezhaarfiani05@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Ketahanan pangan berbasis gizi seimbang merupakan tantangan utama bagi kelompok penerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), khususnya di Desa Pitumpidange, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone. Hasil observasi awal mengidentifikasi tiga permasalahan utama, yaitu ketergantungan terhadap konsumsi makanan instan, rendahnya pengelolaan limbah rumah tangga berupa cangkang telur, serta belum adanya inovasi pemanfaatan limbah sebagai <em>biostimulator</em> alami. Potensi limbah cangkang telur di Desa Pitumpidange mencapai lebih dari 330 kg per tahun yang belum termanfaatkan. <strong>Metode:</strong> Program ini menerapkan metode <em>Community Based Learning</em> (CBL) melalui tiga tahapan pelaksanaan, yaitu <em>planning, training by doing, dan mentoring and supervision</em>. Pendekatan ini tidak hanya menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai subjek aktif dalam proses perencanaan, pelatihan, dan pengelolaan sumber daya lokal. <strong>Hasil: </strong>Hasil implementasi program menunjukkan bahwa 80% mitra mampu memproduksi <em>biostimulator</em> secara mandiri dan 78% berhasil menanam sayuran dengan mengaplikasikan hasil pelatihan. Evaluasi berbasis <em>Theory of Planned Behavior</em> dan <em>Love and Care for Nature Scale</em> memperlihatkan peningkatan pemahaman dan efikasi diri sebesar 32%, dengan 85–88% mitra menunjukkan sikap positif terhadap perilaku ramah lingkungan, serta 92% memberikan respon positif terhadap kemanfaatan program. <strong>Kesimpulan:</strong> Disimpulkan bahwa Gerakan Loka Vora efektif dalam mentransformasi masyarakat konsumtif menjadi produktif dan berwawasan ekologis, serta mendukung pencapaian SDGs poin 2 dan 15 melalui peningkatan ketahanan pangan dan pengelolaan limbah berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20918Pemberdayaan Masyarakat Tambak melalui Inovasi Aerator Cerdas Berbasis IoT dan Energi Surya di Daerah Pesisir2025-10-04T17:25:20+07:00Harmoko Harmokoharmokoteknikmesin@gmail.comYusril Ihza Tachririharmokoteknikmesin@gmail.comM Al'aminharmokoteknikmesin@gmail.comHafizh Harinugrohoharmokoteknikmesin@gmail.comZaenul Ma’arifharmokoteknikmesin@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Wilayah pesisir utara Pekalongan memiliki potensi besar dalam budidaya udang vaname, namun produktivitas masih rendah akibat ketidakstabilan kualitas air, tingginya biaya operasional karena ketergantungan pada listrik PLN, serta manajemen usaha yang masih bersifat konvensional. Program ini bertujuan meningkatkan efisiensi dan hasil produksi tambak melalui penerapan Aerator Cerdas berbasis Internet of Things (IoT) tenaga surya, sistem monitoring kualitas air otomatis, serta digitalisasi manajemen budidaya. <strong>Metode: </strong>Tahapan kegiatan meliputi observasi kondisi tambak, sosialisasi, pelatihan teknis dan non-teknis, implementasi perangkat, pendampingan operasional, dan evaluasi kinerja menggunakan indikator biaya, kualitas air, dan produktivitas. <strong>Hasil: </strong>Program menunjukkan penurunan biaya listrik sebesar 20–30%, peningkatan kualitas air dengan oksigen terlarut stabil ≥4 mg/L, serta peningkatan produktivitas minimal 20%. Selain itu, 30% anggota kelompok telah menggunakan aplikasi manajemen tambak untuk pencatatan pakan dan siklus panen. <strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan teknologi aerator cerdas berbasis IoT tenaga surya efektif meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kemandirian energi petambak, serta memberi dampak sosial ekonomi positif dan berpotensi direplikasi di wilayah pesisir lainnya.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21264Sampah jadi Berkah: Pemberdayaan Ibu-Ibu PCA Colomadu dalam Reduksi Sampah Rumah Tangga2025-10-28T03:08:42+07:00Yulia Maftuhah Hidayatiymh284@ums.ac.idRatnasari Diah Utamiymh284@ums.ac.idMuhammad Noor Kholidkholid@ums.ac.idAnatri Desstyaymh284@ums.ac.idIka Candra Sayektiymh284@ums.ac.idAldy Tri Ramadhanymh284@ums.ac.idHarits Abdullahymh284@ums.ac.idMaskur Hudaymh284@ums.ac.idAzzahra Nadia Augustinymh284@ums.ac.idSekar Mustika Arumymh284@ums.ac.id<p><strong>Background:</strong> Volume sampah rumah tangga di Kecamatan Colomadu terus meningkat dan menjadi masalah serius akibat rendahnya kemampuan warga dalam mengelola sampah. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan ibu-ibu PCA Colomadu melalui peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam pengurangan serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan meliputi edukasi, demonstrasi, workshop, dan pendampingan langsung, dengan pendekatan <em>community-based empowerment</em> yang menekankan partisipasi aktif peserta. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta dari 76,29% menjadi 97,41%, serta peningkatan perilaku pengelolaan sampah dari 49,43% menjadi 70,1%. Temuan ini membuktikan bahwa model pemberdayaan berbasis komunitas efektif dalam membangun kesadaran lingkungan, menumbuhkan budaya pemilahan sampah di tingkat rumah tangga, serta berpotensi menjadi model replikasi dalam program pemberdayaan masyarakat menuju pola hidup <em>zero waste.</em></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19130Teknologi Tepat Guna dalam Kegiatan Sosial dan Ekonomi di Desa Pudak Wetan: Sebuah Program Kuliah Kerja Nyata Tematik2025-08-27T08:59:08+07:00Elok Putri Nimasarinimasari@umpo.ac.idFaiz Danendra Ahnaf Pasafaizdanendra52@gmail.comArma Wijayaarmakemek3@gmail.comMoh Azis Rosyid Muzakykentangtech01@gmail.comGilang Ariaghi Devaradevaarya1912@gmail.comMoh Rifqi Nurfaisandimoh.rifqinurfaisandi13@gmail.comBayu Setiawan Putra Pratamabayus9639@gmail.comCundoko Pinastikocundoko19@gmail.comDiky Ferdhinan Anca Mahendradikyferdhinan1@gmail.comIntin Rista Pratiwirista243intin@gmail.comKartika Nur Anggraenikartika12jaya@gmail.comDimas Alif Mursyidindimasalifm@gmail.comGilang Cahyo Septiancahyogilang78@gmail.comDicky Purnomodickypoernomo75@gmail.comMarcellina Anggrainielokputrinimasari@gmail.comMariska Anggun Noviatinimasari@umpo.ac.idDisa Apriliyaninimasari@umpo.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) umumnya berfokus pada aktivitas sosial, sehingga penerapan teknologi praktis untuk pemberdayaan masyarakat sering terabaikan. Desa Pudak Wetan, wilayah terluar di Kabupaten Ponorogo yang berada di dataran tinggi, memiliki struktur ekonomi berbasis pertanian dan peternakan dengan tingkat kemiskinan yang relatif tinggi. Rendahnya pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital menjadi hambatan peningkatan produktivitas serta pengembangan peluang ekonomi lokal.<strong> Metode: </strong>Pendekatan partisipatif berbasis teori community engagement melalui pelatihan dan praktik langsung dengan melibatkan mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro.<strong> Hasil: </strong>Materi pelatihan meliputi panel surya, Internet of Things, website desa, running text, serta aplikasi Microsoft Office untuk administrasi dan ekonomi desa. Warga dan staf desa menunjukkan peningkatan keterampilan dalam penggunaan teknologi tepat guna. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini meningkatkan kapasitas digital desa dan penerapan ilmu keteknikan untuk pembangunan daerah.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20058Optimalisasi Literasi Kesehatan Jantung pada Masyarakat melalui Talkshow dan Skrining di Rumah Sakit Universitas Indonesia2025-09-13T15:34:08+07:00Elida Sovianaelida.soviana@ums.ac.idDiyah Eka Andayanielida.soviana@ums.ac.idPutri Novia Choiri Insanielida.soviana@ums.ac.idAnna Maurina Singalelida.soviana@ums.ac.id<p><strong>Background:</strong> Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, termasuk di Kota Depok. Kesadaran Masyarakat mengenai faktor risiko dan deteksi dini masih rendah, sehingga menjadi tantangan utama. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penyakit jantung serta mendeteksi dini risiko penyakit jantung dan penyakit tidak menular melalui edukasi dalam bentuk <em>talkshow </em>dan skrining kesehatan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan melalui dua pendekatan utama, yaitu pendidikan masyarakat berbentuk <em>talkshow</em> interaktif dan skrining kesehatan yang meliputi pemeriksaan glukosa darah, kolesterol total, tekanan darah, dan pengukuran lingkar perut. Edukasi diberikan oleh tim kesehatan multidisiplin dan dilanjutkan dengan sesi konsultasi individu. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan diikuti oleh 350 peserta dengan antusiasme tinggi. Hasil skrining menunjukkan mayoritas peserta memiliki faktor risiko ganda seperti 62,5% peserta mengalami hiperkolesterolemia dan 95%mengalami obesitas sentral dengan lingkar perut di atas rekomendasi. Peserta juga menunjukkan peningkatan pemahaman tentang pentingnya kesehatan jantung dan faktor risikonya. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pengabdian ini berhasil mencapai target, memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran kesehatan dan deteksi dini faktor risiko penyakit jantung di masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan urgensi program promotif preventif berkelanjutan. Kegiatan serupa direkomendasikan untuk diperluas dengan pemantauan jangka panjang guna mengukur perubahan perilaku kesehatan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20333Pelatihan Merancang Pembelajaran Menggunakan Model SCICOLLA (Scientific Collaboration) Berbasis Deep Learning Pada Guru SDN Sabrang Lor No. 78 Jebres Surakarta2025-09-13T20:21:27+07:00Oktiana Handinihandinioktiana7@gmail.comMukhlis Mustofamustofamukhlis@gmail.comImroatul Mafi'ahimroatulhardiyanto@gmail.comBekti Rahmawatibektirahma92@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Permasalahan dalam pembelajaran tematik di sekolah dasar masih didominasi oleh metode ceramah dan rendahnya partisipasi aktif siswa, yang menyebabkan kurangnya keterlibatan mendalam dalam proses belajar. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran inovatif melalui penerapan model SCICOLLA (<em>Scientific Collaboration</em>), yaitu model pembelajaran yang memadukan pendekatan ilmiah dan kolaboratif berbasis kerangka berpikir <em>deep learning</em>. <strong>Metode: </strong><em>Participatory Action Research</em> (PAR). <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan signifikan pada pemahaman guru terhadap struktur model SCICOLLA serta keterampilan dalam menyusun perangkat ajar kontekstual. Guru juga menunjukkan antusiasme dan kesiapan tinggi dalam mengimplementasikan sintaks pembelajaran aktif di kelas, yang menunjukkan perubahan paradigma dari <em>teacher-centered</em> ke <em>student-centered learning</em>. <strong>Kesimpulan: </strong>Pelatihan ini tidak hanya berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan pedagogis guru, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap penguatan kualitas pembelajaran tematik yang relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20517Pendampingan Pengelolaan Zakat dan Infak dalam Mendorong Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan di Masyarakat Muhammadiyah untuk Mewujudkan SDGs 82025-09-17T10:25:42+07:00Supardisupardi@umsida.ac.idMuhammad Yanimuhammad_yani@umsida.ac.idDwi Sukma Wardanidwisukmaawrd@gmail.comArbiya Magfiroh Rohmiarbiyamagfiroh@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Pendampingan pengelolaan zakat dan infak dalam mewujudkan pembangunan ekonomi berkelanjutan di kalangan masyarakat Muhammadiyah dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh potensi dana zakat dan infak Muhammadiyah yang besar namun belum sepenuhnya dimanfaatkan secara produktif. Tujuan utama program ini adalah mengembangkan strategi pendampingan yang efektif untuk mengubah pengelolaan zakat dari pola konsumtif menjadi produktif, sehingga mampu meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi masyarakat. <strong>Metode:</strong> pengabdian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus pada program pendampingan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Sidoarjo. Kegiatan dilakukan selama tiga bulan melalui pelatihan manajemen keuangan, perhitungan HPP, pemasaran digital, dan sertifikasi halal terhadap 20 UMKM binaan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan evaluasi pra-pasca pelatihan. <strong>Hasil: </strong>pendampingan menunjukkan peningkatan signifikan: 85% UMKM telah mampu melakukan pencatatan keuangan sederhana, 70% menerapkan strategi pemasaran digital, dan 40% telah memperoleh sertifikat halal. Selain itu, pendapatan rata-rata UMKM meningkat 25% dibandingkan sebelum pelatihan. <strong>Kesimpulan: </strong>Pendekatan holistik ini membuktikan bahwa pendampingan terstruktur mampu mentransformasi mustahiq menjadi muzakki, memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, dan secara langsung mendukung pencapaian SDGs 8.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20728Pendampingan Pembuatan Paket Wisata dan Alur Bisnis Agrowisata Kopi Desa Batungsel Pupuan Tabanan Bali 2025-09-28T13:01:02+07:00I Gusti Agung Sri Rwa Jayantiniagung_srijayantini@unmas.ac.idNi Gst. Ag. Gde Eka Martiningsihekamartini@unmas.ac.idI Gusti Ngurah Made Wiratamarahde.wiratama@unmas.ac.idNi Luh Putu Agustini Kartaagustini.karta@triatmamulya.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola agrowisata Yeh Nu Garden di Desa Batungsel, Kecamatan Pupuan, Kabupaten Tabanan, Bali dalam mengembangkan paket wisata edukasi berbasis kopi dan memperbaiki sistem pencatatan bisnis sederhana. <strong>Metode</strong>: Pendampingan dilakukan melalui identifikasi potensi wisata kopi, lokakarya penyusunan paket kegiatan, pelatihan pencatatan transaksi, serta evaluasi pemahaman peserta. <strong>Hasil</strong>: Kegiatan menunjukkan bahwa pengelola mampu menyusun paket wisata kopi yang lebih sistematis, meliputi <em>roasting</em>, penyeduhan, pembuatan bibit, dan penyetekan kopi. <strong>Simpulan</strong>: Kegiatan pendampingan menghasilkan identifikasi paket wisata agrowisata yang mengedukasi dengan tingkat nilai penguasaan 3, 978 (skala 1-5) dan juga meningkatkan pemahaman pengelola tentang pencatatan stok, hutang-piutang, pemasukan, pengeluaran, hingga pembukuan sederhana mengalami peningkatan signifikan sebesar 70%.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20845Pendampingan Penerapan Ayat-Ayat Dakwah Moderat Melalui Inovasi Dakwah Digital pada Forum Daiyah Fatayat Bojonegoro untuk Mewujudkan Islam Publik Inklusif2025-10-20T10:02:05+07:00Ulfa Ulfaulfamasyhur8@gmail.comNurul Musyafaahulfamasyhur8@gmail.comDwi Purbo Yuwonoulfamasyhur8@gmail.comMuhammad Afthon Ulin Nuhaulfamasyhur8@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai respons terhadap tantangan global dalam menyebarkan pesan-pesan Islam moderat di tengah meningkatnya arus informasi digital dan isu intoleransi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas anggota Forum Daiyah Fatayat dalam menerapkan ayat-ayat dakwah moderat melalui inovasi dakwah digital yang adaptif terhadap konteks sosial lokal. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah <em>Community Education</em> dengan pendekatan partisipatif melalui enam sesi pelatihan selama tiga bulan, mencakup literasi digital, desain konten, dan strategi komunikasi publik. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik; pemahaman konsep moderasi meningkat 39,7%, dan 85% peserta mampu menghasilkan minimal dua produk dakwah digital berkualitas. Analisis <em>paired t-test</em> menunjukkan perbedaan signifikan antara pra dan pascapelatihan (p < 0,05). Secara sosial, kegiatan ini memperkuat ekosistem dakwah perempuan berbasis digital dengan kenaikan jumlah tenaga dakwah aktif dari 45 menjadi 75 orang. Implikasi program ini adalah terbentuknya model pemberdayaan dakwah moderat berbasis komunitas perempuan yang dapat direplikasi di wilayah lain dalam mewujudkan Islam publik yang damai, toleran, dan inklusif.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20934Inovasi Pengelolahan Abu Sampah Menjadi Batako Ramah Lingkungan di Sidoarjo2025-10-11T12:22:04+07:00Tofan Tri Nugrohotofan.t.n@gmail.comBudwi Harsonotofan.t.n@gmail.comMisdiyanto Misdiyantotofan.t.n@gmail.comMuhammad Sonhajitofan.t.n@gmail.comAchmad Maulidviantofan.t.n@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi isu serius, terutama abu hasil pembakaran sampah rumah tangga yang belum termanfaatkan dan berpotensi mencemari lingkungan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Candi melalui pemanfaatan abu pembakaran sampah sebagai bahan substitusi pembuatan batako ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kapasitas literasi digital dalam pemasaran produk. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Research</em> (PAR), yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat pada setiap tahapan program, mulai dari identifikasi masalah, perancangan kegiatan, pelatihan produksi batako, pemasaran digital, hingga tahap evaluasi. Sebanyak 60 partisipan terlibat dalam kegiatan ini, terdiri atas anggota PCM Candi, masyarakat sekitar, serta dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Keberhasilan program diukur melalui peningkatan keterampilan peserta dalam formulasi bahan, pencetakan batako, serta pengelolaan promosi digital. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini berhasil meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memproduksi batako ramah lingkungan dan memanfaatkan abu pembakaran sampah sebagai bahan substitusi. Produk yang dihasilkan dimanfaatkan untuk pembangunan SD Muhammadiyah 1 Candi. Pelatihan literasi digital juga mendorong promosi dan penjualan produk melalui media sosial dan <em>website</em>, sehingga tujuan pemberdayaan masyarakat berbasis limbah tercapai. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pengurangan pencemaran lingkungan, peningkatan kapasitas masyarakat, dan pembentukan usaha berkelanjutan berbasis limbah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19201Karya dari Limbah: Pemberdayaan Komunitas Belajar TPA Asy Syukri melalui Kerajinan Daur Ulang2025-09-13T14:39:45+07:00Mitha Dwi Anggrianimitha.dwi@lecturer.unri.ac.idMahmud Alpusarimahmud.alpusari@lecturer.unri.ac.idEva Astuti Mulyanieva.astuti@lecturer.unri.ac.idRifqa Gusmida Syahrun BarokahRifqa.gusmida@lecturer.unri.ac.idGuslindaguslinda@lecturer.unri.ac.idHendri Marhadihendri.marhadi@lecturer.unri.ac.idErlisnawatierlisnawati@lecturer.unri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pelatihan pemanfaatan limbah plastik dan resin untuk pembuatan kerajinan gantungan kunci di TPA Asy Syukri dirancang sebagai upaya pemberdayaan edukatif yang menyasar anak-anak usia sekolah dasar dan menengah pertama. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, menumbuhkan kreativitas, dan memperkenalkan konsep kewirausahaan sederhana sejak dini. Program ini dilaksanakan selama tiga hari dan melibatkan peserta dari kalangan anak-anak sekolah dasar dan menengah pertama.<strong> Metode: </strong>Metode pelaksanaan mencakup analisis kebutuhan, perancangan program, workshop dan praktik langsung serta evaluasi.<strong> Hasil: </strong>Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak tidak hanya mampu menghasilkan produk kerajinan dari limbah plastik, tetapi juga memahami pentingnya daur ulang dan menjaga lingkungan. Evaluasi melalui angket dan wawancara menunjukkan tingkat kepuasan yang tinggi serta perubahan sikap positif terhadap pengelolaan sampah. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan model edukasi berbasis lingkungan dan keterampilan hidup di lembaga nonformal seperti TPA. Pelatihan sederhana namun bermakna ini dapat menjadi alternatif pembelajaran kontekstual yang efektif dalam membentuk generasi yang kreatif dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20078Pemberdayaan Mahasiswa Melalui Program Kantin Kontainer oleh Dompet Dhuafa Jawa Tengah di UIN Walisongo Semarang2025-09-13T19:40:42+07:00Mufidatul Mudawamahmffida73@gmail.comAgus Riadimffida73@gmail.comAbdul Karimmffida73@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Mahasiswa yang berasal dari keluarga ekonomi terbatas kerap menghadapi beban finansial yang signifikan selama menjalani pendidikan tinggi. Dompet Dhuafa Jawa Tengah menginisiasi Program Kantin Kontainer melalui pengelolaan zakat produktif, yakni pemberian modal usaha yang dijalankan langsung oleh mahasiswa. Program ini bertujuan mendorong kemandirian, sehingga mahasiswa tidak hanya sebagai penerima bantuan secara pasif, tetapi turut berperan aktif dalam kegiatan pemberdayaan. Metode: Metode pengabdian masyarakat yang digunakan adalah proses identifikasi masalah, analisis masalah, penentuan tujuan, perencanaan tindakan, implementasi, serta evaluasi. Hasil: Implementasi pemberdayaan mahasiswa melalui Program Kantin Kontainer di UIN Walisongo Semarang dimulai melalui tahap analisis terhadap kebutuhan mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera, namun mempunyai kapasitas akademik sekaligus ketertarikan di bidang kewirausahaan. Dampak yang ditimbulkan yaitu dampak ekonomi, dampak sosial, dampak psikologis, dan dampak spiritual. Kesimpulan: Program Kantin Kontainer di UIN Walisongo Semarang efektif memberdayakan mahasiswa melalui pengelolaan zakat produktif. Program ini meningkatkan kemandirian ekonomi, keterampilan kewirausahaan, serta membentuk karakter sosial dan spiritual mahasiswa. Secara keseluruhan, Kantin Kontainer menjadi model inovatif pemberdayaan berbasis zakat yang mendukung pembangunan berkelanjutan di perguruan tinggi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20350Pendampingan dan Pelatihan Penyusunan Laporan Keuangan BUMDes Gunung Jaya Mori Menggunakan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Microsoft Excel 2025-10-20T10:15:54+07:00Alif Yuanita Kartiniyuanitaalif5@gmail.comSaeful Anwaralifyuanita@unugiri.ac.idAli Hamdanalifyuanita@unugiri.ac.idSaida Zahrotul Firdausalifyuanita@unugiri.ac.idYessi Farisa Desintaalifyuanita@unugiri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Pengelola BUMDes Gunung Jaya Mori masih melakukan pembukuan laporan keuangan secara manual. Akibatnya pengelola BUMDes kesulitan untuk memberikan informasi yang cepat dan akurat kepada <em>stakeholder</em>. Olehkarena itu perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan laporan keuangan menggunakan sistem informasi akuntansi berbasis microsoft excel untuk meningkatkan kemudahan dalam penyajian laporan keuangan yang informatif, cepat dan akurat. <strong>Metode:</strong> Pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan teknis dan praktis. <strong>Hasil:</strong> Penggunaan aplikasi microsot excel sebagai salah satu bentuk dari penerapan teknologi dapat memberikan kemudahan bagi pengelola BUMDes Gunung Jaya Mori dalam menyusun laporan keuangan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini telah efektif meningkatkan pemahaman dan kompetensi pengelola BUMDes Gunung Jaya Mori dalam penyusunan laporan keuangan. <strong>Kesimpulan:</strong> BUMDes Gunung Jaya Mori telah berhasil memperbaiki kualitas laporan keuangan sehingga dapat meningkatkan kinerja dan akuntabilitasnya sesuai dengan prinsip-prinsip <em>good governance.</em></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20541Inovasi Sistem Pendukung Belajar Digital Berbasis Kecakapan Abad 21 Bagi Guru Sekolah Dasar2025-09-28T12:53:48+07:00Aynin Mashfufahaynin.mashfufah.pasca@um.ac.idSiti Faizahaynin.mashfufah.pasca@um.ac.idIntan Sari Rufianaaynin.mashfufah.pasca@um.ac.idSlamet Arifinaynin.mashfufah.pasca@um.ac.idAulia Al Tsani Izzatiaynin.mashfufah.pasca@um.ac.idAdyatma Nugrahsanto Wicaksonoaynin.mashfufah.pasca@um.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Pada era pembelajaran digital saat ini, pendidikan harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Sebagai pengajar, peran guru sangat penting dalam membuat lingkungan belajar yang inovatif dan efektif namun juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman guru tentang teknologi digital yang relevan untuk pendidikan, mengembangkan keterampilan guru dalam merancang sistem pendukung belajar yang inovatif dan memfasilitasi guru dalam mengintegrasikan kecakapan abad 21 ke dalam proses pembelajaran. <strong>Metode: </strong>Workshop, pendampingan, dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan peserta pengabdian telah mampu mengembangkan bahan ajar yang mayoritas berupa buku elektronik dengan materi beragam untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial, Pendidikan dan Kewarganegaraan, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan pengabdian ini dinilai sangat sesuai dengan kebutuhan mitra dan perlu dikembangkan sebuah panduan praktis untuk memudahkan pendidik mengembangkan bahan ajar digital.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20749Gambaran Kadar Glukosa Darah Sewaktu dan Tingkat Pengetahuan Penyakit Diabetes Melitus Masyarakat Desa Jingkang Kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang2025-09-26T20:30:07+07:00Irma Erika Herawatiirmaerika@stfi.ac.idWempi Eka Rusmanawempiekarusmana@stfi.ac.idFalerina Puspitafalerina97@gmail.comDeby Tristiyantidebytristiyanti@stfi.ac.idNia Kurnia Sarinia_kurnia_sari@stfi.ac.idM. Hilmi Fathurrahmanm_hilmi_fathurrahman@stfi.ac.idNovi Irwan Fauzinoviirwan@stfi.ac.idMaria Ulfahmariaulfah@stfi.ac.idEky Septian Pradanaekyseptian@stfi.ac.idWahyu Priyo Legowowahyupriyo@stfi.ac.idMelvia Sundalianmelviasundalian@stfi.ac.id<p><strong>Background: </strong>Diabetes melitus merupakan penyakit yang disebut sebagai <em>mother of illness</em>, karena dapat menyebabkan komplikasi dalam tubuh. Pemeriksaan kadar glukosa darah merupakan langkah awal untuk mendeteksi diabetes. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengetahui gambaran kadar glukosa darah sewaktu dan tingkat pengetahuan penyakit diabetes melitus pada masyarakat Desa Jingkang Kecamatan Tanjung Medar Kabupaten Sumedang. <strong>Metode:</strong> Metode pengabdian meliputi pemberian materi penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah, kadar glukosa sewaktu, dan pengisian kuesioner tingkat pengetahuan mengenai diabetes melitus. <strong>Hasil:</strong> Dari kegiatan pengabdian ini didapatkan hasil bahwa penderita diabetes yang terdeteksi cukup rendah yaitu sebesar 6,52% atau sebanyak 3 orang dari 46 orang peserta yang mengikuti kegiatan. Tingkat pengetahuan masyarakat Desa Jingkang mengenai diabetes melitus juga baik, sejalan dengan rendahnya penderita diabetes yang terdeteksi. <strong>Kesimpulan:</strong> Masyarakat Desa Jingkang memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap penyakit diabetes melitus, hal ini sejalan dengan rendahnya tingkat penderita pasien diabetes yang terdeteksi pada kegiatan pengabdian ini. Adanya aktivitas fisik yang tinggi dan pemenuhan gizi yang seimbang dapat mengurangi kadar glukosa darah dan mengurangi resiko terjadinya penyakit diabetes melitus</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20858Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Bahan Ajar Digital dengan Pendekatan Multiple Representations berbantuan Artificial Intelligence (AI) bagi Guru SMA Negeri 4 Takalar 2025-10-04T16:44:13+07:00Ardiana Ardianaardiana@unismuh.ac.idNurazmi Nurazmiardiana@unismuh.ac.idNurfadilah Nurfadilahardiana@unismuh.ac.id<div><strong><span lang="EN-US">Background: </span></strong><span style="font-size: 0.875rem;">The availability and quality of learning materials directly impact the effectiveness of teaching. At SMA Negeri 4 Takalar, the majority of teachers (90%) rely on printed textbooks, which are limited in number, thus hindering students' access to learning resources. This community service program aims to enhance teachers' ability to design digital learning materials rich in </span><em style="font-size: 0.875rem;">multiple representations</em><span style="font-size: 0.875rem;"> (text, images, audio, video, interactive quizzes) with the support of AI-based applications. </span><strong style="font-size: 0.875rem;">Methods:</strong><span style="font-size: 0.875rem;"> The method employed involves in-house training and direct mentoring on the use of AI in creating digital learning materials, utilizing applications such as Prezi, ChatGPT, Canva, Invideo, and Book Creator. </span><strong style="font-size: 0.875rem;">Results:</strong><span style="font-size: 0.875rem;"> The results showed a significant improvement in teachers' understanding of the </span><em style="font-size: 0.875rem;">multiple representations</em><span style="font-size: 0.875rem;"> approach, which enriches learning materials with various multimodal elements. Additionally, teachers gained skills in creating AI-assisted digital learning materials, enabling them to independently produce interactive content. More than 80% of teachers have applied more diverse representations in their teaching modules, including text, images, audio, and videos. </span><strong style="font-size: 0.875rem;">Conclusions: </strong><span style="font-size: 0.875rem;">This program successfully improved teachers' ability to create digital learning materials for use in their respective classrooms.</span></div>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20970Analisis Potensi Pengembangan UMKM Gula Aren Tradisional Melalui Leadership Capability dan Digital Marketing di Desa Bojong Tugu Kabupaten Sukabumi 2025-10-19T16:32:03+07:00Tetty Sufianty Zafartetty@ummi.ac.idR. Deni Muhammad Danialtetty@ummi.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>UMKM gula aren di Desa Bojong Tugu, Kabupaten Sukabumi menghadapi kendala kapabilitas kepemimpinan dan penerapan <em>digital marketing</em> yang terbatas. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas <em>leadership</em> dan <em>digital</em> <em>marketing</em> pelaku UMKM Gula Aren. <strong>Metode: </strong>Pra pelaksanaan, pelaksanaan (penyuluhan, pelatihan <em>leadership</em> dan <em>digital</em> <em>marketing</em>, pendampingan), dan pasca pelaksanaan. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan peserta dengan skor rata-rata 40-60% pada seluruh indikator. <em>Postest</em> menunjukkan transformasi signifikan dalam konsistensi kemampuan kepemimpinan, dengan mayoritas peserta berada dalam rentang 4-7. <strong>Kesimpulan: </strong>Integrasi kegiatan <em>leadership capability</em> dan <em>digital</em> <em>marketing</em> terbukti efektif meningkatkan kompetensi pelaku UMKM gula aren tradisional, menciptakan profil <em>leader</em> yang lebih matang dan siap menghadapi tantangan kepemimpinan yang kompleks serta mampu menerapkan strategi pemasaran digital.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19348Inovasi Perangkat Pembelajaran Seni Budaya Berbasis Digital di SMP Kota Tanjungbalai2025-09-24T12:03:19+07:00Uyuni Widiastutiuyunifbs@unimed.ac.idSitti Rahmahuyunifbs@unimed.ac.idAdina S Sembiringuyunifbs@unimed.ac.idSugito Sugitouyunifbs@unimed.ac.idSuharyanto Suharyantouyunifbs@unimed.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kesenjangan pembelajaran Seni Budaya di SMP Kota Tanjungbalai terlihat dari masih dominannya perangkat manual, minimnya teknologi digital, dan kurang optimalnya integrasi tradisi lokal Melayu. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis digital yang terintegrasi dengan muatan lokal seni musik, tari, dan rupa khas Melayu, sehingga pembelajaran menjadi lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan kegiatan meliputi tahapan persiapan, pelatihan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan melibatkan 23 guru Seni Budaya dari SMP negeri dan swasta di Kota Tanjungbalai. Tahap pelatihan menghadirkan narasumber sesuai bidang keahlian (musik, tari, rupa, teknologi), sementara tahap pendampingan difokuskan pada penyusunan perangkat pembelajaran digital yang dimasukkan ke dalam platform daring. Evaluasi dilakukan dengan instrumen berupa lembar observasi, angket, rubrik penilaian, dan wawancara. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran digital berbasis muatan lokal. Guru yang sebelumnya hanya menggunakan media manual kini mampu mengembangkan perangkat dalam bentuk game edukasi, modul digital, media interaktif, hingga website pembelajaran. Inovasi utama dari program ini adalah peluncuran situs web khusus yang menampung perangkat pembelajaran digital hasil karya guru, sehingga dapat diakses secara fleksibel oleh guru dan siswa.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20122Upaya Penurunan Angka Stunting dengan Peningkatan Pengetahuan Pangan Lokal dalam Pemberian MPASI2025-09-13T19:32:43+07:00Riska Arsita Harnawatiriskaarsita23@gmail.comNora Rahmanindarriskaarsita23@gmail.comIstiqomah Dwi Andaririskaarsita23@gmail.comDheffi Nanta Zhyakiyahdheffinatazhyakiyah@gmail.comCyrilla Azzahra Athir Fauzicyrillaazzahra21@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Stunting menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kondisi ini tidak hanya menunjukkan adanya kekurangan gizi yang berlangsung lama, tetapi juga berhubungan dengan keterlambatan perkembangan kognitif, penurunan fungsi kekebalan tubuh, serta meningkatnya risiko munculnya penyakit tidak menular di kemudian hari. Angka prevalensi stunting Kabupaten Tegal tahun 2019 untuk anak usia <5 tahun yaitu 5.9% atau mencapai 5.896 orang. Pada tahun 2020 mencapai 12.05% atau 9.336 orang dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 12.33% atau 10.843. Tujuan PKM ini adalah untuk memberikan informasi pada kader dan ibu balita mengenai pemanfaatan pangan lokal dalam pemberian MPASI sehingga masyarakat dapat memaksimalkan penggunaan pangan lokal. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelompok Kader Posyandu Widodo Desa Gumayun Kecamatan Dukuhwaru Kabupaten Tegal dengan peserta kader dan wanita yang memiliki anak balita. <strong>Metode:</strong> yang digunakan dalam kegiatan yaitu penyuluhan. <strong>Hasil: </strong>dari kegiatan ini yaitu peningkatan pengetahuan yang dilihat dari hasil posttest yaitu 100% untuk MPASI, 90% untuk nutrisi dan 100% untuk pangan lokal. Salah satu strategi untuk mempercepat penurunan angka stunting adalah melalui pemberian makanan tambahan (PMT) yang berbasis pangan lokal di posyandu serta penggunaan bahan pangan lokal yang bervariasi dalam menu keluarga terutama dalam pemberian MPASI.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20378Penggunaan Smartphone yang Sehat pada Siswa di Sekolah Janji Baik 2025-09-14T11:46:30+07:00Hifizah Nurhifizahnur2016@gmail.comDewi Murtiningsihhifizah.nur@mercubuana.ac.idAde Ubaidahhifizah.nur@mercubuana.ac.id<table width="643"> <tbody> <tr> <td width="482"> <p><strong>Background: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa tentang penggunaan <em>smartphone</em> yang sehat, guna mencegah dampak negatif secara psikologis akibat penggunaan HP secara berlebihan. Psikoedukasi diikuti oleh 19 siswa Sekolah Janji Baik. <strong>Metode:</strong> Metode psikoedukasi berbasis <em>mindfulness</em> diterapkan melalui empat tahap dari enam tahap yang seharusnya dilakukan, karena keterbatasan waktu pelaksanaan. Keempat tahap tersebut adalah asesmen kebutuhan peserta, pengembangan kurikulum yang berfokus pada mindfulness, terutama pemahaman tentang efek adiksi <em>smartphone</em>, lalu pelaksanaan dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman pada tiga dari lima item yang diukur, terutama terkait tanda-tanda dan risiko adiksi <em>smartphone</em>, sementara dua item mengalami penurunan, yang menunjukkan perlunya perbaikan di masa depan. Mayoritas peserta memberikan penilaian positif, dengan 14 dari 17 siswa memberikan skor di atas rata-rata. <strong>Kesimpulan: </strong>Kontribusi utama kegiatan ini terletak pada efektivitasnya dalam mendorong pemahaman tentang penggunaan <em>smartphone</em> yang sehat, melalui psikoedukasi praktis yang disesuaikan dengan konteks peserta. Namun, terdapat keterbatasan dalam hal durasi intervensi yang singkat dan belum adanya pemantauan perilaku jangka panjang. Kegiatan mendatang disarankan mencakup sesi lanjutan, keterlibatan lebih dalam dari guru dan orang tua, serta penggunaan media digital untuk mendukung pembelajaran berkelanjutan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20609Transformasi Ekonomi Sirkular Berkelanjutan: Pemberdayaan Perempuan Desa Giripurno Batu Jawa Timur melalui Inovasi “Banagurt – Banana Yogurt” dari Kulit Pisang 2025-09-22T10:48:15+07:00Mega Cattleya Islamimega.cattleya.ti@upnjatim.ac.idRizqi Novita Saririzqi.novita.ti@upnjatim.ac.idRadissa Dzaky Issafiraradissa.d.tm@upnjatim.ac.idMaula Aringga Maghfurmega.cattleya.ti@upnjatim.ac.idAries Firmansyahmega.cattleya.ti@upnjatim.ac.idRossa Lina Astutikmega.cattleya.ti@upnjatim.ac.idIra Galuti Ristantimega.cattleya.ti@upnjatim.ac.idArum rahmawatimega.cattleya.ti@upnjatim.ac.id<p><strong>Background: </strong>Ekonomi sirkular merupakan strategi penting dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat secara berkelanjutan, terutama di daerah pedesaan. Giripurno Batu Jawa Timur memiliki potensi pemanfaatan limbah kulit pisang yang belum optimal untuk menghasilkan produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini memberdayakan kelompok perempuan melalui inovasi Yogurt berbahan kulit pisang, sekaligus meningkatkan keterampilan praktis dan pemahaman mereka terkait ekonomi sirkular. <strong>Metode:</strong> Pendekatan partisipatif melalui pendampingan, meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, dan praktik langsung pembuatan produk. Sebanyak 30 orang terlibat dalam kegiatan pengabdian ini. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. <strong>Hasil:</strong> Hasil pre-test menunjukkan 94,28%, yang menandakan sebagian besar peserta memiliki pengetahuan awal, namun terbatas pada penerapan praktis. Setelah kegiatan, post-test meningkat menjadi 95,71%, dengan peningkatan 1,43%, yang menggambarkan efektivitas proses pembelajaran. <strong>Kesimpulan:</strong> Inovasi Banagurt tidak hanya memperkuat kapasitas perempuan dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi, tetapi juga mendukung transformasi menuju ekonomi sirkular berkelanjutan dan membuka peluang usaha mandiri yang ramah lingkungan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20769Pemanfaatan ChatGPT untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Inggris Siswa SMK Terpadu Al-Islahiyah: Pendekatan Interaktif dan Inovatif 2025-09-26T20:32:40+07:00Yahya Alaydrusalaydrus@unisma.ac.idIka Hidayantiikahidayanti@unisma.ac.idKurniasih Kurniasihkurniasih@unisma.ac.idDurotun Nasihahdurotun@unisma.ac.idAtik Umamahatikumamah@unisma.ac.idMochammad Khosy Xavier Nugroho2210173038@unisma.ac.idFathia Afray Vita Oktavia22101073022@unisma.ac.id<p><strong>Background</strong>: This community service activity was carried out to address the problems faced by students in improving their English proficiency. <strong>Method</strong>: To solve these problems, the service team conducted a training/workshop by utilizing Artificial Intelligence (AI), namely ChatGPT. The activity began with a pre-workshop survey distributed to 45 students of SMK Terpadu Al-Islahiyah Singosari, majoring in Office Management, to identify their problems and confidence level. It was followed by the Implementation and Evaluation Stages through a post-training survey and interviews with the English teacher. <strong>Results</strong>: Data analysis showed that students experienced difficulties in learning English due to limited vocabulary, pronunciation challenges, and lack of confidence. In addition, their confidence level increased from mostly fairly confident to highly confident. The English teacher also gave a positive perception of the implementation of ChatGPT while reminding the need to anticipate its potential negative impacts. <strong>Conclusion</strong>: Based on these findings, it can be concluded that AI plays an important role in language learning through the active role of teachers in monitoring, so that technology can be utilized properly and responsibly.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20870Pelatihan dan Pendampingan Guru untuk Mendukung SDGs Pendidikan Berkualitas melalui Penerapan Media Pembelajaran Puzzle Etnosains untuk Mendukung Local Wisdom2025-10-04T16:47:10+07:00Tuti Marjan Fuadituti_biologi@abulyatama.ac.idSuryani Suryanituti_biologi@abulyatama.ac.idSyarifah Farissi Hamamatuti_biologi@abulyatama.ac.idAnisa Maulydiatuti_biologi@abulyatama.ac.idHusnul Khatimahtuti_biologi@abulyatama.ac.idMaulida Maulidamaulida@usk.ac.id<p><strong>Background:</strong> FKIP Unsyiah Kindergarten is a kindergarten fostered by Syiah Kuala University, located at Jl. Inong Balee, PPG Dormitory, Kopelma Darussalam Village, Syiah Kuala District, Banda Aceh City, Aceh Province. There are many games that are appropriate for the children's age in the FKIP Kindergarten yard, such as swings, slides, and others. All of these games train students' psychomotor skills. Meanwhile, games that train students' cognitive skills are also in the classroom, such as LEGO and block building. The games in the FKIP Kindergarten yard are still not enough to create or even build and support knowledge related to ethnoscience in order to clarify local wisdom for students. The purpose of this community service is to provide training and mentoring for teachers in developing interactive learning media, Ethnoscience Puzzles to Support Local Wisdom. <strong>Method:</strong> This PKM activity will use 5 stages of activities, namely Socialization, Training, Technology Application, Mentoring and Evaluation, and Program Sustainability. <strong>Results:</strong> There is a 27% increase in partner capabilities. This means that teachers gained a number of new skills during the community service activities provided by the community service team, where the initial ability of the partners was 62% and after the activities, the final ability increased to 89%. <strong>Conclusion:</strong> The training and mentoring activities had a positive effect on teachers at the FKIP Unsyiah Kindergarten.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20986Optimalisasi Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru MGMP IPA Kota Pekanbaru 2025-10-04T17:43:00+07:00Naila Fauzanailafauza@lecturer.unri.ac.idAzizahwati Azizahwatinailafauza@lecturer.unri.ac.idAzhar Azharnailafauza@lecturer.unri.ac.idRiza Andrianinailafauza@lecturer.unri.ac.idSri Agustina Ratnawatinailafauza@lecturer.unri.ac.idDiah Anugrah Dipujanailafauza@lecturer.unri.ac.idDodi Dahnussnailafauza@lecturer.unri.ac.idAlya Zaharanailafauza@lecturer.unri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Pendidikan berperan penting dalam pembaruan dan perkembangan masyarakat, terutama dalam menghadapi kemajuan zaman dan teknologi yang menuntut sumber daya manusia yang cerdas dan berkualitas. Namun, guru masih mengalami kendala dalam pemanfaatan komputer sebagai media pembelajaran interaktif, khususnya dalam keterampilan pengoperasian. kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan guru MGMP IPA dalam pemanfaatan media pembelajaran interaktif melalui pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian dilakukan melalui pelatihan dengan melibatkan 80 guru MGMP IPA Kota Pekanbaru yang dilaksanakan di ruang pertemuan MGMP IPA SMPN 17 Pekanbaru, Provinsi Riau. <strong>Hasil:</strong> Pelatihan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan menilai pembelajaran dengan memanfaatkan media interaktif sehingga guru lebih terampil dalam mengoperasikan teknologi pembelajaran. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan media pembelajaran interaktif terbukti efektif untuk meningkatkan kompetensi guru MGMP IPA dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran di kelas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19573Pelatihan Project Based Learning untuk Mendukung Implementasi Teaching Factory2025-09-04T10:39:49+07:00Viviana Murnivivianamurni0123@gmail.comPatrisius Valdoni Sandivivianamurni0123@gmail.comKasmir Gonvivianamurni0123@gmail.com<p><strong>Background:</strong> SMK N 1 Borong merupakan sekolah yang diharapkan dapat menerapkan <em>Teaching Factory</em> (TEFA). Akan tetapi, sekolah ini belum menjawab satu tuntutan pelaksaanaan TEFA, yaitu Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL). Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi 7 (Tujuh) guru DPIB SMK Negeri 1 Borong dalam menerapkan pendekatan PjB pada proses pembelajaran. <strong>Metode:</strong> kegiatan ini merupakan kegiatan pelatihan yang meliputi observasi dan diskusi, pelatihan, dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman integrasi PjBL dalam pembalajran. Analisis data dilakukan dengan menggunakan statistic deskriptif dengan uji Paired Sampel t-test. <strong>Hasil:</strong> pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman guru terhadap PjBL. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemahaman guru meningkat baik teori dan keterampilan praktis yang lebih baik dalam merancang dan melaksanakan proyek berbasis PjBL. Dengan demikian, pelatihan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan PjBL untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan dunia industri.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20154Integrasi Edukasi Kesehatan Jiwa dalam Ekosistem Sekolah Dasar untuk Penguatan Karakter 2025-09-13T19:43:03+07:00Yayah Huliatunisayhuliatunisa13@gmail.comEriyono Budi Wijoyoeriyonobudi@gmail.comAzizah Al Ashri Nainarazizahnainar@gmail.comElly Purnamasarielpur56@gmail.comYohamintin Yohamintinyohamintin@dsn.ubharajaya.ac.idRizkia Dwi Lestaririzkiadwilestaris@gmail.comGilang Ramadhangilangggr18@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Program ini bertujuan menciptakan lingkungan yang mendukung, meningkatnya pemahaman, dan kesadaran masyarakat sekolah terhadap kesehatan jiwa, didasarkan analisis lingkungan awal, masih rendahnya pengetahuan mengenai kesehatan jiwa yang ditunjukkan pada beberapa ketidakmampuan masyarakat sekolah dalam mengidentifikasi gangguan kesehatan jiwa, berdampak pada kurangnya kesadaran akan pentingnya kesehatan jiwa di lingkungan sekolah SD Muhammadiyah 04 Tangerang. <strong>Metode:</strong> Menggunakan metode edukasi, diskusi, dan tanya jawab interaktif, serta evaluasi dan tindak lanjut ketercapaian program, terhadap 37 mitra, yakni: tenaga pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan siswa. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan menunjukkan hasil signifikan meningkat pada pemahaman berdasarkan hasil survei sebelum (34%), dan sesudah program dilakukan (72%). <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan jiwa menggunakan metode diatas efektif dapat meningkatnya pemahaman, sehingga berdampak secara jangka panjang terciptanya lingkungan SD Muhammadiyah 04 Tangerang yang sehat dan berkarakter.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20393Optimalisasi Gizi Anak Sekolah melalui Literasi Kebun Sekolah2025-08-26T17:31:24+07:00Rakhmawati Agustinarakhmawatiagustina@unima.ac.idDian Agnesiaagnesia.d@gmail.comMerriam Merriamisty.mode@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kebun sekolah menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi gizi bagi guru dan siswa di Sekolah Alam Manado (SAM). Kebun sekolah dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum melalui metode pembelajaran yang menarik.Tujuan kegiatan ini meningkatkan pengetahuan guru tentang gizi dan pengolahan hasil kebun sekolah. <strong>Metode: </strong>Pelatihan dilakukan selama 3 hari dan ditutup dengan praktik pengolahan hasil kebun agar dapat diintegrasikan ke dalam menu makan anak sekolah. <strong>Hasil:</strong> Pengetahuan tentang gizi pada guru di SAM meningkat mencapai >80% dan peningkatan keterampilan menggunakan teknologi pengolahan hasil kebun sekolah mencapai 100%. <strong>Kesimpulan: </strong>Kebun sekolah dapat meningkatkan literasi gizi baik dari pengetahuan maupun keterampilan. Literasi yang baik dapat mengoptimalisasi gizi anak sekolah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20643Pendampingan Desa Wisata Ranuklindungan sebagai Referensi Destinasi Outing Class2025-09-18T09:58:39+07:00Agus Priantoagus.prianto@yudharta.ac.idSyakura Putri Hawaagus.prianto@yudharta.ac.idDevi Ningrum Sintawatianagus.prianto@yudharta.ac.idNurul Afifah Auliaagus.prianto@yudharta.ac.idGilang Nurul Rizalagus.prianto@yudharta.ac.id<p><strong>Background: </strong>Desa Ranuklindungan memiliki potensi wisata alam, budaya, dan ekonomi kreatif yang cukup beragam, namun potensi belum sepenuhnya tergali dalam konsep pengembangan desa wisata. Hal ini karena belum ada pengelolaan dan pengembangan potensi desa wisata, belum mengenalnya masyarakat terhadap potensi desa sehingga kesulitan dalam mengelola dan mempromosikan potensinya. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengintegrasikan potensi desa menjadi wisata edukasi berbasis <em>Outing Class</em> melalui pendekatan <em>Asset Based Community Development</em> (ABCD), terdiri tahap: <em>Discovery</em> (pemetaan), <em>Dream</em> (perumusan), <em>Design</em> (perancangan), <em>Define/Deploy</em> (peluncuran), dan <em>Destiny</em> (keberlanjutan). <strong>Hasil:</strong> keberadaan KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) dan Pokdarwis lebih bisa fokus dalam mengembangkan dan mengelola potensi ke arah Desa Wisata Edukasi (DeWE) terintegrasi, pada destinasi digitalisasi Bank Sampah, Budidaya ASMAN TOGA berbasis <em>Eco-Enzyme</em>, Destinasi Peternakan, Destinasi Kampung Budidaya Ikan. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan wisata, memperkuat identitas desa, dan membangun ekosistem wisata edukasi yang berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20779Pemanfaatan Urin Kambing sebagai Bahan Pupuk Organik Cair di Desa Mrayan Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo 2025-10-04T16:55:27+07:00Parwi Parwiparwi@unida.gontor.ac.idUmi Isnatinumiisnatin@unida.gontor.ac.idFaisal Reza Pradhanafaisalrezapradhana@unida.gontor.ac.idRahmad Kurniawanrahmadkurniawan@unmer.ac.idMuhammad Ahda Sabilamuhammadahdasabila@student.agro.unida.gontor.ac.id<p><strong>Background:</strong> Desa Mrayan memiliki potensi besar dalam pengembangan pupuk organik cair berbahan dasar urin kambing, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, pemanfaatan urin kambing sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik cair menjadi solusi yang tepat. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini yaitu memberikan peningkatan ketrampilan anggota BUMDes dalam pembuatan pupuk organik cair berbahan baku urin kambing. Metode: Program ini dilaksanakan dengan bermitra bersama BUMDes Lestari Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, dengan jumlah anggota mitra sebanyak 20 orang. Terdapat tiga tahapan metode, yaitu: sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, monitoring dan Evaluasi. Efektivitas kegiatan diukur melalui indikator kuantitatif, yaitu jumlah anggota mitra yang mampu memproduksi pupuk organik cair secara mandiri. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan sosialisasi didapat peningkatan pengetahuan tentang potensi pupuk organik cair sebesar 76%. Hasil pelatihan diperoleh peningkatan ketrampilan petani sebesar 80%. Kegiatan pendampingan dilakukan untuk mendampingi petani dalam membuat sarana pemisah kotoran kambing yang berbentuk padat dan cair, dan pengoperasian alat fermentasi anaerob. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pelatihan pembuatan pupuk organik cair, pendampingan pembuatan sarana pemisah kotaran kambing, pendampingan pengoperasian alat fermentasi anaerob dapat meningkatkan ketrampilan anggota mitra sebesar 80%.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20884Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting): Pemberdayaan Kader dan Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting di Kalurahan Guwosari2025-10-04T16:50:19+07:00Anafrin Yugistyowatianafrin.yugistyowati@almaata.ac.idFatma Siti Fatimahanafrin.yugistyowati@almaata.ac.idAsti Ratnasarianafrin.yugistyowati@almaata.ac.idAl Fathur Gibran Pashaanafrin.yugistyowati@almaata.ac.idAsmaul Husnaanafrin.yugistyowati@almaata.ac.idAzmi Putri Ramandhaanafrin.yugistyowati@almaata.ac.id<p><strong>Background: </strong>Stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Bantul, prevalensi stunting menunjukkan tren fluktuatif, termasuk di Kalurahan Guwosari sebagai lokus prioritas sejak 2020. Program EMAS ZEST (<em>Empowering Mothers and Society for Zero Stunting</em>) bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dan ibu hamil melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dikombinasikan dengan inovasi lokal, yaitu aquaponik ember ”KITA PANEN” untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil sebagai alat bantu pemantauan gizi berbasis digital. <strong>Metode:</strong> Kegiatan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan dengan melibatkan 30 kader serta 15 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui pre–post test pengetahuan dan observasi keterampilan layanan posyandu ILP, kemudian dianalisis secara deskriptif. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan dengan skor rata-rata dari 76,9 ± 4,4 pada pre-test menjadi 98,8 ± 1,0 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,9 poin atau 28,5%. Observasi menunjukkan keterampilan kader dalam pelaksanaan layanan Posyandu ILP berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek sikap pelayanan (89,5% sangat baik) dan koordinasi tim (84,2% sangat baik), meski konseling masih relatif lebih rendah (68,4% sangat baik). <strong>Kesimpulan:</strong> Program EMAS ZEST efektif meningkatkan kapasitas kader dan ibu hamil dalam penerapan layanan posyandu ILP. Inovasi sederhana berbasis konteks lokal seperti aquaponik ember “KITA PANEN” dan Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil terbukti memperkuat promosi kesehatan partisipatif untuk pencegahan stunting.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20999Pemberdayaan Petani Kopi Desa Ngrayun Kabupaten Ponorogo melalui Pelatihan Budidaya, Pascapanen, dan Pemasaran dalam Upaya Penguatan Sentra Kopi Unggulan 2025-10-04T17:34:29+07:00Arin Yuli Astutiarinyulias@umpo.ac.idEdy Kurniawanarinyulias@umpo.ac.idKuntang Winangunarinyulias@umpo.ac.idYoyok Winardiarinyulias@umpo.ac.idSugianti Sugiantiarinyulias@umpo.ac.idRizki Dwi Ardikaarinyulias@umpo.ac.idYovi Litaniandaarinyulias@umpo.ac.id<p><strong>Background: </strong>Desa Ngrayun, yang terletak di Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo, memiliki banyak potensi dalam pengembangan komoditas kopi. Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena keterbatasan pengetahuan teknis budidaya, rendahnya efisiensi pengolahan pascapanen, lemahnya strategi pemasaran, serta keterbatasan bibit unggul. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan para petani kopi melalui kegiatan pelatihan budidaya berkelanjutan serta penerapan teknologi yang sesuai dan efisien dan penguatan strategi pemasaran digital. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan meliputi pendidikan masyarakat, pendekatan fungsional, dan pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan teknis, demonstrasi pengolahan kopi dengan metode <em>full washed</em>, honey, dan <em>natural process</em>, serta pengenalan mesin pengupas dan penggiling kopi sebagai inovasi teknologi efisiensi produksi. <strong>Hasil: </strong>Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan terhadap pengetahuan dan keterampilan petani. Sekitar 80% peserta berhasil menerapkan teknik budidaya yang baik, sementara 70% lainnya telah memahami metode pengolahan kopi modern, 60% mulai menerapkan strategi pemasaran digital melalui marketplace, dan 100% bibit unggul telah ditanam di lahan percontohan. Rata-rata capaian keberhasilan program mencapai 78%, dengan dampak nyata berupa peningkatan kualitas produk kopi dan kesadaran terhadap keberlanjutan usaha tani. Implikasi program ini mencakup perlunya pembentukan koperasi petani kopi, pelatihan lanjutan cupping test, serta pengembangan jejaring pemasaran kopi spesialti. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan kelompok tani, Desa Ngrayun memiliki potensi untuk berkembang menjadi salah satu sentra kopi unggulan di Kabupaten Ponorogo sekaligus menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berbasis pada potensi lokal secara berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/17181Peningkatan Kualitas Produk Keripik Kentang pada Industri Rumah Tangga (IRT) Tooop Rasa, Sokaraja, Kabupaten Banyumas Melalui Pelatihan CPPOB dan Bahan Pangan Halal2025-01-29T13:04:27+07:00Dini Siswani Muliadinisiswanimulia@ump.ac.idRatna Kartika Watidinisiswanimulia@ump.ac.idSuwarsito Suwarsitodinisiswanimulia@ump.ac.idSri Wahyunidinisiswanimulia@ump.ac.idAkhmad Darmawandinisiswanimulia@ump.ac.idDewi Susylowatidinisiswanimulia@ump.ac.idDewi Susylowatidinisiswanimulia@ump.ac.idEqwar Saputradinisiswanimulia@ump.ac.id<p><strong>Background: </strong>Industri Rumah Tangga (IRT) Tooop Rasa merupakan IRT yang memiliki berbagai usaha produksi olahan pangan, salah satunya adalah keripik kentang. Produk ini termasuk produk unggulan dengan bahan baku yang melimpah dan kontinu. Namun, pembuatan keripik kentang belum mengaplikasikan prinsip Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan produk belum bersertifikat halal. Kegiatan pembinaan IRT ini bertujuan untuk memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB dan bahan pangan halal agar produk berkualitas baik dan dapat meningkatkan daya saing. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode pendekatan partisipatoris dengan tahap kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Tingkat keberhasilan program diukur dengan metode <em>one group pre-test and post-</em>test. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan 87,50% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan CPPOB, dan 85,00% anggota mitra memahami dan mampu mengimplementasikan tentang bahan pangan halal. Produk keripik kentang telah didampingi dalam pengajuan sertifikasi halal. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pengabdian telah berhasil memberikan edukasi atau pelatihan CPPOB dan bahan pangan halal yang berimplikasi positif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan mitra. Produk keripik kentang yang dihasilkan berkualitas baik dan memenuhi kriteria sesuai SNI 4031:2018, yaitu bau, rasa, tekstur, dan penampakan normal, salah satunya ditandai dengan warna kuning merata dan tekstur renyah. Selain itu, mitra telah berhasil mendapatkan sertifikat halal sehingga dapat meningkatkan daya saing.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19804Pelatihan Perencanaandan Pengembangan Karier untuk Meningkatkan Kesiapan Memasuki Dunia Kerja bagi Mahasiswa Tingkat Akhir2025-09-13T15:26:01+07:00Aprianus Paskalius Taboenaprianus_taboen@staf.undana.ac.idOlaf Tri Wilopo Simanjuntakaprianus_taboen@staf.undana.ac.idMidian Immanuel Sihombingaprianus_taboen@staf.undana.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Rendahnya kesiapan lulusan perguruan tinggi dalam menghadapi dunia kerja menjadi tantangan yang memerlukan solusi strategis. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa tingkat akhir melalui pelatihan <em>Perencanaan dan Pengembangan Karier</em>. <strong>Metode:</strong> Kegiatan melibatkan 52 mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Nusa Cendana dan dilaksanakan dengan pendekatan andragogi serta pelatihan berbasis kompetensi. Pelaksanaan kegiatan meliputi <em>pre-test</em>, penyampaian materi tentang mindset, etika, dan motivasi kerja, simulasi psikotes dan wawancara, diskusi interaktif, serta evaluasi reflektif. <strong>Hasil:</strong> Pelatihan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman mahasiswa tentang perencanaan karier dan kesiapan kerja, dengan rata-rata skor <em>pre-test</em> sebesar 48,2% meningkat menjadi 82,7% pada <em>post-test</em>. Kegiatan juga memperkuat kesadaran diri, kepercayaan diri, serta kompetensi adaptif dan reflektif mahasiswa dalam menghadapi proses rekrutmen dan dinamika dunia kerja. <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini merupakan kontribusi nyata sivitas akademika dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, proaktif, dan berdaya saing. Pelatihan <em>Perencanaan dan Pengembangan Karier</em> terbukti relevan untuk diadopsi secara lebih luas sebagai strategi peningkatan kesiapan kerja mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.</p>2025-12-09T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20235Break the Taboo Stigma: Psikoedukasi Pendidikan Seksual bagi Siswa-Siswi Remaja di Sekolah Indonesia Johor Bahru2025-10-20T10:15:39+07:00Nanda Audia Vrisabanandavrisaba@unesa.ac.idDiana Rahmasarinandavrisaba@unesa.ac.idQurrota A’yuni Fitriananandavrisaba@unesa.ac.idFitrania Maghfirohnandavrisaba@unesa.ac.idOnny Fransinata Anggaranandavrisaba@unesa.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Remaja merupakan fase yang unik dan penuh tantangan. Dorongan seksual yang mulai muncul dapat mengarahkan mereka melakukan perilaku seksual yang merugikan. Sayangnya, membicarakan tentang seksualitas maupun pendidikan seksual dianggap masih tabu. Psikoedukasi merupakan salah satu alternatif yang tepat untuk menumbuhkan pemahaman dan pengetahuan mereka tentang seksualitas. <strong>Metode : </strong>Psikoedukasi yang menyasar pada siswa-siswi remaja SIJB dengan jumlah 100 peserta dengan penyampaian materi secara ceramah, diskusi, dan konsultasi. <strong>Hasil : </strong>Adanya peningkatan pemahaman dan pengetahuan tentang seksualitas, pubertas, kekerasan seksual, bijak bersosial media, hingga pertemanan sehat. <strong>Kesimpulan : </strong>Kegiatan mempu memberikan dampak yang positif dengan harapan tidak hanya meningkatkan pengetahuan, namun juga berdampak pada perubahan perilaku.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20419Inovasi Katering MPASI untuk Peningkatan Ekonomi Pada Kelompok Penggiat Katering2025-09-04T11:21:48+07:00Risna Ayu Rahmadanirakhmawatiagustina@unima.ac.idRakhmawati Agustinarakhmawatiagustina@unima.ac.idEndang Puji Atirakhmawatiagustina@unima.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Saat ini usaha katering MPASI sedang diminati dan merebak sangat baik di beberapa kota besar di Indonesia, hal ini karena meningkatnya kebutuhan akan penyedia makanan yang cepat, sehat dan tepat sesuai kebutuhan, terutama bagi keluarga yang orang tuanya bekerja. Studi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan mitra dalam mendirikan katering MPASI. <strong>Metode: </strong>Pelatihan dilakukan selama 4 hari diberikan kepada Mitra Penggiat Katering Mamaunty dengan pemberian materi gizi balita, MPASI dan usaha katering MPASI, diakhiri dengan praktik pembuatan produk MPASI. Evaluasi dilakukan dengan <em>pretest</em> dan <em>postest.</em> <strong>Hasil: </strong>Pengetahuan tentang gizi balita meningkat dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan MPASI dari 84,6 menjadi 90; Pengetahuan usaha katering MPASI 69,8 menjadi 81,3 dan peningkatan keterampilan mengolah MPASI mencapai 100%. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat karena katering MPASI yang memperhatikan standar Kementerian Kesehatan berkontribusi pada status gizi bayi dan balita. </p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20681Pemberdayaan Perempuan Nasyiatul Aisyiyah melalui Kewirausahaan Pengelolaan Sampah 2025-10-11T11:44:36+07:00Primadiyanti Arselapa465@umkt.ac.idYuli Setiowatipa465@umkt.ac.idNuraini Nurainipa465@umkt.ac.id<p><strong>Background:</strong> Peningkatan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan anggota organisasi sehingga mereka dapat mencapai sasaran program dan tujuan organisasi dengan lebih efisien dan efektif. Salah satu program yang dilakukan adalah meningkatkan kesadaran kader tentang memanfaatkan dan mengelola sampah di lingkungan tempat mereka bekerja dan tinggal. Kegiatan PKM ini ditujukan untuk kader Pengurus Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Paser. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan teknis, dan praktik langsung pembuatan produk dari sampah, yang diikuti oleh 30 peserta. <strong>Hasil:</strong> Peningkatan kapasitas SDM kader telah berkontribusi dalam menyebarluaskan serta menanamkan kesadaran akan pentingnya cinta lingkungan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi melalui peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola sampah menjadi sumber pendapatan tambahan. <strong>Kesimpulan:</strong> Secara keseluruhan, program ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan kepedulian generasi muda Muhammadiyah, yang mampu mendorong terwujudnya perubahan positif di tingkat masyarakat, bangsa, dan negara.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20804Sosialisasi Kontekstual Nilai Kehidupan Para Kudus dalam Bingkai Kitab Suci dan Tradisi Gereja 2025-10-04T16:34:41+07:00Florens Maxi Un Briamaxunstipaskak@gmail.comYofince Abatanmaxunstipaskak@gmail.comYolanda Abukmaxunstipaskak@gmail.comKasmirus Abatanmaxunstipaskak@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Iman Katolik berakar pada Kitab Suci dan Tradisi Gereja yang menghadirkan para kudus sebagai teladan hidup Kristiani. Namun, banyak umat masih kurang memahami peran para kudus, sehingga menimbulkan miskonsepsi dalam devosi dan praktik iman. Di Bali, di mana umat Katolik dan Protestan menggunakan Gereja Oikumene secara bergiliran, persoalan ini sekaligus menegaskan pentingnya pendidikan iman yang inklusif dan ekumenis. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan di Stasi St. Longginus Kepaon, Paroki Roh Kudus Denpasar-Bali, dengan melibatkan 30 peserta dari latar belakang pendidikan yang beragam. Pendekatan yang digunakan adalah Problem Based Learning (PBL) dan Community Based Research (CBR) melalui tahapan observasi awal, penyusunan materi kontekstual, ceramah interaktif, visualisasi hidup para kudus, refleksi kelompok kecil, serta evaluasi dengan pre-test dan post-test. <strong>Hasil:</strong> Program menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman iman umat, dari rata-rata nilai pre-test 56,3% menjadi 80,3% pada post-test, atau meningkat 24%. Peningkatan tertinggi tampak pada pemahaman tentang <em>communio sanctorum</em>, pembedaan antara penghormatan dan penyembahan, serta penerapan teladan para kudus dalam kehidupan sehari-hari. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendekatan partisipatif dan kontekstual terbukti efektif dalam memperdalam aspek kognitif dan praksis iman. Selain menambah pengetahuan, kegiatan ini mendorong umat untuk menghidupi nilai kekudusan dalam komunitas basis serta memperkuat semangat ekumene di Bali. Model ini dapat direplikasi di paroki lain sebagai strategi pendidikan iman yang kontekstual, aplikatif, dan transformatif.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20895Peningkatan Kepesertaan Layanan Posyandu melalui Revitalisasi Kader dan Edukasi Gizi Berbasis Teknologi Komunitas (GiziKit dan WhatsApp Blast)2025-10-04T16:52:17+07:00Nurmalia Lusidanurmalialusida@umj.ac.idAndriyani Andriyaniandriyani@umj.ac.idFitria Rosmifitriarosmi@umj.ac.idTri Yuni Hendrawatiyuni.hendrawati@umj.ac.idLatifah Nur Ainilatifahnuraini@umj.ac.idKhalisya Nasywa Azqiakhalisyanasywa@umj.ac.idIrfan Azka Zidniirfanazkazidni@umj.ac.idYosi Duwita Arindaduwitayosi@gmail.comReddy Oktariawanreddy@umj.ac.id<p><strong>Background: </strong>Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak yang berperan penting dalam pencegahan stunting. Namun, tingkat kepesertaan ibu balita di Posyandu Kartini 19 masih rendah (<40%) dan literasi gizi terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kepesertaan dan pengetahuan gizi melalui revitalisasi peran kader, perbaikan sarana, edukasi gizi berbasis GiziKit Komunitas, serta penerapan pencatatan digital terintegrasi dengan pengingat otomatis <em>WhatsApp Blast</em>. <strong>Metode:</strong> Desain pra-eksperimental (one group pre–post) melibatkan 52 ibu balita dan 10 kader. Partisipasi dinilai dari persentase kehadiran bulanan; literasi gizi diukur <em>pre–post</em> dan dianalisis dengan uji Wilcoxon. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan adanya peningkatan kepesertaan dari 33% menjadi 62% dalam tiga bulan serta peningkatan signifikan literasi gizi ibu balita (p = 0,000). Perbaikan sarana posyandu, sistem komunikasi digital, dan media edukasi gizi terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman gizi keluarga. <strong>Kesimpulan:</strong> Intervensi berbasis kader dan teknologi sederhana mampu mengatasi masalah rendahnya kepesertaan posyandu dan literasi gizi. Kegiatan ini berpotensi berkelanjutan melalui pendampingan kader dan pengayaan konten digital, serta dapat direplikasi pada posyandu lain di tingkat kota/provinsi.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21059Pelatihan Media Pembelajaran Aplikasi Feliz Terintegrasi Framework MAS Darul Falah 2025-10-20T09:18:57+07:00Sri Rahmah Dewi Saragihoktaviananirmalapurba@gmail.comMapilindo Mapilindooktaviananirmalapurba@gmail.comAzrai Siraitoktaviananirmalapurba@gmail.comOktaviana Nirmala Purbaoktaviananirmalapurba@gmail.com<p><strong>Background:</strong> The transformation of education in the digital era requires educators to master innovative, practical, and integrated learning media, in line with global standards such as the UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (2018). In reality, 35 teachers at MAS Darul Falah still face limitations in utilizing digital applications. To address this need, the community service team implemented a training program on the use of the Feliz application, integrated with a learning framework. <strong>Method:</strong> The activity was carried out using the Experiential Learning method, emphasizing hands-on practice. Although the intensive training session was conducted in one full day, the overall mentoring program ran for seven months to ensure sustainability. Evaluation indicators used quantitative instruments through pre-test and post-test on three competence aspects and structured observations. <strong>Results:</strong> The results showed a significant improvement in teachers’ skills in designing interactive learning media, with capability increasing from 15% to 70% (a 55% improvement). This concrete contribution was measured and demonstrated through the measurable increase in competence. The improvement in teachers’ self-confidence (from 25% to 80%) was analyzed using the concept of Self-Efficacy (Bandura). <strong>Conclusion:</strong> This program not only enhanced teachers’ competencies but also provided measurable contributions to the quality of the teaching and learning process at MAS Darul Falah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/18545Revitalisasi Budaya Lokal Masyarakat Indonesia di Malaysia2025-05-14T10:48:50+07:00Saiful Saifulsaiful@unismuh.ac.idRadiah Hamidsaiful@unismuh.ac.idNurjannah Nurjannahsaiful@unismuh.ac.idTaufiqurrahman Hasyimsaiful@unismuh.ac.idHerman Saharasaiful@unismuh.ac.id<p><strong>Background:</strong> Revitalisasi budaya lokal menjadi isu penting dalam konteks globalisasi dan migrasi yang cepat. Masyarakat Indonesia yang tinggal di Malaysia merupakan salah satu kelompok diaspora yang membawa serta beragam tradisi, nilai, dan praktik budaya dari tanah air. Namun, dalam proses adaptasi di lingkungan baru, banyak dari elemen budaya tersebut terancam punah atau kehilangan maknanya. Hal ini mendorong perlunya upaya revitalisasi untuk memastikan bahwa warisan budaya tersebut tetap hidup dan relevan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan, melestarikan dan memperkuat identitas budaya serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman anak-anak Indonesia yang tinggal di Malaysia tentang warisan budaya atau identitas budaya yang ada di Indonesia khususnya di Sulawesi Selatan. <strong>Metode:</strong> Sesi edukasi yang memperkenalkan berbagai aspek budaya Sulawesi Selatan, termasuk bahasa, adat istiadat, musik, dan tari. Melalui presentasi visual, video, dan cerita, anak-anak diajak untuk memahami kekayaan budaya yang menjadi bagian dari identitas mereka. Sesi ini juga diisi dengan tarian tradisional sehingga anak-anak melihat langsung tarian yang berasal dari Sulawesi Selatan. <strong>Hasil:</strong> Anak-anak mengenal budaya Sulawesi Selatan yang membangkitkan rasa bangga dan penghargaan terhadap budaya dari negaranya. <strong>Kesimpulan:</strong> Revitalisasi budaya lokal bukan hanya sekadar upaya pelestarian, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam membangun karakter dan identitas anak-anak Indonesia di perantauan. Diharapkan, mereka akan terus meneruskan pengetahuan dan kecintaan terhadap budaya Sulawesi Selatan, sehingga warisan ini tetap hidup dan berkembang di tengah generasi mendatang. Melalui upaya ini, anak-anak diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang percaya diri, toleran, dan menghargai keberagaman, serta mampu berkontribusi positif baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19914REDI (Rekan Diabetisi): Model Pendampingan Diabetisi dalam Mencapai Target Glikemik di Kelurahan Mulyorejo Kota Malang2025-09-26T17:28:40+07:00Dwipajati Dwipajatidwipajati@poltekkes-malang.ac.idMaria Diahdwipajati@poltekkes-malang.ac.idIndri Hapsaridwipajati@poltekkes-malang.ac.idI Nengah Tanu Komalynadwipajati@poltekkes-malang.ac.idKarina Muthia Shantidwipajati@poltekkes-malang.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Angka kejadian diabetes melitus mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa dekade terakhir, termasuk di Indonesia. Mayoritas diabetisi mengalami kesulitan dalam menerapkan pilar penatalaksanaan diabetes melitus, serta merasakan jenuh ketika target glikemik belum tercapai. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan diabetesi dalam menerapkan 5 pilar pengendalian diabetes melitus. <strong>Metode: </strong>Ceramah dan praktik. <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan nilai pengetahuan secara signifikan sebanyak 13,34 poin pada kader posyandu lansia setelah diberi edukasi (<em>p</em>=0,006). Diabetesi juga mengalami peningkatan pengetahuan signifikan pada penyuluhan pertama dan kedua (<em>p</em>=0,023; <em>p</em><0,001). Kadar gula darah GDP dan GD2JPP diabetesi mengalami penurunan setelah proses pendampingan, namun tidak berbeda secara signifikan (<em>p</em>=0,363; <em>p</em>=0,567). <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kegiatan perlu dilakukan secara berkala agar dalam jangka waktu yang lebih panjang, sehingga dapat mendukung perubahan perilaku yang memengaruhi nilai antropometri dan biokimia.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20282Pelatihan Pembuatan Jamu Kunyit Asam dan Beras Kencur Instan di SMK Harapan Massa Depok 2025-09-28T12:40:49+07:00Desy Muliana Wenasdesym3wjo@gmail.comErwi Putri Setyaningsihdesym3wjo@gmail.comIka Maruya Kusumadesym3wjo@gmail.comRitha Widya Pratiwidesym3wjo@gmail.comKurniatul Hasanahdesym3wjo@gmail.comSaiful Bahridesym3wjo@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Jamu is an ancestral heritage of the Indonesian people that has important health benefit. Kunyit Asam (turmeric and tamarind) and Beras Kencur (rice and aromatic ginger) are two types of jamu that can help maintain and improve the health of adolescent students. This community service activity aims to help the students of SMK Harapan Massa understand how to make turmeric-tamarind and rice-kencur instant herbal drinks, as well as to grasp their uses and benefits<strong>. Method:</strong> Fifty-eight respondents participated in a training session focused on making instant kunyit asam and beras kencur. The questionnaire is used as a benchmark to measure the knowledge level of the students at SMK Harapan Massa. <strong>Results:</strong> There was an increase in questionnaire scores, indicating an improvement in the knowledge of respondents who completed both the pre-test and post-test, such as 87% (pre-test) menjadi 90% (post-test). <strong>Conclusions:</strong> The jamu workshop had enhance the students' knowledge and understanding of the benefits, preparation, production, and safe consumption methods of jamu.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20481Penguatan Kompetensi Guru Tk Melalui Pelatihan Inovatif Pembelajaran Berbasis Bermain di Parung, Jawa Barat2025-10-06T20:57:14+07:00Sofia Hartatisofiahartati@unj.ac.idAde Dwi Utamisofiahartati@unj.ac.idEriva Syamsiatinsofiahartati@unj.ac.idFitria Budi Utamifitriabudiutami.2005@gmail.comAnita Roslina Simanjuntaksofiahartati@unj.ac.idUmi Waheeda binti H Abdul Rahmansofiahartati@unj.ac.id<p><strong>Background: </strong>Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berperan penting dalam membentuk perkembangan kognitif, afektif, sosial, dan motorik anak. Guru Taman Kanak-kanak (TK) menjadi fasilitator utama pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak. Namun, di wilayah Parung, Jawa Barat, sebagian guru TK masih mengalami keterbatasan dalam mengimplementasikan strategi pembelajaran inovatif berbasis bermain. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru TK melalui pelatihan inovatif yang mengintegrasikan prinsip pembelajaran berbasis bermain, pendekatan partisipatif, dan pemanfaatan sumber daya lokal. <strong>Metode:</strong> Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan 20 guru TK dari berbagai lembaga pendidikan di Parung. Tahapan meliputi analisis kebutuhan, penyusunan modul, pelaksanaan workshop interaktif, praktik lapangan, serta sesi refleksi dan evaluasi. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test kompetensi pedagogik, observasi aktivitas guru, dan wawancara mendalam. <strong>Hasil:</strong> Pelatihan menghasilkan peningkatan signifikan kompetensi guru pada aspek perencanaan pembelajaran, pemilihan media dan metode bermain, serta keterampilan mengelola interaksi belajar. Guru menunjukkan penerapan strategi pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan berpusat pada anak. <strong>Kesimpulan:</strong> Program pelatihan inovatif berbasis bermain ini efektif meningkatkan kompetensi pedagogik guru TK di Parung. Keberlanjutan dampak positif dapat diperkuat melalui pembentukan komunitas belajar guru dan dukungan kebijakan dari pemerintah daerah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20696Edukasi Kesehatan Remaja sebagai Strategi Pencegahan Stunting2025-09-28T12:58:29+07:00Feni Amelia Puspitasarifeniamelia.puspitasari@gmail.comUrsula Arus Rinestaelsafeniamelia@thamrin.ac.idHelena Golang Nuhanfeniamelia@thamrin.ac.id<p><strong>Background: </strong>Masa remaja menjadi periode kritis dalam menentukan kualitas kesehatan generasi mendatang. Salah satu permasalahan gizi pada remaja di Indonesia yaitu anemia dan gizi kurang yang dapat berdampak pada risiko melahirkan anak stunting di kemudian hari. Pendidikan kesehatan reproduksi dan gizi yang tepat pada remaja menjadi strategi penting dalam memutus mata rantai stunting. <strong>Metode:</strong> Kegiatan PKM ini merupakan kegiatan edukasi kesehatan berbasis sekolah yang dilaksanakan di SMK Budhi Warman 1, Jakarta Timur, sasaran siswa/siswi kelas X. Data karakteristik meliputi usia, jenis kelamin, pengalaman seksual, riwayat penerimaan pendidikan seksual, konsumsi tablet tambah darah (TTD), serta status gizi. Evaluasi intervensi dilakukan melalui pre-test dan post-test mengenai pengetahuan pendidikan seksual dan pencegahan stunting. <strong>Hasil:</strong> Intervensi edukasi memberikan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rata-rata skor pengetahuan pendidikan seksual meningkat 2,1 poin, dan pengetahuan pencegahan stunting meningkat lebih besar yaitu 7,3 poin. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pendidikan seksual dan pencegahan stunting. Integrasi berkelanjutan diperlukan dalam kurikulum sekolah dengan pendekatan media interaktif sesuai karakteristik remaja digital, serta penguatan program konsumsi TTD melalui kolaborasi sekolah, puskesmas, dan keluarga.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20825Pelatihan Inovasi Olahan Singkong Kekinian untuk Pemberdayaan Ekonomi Perempuan PKK Bumijo Kulon Kota Yogyakarta2025-10-04T10:29:11+07:00Luthfi Riyadh Rahman Riyadhlutfiriyadh@uny.ac.idReza Restianalutfiriyadh@uny.ac.idNova Suparmantolutfiriyadh@uny.ac.id<p><strong>Background:</strong> Community empowerment through the utilization of local food potential is an essential strategy to support economic independence, particularly for underprivileged women groups. This Community Service Program aimed to enhance the skills of PKK Bumijo Kulon members in processing cassava (Manihot esculenta Crantz) into contemporary food products with higher economic value while equipping participants with business management and digital marketing skills. <strong>Method:</strong> The implementation method applied a participatory approach through preparation, training, hands-on practice, mentoring, and evaluation stages. The program was conducted over two days, with digital marketing training on the first day and cassava processing practice on the second day, producing innovative products such as cassava cheese sticks, cassava with milk, chocolate cassava chips, and cassava “lumpur surga.” <strong>Results:</strong> The results indicated improvements in participants’ knowledge and skills in product innovation and the use of social media for promotion. Evaluation using questionnaires showed an average score of 3.5–3.8 (out of 4), reflecting a high satisfaction level. <strong>Conclusion:</strong> This program effectively improved technical skills, entrepreneurial motivation, and contributed significantly to strengthening the local economy.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20915Pemberdayaan Komunitas Perempuan Percut Sei Tuan dalam Duta Keseimbangan Lingkungan Melalui Konsep EBSCO (Edukasi Berkelanjutan dengan Kesadaran, Cinta, dan Optimisme2025-09-26T20:23:43+07:00Zuliana Zulianazuliana@umsu.ac.idMuhammad Qoribzuliana@umsu.ac.idDes Suryanizuliana@umsu.ac.id<p><strong>Background: </strong>Fenomena lingkungan merupakan peristiwa atau perubahan yang terjadi di alam dan berdampak pada ekosistem, manusia dan makhluk hidup lainnya. Di Indonesia dan dunia, ada banyak fenomena lingkungan yang patut diperhatikan karena dampaknya sangat besar. Bahkan di tingkat lokal, terutama terkait pengelolaan sampah dan sanitasi. Komunitas perempuan di Percut Sei Tuan belum sepenuhnya diberdayakan terkait denga isu lingkungan. Maka, perlu adanya pemberdayaan sebagai agen perubahan lingkungan melalui model EBSCO. <strong>Metode</strong> partisipatif diterapkan dalam 3 fase : (1) Edukasi Kesadaran (pelatihan pengelolaan sampah terpadu), (2) Aksi Cinta Lingkungan (pembentukan bank sampah dan produksi pupuk kompos dan eco-enzyme), serta (3) Penguatan Optimisme (kewirausahaan hijau). Peserta melibatkan 213 ibu rumah tangga dari 6 dusun terdampak banjir sampah. Hasil evaluasi pre test dan post test menunjukkan 67% meningkat 84% literasi lingkungan (uji paired sample t-test, p < 0.05), pendirian 1 unit bank sampah dengan volume terkelola 50 kg/bulan, serta peningkatan pendapatan Rp 450.000/KK/bulan dari penjualan kerajinan daur ulang. <strong>Kesimpulan </strong>Model EBSCO terbukti efektif menciptakan keberlanjutan ekologis-sosial berbasis komunitas perempuan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21091Edukasi Bencana sebagai Upaya Peningkatan Kapasitas Bencana Penyandang Disabilitas Netra di Kabupaten Banyuwangi 2025-10-20T09:24:31+07:00Alfiatus Zulfaalfiatus.zulfa.2407218@students.um.ac.idSyamsul Bachrialfiatus.zulfa.2407218@students.um.ac.idYusuf Suhartoalfiatus.zulfa.2407218@students.um.ac.id<p><strong>Background:</strong> Disaster awareness is a key factor in improving individual preparedness for disaster threats, especially for people with visual impairments, including vulnerable groups who require an educational approach tailored to the characteristics of visual impairment. Therefore, this study aims to increase inclusive disaster awareness for people with visual impairments in Banyuwangi Regency, which has a high disaster risk index. <strong>Method:</strong> The method used was Participatory Action and Learning for Sustainability (PALS), which involved 10 active community participation in four stages, namely awareness raising, capacity building, mentoring, and institutionalization. <strong>Results:</strong> The study showed that the level of disaster awareness among people with visual impairments was low. The implementation of outreach using accessible media increased participants' understanding of the types of disasters and independent evacuation measures, although obstacles were encountered in the field, such as variations in educational backgrounds, language sensitivity, and limited technological literacy. This was demonstrated by an increase in the average pre-test score, which was initially low (32.5), to 91.5 in the post-test, or an increase of 59 points. The increase in knowledge levels was also evidenced by the Normalized Gain (N-gain) calculation results, with an average in the high category (g>0.7), proving that there was no knowledge gap. <strong>Conclusion:</strong> Improving inclusive disaster awareness requires continuous education, information media tailored to the characteristics of disabilities, and cross-sectoral support to achieve equitable disaster preparedness.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19097Pelatihan Pendidikan Perubahan Iklim dengan Proyek STEM Berbasis Augmented reality bagi Komunitas Belajar IPA Deli Serdang 2025-09-04T10:59:02+07:00Widia Ningsihwidianingsih89@unimed.ac.idLazuardi Lazuardiwidianingsih89@unimed.ac.idSusilawati Amdayaniwidianingsih89@unimed.ac.idTariza Fairuzwidianingsih89@unimed.ac.idEdi Purwantowidianingsih89@unimed.ac.id<p><strong>Background:</strong> Perubahan iklim saat ini menjadi salah satu isu global paling serius yang berdampak pada lingkungan, sosial, dan ekonomi. Pembelajaran berbasis proyek STEM telah menjadi pendekatan efektif dalam pendidikan yang mengintegrasikan pemecahan masalah dunia nyata yang kompleks, termasuk perubahan iklim. Selain itu, teknologi <em>augmented reality</em> semakin banyak diterapkan dalam proses pembelajaran STEM untuk meningkatkan pengalaman belajar yang lebih imersif dan interaktif. Namun, hasil observasi dan penyebaran angket menunjukkan bahwa sebagian besar guru IPA di Deli Serdang belum memiliki pengalaman dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek STEM, serta masih minim dalam pemanfaatan teknologi seperti <em>augmented reality</em> sebagai media pembelajaran. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan proyek pembelajaran perubahan iklim berbasis STEM yang diintegrasikan dengan media <em>augmented reality</em>. <strong>Metode: </strong>Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan pendekatan pelatihan partisipatif. Adapun metode yang dilaksanakan dalam kegiatan ini dilakukan beberapa tahap, antara lain: tahapan persiapan, pelaksanan kegiatan (pemberian materi dan pelatihan), dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Medan dan diikuti oleh 18 guru anggota Komunitas Belajar IPA Deli Serdang dan dilaksanakan pada 10 Mei 2025 di SMP Negeri 2 Percut Sei Tuan.<strong> Hasil: </strong>Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep perubahan iklim, pendekatan STEM, serta kemampuan menggunakan dan mengembangkan media <em>augmented reality</em> dengan aplikasi <em>Assemblr Edu</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan ini berhasil membekali guru dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan untuk mendesain pembelajaran inovatif yang mendukung pendidikan lingkungan dan penguatan literasi digital di sekolah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20008Menyoal Stunting dan Pola Asuh pada Keluarga Pekerja Migran di Kabupaten Lombok Timur 2025-09-04T11:17:18+07:00Toetik Koesbardiatitoetik.koesbardiati@fisip.unair.ac.idIrfan Wahyuditoetik.koesbardiati@fisip.unair.ac.idDelta Bayu Murtitoetik.koesbardiati@fisip.unair.ac.id<p><strong>Background:</strong> Di keluarga migran terutama jika istri yang menjadi pekerja migran, pengasuhan anak berpindah ke suami atau keluarga besar lainnya. Penelitian ini (melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat) dilakukan di Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur bertujuan untuk mendeskripsikan pola asuh keluarga migran terkait dengan kejadian stunting. <strong>Metode:</strong> Sebanyak 25 peserta yang terdiri dari ibu atau pengasuh anak balita bergabung dalam Focus Group Discussion (FGD) dan sebanyak 8 anak balita yang kemudian diukur secara antropometri untuk mengetahui status gizinya. <strong>Hasil:</strong> Hasil FGD muncul dua pernyataan utama yaitu: “ayam dan telur (protein) adalah untuk ayah” dan “makanan apapun tidak membuat mati”. <strong>Kesimpulan:</strong> Berdasarkan gambaran ini menunjukkan bahwa pola asuh berkaitan erat dengan budaya lokal yang menentukan pilihan makanan, pemberian makanan dan pembagian makanan yang pada tahap tertentu dapat berpengaruh terhadap kejadian stunting.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20324Peningkatan Pengetahuan Gizi Seimbang Melalui Edukasi Interaktif pada Siswa SMP Negeri 19 Palembang 2025-09-13T20:18:43+07:00Anita Rahmiwatianita_rahmiwati@fkm.unsri.ac.idTri Wahyunitriwahyuniii95@gmail.comAudry Maharani A.Paudrymaharani549@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong>Remaja merupakan kelompok usia yang berada dalam fase penting pertumbuhan dan perkembangan, sehingga membutuhkan asupan gizi yang optimal. Namun, masih banyak remaja yang kurang memahami pentingnya gizi seimbang, termasuk siswa di SMP Negeri 19 Palembang. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan gizi seimbang siswa melalui pendekatan edukatif yang interaktif dan sesuai karakteristik remaja. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini dilaksanakan di SMP N 19 Palembang berupa penyuluhan dengan media presentasi dan permainan edukatif “Ranking 1”. Materi mencakup pengertian gizi seimbang, zat gizi makro dan mikro, konsep “Isi Piringku”, serta bahaya konsumsi gula berlebih dan gaya hidup sedentari. Kegiatan dilakukan secara partisipatif dengan evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. <strong>Hasil:</strong> Adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi, ditunjukkan oleh perbandingan skor sebelum dan sesudah kegiatan. Permainan edukatif juga terbukti meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam memahami materi gizi. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendekatan edukasi visual dan interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang serta dapat menjadi strategi pembelajaran gizi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20511Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan Organisasional Anggota Menuju karangtaruna Mandiri 2025-08-26T17:36:45+07:00Dede Rusmanadede.rusmana.fe@um.ac.idFuad Abdul Fattahfuad.fattah.feb@um.ac.idRachmad Hidayatrachmad.hidayat.fe@um.ac.id<p><strong>Background: </strong>Karang Taruna, as mandated by the Indonesian Ministry of Social Affairs Regulation No. 25/2019, is a village-level youth organization for social empowerment. This study aimed to evaluate the effectiveness of an entrepreneurship training for Karang Taruna members in Sumberjo Hamlet, Wonogiri.<strong> Methods: </strong>A paired pretest–posttest design was applied to 20 participants. The intervention comprised socialization, business planning, basic bookkeeping, and digital marketing. Entrepreneurial knowledge was measured before and after the training and analyzed using a Paired t-test at α = 0.05. <strong>Results: </strong>The pretest mean was 77.35 (SD = 5.234) and the posttest mean was 84.35 (SD = 9.287); the mean difference (pre minus post) was −7.00 with t(19) = −3.335; p = 0.003; 95% CI [−11.393; −2.607]. The pre–post correlation was 0.263 (p = 0.263), indicating a weak association. These findings confirm a significant knowledge gain following the training.<strong> Conclusions: </strong>The entrepreneurship training effectively improved participants’ understanding and merits continuation through monthly business clinics and a supportive village-level ecosystem. <strong>Keywords:</strong> Community Service; Entrepreneurship; Karang Taruna; Paired t-test; Rural Youth; Training.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20724Sosialisasi Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Pada Tanaman Jagung Di Desa Nglampin2025-09-28T13:01:09+07:00Yani Qoriatiyaniq@unugiri.ac.idAhmad Farid Utsmanyaniq@unugiri.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki nilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan perekonomian masyarakat pedesaan. Namun, produktivitas jagung sering mengalami penurunan akibat serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani desa Nglampin kecamatan Ngambon kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia dalam melakukan pengendalian OPT secara tepat. <strong>Metode: </strong>Persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta dengan hasil peningkatan 90% berdasarkan nilai <em>postest </em>dan <em>pretest</em>. Survei hasil kepuasan sosialisasi didapatkan nilai persentase 85% dengan nilai sangat puas dan 15% menilai cukup puas. <strong>Kesimpulan: </strong>Sosialisasi ini efektif meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petani tentang penyuluhan OPT pada tanaman jagung di desa Nglampin dengan dibuktikan pada hasil <em>postest</em>, <em>pretest</em>, dan survei kepuasan kegiatan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20842Membangun Kesiapsiagaan Masyarakat melalui Simulasi Mitigasi Kebakaran di Sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak, Teluk Lerong Samarinda2025-10-04T16:41:20+07:00Ida Ayu Indira Dwika Lestarigek.indira@fkm.unmul.ac.idDewi Novita Hardiantigek.indira@fkm.unmul.ac.idIwan M Ramdangek.indira@fkm.unmul.ac.idMuhammad Sultangek.indira@fkm.unmul.ac.idAnindya Monika Putrigek.indira@fkm.unmul.ac.idRifdah Wardanigek.indira@fkm.unmul.ac.id<p><strong>Background: </strong>Wilayah sekitar Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) PT X, Teluk Lerong Samarinda, merupakan kawasan berisiko tinggi terhadap kebakaran karena keberadaan fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar yang mudah terbakar. Rendahnya pemahaman masyarakat serta minimnya latihan tanggap darurat meningkatkan potensi kerugian jiwa dan material. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas warga dalam mitigasi kebakaran melalui edukasi dan simulasi. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan tentang bahaya kebakaran, prinsip pencegahan, pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), dan simulasi evakuasi darurat. Kegiatan melibatkan peserta dari perwakilan ibu-ibu PKK, anak sekolah dasar, perwakilan RT sekitar TBBM dan berlangsung selama satu hari. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 40% (berdasarkan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>), terbentuknya peta risiko partisipatif yang mengidentifikasi jalur evakuasi dan titik kumpul aman, serta peningkatan keterampilan warga dalam menggunakan APAR dengan tingkat keberhasilan pemadaman awal mencapai 85%. Pada simulasi evakuasi, 90% peserta berhasil mengikuti prosedur dengan benar, meskipun masih ditemukan hambatan pada koordinasi antar RT dan kurangnya alat peringatan dini. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi, pemetaan risiko, dan simulasi terbukti efektif meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi kebakaran. Diperlukan penguatan koordinasi antar-RT, pembentukan relawan kebakaran, dan penyediaan fasilitas darurat berkelanjutan dari pemangku kepentingan untuk memperkuat ketahanan komunitas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20928Edukasi Kesehatan Mental dalam Islam dan Pelatihan Kewirausahaan bagi Komunitas Jurnal Pelajar Ponorogo2025-10-04T17:27:01+07:00Devid Dwi Erwahyudindeviderwahyudin@umpo.ac.idAdib Khusnul Roisadibkhusnulrois@gmail.comAfitria Rizkianaafitriarizkiana@umpo.ac.idNabila Azzahwanabilaazzahwa@gmail.comArdiansyah Mustofa Latiefardiansyahmus@gmail.com<p>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya kesehatan mental dalam perspektif Islam sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan pada generasi muda, khususnya anggota Komunitas Jurnal Pelajar Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, dan pelatihan kewirausahaan berbasis kreativitas literasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terkait konsep kesehatan mental Islami yang berlandaskan nilai ketenangan hati, kesabaran dan tawakal. Selain itu, peserta mampu merumuskan ide-ide wirausaha sederhana yang dapat dikembangkan melalui keterampilan membuat produk kewirausahaan. Program ini diharapkan menjadi upaya preventif terhadap masalah psikososial remaja serta meningkatkan kemandirian ekonomi berbasis nilai Islam.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19153Upaya Pencegahan Stunting melalui Program EDITING di Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas2025-08-27T09:08:47+07:00I Putu Widyanto I Putu Widyantoputuwidyanto@gmail.comNi Nyoman Sri Yulianiputuwidiyanto@gmail.comHeri Kusuma Tarupayputuwidiyanto@gmail.comReno Renoputuwidiyanto@gmail.comI Nyoman Uripputuwidiyanto@gmail.com<p data-start="0" data-end="464"><strong>Background: </strong>Tingginya angka stunting di Kecamatan Basarang merupakan permasalahan serius yang memerlukan penanganan khusus. Upaya intervensi dilakukan secara menyeluruh melalui program EDITING, meliputi penyuluhan edukatif dan demonstrasi pembuatan MP-ASI. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu memperluas pengetahuan masyarakat dan generasi muda mengenai cara mencegah dan mengatasi stunting dan meningkatkan kemampuan generasi muda maupun calon ibu dalam menyiapkan MP-ASI yang sehat dan bergizi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan pengabdian ini menggunakan dua metode pelaksanaan yaitu metode pendidikan masyarakat dan metode pelatihan. Metode pendidikan masyarakat dengan penyuluhan melalui presentasi materi menggunakan metode ceramah dan pemutaran video edukatif yang membahas pencegahan stunting, gizi, pendidikan parenting, serta komposisi makanan yang sesuai untuk bayi. Metode pelatihan dengan demonstrasi pembuatan MP-ASI sehat dengan pangan lokal. <strong>Hasil: </strong>Hasil pelaksanaan program I di kantor kecamatan Basarang menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada kelompok sasaran setelah menerima edukasi, angka pengetahuan meningkat dari 65,4% menjadi 92,1%. Pada program II dilaksanakan di SMAN 1 Basarang, peningkatan pengetahuan juga terlihat signifikan, dari 36,3% menjadi 94,3%. <strong>Kesimpulan: </strong>Program pencegahan stunting di Kecamatan Basarang terbukti meningkatkan pengetahuan pencegahan stunting dan kemampuan menyiapkan MP-ASI yang sehat dan bergizi kelompok sasaran secara signifikan. Diharapkan program ini berlanjut dengan dukungan Puskesmas, Pemerintah Daerah, dan institusi pendidikan agar upaya penanggulangan stunting semakin meluas dan berkesinambungan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20072Pengenalan Kosakata Bahasa Inggris Melalui Permainan Puzzle Interaktif untuk Anak Usia Sekolah Dasar2025-09-13T15:35:26+07:00Darmayanti Yantifaiumb.darmayantiyanti@gmail.comNur Jannahfaiumb.darmayantiyanti@gmail.comBayu Agusran Muusafaiumb.darmayantiyanti@gmail.comUlia Ramadhanifaiumb.darmayantiyanti@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Penguasaan perbendaharaan kata adalah salah satu kunci utama dalam belajar Bahasa Inggris, terutama untuk anak usia sekolah dasar yang sedang berada dalam fase awal perkembangan bahasa. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengenalkan kosakata bahasa Inggris kepada anak usia sekolah dasar melalui media pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, yaitu permainan puzzle. Anak-anak pada usia ini sedang berada dalam fase perkembangan kognitif konkret-operasional sehingga pendekatan yang melibatkan aktivitas bermain sangat efektif untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat mereka terhadap kosakata baru. <strong>Metode: </strong>Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran yang berorientasi pada permainan puzzle berupa <em>“Find the Word”</em>, <em>“Match the Picture”</em>, dan <em>“Guess the Word”</em>. Kegiatan ini dilakukan di salah satu sekolah dasar di kota Baubau, tepatnya di SDN Wangkanapi, dengan melibatkan 31 murid dari kelas IV (Empat) B sebagai peserta dalam kegiatan pengabdian ini. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media puzzle interaktif memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperkuat retensi kosakata, serta menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan. <strong>Kesimpulan: </strong>Aktivitas ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi pembelajaran bahasa Inggris yang inovatif serta menjadi alternatif metode pengajaran yang efektif yang sesuai dengan sifat anak-anak di usia sekolah dasar. Selain itu, kegiatan ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap kosakata dasar serta menciptakan suasana belajar yang positif dan bermakna. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris di tingkat dasar dapat lebih menarik dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, sekaligus mendorong inovasi dalam penggunaan media pembelajaran yang kontekstual dan kreatif.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20342Empowering Elementary School Teachers Based on Digital Literacy To Develop TPACK Skills2025-09-28T12:47:22+07:00Fina Fakhriyahfina.fakhriyah@umk.ac.idSiti Masfuahfina.fakhriyah@umk.ac.idIka Ari Pratiwifina.fakhriyah@umk.ac.idWawan Shokib Rondlifina.fakhriyah@umk.ac.id<p><strong>Background</strong>: Integrasi teknologi informasi dalam bidang pendidikan memiliki peran penting sebagai pendamping guru dalam melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar. Selain itu perlunya pengetahuan TPACK kepada guru perlu dikembangkan, karena integrasi antar kemampuan pedagogi, konten materi dan teknologi sangat diperlukan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis literasi digital untuk pengembangan keterampilan TPACK guru di SD 3 Peganjaran, meningkatkan kompetensi dan keterampilan guru dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis literasi digital untuk pengembangan keterampilan TPACK guru di SD 3 Peganjaran, dan guru mampu menyusun dan mengembangkan media pembelajaran berbasis literasi digital untuk pengembangan keterampilan TPACK guru di SD 3 Peganjaran. <strong>Metode:</strong> pelaksasnaan kegiatan menggunakan teknik Service Learning. Teknik ini guru diajak untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam merancang dan membuat pendampingan merancang media pembelajaran berbasis literasi digital. Kegiatan dilakukan dengan memberikan pendampingan dan pelatihan interaktif dengan studi kasus, tanya jawab, diskusi, curah pendapat, ide, praktik pembuatan produk dan observasi lapangan dengan mitra. <strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan PKM ini berupa pengembangan media pembelajaran berbasis literasi digital dan diaktifkan dalam penerapannya untuk mengembangkan keterampilan TPACK guru sehingga memberikan hasil yang optimal pada proses pembelajaran di sekolah, produk media pembelajaran berbasis literasi digital diterapkan secara terprogram dan produktif oleh guru. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) para guru. <strong>Kesimpulan</strong>: Guru tidak hanya memperoleh keterampilan teknis (<em>Technological Knowledge</em>) dalam mengoperasikan platform Quizizz, tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan pemahaman pedagogis (<em>Pedagogical Knowledge</em>) dalam merancang evaluasi yang menarik, serta menyesuaikannya dengan materi terbuka (<em>Content Knowledge</em>).</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20534Workshop Implementasi Pembuatan Google Sites dalam Mendukung Pembelajaran Interaktif bagi Guru di Sd Negeri 12 Biraeng Kec. Minasatene Kab. Pangkep2025-08-26T17:37:16+07:00Muh. Rahmatrahmatpgsd7@gmail.comMuhammad Zaidrahmatpgsd7@gmail.comAndi Yunarni Yusrirahmatpgsd7@gmail.comFirdah Razakrahmatpgsd7@gmail.comRustinahrahmatpgsd7@gmail.com<p><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Latar Belakang:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru digital di SD Negeri 12 Biraeng dengan mengajarkan penggunaan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Google Sites</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> sebagai media pembelajaran interaktif. Fokus pelatihan meliputi fitur dasar seperti antarmuka </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">drag-and-drop</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , penambahan teks, gambar, video, dan integrasi dengan </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Google Forms</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> . Para guru juga belajar mendesain halaman yang menarik dan mudah dinavigasi. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Metode:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Metode yang digunakan adalah kombinasi ceramah, konferensi, dan praktik langsung. Permasalahan yang dihadapi adalah kurangnya pemahaman guru dalam mengoperasikan media berbasis teknologi seperti </span></span><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Google Sites</span></span></em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> , yang disebabkan oleh tidak adanya pelatihan atau workshop. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Hasil:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> Hasil kuesioner menunjukkan keberhasilan yang tinggi: 93% peserta memahami fitur dasar, 90% percaya diri mengimplementasikannya, dan 86% merasa lokakarya sangat bermanfaat. Namun, 7% peserta masih memerlukan bimbingan untuk fitur lanjutan, dan 14% menyarankan agar materi lebih fokus pada penerapan praktis di kelas. </span></span><strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Kesimpulannya:</span></span></strong><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"> diharapkan, lokakarya ini akan menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan efektif di sekolah, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan bermanfaat.</span></span></p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20737Integrasi Literasi Budaya Lokal dalam Pendidikan Dasar: Studi Kasus Program Minggu Literasi di Desa Bayan2025-09-28T13:05:13+07:00Muh Arfahmuharfahalexanderj@gmail.comArina Nihayatiarinanihayati@fisip.unsri.ac.idRopitapitaa1803@gmail.comTria Astitriaasti03@gmail.comRosheila Melanirosheila044@gmail.comSuci Amaliya Sariamiliya.sari20@gmail.com<p><strong>Latar belakang:</strong> Program Minggu Literasi Bayan dilaksanakan untuk menjawab rendahnya integrasi budaya lokal dalam literasi sekolah dasar di Desa Bayan, Lombok Utara. <strong>Tujuan:</strong> kegiatan ini adalah meningkatkan keterampilan literasi dasar sekaligus memperkuat identitas budaya melalui cerita rakyat dan tradisi lokal. <strong>Metode:</strong> metode deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara, FGD, dan dokumentasi, dianalisis secara tematik. Hasil pre-test menunjukkan hanya 3 siswa (15%) berada pada kategori “Paham” membaca kalimat sederhana, sedangkan 2 siswa (10%) masih “Tidak Paham”. Setelah program, jumlah siswa “Paham” meningkat menjadi 7 (35%) dan kategori “Tidak Paham” menurun menjadi 0. <strong>Hasil: </strong>Wawancara guru menunjukkan siswa lebih percaya diri, antusias, dan aktif. Kebaruan penelitian ini adalah integrasi literasi budaya berbasis program Minggu Literasi yang belum pernah diteliti di Desa Bayan. <strong>Kesimpulan:</strong> program ini efektif meningkatkan literasi dasar sekaligus kesadaran budaya, sehingga perlu diintegrasikan dalam kurikulum sekolah dan dikembangkan dengan inovasi digital.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20852Pelatihan 3S "Solar Smart Santri" Guna Mewujudkan Santri Cerdas di Era Digital di Pondok Pesantren Al Ikhlas Karasan 2025-10-20T10:02:53+07:00Irna Tri Yuniahastutiirnatri@unipma.ac.idSwasti Maharaniswasti.mathedu@unipma.ac.idNoordin Asnawinoordin_asnawi@unipma.ac.idDharma Dwi Prastyadharma_2205105003@mhs.unipma.ac.idPatrick Aprillia Barettapatrick_2205105001@mhs.unipma.ac.id<p><strong>Background: </strong>Era digital menuntut setiap individu, termasuk santri, untuk memiliki literasi teknologi dan keterampilan abad 21 yang relevan dengan kebutuhan masa kini. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional perlu beradaptasi dengan perkembangan teknologi melalui integrasi literasi digital dan pemanfaatan energi terbarukan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta menumbuhkan kemandirian pesantren dalam memanfaatkan energi surya. <strong>Metode:</strong> Metode kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu survei awal untuk mengetahui tingkat pemahaman santri mengenai energi terbarukan dan PLTS, dilanjutkan dengan sosialisasi, demo, serta praktik langsung perakitan panel surya menggunakan modul PLTS skala kecil. Kegiatan diikuti oleh guru dan santri di Pondok Pesantren Al Ikhlas Karasan dengan pendekatan partisipatif. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman santri terkait prinsip kerja PLTS, komponen penyusun, serta kesadaran pentingnya energi terbarukan, dengan peningkatan persentase pemahaman antara 35%-36%. <strong>Kesimpulan:</strong> Antusiasme santri dan guru juga terlihat dari keaktifan dalam diskusi maupun praktik langsung, sehingga program ini dinilai berhasil mencapai target yang ditetapkan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20962Edukasi Kehalalan dan Keamanan Produk Berbasis Literasi Komunikasi Digital di Gilangharjo Pandak Bantul 2025-10-04T17:28:41+07:00Aulia Syafadilla Azali2408047027@webmail.uad.ac.idMuhammad Nuh2408045013@webmail.uad.ac.idDhea Rahmawati2408047038@webmail.uad.ac.idYasti Rizkandar Saraswati2408047021@webmail.uad.ac.idSapto Yulianisapto.yuliani@pharm.uad.ac.idEka Anisa Sarieka.sari@comm.uad.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Perkembangan teknologi digital membawa dampak besar pada penyebaran informasi, termasuk terkait kehalalan dan keamanan produk. Namun, literasi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), masih terbatas dalam memahami standar <em>halal-thayyib</em> dan keamanan pangan. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Gilangharjo, Bantul melalui edukasi berbasis literasi komunikasi digital. <strong>Metode: </strong>Sosialisasi, pelatihan interaktif, simulasi penggunaan laman halal resmi, pendampingan, serta evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan signifikan pengetahuan masyarakat dengan skor rata-rata pretest 41,53 meningkat menjadi 45,69 pada postest (p=0,000). Edukasi ini memberikan dampak positif yang merata tanpa dipengaruhi faktor usia maupun jenis kelamin. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi kehalalan dan keamanan produk berbasis literasi digital efektif meningkatkan kesadaran masyarakat, mendorong perilaku konsumsi kritis, serta memperkuat kesiapan UMKM menghadapi sertifikasi halal nasional.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19292Upaya Preventif Hipertensi melalui Kegiatan Edukasi GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) pada Lansia: Pengabdian Masyarakat di Baguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta2025-09-04T11:02:54+07:00Andini Rahmahdhanirahmahdhani29@gmail.comElly Rosmawatiellyrosmawati7@gmail.comPuput Septian Permatasaripuputseptian830@gmail.comLiena Sofianaliena.sofiana@ikm.uad.ac.id<p><strong>Background:</strong> Hypertension is a non-communicable disease with a high prevalence, particularly among the elderly, and is a leading cause of death in Indonesia. Bantul Regency is among the regions with a high incidence of hypertension, thus requiring community-based promotive and preventive interventions. <strong>Methods:</strong> This community service activity was conducted on February 21, 2020, in Modalan Hamlet, Banguntapan District, Bantul. The target participants were 39 pre-elderly and elderly individuals. The program consisted of two main stages: (1) blood pressure screening and health education on the Healthy Living Community Movement (GERMAS), and (2) anti-hypertension exercise as a form of physical intervention. The education covered the definition, risk factors, complications, and prevention strategies for hypertension. <strong>Results:</strong> Most participants were found to have high blood pressure. The health education session received a positive response, with active engagement from participants. The anti-hypertension exercise was conducted collectively and was well accepted by the elderly. This intervention effectively increased participants' knowledge and awareness regarding healthy lifestyles and the importance of regular blood pressure monitoring. <strong>Conclusions: </strong>The combination of health education on GERMAS and anti-hypertension exercise effectively improved awareness and promoted healthy behavior among the elderly. This intervention is a valuable strategy for hypertension prevention at the community level.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20112Peningkatan Literasi Digital Siswa Sekolah Dasar melalui Pelatihan Robotika dan Pemrograman Kode Blok di SD Negeri 3 Jatiroto Wonogiri 2025-09-13T15:37:25+07:00Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatamiagatha.mahardika@usd.ac.idEko Ariantoagatha.mahardika@usd.ac.idAntonius Hendro Noviyantoagatha.mahardika@usd.ac.idAgus Siswoyoagatha.mahardika@usd.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kemajuan teknologi digital telah mendorong pentingnya penguasaan keterampilan teknologi sejak dini, termasuk dalam bidang robotika dan pemrograman. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi digital siswa melalui pelatihan dasar robotika dan pemrograman blok di SD Negeri 3 Jatiroto, Wonogiri, yang merupakan sekolah dasar di wilayah pedesaan dengan akses teknologi terbatas. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis <em>project-based learning</em> dan kolaboratif, dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan siswa, guru, dan fasilitator. <strong>Hasil: </strong>Melalui kegiatan pengabdian ini siswa belajar cara memprogram robot dengan kode blok. Adanya peningkatan signifikan dalam keterampilan siswa, khususnya dalam pengoperasian logika program dan gerakan robot dengan nilai rata-rata sebesar 77%. Dampak positif lainnya mencakup peningkatan keterampilan berpikir kritis, kolaboratif, serta motivasi belajar siswa terhadap teknologi. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana dan waktu pelaksanaan, kegiatan ini berhasil menjadi langkah awal dalam membangun pembelajaran teknologi yang kontekstual dan adaptif. <strong>Kesimpulan:</strong> Melalui kegiatan pengabdian ini, ada peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep pemrograman blok untuk mengendalikan robot sederhana. Kegiatan serupa sangat direkomendasikan untuk pembangunan berkelanjutan dan perluasan ke sekolah dasar lain.</p>2025-12-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20367Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Anak sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Sejak Dini 2025-09-14T11:26:52+07:00Alfian Silvia Krisnasarialfiansilvia30@gmail.comSuharti Suhartialfiansilvia30@gmail.comAfifah Noeralfiansilvia30@gmail.comFatimah Hasna Karimaalfiansilvia30@gmail.comNiken Putri Eka Saraspurialfiansilvia30@gmail.comAhmad Rasyid Zakialfiansilvia30@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat, terutama pada anak-anak di pedesaan, masih menjadi tantangan kesehatan. Perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan seperti diare dan muntaber. Kebiasan mencuci tangan menggunakan sabun yang masih rendah , pengelolaan air dan sampah yang belum optimal, serta masih adanya perilaku buang air besar sembarangan menunjukkan perlunya edukasi kesehatan berkelanjutan sejak usia dini. <strong>Metode:</strong> Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang PHBS melalui penyuluhan interaktif di TPA Al-Abror Desa Kaling. Edukasi dilakukan dengan pemutaran video, diskusi, tanya jawab, dan pembagian doorprize agar anak-anak aktif berpartisipasi. Karang Taruna Bhakti Karya berperan sebagai mitra dalam penyediaan tempat, logistik, dan penyebaran informasi. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan diikuti oleh 95 anak dan mendapat tanggapan positif dengan tingkat kepuasan 90–95%. Evaluasi menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman anak-anak tentang PHBS, terutama dalam kebiasaan mencuci tangan serta etika batuk dan bersin. <strong>Kesimpulan:</strong> Program PkM ini efektif meningkatkan pemahaman dan perilaku hidup bersih anak-anak melalui metode edukatif yang menyenangkan dan dukungan aktif Karang Taruna Bhakti Karya. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perubahan perilaku, khususnya dalam kebiasaan mencuci tangan serta etika batuk dan bersin yang benar.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20583Fotografi sebagai Sarana Peningkatan Kemampuan Siswa Sekolah Menengah Akhir 2025-10-20T10:14:17+07:00Reza Anggriyashati Adaraanggriyashati@gmail.comMiftakhudin Miftakhudinmiftah.radar1@gamail.com<p><strong>Background: </strong>Fotografi dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa untuk kehidupan profesional di masa depan. Penggunaan teknik fotografi yang tepat dapat meningkatkan nilai jual satu produk atau membuat foto tersebut memiliki nilai seni. Oleh karena itu, sebuah pelatihan fotografi dibutuhkan oleh generasi muda agar mereka dapat memiliki daya saing yang lebih besar. Berkenaan dengan tujuan tersebut, Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 Bekasi mengadakan pelatihan fotografi untuk siswa-siswa SMA. Artikel ilmiah ini ditulis untuk melaporkan hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh FKSB Universitas Islam 45 Bekasi. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini diikuti oleh 72 partisipan yang berasal dari berbagai sekolah menengah di Bekasi, Indonesia. Metode dari kegiatan ini yaitu ceramah, praktek dan tanya jawab. Kegiatan ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama adalah pelatihan fotografi sedangkan sesi kedua adalah penggunaan ilmu fotografi dan desain untuk kehidupan profesional. Sesi ketiga adalah tanya jawab. Kuesioner dibagikan setelah acara untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan ini. <strong>Hasil:</strong> Hasil dari kuesioner menunjukkan bahwa mayoritas dari partisipan merasa kegiatan ini sangat berguna bagi mereka dan berharap ada kegiatan serupa yang akan diadakan dalam waktu dekat. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan fotografi yang diselenggarakan oleh Fakultas Komunikasi Sastra dan Bahasa (FKSB) Universitas Islam 45 Bekasi di SMK Karya Guna 2 Bekasi berhasil meningkatkan kompetensi teknis dan daya saing generasi muda dalam bidang komunikasi visual.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20758Pelatihan Keamanan Siber Kolaboratif Bagi Siswa-Siswi SMA/MA Guna Menumbuhkan Budaya Sadar Keamanan Informasi Sejak Dini2025-09-26T20:22:00+07:00Ahwan Ahmadiahwan_ahmadi@hamzanwadi.ac.idTaufik Akbarahwan_ahmadi@hamzanwadi.ac.idHadian Mandala Putraahwan_ahmadi@hamzanwadi.ac.idRamli Ahmadahwan_ahmadi@hamzanwadi.ac.idIntan Komala Dewi Patwariahwan_ahmadi@hamzanwadi.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Program pelatihan keamanan siber kolaboratif bagi siswa-siswi SMA/MA unggulan se-Pulau Lombok bertujuan menumbuhkan budaya sadar keamanan informasi sejak dini. Kegiatan melibatkan sembilan sekolah dengan total 27 peserta. <strong>Metode: </strong>Teori, praktik, dan diskusi kelompok. Materi mencakup keamanan siber dasar, steganografi gambar, keamanan trivia, dan digital forensik. Tiga hari pertama berfokus pada pembekalan teori secara daring, sedangkan hari terakhir berupa praktik langsung di laboratorium Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi. Evaluasi dilakukan menggunakan kuis Google Form serta praktik analisis digital untuk mengukur pemahaman siswa. <strong>Hasil: </strong>Peningkatan kemampuan peserta dalam menjawab soal teori dan praktik, serta pemahaman yang lebih baik terhadap teknik keamanan informasi. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini efektif dalam membangun kesadaran keamanan digital serta membuka peluang karier di bidang keamanan siber bagi generasi muda.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20867Guru Cermat, Anak Hebat: Peningkatan Kapasitas Guru PAUD melalui Pelatihan Skrining Tumbuh Kembang di TK Muslimat NU 27 Malang 2025-10-04T17:12:06+07:00Hilma Tsurayya Iftitahurrozahilma.tsurayya.fk@um.ac.idLintang Widya Sishartamilintang.widya.fk@um.ac.idKiky Martha Ariesakakiky.martha.fk@um.ac.idAnditri Weningtyasanditri.weningtyas.fk@um.ac.idAndini Kurniawatiandini.kurniawati.2410116@students.um.ac.idAhmad Al Qurrataa'ayunahmad.al.2410116@students.um.ac.idSabrina Auliasabrina.aulia.2310116@students.um.ac.idZhafirah Auliarahamazhafirah.auliarahma2310116@students.um.ac.idLintang Nirmalasari Gemalochaya Manggolonolintang.nirmalasari.2310116@students.um.ac.id<p><strong>Background:</strong> Early childhood is a golden period of growth and development that serves as the foundation for the quality of human resources in the future. Developmental screening in early childhood is crucial to detect growth and developmental disorders at an early stage. Early Childhood Education (ECE) teachers play a strategic role in conducting screenings within educational institutions. However, limited teacher capacity in performing developmental screenings often becomes a challenge. <strong>Methods:</strong> The program was conducted using a training approach designed based on the ADDIE model. The effectiveness of the training was evaluated by comparing the participants’ pre-test and post-test scores. <strong>Results:</strong> The activity was implemented at TK Muslimat NU 27 Malang and was attended by 12 participants, all of whom were PAUD teachers. The results showed a significant improvement in teachers’ knowledge and skills based on pre-test and post-test outcomes, as well as increased confidence in conducting growth and development screening in schools. <strong>Conclusion: </strong>This activity improved teachers’ capacity in children growth and development screening; however, further monitoring and evaluation of implementation are needed.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20974Penerapan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) Berbasis PjBL dalam Kurikulum Merdeka: Strategi Penguatan Kompetensi Guru Sejarah di Kota/Kabupaten Bogor2025-10-15T11:30:13+07:00Labibatussolihah Labibatussolihahlabibatussolihah@upi.eduErlina Wiyanartierlina_w@upi.eduNour Muhammad Adrianinour.adriani@anu.edu.auNurdiani Fathirainifathiraini_dian@upi.eduSyarah Nurul Fazrisyarahnurul20@upi.edu<p><strong>Background: </strong>Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh perubahan dalam kebijakan pendidikan nasional pasca penerapan pendekatan pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>) pada Kurikulum Merdeka. Guru sebagai pelaksana lapangan kebijakan ini membutuhkan pelatihan dan pendampingan kembali guna meningkatkan kompetensi pengajaran, salah satunya melalui model <em>Project-Based Learning (PjBL)</em> dalam mata pelajaran Sejarah. Tujuan program pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan peningkatan kemampuan guru sejarah dalam menerapkan model PjBL guna mendukung implementasi pembelajaran mendalam di kelas. <strong>Metode:</strong> Pendekatan partisipatif melalui pelatihan, <em>workshop</em>, dan pendampingan guru sejarah SMA dan SMK dengan mode <em>hybrid</em> (luring dan daring) dilaksanakan kepada sebanyak 40 guru dalam sesi luring dan 75 guru terlibat dalam sesi daring, bekerja sama dengan MGMP Sejarah Kota dan Kabupaten Bogor. Tahapan meliputi penguatan konseptual, perancangan modul ajar berbasis PjBL, implementasi simulasi kelas, serta evaluasi luaran berupa modul dan publikasi. <strong>Hasil:</strong> Pelatihan berhasil meningkatkan pemahaman guru sejarah mengenai konsep pembelajaran mendalam serta bagaimana implementasinya dalam pembelajaran sehari-hari. Penyusunan modul sederhana sebagai gambaran pemahaman dilaksanakan dengan tingkat keberhasilan mencapai lebih dari 80%. Secara program, partisipasi guru melebihi target dengan tingkat kepuasan tinggi, yakni lebih dari 90%, serta kesiapan menerapkan materi yang diajarkan. <strong>Kesimpulan:</strong> Program pengabdian ini efektif dalam memberikan penguatan kompetensi guru melalui integrasi pembelajaran mendalam dan PjBL. Model ini terbukti relevan dan efektif untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka serta memfasilitasi transformasi pembelajaran sejarah yang lebih kontekstual, kolaboratif, dan inovatif.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19481Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Integrasi Layanan Primer (ILP) di Posyandu Teratai 1 Padukuhan Kalirandu, Bangunjiwo 2025-09-04T10:39:09+07:00Ema Waliyantiemawaliyanti@umy.ac.idYuvia Dewi Amaliayuvia.dewi.fkik24@mail.umy.ac.idMandahimas Khoirul Ummahkhoirul.ummah.fkik24@mail.umy.ac.idMellisa Mellisamellisa.fkik24@mail.umy.ac.id<p><strong>Background:</strong> Program Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan strategi nasional untuk memperkuat layanan Kesehatan dasar melalui edukasi masyarakat, penguatan kader, peningkatan kualitas layanan, dan pemanfaatan media digital. Berdasarkan data Puskesmas Kasihan I tahun 2024, jumlah penderita hipertensi tercatat sebanyak 5.819 orang, namun hanya 41,4% yang telah memperoleh layanan kesehatan. Sementara itu, jumlah penderita diabetes melitus di Desa Bangunjiwo mencapai 2.480 orang, dengan cakupan layanan sebesar 42,3%. Kondisi ini menunjukkan bahwa lebih dari 50% penderita belum terlayani secara optimal. Program ILP bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat terkait kesehatan preventif dan promotif, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh dan mendukung upaya pencegahan penyakit. Hal ini menjadi sangat penting mengingat tingginya angka kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM), yang kini menjadi beban utama kesehatan masyarakat. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pelatihan ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode pengumpulan data melalui <em>Focus Group Discussion </em>(FGD), <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>, <em>role play</em> dan dokumentasi. <strong>Hasil: </strong>Terdapat perubahan nilai rata-rata pengetahuan kader sebelum dan sesudah pelatihan, dengan peningkatan sebanyak 1,5 dari yang sebelumnya rata-rata nilai 4,5 menjadi 6. Berdasarkan hasil uji <em>t-test</em> diperoleh signifikan = 0,000 yang berarti lebih kecil dari α=0,05. <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader sebelum dan sesudah diberikan pelatihan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20137Pembuatan Biopestisida Nabati: Solusi Pengendalian OPT Berbasis Lingkungan dan Kewirausahaan Softskill bagi Mahasiswa 2025-09-13T19:42:17+07:00Rina Oktavianarinaoktaviana@ulm.ac.idOpik Prasetyoopikprasetyo@ulm.ac.idLuthfiana Nurtamararinaoktaviana@ulm.ac.idMuhammad Zainirinaoktaviana@ulm.ac.idDharmono Dharmonorinaoktaviana@ulm.ac.idBunda Halangrinaoktaviana@ulm.ac.idKaspul Kaspulrinaoktaviana@ulm.ac.idRiya Iriantirinaoktaviana@ulm.ac.idDewi Amelia Widiyastutirinaoktaviana@ulm.ac.idHery Fajeriadirinaoktaviana@ulm.ac.idMuhammad Irhamna Husinrinaoktaviana@ulm.ac.id<p><strong>Background: </strong>Penggunaan pestisida sintetis yang masih dominan dalam sektor pertanian berdampak buruk terhadap kesehatan dan lingkungan. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan pelatihan kepada mahasiswa mengenai pembuatan pestisida nabati yang ramah lingkungan dan mengangkat kearifan lokal. <strong>Metode: </strong>Pelatihan ini dilaksanakan dengan cara sosialisasi dan praktik langsing di Laboratorium Biologi Umum Universitas Lambung Mangkurat dengan melibatkan 46 mahasiswa, serta memanfaatkan bahan alami seperti daun mimba, kunyit, dan serai wangi. <strong>Hasil:</strong> Melalui sesi penyuluhan dan praktik langsung, terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam meramu biopestisida. Pelatihan ini juga berkontribusi terhadap penguatan pertanian berkelanjutan serta mendorong softskill potensi kewirausahaan berbasis sumber daya lokal. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan pembuatan biopestisida nabati berhasil mencapai target yang telah direncanakan, yaitu meningkatkan pemahaman dan keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan solusi pengendalian OPT yang ramah lingkungan berbasis kearifan lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20385Pendampingan Partisipatif: Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah B3 Rumah Tangga (Diapers Bekas Urine) di Pasirkaliki Cimahi Utara2025-09-14T11:51:59+07:00Tati Ruhmawatimuslimah.tati@upi.eduUyu Wahyudindinpls@upi.eduSardin Sardinsardin@upi.eduYanti Shantiniyanti.shantini@upi.eduViena Rusmiati Hasanahviena@upi.eduNeng Ayu Rositan.ayurosita@gmail.comRusyda Ihwani Tantia Novarusydaihwani.tn@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Sampah berbahaya dan beracun rumah tangga merupakan masalah serius yang membutuhkan penanganan khusus. Pendekatan pendampingan partisipatif menjadi solusi potensial untuk memberdayakan keluarga dalam pengelolaan sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) secara berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan memberdayakan keluarga melalui peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam memilah dan mendaur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine). <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi edukasi, pelatihan dan pendampingan dalam melakukan pemilahan dan daur ulang sampah B3 rumah tangga (diapers bekas urine) kepada 20 orang ibu balita yang diambil secara purposive di Wilayah Kelurahan Pasirkaliki, Cimahi Utara. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan melakukan <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>. Instrumen pengumpul data terlebih dahulu dilakukan uji validitas dan reliabilitas sehingga valid dan reliabel. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan nilai rerata pengetahuan, sikap dan keterampilan sebelum dilakukan pendampingan secara berurutan; 56, 48, dan 40, sedangkan skor setelah pendampingan menjadi 92, 80, dan 60. Kegiatan menekankan pada intervensi berkelanjutan berbasis pemberdayaan keluarga dan hasilnya terjadi peningkatan skor pengetahuan, sikap, serta keterampilan keluarga secara signifikan, serta memberikan solusi inovatif terhadap persoalan sampah B3 rumah tangga khususnya diapers bekas urine. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendampingan partisipatif berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan keluarga dalam memilah dan mendaurulang sampah B3 rumah tangga khususnya diaper bekas urine.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20631Pelatihan Supervisi dalam Peningkatan Kualitas Mengajar Guru pada Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Karawang 2025-09-22T10:53:14+07:00Nurhattati Nurhattatinurhattati@unj.ac.idGelar Gelora Mestikagelora.mestika@unj.ac.idAhmad Jauhari Hamid Ripkiahmadjauhari@stkipkusumanegara.ac.id<p><strong>Background: </strong>Penerapan supervisi pendidikan menjadi langkah strategis dalam mendukung peningkatan mutu pembelajaran di tingkat dasar. Kegiatan pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kompetensi guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Karawang dalam melaksanakan supervisi akademik yang efektif. <strong>Metode:</strong> Program pelatihan dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu: pengenalan konsep supervisi, pelatihan keterampilan praktis, simulasi pelaksanaan di kelas, pendampingan langsung, serta evaluasi dan rencana keberlanjutan. Kegiatan berlangsung pada 26 Juli 2025 di Yayasan Mahad Al Istiqlal Karawang, dengan melibatkan narasumber dari Fakultas Ilmu Pendidikan, Jurusan Manajemen Pendidikan. <strong>Hasil:</strong> Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta, dari skor rata-rata pretest 58,2 menjadi 81,7 pada posttest. Guru juga mampu menyusun dan melaksanakan supervisi secara mandiri di lingkungan sekolah masing-masing. <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru MI dalam melakukan supervisi yang mendukung perbaikan kualitas pembelajaran. Tingginya partisipasi dan hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan seperti ini sangat dibutuhkan dan memberikan dampak positif terhadap profesionalisme pendidik di Karawang.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20774Sosialisasi Pembuatan Pupuk Ramah Lingkungan Berbasis Sirkuler Ekonomi Untuk Menunjang Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan 2025-10-04T16:54:49+07:00Rita Parmawatirita_parmawati@ub.ac.idAmin Setyo Leksonorita_parmawati@ub.ac.idPrisca Kiki Fajarwatirita_parmawati@ub.ac.idSanti Kusuma Fajarwatirita_parmawati@ub.ac.id<p><strong>Latar Belakang:</strong> Penurunan produktivitas lahan akibat penggunaan pupuk dan pestisida sintetis secara berlebihan menjadi ancaman bagi ketahanan pangan nasional. Kabupaten Ngawi sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan Pertanian Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PRLB) guna menjaga ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan petani. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi petani dalam mengadopsi PRLB melalui pemanfaatan pupuk organik lokal. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan pendidikan masyarakat berupa sosialisasi, pelatihan, dan demonstrasi pembuatan pupuk organik berbasis <em>eco-enzyme</em>, Mikroorganisme Lokal (MOL), dan Biosaka dengan melibatkan partisipasi aktif kelompok tani. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan petani mengenai konsep PRLB, keterampilan teknis dalam pembuatan pupuk organik, serta kesadaran untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Petani juga mulai memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan pertanian sebagai bahan baku pupuk, yang berdampak pada efisiensi biaya usahatani dan keberlanjutan ekosistem pertanian. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif melalui sosialisasi dan pelatihan efektif dalam mendukung penerapan PRLB di tingkat desa, dan untuk keberlanjutan disarankan adanya pendampingan rutin, pembentukan kelompok tani organik, serta sinergi dengan pemerintah daerah.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20879Pelatihan Mindfulness dalam E-Modul sebagai Upaya Mengurangi Math Anxiety Siswa SD dan Memotivasi Pembelajaran berbasis Growth Mindset2025-10-04T16:50:00+07:00Nurul Afni Sinaganurulsinaga@unimal.ac.idFitri Ayu Ningtyasfitri.ayuningtiyas@unimal.ac.idWidi Astutiwidi.astuti@unimal.ac.idTogu Nadia Siregartogunadiasiregar.230710076@mhs.unimal.ac.idRahmadani Rahmadanirahmadani.230710045@mhs.unimal.ac.id<p><strong>Background: </strong>The problems faced by the 31 teachers of Banda Sakti Elementary School's learning community partners include teachers' low understanding in handling students' math anxiety, difficulties in guiding students who are less motivated and limitations in developing digital teaching media such as interactive e-modules. This problem impacts the learning process which is less effective and students' learning motivation is low. The solution offered is training in creating e-modules integrated with mindfulness and growth mindset strategies, then the goal is achieved so that teachers can design teaching materials that can reduce students' learning anxiety and increase their motivation in learning mathematics. <strong>Methods:</strong> The method is Participatory Rural Appraisal (PRA), with a participatory approach covering five stages: (1) Identification and analysis of the initial situation, (2) Participatory planning, (3) implementation of activities in the form of 3 sessions of learning, and feedback (5) Evaluation of the program. Participants were given a pretest before the training began and a posttest after the training ended. <strong>Results:</strong> Based on the evaluation results, the average pretest scores were 48.06%. After the training, the average posttest score increased to 81.29%. These results indicate that the training also effective in improving their pedagogical competence and technological skills. Furthermore, participants were given a satisfaction survey questionnaire after the training. The results indicated that the training was effective and provided tangible benefits to teachers. <strong>Conclusion: </strong>It needs to be implemented continuously so that teacher competencies continue to develop in line with the challenges of technology-based education.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20995Peningkatan Kapabilitas Peserta Didik Vokasi Melalui Teaching factory: Inisiasi Inkubator Bisnis Produk Unggulan Siswa SMK 2025-10-05T14:21:01+07:00Iis Ismawatiiis_ismawati@utb-univ.ac.idRiri Mardaweniririmardaweni@gmail.comSophia Fadhila Albanyiis_ismawati@utb-univ.ac.idIrmawanti Irmawantiiis_ismawati@utb-univ.ac.idLisa Ayu Aryantiiis_ismawati@utb-univ.ac.idFransisca Deboraiis_ismawati@utb-univ.ac.idLifia Citra Ramadhantiiis_ismawati@utb-univ.ac.idDiah Kusumastutiiis_ismawati@utb-univ.ac.id<p><strong>Background: </strong><em>Teaching factory</em> (TeFa) di SMK MedikaCom Bandung telah berhasil mengembangkan berbagai produk unggulan, namun menghadapi kendala serius dalam aspek pemasaran dan standardisasi produk yang menghambat potensi komersialisasi. Keterbatasan ini meliputi belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi, lemahnya identitas merek, dan minimnya pemanfaatan pemasaran digital. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas siswa melalui serangkaian pelatihan yang komprehensif guna menginisiasi pembentukan inkubator bisnis. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan intensif yang mencakup empat pilar utama: (1) penyusunan SOP dan alur proses produksi; (2) desain kemasan dan branding menggunakan Canva; (3) pembuatan konten promosi; serta (4) pengelolaan <em>platform</em> penjualan di <em>marketplace</em>. <strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan ini berhasil menghasilkan purwarupa desain produk, draf SOP, serta akun penjualan yang siap diaktifkan. Selain itu, kegiatan ini secara keseluruhan, 80% peserta sangat setuju dan 33,33% setuju, bahwa pelatihan ini memberikan manfaat besar bagi mereka dalam pengembangan kegiatan TeFa selanjutnya. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berhasil menjawab persoalan prioritas yang dihadapi sekolah. Sebagai tindak lanjut, terbentuk inisiasi unit inkubator bisnis yang dikelola siswa untuk memastikan keberlanjutan program secara mandiri.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/17055Pelatihan Pembuatan Plastic Biodegradable dari Limbah Tongkol Jagung Berbasis Eco Friendly 2025-01-29T09:30:55+07:00Sunarti Sunartisunarthi2704@gmail.comAndi Muhammad Irfan Taufan Asfartauvanlewis00@gmail.comAndi Muhamad Iqbal Akbar Asfarandiifalasfar@gmail.comDewi Nurul Rukmiewinurulrukmi@gmail.comRiska Riskaanwarriska8@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Permasalahan limbah tongkol jagung di Desa Patimpeng, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, menjadi isu krusial karena belum dimanfaatkan dengan baik, sehingga sering dibakar atau dibuang, menyebabkan pencemaran lingkungan. Studi ini bertujuan untuk mengubah limbah tongkol jagung menjadi plastik biodegradable yang ramah lingkungan. <strong>Metode: </strong>Pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi. <strong>Hasil: </strong>Pengetahuan dan keterampilan mitra dalam pengolahan limbah meningkat secara signifikan; dari tingkat pemahaman awal sebesar 10–20% menjadi 100% setelah mengikuti program. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini mendukung program Desa Sehat dan Hijau 2030 dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 3 dan 12, serta meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengolah limbah menjadi produk ramah lingkungan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19761Edukasi Dampak dan Pencegahan Deepfake melalui Literasi Digital dan Keamanan Jaringan Sosial bagi Siswa SMKN 53 Jakarta 2025-09-13T15:23:29+07:00Muhammad Ridham.ridha@polytechnic.astra.ac.id<p><strong>Background: </strong>Perkembangan teknologi digital telah memunculkan tantangan baru seperti penyalahgunaan teknologi <em>deepfake</em>, yaitu manipulasi gambar, audio, dan video yang menyerupai konten asli. Di kalangan pelajar, pemahaman terhadap bahaya teknologi ini masih rendah. Observasi di SMKN 53 Jakarta menunjukkan bahwa meskipun siswa aktif menggunakan media sosial, mereka belum memahami risiko keamanan digital dan potensi penyebaran konten manipulatif. <strong>Tujuan:</strong> dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk meningkatkan literasi digital dan kesadaran keamanan siber siswa melalui edukasi tentang bahaya dan pencegahan <em>deepfake</em>. <strong>Metode:</strong> Workshop interaktif dengan pendekatan edukatif dan partisipatif, mencakup penyampaian materi, simulasi teknologi menggunakan <em>WeFaceSwap</em>, diskusi kasus nyata, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Juni 2025 dan diikuti oleh 34 siswa kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. <strong>Hasil:</strong> Pre-test menunjukkan sebagian besar siswa memperoleh skor 9–11 dari 15 soal, dan hanya 2 siswa mendapat nilai sempurna. Setelah kegiatan dan post-test, 17 siswa (50%) memperoleh nilai sempurna, dan tidak ada siswa yang mendapat nilai di bawah 10. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap bahaya <em>deepfake</em> dan pentingnya keamanan informasi digital. Model edukasi ini layak direplikasi sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi digital nasional.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20205Pendampingan Implementasi Pemanfaatan Tiktok sebagai Media Pemasaran Efektif untuk UMKM di Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara2025-08-26T17:29:43+07:00Evana Andrianievana.andriani@umk.ac.idNur Fajrieevana.andriani@umk.ac.idAkhmad Zidni Hudayaevana.andriani@umk.ac.idJati Widagdoevana.andriani@umk.ac.idJayanti Putri Purwaningrumjayanti.putri@umk.ac.id<p><strong>Background: </strong>Transformasi <em>digital</em> menuntut pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mampu beradaptasi dalam strategi pemasaran berbasis media sosial. Salah satu <em>platform</em> yang sangat diminati adalah TikTok karena kemampuannya menjangkau audiens luas melalui konten visual dan interaktif. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi implementasi pemanfaatan TikTok sebagai media pemasaran <em>digital</em> oleh pelaku UMKM pengrajin ukiran kayu di Desa Petekeyan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan mencakup observasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi yang berlangsung selama tiga bulan dengan 18 peserta. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan bahwa sebelum intervensi, pemahaman pelaku UMKM terhadap penggunaan TikTok sangat rendah (25%). Setelah pelatihan dan pendampingan, terjadi peningkatan signifikan hingga 100% dalam aspek pemahaman, keterampilan membuat konten, dan motivasi untuk menggunakan TikTok secara aktif sebagai media promosi. Evaluasi juga menunjukkan tingkat kepuasan mitra yang tinggi terhadap program pendampingan ini. TikTok terbukti menjadi alat promosi yang efektif dan efisien, terutama untuk produk berbasis kearifan lokal seperti ukiran kayu. <em>Platform</em> ini mendukung keterlibatan emosional dengan konsumen dan membangun citra brang secara <em>digital</em>. Pendampingan ini merekomendasikan diadakannya kegiatan pelatihan berkelanjutan dan pendampingan <em>digital</em>isasi pemasaran sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya saing UMKM di era <em>digital</em>. <strong>Kesimpulan: </strong>Hasil kegiatan dapat dijadikan model implementatif bagi wilayah lain dengan karakteristik serupa untuk mendorong transformasi <em>digital</em> sektor UMKM secara berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20417Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar dan Asesmen Digital Terintegrasi BrainyLand bagi Guru SD 1 Mijen 2025-09-17T10:17:47+07:00Fitriyah Amaliyahfitriyah.amaliyah@umk.ac.idPratomo Setiajifitriyah.amaliyah@umk.ac.idRani Setiawatyfitriyah.amaliyah@umk.ac.id<p><strong>Background:</strong> <em>Platform</em> edukatif dapat digunakan sebagai sarana dalam proses pembelajaran yang menyenangkan, interaktif, dan berdampak positif bagi perkembangan siswa. Pendampingan penyusunan bahan ajar dan asesmen digital yang terintegrasi dalam <em>platform</em> BrainyLand dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan dunia pendidikan, sehingga menghasilkan proses belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa. <strong>Metode:</strong> Metode realisasi pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan pendampingan pembuatan bahan ajar dan asesmen digital yang dintegrasikan dalam plarform BrainyLand (Bringing Numeracy and Literacy for Young Learners through Local Wisdom Tanah Wali) yang diikuti oleh 14 guru SD 1 Mijen dan siswa kelas 5 SD. Materi pendampingan dan pelatihan yang diberikan meliputi: 1) Identifikasi jenis-jenis bahan ajar dan asesmen digital, 2) Pembuatan bahan ajar dan asesmen digital berbasis kearifan lokal, 3) Pengembangan plarform BrainyLand dengan mengunggah bahan ajar dan asesmen digital yang telah dibuat, 4) Implementasi penggunaan dan pengujian plarform BrainyLand kepada siswa kelas 5. <strong>Hasil: </strong>Pendampingan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun bahan ajar dan asesmen digital berbasis kearifan lokal, sehingga menciptakan ekosistem pembelajaran yang menyenangkan dengan tetap mengedepankan nilai-nilai budaya lokal. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam penyusunan bahan ajar dan asesmen digital yang terintegrasi dalam <em>platform</em> BrainyLand sebagai jembatan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20663Pengembangan Sistem Pendeteksi Uang Otomatis Berbasis Arduino untuk Meningkatkan Kemandirian Penyandang Tuna Netra 2025-09-22T10:56:59+07:00Purnama Helena Hutabaratpurnamahutabarat28@gmail.comMuhammad Sakbansibanggor.madina@gmail.comRicky Jonathanrickyjonathan726@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Proses mengenali uang kertas bagi individu dengan penglihatan normal berbeda dengan penyandang tunanetra. Orang dengan penglihatan normal dapat membedakan nominal uang antara pecahan melalui pengamatan visual, perabaan maupun dengan cara menerawang. Sebaliknya penyandang tuna netra memiliki keterbatasan visual yang menyulitkan mereka dalam mengindetifikasi perbedaan nilai antar pecahan uang kertas. Para tunanetra selama ini menggunakan cara konvensional seperti melipat pada bagian uang untuk melihat beda nominal uang tersebut dan dengan cara meraba nominal uang ataupun mengenali nominal uang dengan meraba tekstur pada setiap nominal uang.<strong> Metode: </strong>Kegiatan ini menggunakan metode metode <strong>edukasi partisipatif dan demonstrasi langsung</strong>. Peserta yang mengikuti kesediaan ini adalah 3-5 orang yang dipilih secara purposive yaitu berdasarkan kesediaan dan kemampuan mereka untuk mengikuti simulasi <strong>Hasil:</strong> Kegiatan pengenalan alat pendeteksi uang otomatis bagi penyandang tuna netra di Pematang Siantar terbukti berhasil, ditunjukkan dengan observasi serta analisis dari pre-test dan post-test, tampak adanya peningkatan rasa percaya diri dari 35 menjadi 95. Jika sebelumnya peserta mengalami kesulitan dalam membedakan nilai uang secara manual dari 30 , setelah pelatihan mereka mampu mengoperasikan alat pendeteksi tersebut dengan lebih cepat, tepat, dan efisien meningkat menjadi 90. <strong>Kesimpulan: </strong>Pelaksanaan kegiatan pengenalan alat pendeteksi uang otomatis terbukti memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kemampuan penyandang tunanetra dalam mengidentifikasi nominal uang. Efektivitas kegiatan ini tercermin dari peningkatan skor pengetahuan yang diperoleh melalui pengukuran pre-test dan post-test, yang menunjukkan perbedaan yang secara statistik signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah intervensi diberikan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20799Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Ecosmart Farming dalam Mengubah Limbah Pembalut untuk Budidaya Tanaman dan Upaya Carbon Capture Berbasis Iot2025-10-04T16:34:06+07:00Lilis Fatmawatililisfatmawati13@gmail.comIkhtisholiyah Ikhtisholiyahikh@gmail.comDidik Eko Rusmantodidik@gmail.comNur Yaqinnur@gmail.comAmeliya Widayantiamwel@gmail.comMohammad Iqbal Faza Masyrofiiqbal@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Sanitary pads are one of the main necessities for women during menstruation, which generally occurs every month. Industrial cities such as Gresik have high levels of air pollution due to emissions from factories. The implementation of an IoT-based EcoSmart Farming program can help improve air quality through greening and improve soil quality with better planting media. The objectives of this activity are to increase knowledge and skills in sanitary napkin waste management and food safety, as well as plant monitoring with IoT sensors through a website. <strong>Methods:</strong> This activity consists of training, including education, demonstrations, discussions, and question and answer sessions. The activity began with SAP preparation and a contract with the Cerme Lor Village. The implementation stage started with a pre-test questionnaire, education on sanitary napkin waste management and food safety. This was followed by simulations and demonstrations of sanitary napkin waste management and how to monitor plants with IoT sensors. At the end of the activity, participants were asked to fill out a post-test questionnaire. <strong>Results:</strong> The activity resulted in an increase in the knowledge and skills of PKK mothers in sanitary napkin waste management and how to monitor plants with IoT sensors. The overall category of participants' knowledge improved from poor to adequate and good. <strong>Conclusion:</strong> This activity is a first step towards improving the health of PKK mothers in Cerme Lor Village through independent sanitary napkin waste processing, enabling health cadres to intervene quickly to reduce plastic waste.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20893Transformasi Pendidikan Alternatif: Integrasi E-Learning Berbasis Aplikasi Smartphone Untuk Mendukung Pembelajaran Di Yayasan Anak Yatim 2025-10-20T10:03:59+07:00Andry Fitrianandryakira@gmail.comSri Mayantymayantysri@gmail.comElin Karlinaelinkarlina27@yahoo.comHania Irba Safitriandryakira@gmail.comLaila Dwi Putri Kurniawatiandryakira@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Kesenjangan akses pendidikan pada anak-anak yatim menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapatkan solusi inovatif. <strong>Tujuan</strong>: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menghadirkan alternatif pendidikan melalui integrasi e-Learning berbasis aplikasi smartphone yang dapat mendukung pembelajaran di Yayasan Anak Yatim. <strong>Metode: </strong>Mitra dalam program ini yaitu Yayasan Pondok Yatim dan Dhu’afa Tanjung Barat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan penggunaan aplikasi, pendampingan kepada pengurus yayasan, serta evaluasi tingkat kebermanfaatan sistem melalui System Usability Scale (SUS) dan angket kepuasan pelatihan. <strong>Hasil:</strong> Hasil ,25 yang termasuk kategori sangat baik. Serta tingkat kepuasan peserta pelatihan mencapai 96%. Yang mengindikasikan bahwa aplikasi mudah digunakan, relevan dengan kebutuhan pembelajaran, dan mampu meningkatkan motivasi serta keterlibatan peserta. Selain itu, para pengasuh juga merasakan kemudahan dalam mengelola materi serta memantau perkembangan belajar para anak-anak yatim tersebut. <strong>Kesimpulan: </strong>Dengan demikian, program ini berhasil mewujudkan transformasi pendidikan alternatif yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus memberikan model pemberdayaan digital yang dapat direplikasi di lembaga serupa.</p>2025-12-14T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21006Modul Edukasi Dampak Opini Publik Media Massa pada Pemilu 2024 bagi Anggota Koperasi Bingkai Perubahan Nusantara2025-10-04T17:35:40+07:00Putrawan Yuliandriputrawanyuliandri@upnvj.ac.idJerry Indrawanjerry.indrawan@upnvj.ac.idHartanohartanto@upnvj.ac.idDede Suprayitnodedesuprayitno@upnvj.ac.idAtrasina Hirziaatrasinahirzia@gmail.comAnindya Rasya Salsabilaanindyarasyasalsabila@gmail.comBerlian Rosalia Rumfabeberlianrosaliarumfabe@upnvj.ac.id<p><strong>Background:</strong> Opini publik berperan penting dalam demokrasi karena membentuk persepsi masyarakat terhadap isu politik dan kebijakan. Media massa memengaruhi opini publik melalui framing dan agenda setting, sehingga masyarakat sering kesulitan membedakan fakta dan opini. Kegiatan ini bertujuan menyusun serta mensosialisasikan modul literasi media-politik bagi anggota Koperasi Bingkai Perubahan Nusantara pada Pemilu 2024. <strong>Metode:</strong> Program dilakukan melalui tiga tahap yakni, penyuluhan konsep dasar opini publik, pelatihan analisis berita untuk memisahkan fakta dan opini, serta diskusi reflektif guna menumbuhkan sikap kritis. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, <em>pre-test</em>, dan <em></em>dengan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. <strong>Hasil:</strong> Pemahaman peserta meningkat signifikan; jawaban benar tentang opini publik naik dari 33,3% menjadi 86,7%, sedangkan kesadaran bahaya hoaks meningkat dari 46,7% menjadi 90%. <strong>Kesimpulan: </strong>Modul terbukti efektif memperkuat literasi politik komunitas secara berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/18370Pelatihan Implementasi Differentiated Instruction untuk Penguatan Profil Pelajar Pancasila bagi Guru MGMP IPA Jember dalam Mendukung Kurikulum Merdeka2025-05-08T11:22:58+07:00Lailatul Nurainilailatul.fisika@gmail.comIke Lusi Meilinaikelusimeilina@gmail.comSinggih Bektiarsosinggih.fkip@unej.ac.idTrapsilo Prihandonotrapsilo.fkip@unej.ac.idSakti Kalisa Sefandasaktikalisa@gmail.com<p><strong>Pendahuluan:</strong> Karakteristik Kurikulum Merdeka mencakup pengembangan keterampilan sosial dan karakter, penekanan pada materi yang fundamental, serta pembelajaran yang bersifat fleksibel sesuai kebutuhan dan gaya belajar siswa. Pengembangan keterampilan sosial dan karakter ini dilaksanakan melalui Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Namun, pemahaman dan keterampilan guru dalam menerapkan <em>differentiated instruction</em> sebagai salah satu pendekatan pembelajaran pendukung keberhasilan program Kurikulum Merdeka belajar masih minim. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru MGMP IPA terkait P5 sekaligus menganalisis respon guru selama kegiatan pelatihan. <strong>Metode</strong>: metode pengabdian Masyarakat yang digunakan adalah <em>Service Learning</em> (SL) dengan basis <em>Experiential Learning</em>, yang melibatkan tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Data diperoleh melalui pretest, posttest, dan angket respon guru. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menghitung N-gain berbantuan software SPSS. Analisis data menunjukkan nilai N-Gain sebesar 0,45, berada dalam kategori sedang. <strong>Hasil:</strong> ini menandakan bahwa pelatihan memberikan dampak yang cukup efektif terhadap peningkatan pemahaman dan keterampilan guru. Selain itu, hasil angket respon guru menunjukkan nilai rata-rata sebesar 93,87%, berada dalam kategori respon sangat baik. <strong>Kesimpulan: </strong>Hasil evaluasi ini menunjukkan bahwa program pelatihan telah memberikan kontribusi yang positif terhadap peningkatan kompetensi profesional guru IPA dalam pembelajaran menggunakan differentiated instruction sebagai upaya menguatkan profil pelajar Pancasila.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19883Psikoedukasi Seksualitas dan Kontrol Diri Sebagai Pencegahan Pernikahan Dini pada Remaja Dusun Tugusumberjo2025-08-26T17:05:43+07:00Ayubastia Fitrianingsihayubastia00@gmail.comAulia Zahrotun Nafilahnafilahaulia73@gmail.comRofif Wafiqohrofifwafiqoh@gmail.comWini Ayu Saraswatiwiniasaraswati@gmail.comVica Nur Intansarivicanurintansari@gmail.comM. Robith Nasiruddinrobithnasiruddin234@gmail.comWardatul Mufidahwardatulmufidah888@gmail.comLuluk Masluchahibu.lulukmasluchah@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Pernikahan dini, yaitu pernikahan di bawah usia 18 tahun, berdampak buruk bagi remaja dan menghambat kesejahteraan mereka. Di Kabupaten Jombang, tercatat 1.511 pengajuan dispensasi nikah pada 2021–2024, sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan sebagai upaya pencegahan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan dengan mengadakan pendidikan masyarakat berupa psikoedukasi terkait seksualitas berbasis kesehatan dan pentingnya kontrol diri pada remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada 8 Juni 2025, di Posyandu Dusun Tugusumberjo, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang. Mitra pada kegiatan yaitu 6 kader posyandu dan 17 remaja sekitar sebagai peserta. <strong>Hasil: </strong>Peserta berpartisipasi aktif dan menunjukkan pemahaman materi yang cukup baik selama kegiatan berlangsung, tetapi peserta masih mengalami kesulitan untuk menerapkan pemahamannya dalam kegiatan sehari-hari. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan psikoedukasi tentang seksualitas dan kontrol diri efektif meningkatkan pengetahuan remaja, namun perlu dilanjutkan dengan pelatihan praktis dan refleksi personal untuk mendorong perubahan perilaku berkelanjutan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20265Program SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih): Pendekatan Pelatihan dan Pendampingan Kader di Dusun Tawangsari2025-09-13T19:59:49+07:00Senditya Indah Mayasarisenditya.mayasari@widyagamahusada.ac.idWaifti Amaliawaifti@widyagamahusada.ac.id<p><strong>Background:</strong> Masa nifas merupakan periode krusial dalam menentukan keselamatan ibu pasca persalinan, namun masih banyak ibu yang belum mendapatkan pemantauan kesehatan secara optimal. Di Dusun Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, cakupan kunjungan nifas masih rendah, yaitu hanya 45% ibu nifas yang terpantau minimal dua kali, sementara 60% kader posyandu belum memiliki keterampilan deteksi dini tanda bahaya. Permasalahan rendahnya kunjungan nifas dan minimnya kapasitas kader dalam melakukan deteksi dini komplikasi menjadi latar belakang dilaksanakannya Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk SEHATI NIFAS (Sehat Ibu Nifas dengan Kader Terlatih). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader posyandu dalam melakukan skrining komplikasi masa nifas dan memperkuat sistem pemantauan berbasis komunitas. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi program, pelatihan kader, pendampingan lapangan, dan kunjungan rumah. Kader dilatih menggunakan lembar skrining nifas serta media edukasi, kemudian didampingi dalam praktik pemantauan langsung kepada ibu nifas. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebanyak 15 kader berhasil dilatih. Terdapat peningkatan yang signifikan pada pengetahuan kader setelah diberikan pelatihan yakni rata-rata skor pretest adalah 53,13 meningkat menjadi 81,25 pada hasil postest. Selain itu, cakupan pemantauan ibu nifas meningkat dari 45% menjadi 82% untuk mendapatkan kunjungan dan pemantauan minimal dua kali selama masa nifas. <strong>Kesimpulan:</strong> program SEHATI NIFAS terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan memperluas cakupan pemantauan ibu nifas. Intervensi ini berkontribusi pada upaya pencegahan komplikasi dan peningkatan keselamatan ibu, sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pencapaian target kesehatan ibu di tingkat komunitas.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20468Pemanfaatan Sertifikasi Halal dan Aplikasi GoHaur sebagai Strategi Peningkatan Pendapatan di Kampung Wisata Kuliner RW 4 Haurpancuh II dalam Era Ekonomi Digital 2025-08-26T17:37:34+07:00Zatin Niqotainizatinniqotaini@upnvj.ac.idAbdul Kholiqabdulkholiq@upnvj.ac.idAbdul Azizabdaziz@binus.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Kampung Wisata Kuliner RW 4 Haurpancuh II di Bandung memiliki potensi besar untuk pengembangan UMKM lokal, namun masih menghadapi kendala berupa rendahnya pemanfaatan teknologi digital, minimnya literasi sertifikasi halal, dan kurangnya strategi pemasaran modern. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini tim pelaksana mengimplementasikan Framework AIDA untuk pemasaran digital, menyelenggarakan pelatihan literasi sertifikasi halal, dan memberikan pendampingan penggunaan aplikasi GoHaur sebagai <em>platform</em> promosi dan transaksi daring. <strong>Metode: </strong>Aplikasi GoHaur digunakan untuk menampilkan katalog produk, mempermudah proses pemesanan, serta memperluas jangkauan pemasaran. <strong>Hasil: </strong>Hasilnya, 85% peserta meningkat pemahamannya tentang pemasaran digital, 70% UMKM aktif menggunakan GoHaur, 40% memulai proses sertifikasi halal, dan omzet beberapa usaha naik 15–20%. <strong>Kesimpulan: </strong>Kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM serta DPMPTSP Provinsi Jawa Barat memastikan pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20692Pendampingan Pembuatan Media Matematika Berbasis Digital dengan Pendekatan Joyful Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Numerasi Siswa 2025-09-28T11:58:59+07:00Agung Slamet Kusmantoagung.slamet@umk.ac.idRiawan Yudi Purwokoriawanyudi@umpwr.ac.idWiwit Agus Triyantoat.wiwit@umk.ac.id<p><strong>Pendahuluan:</strong> Pengabdian ini bertujuan melakukan pendampingan dan pemberdayaan dalam upaya peningkatan kompetensi guru sekolah dasar untuk merancang, membuat dan mengimplementasikan pembelajaran matematika berbasis media digital dengan pendekatan <em>joyful learning</em> untuk mengembangkan kemampuan literasi numerasi siswa. Kegiatan dilaksanakan di SD Negeri 1 Undaan Tengah, Kabupaten Kudus, dengan melibatkan 14 guru. <strong>Metode:</strong> metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap: analisis situasi, sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Analisis awal menunjukkan rendahnya pemanfaatan media digital dan belum optimalnya pengembangan kemampuan literasi numerasi siswa. Pada tahap pelatihan, guru dibekali pemahaman pengembangan kemampuan literasi numerasi pada siswa, prinsip <em>joyful learning </em>(pembelajaran yang menyenangkan), dan keterampilan membuat media digital interaktif yang relevan dengan kebutuhan siswa. Pendampingan difokuskan pada integrasi media tersebut ke dalam modul ajar dan praktik pembelajaran di kelas. Evaluasi dilakukan melalui observasi, refleksi guru, dan peninjauan perangkat ajar. <strong>Kesimpulan: </strong>Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan guru dalam merancang pembelajaran interaktif, kontekstual, dan menyenangkan. Siswa menjadi lebih termotivasi dan terlibat aktif dalam pembelajaran matematika. Selain itu, terbentuk komunitas belajar guru yang berfungsi sebagai wadah berbagi praktik baik dan mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi. Program ini membuktikan bahwa pelatihan dan pendampingan berbasis praktik langsung efektif mengoptimalkan peran guru sebagai fasilitator pembelajaran literasi numerasi yang kreatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20816Edukasi Kader dan Skrining Risiko Putus Obat TB di Wilayah Pesisir Pontianak2025-10-04T17:04:49+07:00Agus Fitrianggaafitriangga@medical.untan.ac.id<p><strong>Background: </strong>Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di Indonesia, khususnya di wilayah pesisir seperti Kota Pontianak. Putus obat menjadi tantangan serius yang menurunkan keberhasilan terapi dan meningkatkan risiko resistensi obat. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mengatasi masalah tersebut melalui upaya kolaboratif dan inovatif dengan memberdayakan kader kesehatan. <strong>Metode: </strong>Kegiatan PKM dilaksanakan melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan kader, pendampingan pasien, serta skrining risiko menggunakan instrumen praktis. Evaluasi dilakukan dengan tes sebelum dan sesudah bagi kader serta penerapan instrumen pada pasien TB di wilayah kerja Puskesmas Kampung Dalam, Pontianak Timur<strong>. Hasil: </strong>Sebanyak 15 kader kesehatan dan 20 anggota keluarga pasien TB mengikuti pelatihan, dengan peningkatan skor rata-rata 22–24 poin. Dari 32 pasien TB yang didampingi, 8 pasien (25%) teridentifikasi berisiko tinggi putus obat, 15 pasien (47%) berisiko sedang, dan 9 pasien (28%) berisiko rendah.<strong> Kesimpulan: </strong>Program ini terbukti efektif berdasarkan peningkatan skor pengetahuan kader sebesar 22–24 poin, peningkatan pemahaman keluarga hingga 50%, serta keberhasilan deteksi dini 100% pasien berisiko putus obat. Meningkatnya kapasitas kader, memperkuat dukungan keluarga, dan mengurangi stigma, sekaligus menghasilkan instrumen skrining yang praktis. Model intervensi berbasis komunitas ini dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dan mendukung pencapaian target eliminasi TB 2030.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20906Pemanfaatan Student Worksheet Berbasis HyperDocs Bagi Guru SMA untuk Meningkatkan Kreativitas Sains Siswa dalam Pembelajaran Kimia2025-10-15T11:21:24+07:00Detris Pobapobatris@gmail.comDaud K. Walandawalanda@gmail.comMery Napitupulumerytn@gmail.comRohmala Enarpobatris@gmail.comRyka M. Walandaryykaa@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Pemanfaatan <em>student worksheet</em> yang interaktif menunjang kreativitas sains siswa. Kreativitas sains diperlukan oleh siswa di era saat ini dalam memecahkan permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, tujuan dari pengabdian ini yaitu memberikan pembimbingan bagi guru dalam menciptakan <em>student worksheet</em> yang interaktif menggunakan HyperDocs untuk meningkatkan kreativitas sains dalam pembelajaran kimia. Student worksheet yang akan dirancang merupakan hasil penelitian dan telah tervalidasi. <strong>Metode:</strong> Metode tahapan pelaksanaan terdiri dari sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Sebanyak 24 guru kimia yang tergabung dalam MGMP kota Palu menjadi sasaran kegiatan. <strong>Hasil:</strong> Melalui kegiatan pengabdian guru-guru SMA yang tergabung dalam MGMP Kimia Kota Palu dapat merancang dan menggunakan <em>student worksheet</em> berbasis HyperDocs untuk meningkatkan kreativitas sains utamanya pengaplikasian dalam materi kimia. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pengabdian memberikan dampak positif bagi guru dan mendapatkan respon sangat baik, serta guru-guru memperoleh peningkatan keterampilan digital yang berguna dalam menunjang kurikulum merdeka.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21086Studi Pengabdian Masyarakat Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil Mengenai Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal2025-12-02T15:43:45+07:00Nora Rahmanindarnora.rahma@harkatnegeri.ac.idIlma Ratih Zukrufiananora.rahma@harkatnegeri.ac.idUmriaty Umriatynora.rahma@harkatnegeri.ac.idIntan Cristy Mayasari Rizqinora.rahma@harkatnegeri.ac.idEvi Zulfiananora.rahma@harkatnegeri.ac.idSeventina Nurul Hidayahnora.rahma@harkatnegeri.ac.idSyafiqoh Dhiya Ulhaqnora.rahma@harkatnegeri.ac.idDheffi Nanta Zhyakiyahnora.rahma@harkatnegeri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Peningkatan derajat kesehatan Ibu dan anak menjadi prioritas program pembangunan kesehatan di Indonesia. Terutama pada kelompok yang paling rentan kesehatan yaitu ibu hamil, bersalin dan bayi pada masa perinatal. Angka Kematian Ibu an Angka Kematian Bayi merupakan salah satu indikator derajat Kesehatan suatu negara. Penyebab kematian ibu dan bayi adalah tiga terlambat. Tiga terlambat adalah terlabat mengambil keputusan, terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dan terlambat dalam merujuk. Ketiga terlambat tersebut disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya adalah kurangnya pengetahuan tentang kegawatdaruratan maternal dan neonatal. Kelas Ibu Hamil adalah sala satu cara untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan maternal neonatal. <strong>Metode:</strong> Pengabdian masayarakat dilaksanakan di Wilayah Puskesmas Sumur Panggang Kota Tegal. <strong>Hasil:</strong> Melalui program kegiatan Kelas Ibu Hamil,bidan dapat memberikan banyak pembelajaran yang lebih terarah dan mendukung upaya kemandirian ibu dalam kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga ibu mampu menentukan sikap berkenaan dengan hak reproduksinya secara mandiri. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini berupa pemberian materi tentang pengetahuan ibu hamil tentang kegawatdaruratan maternal neonatal. Respon peserta dalam kegiatan ini menunjukkan umpan balik yang positif, menandakan bahwa informasi yang diberikan mudah dipahami dan relevan dengan kebutuhan mereka.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19086Pendampingan dan Edukasi Anak Pecandu Gadget2025-09-04T10:55:42+07:00Muhamad Ali Misrialimisri@uinssc.ac.idHartatialimisri@uinssc.ac.id<p>Kecanduan gadget pada anak usia sekolah dasar merupakan tantangan multidimensional di era digital, berdampak pada kesehatan fisik dan mental, prestasi akademik, serta kehidupan sosial dan spiritual mereka. Di Desa Dawuan, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, fenomena ini muncul akibat penggunaan gadget yang berlebihan, sehingga diperlukan intervensi strategis berbasis keluarga. Tujuan Program pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengurangi kecanduan gadget melalui peningkatan peran orang tua dalam pendampingan dan edukasi anak. Metode yang digunakan meliputi tiga pendekatan utama: (1) penyuluhan literasi digital guna meningkatkan pemahaman teknologi yang bijak, (2) kegiatan detoksifikasi keluarga (<em>family detox</em>) yang mempererat hubungan emosional melalui aktivitas non-gadget; dan (3) pelatihan pemanfaatan gadget secara produktif dengan penggunaan aplikasi edukatif dan pengembangan keterampilan digital anak. Program ini melibatkan 32 orang tua siswa dari semua sekolah dasar di desa Dawuan selama empat minggu, dengan desain partisipatif dan evaluasi berbasis pretesr-posttest serta observasi terstruktur. Hasil menunjukkan bahwa 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam mengelola waktu layar (<em>screen time</em>) anak, yang diukur melalui kuesioner literasi digital dan jurnal harian keluarga. Selain itu, terjadi peningkatan frekuensi interaksi keluarga dan penurunan durasi penggunaan gadget yang tidak produktif. Implikasi program ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek pendidikan berkualitas, pengurangan ketimpangan, serta kesehatan dan kesejahteraan. Temuan ini menegaskan pentingnya peran strategis orang tua dalam menumbuhkan literasi digital yang sehat dan menciptakan keseimbangan aktivitas anak di era digital.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19968Pelatihan Pembuatan Alat Evaluasi Pembelajaran Akuntansi Berbasis AI dalam Mendukung Pencapaian SDGs 2025-09-26T17:29:22+07:00Hanjar Ikrima Nandahanjar.ikrima.fe@um.ac.idEliza Silviana Miftakhelizasilviana.feb@um.ac.idSheila Febriani Putrisheila.febriani.fe@um.ac.idCipto Wardoyosheila.febriani.fe@um.ac.idMuhammad Ifan Ali Mustofasheila.febriani.fe@um.ac.idBilqis Rizqia Zulfidasheila.febriani.fe@um.ac.id<p><strong>Background:</strong> This community service activity aims to improve teacher competence in utilizing AI in the classroom learning evaluation process. The utilization of technology-based learning evaluation tools by Malang City Accounting MGMP teachers is still limited due to limited time in preparing technology-based evaluation tools and lack of access to practical training that is relevant to the accounting curriculum. <strong>Methods:</strong> The methods used include FGDs, preparation of activities and preparation of materials, training, and evaluation with participants totaling 15 accounting teachers in Malang City. Activities were carried out from April to June 2025. <strong>Results:</strong> The results of the training showed that 82.84% of participants responded positively to the ease, efficiency, and benefits of using AI technology in supporting the learning evaluation process. Participants felt motivated, comfortable and eager to apply the tools introduced. However, teachers' technical skills in using the technology still need strengthening. <strong>Conclusions: </strong>The success of this program is not only can be seen from the increase in participants' ability to develop technology-based learning evaluation tools, but also from changes in evaluation methods used by teachers to be more varied and adapt to technological developments.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20322Peningkatan Pengetahuan Lansia Tentang Pola Makan Sehat Melalui Edukasi “My Healthy Plate” Sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi dan Diabetes Melitus Di Puskesmas Gandus 2025-09-13T20:05:56+07:00Ayu Wulan Sariayu.wulansari80@gmail.comMelisa Yuniartimelisayuniarti0@gmail.comAnita Rahmiwatianita_rahmiwati@fkm.unsri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang sering dialami kelompok lanjut usia. Upaya edukasi gizi menggunakan pendekatan M<em>y Healthy Plate</em> dapat membantu meningkatkan pemahaman lansia mengenai pola makan seimbang. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan desain <em>one group pre-test post-test</em> pada 15 lansia di Puskesmas Gandus Palembang. Edukasi gizi disampaikan melalui ceramah interaktif dan media visual <em>My Healthy Plate</em>. Data tidak berdistribusi normal berdasarkan uji Shapiro–Wilk (p < 0,05), sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata pengetahuan meningkat dari 60% menjadi 90% setelah intervensi, dengan hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan signifikan (p = 0,001). Skor N-Gain >76% menunjukkan bahwa edukasi <em>My Healthy Plate</em> efektif dalam meningkatkan pemahaman lansia terkait pencegahan hipertensi dan diabetes melitus. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi gizi berbasis <em>My Healthy Plate</em> terbukti efektif dalam memperbaiki pengetahuan lansia tentang pola konsumsi sehat sebagai langkah pencegahan komplikasi hipertensi maupun diabetes melitus.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20503Kontribusi Program Bimbingan Belajar Mahasiswa KKN STAI RAKHA Terhadap Perkembangan Pengetahuan Anak-Anak Desa Pihaung2025-08-26T17:35:50+07:00Laila Anisa Fitrinisannisa232@gmail.comRidha Auliaridhaaulia2000@gmail.comJimmy Malintangjimmymalintang81@gmail.comTofa Arif Hasibuantp.arif@gmail.comZarkasi Efendizarkasiefendi42@gmsil.comAnwar Musaddadmusasaddad@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Pendidikan berperan penting dalam mengubah pemahaman, pola pikir, dan karakter masyarakat, terutama di daerah pedesaan dengan fasilitas pendidikan terbatas. Di Desa Pihaung, beberapa anak-anak Madrasah Ibtidaiyah menghadapi kesulitan dalam keterampilan dasar seperti membaca, menulis, berhitung (Calistung), dan Bahasa Inggris. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dasar anak dalam membaca, menulis, berhitung, dan bahasa Inggris, serta membangun motivasi dan kepercayaan diri mereka. <strong>Metode: </strong><em>Participatory Action Research</em> (PAR). <strong>Hasil: </strong>Program bimbingan belajar berhasil meningkatkan keterampilan dasar anak-anak, termasuk pelafalan huruf, membaca teks, menulis kalimat sederhana, berhitung, dan menghafal kosakata bahasa Inggris. Selain itu, program ini menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, yang membantu meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri anak. <strong>Kesimpulan: </strong>Program bimbingan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN STAI RAKHA Amuntai terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak-anak di desa Pihaung.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20713Peningkatan Nilai Tambah Produk Ayam Halal Rumah Potong Diandra Kabupaten Lebak, Banten 2025-09-26T20:00:57+07:00Maryam Jameelahmaryam.jameelah@uai.ac.idNanang Haroninanangharoni@uai.ac.idAlya Husnaaliyahusnafj@gmail.comShalwa Destiranashalwadesti@gmail.comRio Putra Pamungkasputrapamungkasrio@gmail.comLukman Azislukman.azis@uai.ac.idAbdur Rahman Dimas Saiddimassaid209@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Rumah Potong Ayam (RPA) bersertifikat halal merupakan mata rantai krusial dalam menjamin kehalalan produk turunan ayam, keberadaan RPA yang memiliki sertifikat halal akan memudahkan proses sertifikasi halal bagi industri lainnya yang menggunakan ayam sebagai bahan baku. Namun, sayangnya belum terdapat RPA di Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, yang memiliki sertifikat halal sehingga menyulitkan industri hilir untuk memperoleh sertifikat halal juga, karena kesulitan akses bahan baku ayam bersertifikat halal. Adapun akses terdekat ayam bersertifikat halal berada di kecamatan lain dengan lokasi terdekat membutuhkan waktu tempuh lebih dari tiga jam perjalanan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memberdayakan RPA di Kecamatan Malingping, kabupaten Lebak, yang belum memiliki sertifikat halal melalui penerapan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) dan optimalisasi media digital. <strong>Metode: </strong>Kegiatan ini meliputi pendampingan pengurusan sertifikasi halal, pelatihan juru sembelih halal, penerapan SJPH, serta pemanfaatan media digital. <strong>Hasil:</strong> Program pengabdian masyarakat yang dilakukan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada perbaikan fasilitas produksi. Penerapan SJPH juga terlihat melalui penetapan kebijakan halal oleh manajemen RPA, pelatihan penyembelihan bagi juru sembelih halal, adanya kemasan dengan identitas yang jelas, dan penggunaan alat pelindung diri saat bekerja. Adapun, pemanfaatan media digital saat ini menjadi salah satu media perluasan pemasaran bagi RPA. <strong>Kesimpulan:</strong> Dampak program ini tidak hanya meningkatkan kapasitas, dan perekonomian mitra RPA, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya produk halal, serta memudahkan akses terhadap daging ayam yang terjamin kehalalannya.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20837Kader Posyandu Lansia Desa Guwang Tingkatkan Kesehatan Mental Lansia melalui Yoga Bali Marga Rahayu2025-10-04T16:40:27+07:00I Gede Yudiana Putrayudianakesdam@gmail.comNi Made Sri Muryanisrimuryanimade@gmail.comI Gusti Bagus Wirawanigbwirawan@unhi.ac.id<p><strong>Background:</strong> Older adults are vulnerable to various physical and mental health problems, including degenerative diseases, stress, anxiety, mild depression, loneliness, and cognitive decline. This condition highlights the importance of a holistic approach in elderly health care. The Elderly Posyandu Program in Guwang Village has so far focused mainly on physical health, while mental health has received less attention. <strong>Methods:</strong> The program was carried out through training for cadres, covering elderly mental health, emotional support strategies, and the practice of <em>Yoga Bali Marga Rahayu</em> as a culturally based relaxation method. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, and field practice. <strong>Results:</strong> The pre-test showed that 60% of cadres only understood physical aspects, with an average score of 68%. After the training, the average score increased to 90%, with 90% of cadres able to explain the material and 100% reporting confidence in assisting the elderly. Program implementation showed that 86 elderly participants (91%) attended and enthusiastically engaged in yoga. Mental health education also successfully raised awareness among the elderly to reduce stress, avoid loneliness, and strengthen spirituality. <strong>Conclusion:</strong> Community health cadre training based on local wisdom effectively improved cadres’ capacity and had a positive impact on the quality of life of the elderly. This approach can serve as a community empowerment model to support elderly mental health holistically.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20920Pendampingan Deteksi Dini Kanker Payudara melalui Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) di SMP Muhammadiyah 8 Surakarta2025-10-04T17:37:01+07:00Yuli Kusumawatiyuli.kusumawati@ums.ac.idSalsabila Alif Faizaj410239086@student.ums.ac.idIlma Khoirunisaj410239082@student.ums.ac.idSiti Zulaekahsiti.zulaekah@ums.ac.id<p><strong>Background:</strong> Breast cancer is the leading cause of death for some women and currently ranks first among cancers that attack women. Not a few adolescent girls aged 14 years and above have been indicated to have breast cancer. This activity aims to provide educational communication and information (KIE) about breast cancer to female students of SMP Muhammadiyah 8 Surakarta. <strong>Method:</strong> The community service was held at SMP Muhammadiyah 8 Surakarta, targeting female students. The techniques used are education and socialisation as well as providing direct training to female students about breast cancer and early detection. 36 female students participated in the community service. <strong>Results:</strong> The results of the community service show that the average pre-test score is 4.972 and the average post-test score is 6.194 with a significance value of 0.00029 (p<0.05). The results of the community service show that there is a significant difference between the average pre-test and post-test results. <strong>Conclusion:</strong> The community service activities carried out at SMP 8 Muhammadiyah Surakarta succeeded in increasing students' knowledge about breast cancer and the importance of early detection through the breast self-examination method (SADARI).</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19145Cyclic Sighing Breathing: Promosi Intervensi dalam Mengurangi Keluhan Sesak di Desa Tunggul Irang Ilir2025-09-08T10:31:38+07:00Asni Hasainiasnihasaini87@gmail.comMuhlisohasnihasaini87@gmail.comMartini Nur Sukmawatyasnihasaini87@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Pneumonia merupakan penyebab kematian ketiga setelah jantung dan tuberkulosis. Salah satu gejala utama pneumonia adalah dyspnea/ sesak akibat ketidakefektifan pola napas. Edukasi intervensi mandiri seperti <em>cyclic sighing breathing</em> diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menangani keluhan sesak napas. <strong>Metode: </strong>Kegiatan ini menggunakan desain pre–post test dengan pendekatan edukatif melalui media video dan stiker. Penilaian dilakukan terhadap tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah promosi menggunakan kuesioner terstandar. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat dari 77,27% (kategori kurang) menjadi 90,90% (kategori baik), sedangkan kader kesehatan meningkat dari 62,5% menjadi 75%. Uji statistik menunjukkan perbedaan signifikan (p < 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi <em>cyclic sighing breathing</em> efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam mengatasi keluhan sesak, serta berpotensi diterapkan sebagai intervensi mandiri di masyarakat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20059Optimalisasi Pengembangan Modul Inovatif Berbasis Deep learning untuk Meningkatkan Kompetensi Guru 2025-09-13T15:34:36+07:00Indica Okyranidaindicayona@gmail.comAndry Fitrianindicayona@gmail.comDasmo Dasmoindicayona@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Salah satu permasalahan yang dihadapi guru fisika di Kota Bekasi adalah kurangnya inovasi dalam pengembangan modul pembelajaran serta belum optimalnya pemahaman mengenai pendekatan pembelajaran mendalam (<em>deep learning</em>). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang konsep <em>deep learning</em>, mengintegrasikannya ke dalam modul pembelajaran inovatif, serta mengimplementasikannya dalam proses pembelajaran. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah pembelajaran tindakan partisipatif dengan mitra kegiatan yaitu guru-guru yang tergabung dalam MGMP Fisika Kota Bekasi. <strong>Hasil: </strong>Hasil analisis data sebelum dan sesudah pelatihan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Penguasaan pengetahuan dan kemampuan peserta dalam menyusun modul inovatif berbasis <em>deep learning</em> meningkat hingga 55%, sedangkan kreativitas dan keterampilan peserta meningkat hingga 70%. Selain itu, hasil evaluasi angket kepuasan menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 84%, yang mengindikasikan bahwa peserta merasa sangat puas terhadap kualitas pelatihan. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan demikian, Program Optimalisasi Pengembangan Modul Inovatif Berbasis <em>Deep learning</em> untuk Meningkatkan Kompetensi Guru MGMP Fisika Kota Bekasi dapat dikatakan berhasil dan memberikan hasil yang memuaskan. </p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20338Edukasi Perawatan Neonatus sebagai Strategi Pemberdayaan Ibu Pasca Persalinan melalui Pendampingan Mahasiswa Kebidanan 2025-09-13T20:21:51+07:00Kurniati Devi Purnamasarikurniatidevip@gmail.comWidya Maya Ningrumkurniatidevip@unigal.ac.idSiti Rohmahkurniatidevip@unigal.ac.idSilvia Widyani Heriyantikurniatidevip@unigal.ac.id<p><strong>Background: </strong>Masa neonatus merupakan periode kritis yang menentukan derajat kesehatan bayi di masa mendatang. Kurangnya pemahaman ibu tentang perawatan neonatus dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu pasca persalinan dalam merawat bayi baru lahir melalui edukasi yang dilakukan oleh mahasiswa kebidanan dengan pendampingan langsung dari dosen pembimbing. <strong>Metode: </strong>Kegiatan dilaksanakan di wilayah binaan Program Studi Kebidanan dengan metode penyuluhan, demonstrasi perawatan bayi baru lahir (seperti perawatan tali pusat, tanda bahaya, dan teknik menyusui yang benar), serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest sederhana untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu, serta observasi keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses edukasi. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan ibu tentang perawatan neonatus dan peningkatan kepercayaan diri mahasiswa dalam mengedukasi masyarakat. Pendampingan dosen berperan penting dalam memastikan akurasi informasi yang disampaikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran mahasiswa di lapangan. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini menjadi model kolaboratif yang efektif antara institusi pendidikan dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20519Pemeriksaan Kesehatan dan Peningkatan Pengetahuan tentang Menjaga Kesehatan serta Gizi saat Ibadah Haji dan Umroh2025-09-17T10:27:47+07:00Riskiyah Riskiyahriskiyah@kedokteran.uin-malang.ac.idErmin Rachmawatiermin.rachmawati@kedokteran.uin-malang.ac.idLarasati Sekar Kinasihlarasatisk11@gmail.comShirly Sanyya Azamyshirlyazamy05@gmail.comAlthof Taqiyyudinalthoftaq393@gmail.comAlodia Maulinaalodia.maulina123@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Jemaah haji serta umrah rentan menderita gangguan kesehatan, terutama lansia dengan penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes mellitus, dan hiperurisemia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan meningkatkan pengetahuan jemaah melalui penyuluhan tentang menjaga kesehatan dan gizi saat ibadah haji dan umrah. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan kepada 54 peserta Majelis Taklim Assalam di Kota Malang melalui pemeriksaan kesehatan, penyuluhan berbasis ceramah, serta evaluasi pretest dan posttest dengan <em>Wilcoxon rank test</em>. <strong>Hasil:</strong> Mayoritas peserta adalah lansia (57,4%) dengan pendidikan S1 (55,6%). Hasil pemeriksaan menunjukkan 35,2% peserta mengalami hipertensi tingkat 1, 5,6% kadar gula darah >200 mg/dL, dan 42,6% mengalami hiperurisemia. <em>Uji Wilcoxon rank test</em> memperlihatkan peningkatan pengetahuan secara signifikan (p<0,05) sesudah penyuluhan. <strong>Kesimpulan:</strong> Pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan efektif sebagai upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan jemaah saat menjalankan ibadah haji dan umrah.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20734Optimalisasi Peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar SDGs dan Peneguh Karakter Aswaja di Desa Kendung Kecamatan Padangan2025-09-28T13:01:34+07:00M. Ivan Ariful Fathoninilna@unugiri.ac.idNilna Indriananilna@unugiri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Desa Kendung memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan berkat tanahnya yang subur dengan hasil utama seperti padi, jagung, singkong, dan tembakau. Namun, masyarakat masih kurang berinovasi dalam mengolah hasil pertanian sehingga hanya dijual langsung atau disetorkan ke BUMDES. Kepala Desa Kendung menginginkan adanya pelatihan agar masyarakat dapat lebih kreatif dan mandiri. Selain itu, partisipasi pemuda juga rendah, sehingga komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat kurang optimal. Sebagai solusi, tim pengabdian memperkenalkan <strong>Koperasi Merah Putih</strong> melalui seminar sekaligus membuat <strong>website pencatatan keuangan koperasi</strong>. Selain itu, diadakan pelatihan pengolahan hasil pertanian, khususnya pembuatan donat tape sebagai bentuk pemberdayaan UMKM. Program ini selaras dengan SDGs dalam mengurangi kemiskinan, meningkatkan ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan <strong>ABCD (Asset-Based Community Development)</strong> dengan tahapan: Discovery, Dream, Design, Define, dan Destiny, berfokus pada pengembangan berbasis aset lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20848Meningkatkan Partisipasi Peserta Didik melalui Permainan Digital Edukatif pada Pembelajaran Kosakata Bahasa Inggris 2025-10-04T16:42:19+07:00Mita Nur Aflahmithanuraflah@gmail.comPopypopyahmadjohan@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memfasilitasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam mempelajari kosa-kata Bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Hal ini dilakukan sebagai solusi dari permasalahan mitra yaitu rendahnya minat belajar siswa terhadap Bahasa Inggris <strong>Metode:</strong> Pengajaran kosa-kata Bahasa Inggris dengan menggunakan permainan digital edukatif ini dilakukan dengan cara demonstrasi dan simulasi. Metode observasi dilakukan untuk mengamati partisipasi siswa. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan mengindikasikan bahwa pemanfaatan permainan digital di dalam kelas terbukti menstimulasi minat peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Hasil latihan siswa dengan nilai rata-rata 8,5 juga membuktikan adanya pengaruh yang signifikan dari permainan digital. Dengan menggunakan platform digital interaktif, peserta didik dapat secara aktif berlatih dan memperkuat kemampuan bahasa mereka dengan cara yang dinamis dan menarik. <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil kegiatan ini menggarisbawahi pentingnya mempromosikan strategi pengajaran yang efektif yang dapat mengoptimalkan hasil pembelajaran dengan pemanfaatan permainan digital ke dalam praktik pedagogis. </p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20942Pengembangan Strategi Pemasaran Inklusif bagi Komunitas Penyandang Disabilitas di Banyuwangi: Pendekatan Partisipatif dan Berkelanjutan 2025-10-15T11:27:05+07:00Naufal Dzakwana Muhammadnaufal.dzakwana.feb@um.ac.idTitis Shinta Dewinaufal.dzakwana.feb@um.ac.idIta Prihatining Wiludjengnaufal.dzakwana.feb@um.ac.idPriangga Eko Saputronaufal.dzakwana.feb@um.ac.id<p><strong>Background:</strong> Pembangunan ekonomi inklusif menjadi prioritas dalam mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya Tujuan 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Namun, penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi tantangan yang signifikan dalam mengakses peluang ekonomi produktif akibat keterbatasan modal, minimnya keterampilan manajerial, dan rendahnya literasi kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Banyuwangi dalam mengembangkan strategi pemasaran berbasis konsep Segmenting, Targeting, Positioning (STP) dan bauran pemasaran 4P. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah Participatory Action Learning System (PALS) yang mengintegrasikan asesmen partisipatif, pelatihan interaktif, dan perumusan rencana tindak lanjut melalui rencana aksi. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 30% warga telah membentuk usaha mandiri, sedangkan 70% lainnya telah bergabung dalam usaha kolektif. Oleh karena itu, pelatihan difokuskan pada penciptaan ide produk, diferensiasi, dan penyusunan mini-roadmap pengembangan usaha. Dampak nyata dari kegiatan ini adalah peningkatan pemahaman peserta tentang strategi diferensiasi, tumbuhnya pola pikir kewirausahaan, dan terbentuknya mekanisme tindak lanjut berupa grup komunikasi daring (WhatsApp) yang berfungsi sebagai media pendampingan berkelanjutan. Dalam praktiknya terdapat peserta yang sukses mengisi lembar kerja untuk bisa ditindak lanjuti proses selanjutnya. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendampingan berkelanjutan disaranakn melalui manajemen produksi dan perluasan kemitraan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19224Pemberdayaan Guru Madrasah Ibtidaiyah di Lingkup LP Ma'arif NU Bojonegoro melalui Pelatihan Pembelajaran Digital Berbasis AR Kubus untuk Meningkatkan Maharah Qiroah Siswa2025-10-01T10:16:33+07:00Miftahul Mufidmiftahul.mufid@gmail.comDevi Eka Diantikadevieka@unugiri.ac.idAhmad Amirul Kholidamierkholid@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Madrasah Ibtidaiyah, sebagai lembaga pendidikan dasar Islam, memainkan peran penting dalam mengembangkan kemampuan siswa dalam membaca teks-teks klasik Islam melalui keterampilan membaca (maharah qiroah). Namun, proses pembelajaran masih <em>largely</em> konvensional dan kurang menarik bagi siswa. Kegiatan pelayanan masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan guru MI dengan meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital berbasis <em>Augmented Reality</em> (AR), khususnya AR Kubus, guna meningkatkan keterampilan membaca siswa. <strong>Metode: </strong>Metode implementasi meliputi kuliah interaktif, demonstrasi, simulasi, dan latihan dalam merancang rencana pelajaran berbasis AR. <strong>Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan tanggapan positif dari peserta, dengan skor rata-rata 4,1 dari 5. Sebanyak 96% peserta menyatakan minat untuk menerapkan AR Kubus di sekolah masing-masing. Namun, keterbatasan infrastruktur tetap menjadi tantangan utama dalam implementasi teknologi pembelajaran digital. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan ini memberikan langkah awal yang mendasar untuk mengubah pembelajaran MI menjadi pendekatan yang lebih inovatif dan relevan yang sesuai dengan kebutuhan saat ini.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20080Sosialisasi Pemanfaatan Tanaman Murbei (Morus alba) sebagai Sumber Pakan Alternatif bagi Ternak di Desa Rompegading, Kabupaten Maros 2025-09-13T19:41:07+07:00Andi Sadapottosadapotto@unhas.ac.idSitti Nuraenisitti.nureny@unhas.ac.idAndi Mujetahidmujetahid@unhas.ac.idAndi Prastiyoandipr34@gmail.comNurfadilah Latifnurfadilahlatif001@gmail.comIra Taskirawatitasqira@unhas.ac.idAndi Asikin Muchtarmuchtar.asikin@yahoo.comRizki Amaliahrizkiamaliah@unhas.ac.id<p><strong>Background:</strong> Pemanfaatan tanaman murbei (<em>Morus alba</em>) sebagai pakan ternak alternatif memiliki potensi besar dalam mendukung sistem peternakan berkelanjutan di tingkat desa. Peternak di Desa Rompegading mengalami keterbatasan hijauan pakan ternak terutama pada musim kemarau, sehingga sosialisasi pemanfaatan tanaman murbei sebagai pakan alternatif perlu dilakukan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat Desa Rompegading, Kabupaten Maros, mengenai potensi agronomis dan nutrisi tanaman murbei sebagai hijauan pakan ternak. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan pada Juli 2025 melalui metode penyuluhan interaktif, difusi ipteks, dan pemberian bibit murbei, disertai <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> sebagai alat ukur efektivitas. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan. Pemahaman bahwa murbei bukan hanya untuk pakan ulat sutera meningkat dari 33,33% menjadi 93,33%; bahwa murbei termasuk hasil hutan bukan kayu (HHBK) naik dari 20% menjadi 80%. Pengetahuan tentang kandungan protein kasar murbei ≥15% meningkat dari 20% menjadi 73,33%, serta kesadaran akan rendahnya tannin murbei naik dari 13,33% menjadi 73,33%. Peningkatan juga terjadi pada aspek budidaya dan formulasi pakan, pemangkasan merangsang daun muda (20% ke 80%), stek sebagai teknik perbanyakan umum (13,33% ke 73,33%), dan murbei sebagai campuran dedak sapi perah (13,33% ke 73,33%). <strong>Kesimpulan:</strong> Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman dan mendorong adopsi teknologi lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20352Pemberdayaan Kelompok Tani di Lahan Gambut melalui Inovasi Nanas Berbasis Zero Waste dalam Mendukung Ketahanan Pangan, Meningkatkan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat 2025-09-14T11:23:51+07:00Hasria Alanghasriaalangbio@gmail.comSyamsuri Syamsurihasriaalangbio@gmail.comCau Kim Jiuhasriaalangbio@gmail.comNinda Novitahasriaalangbio@gmail.comSaparina Saparinahasriaalangbio@gmail.comFasya Azzahrahasriaalangbio@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kegiatan PkM ini dilakukan di Desa Sungai Malaya Kabupaten Kubu Raya. Mitra adalah petani nanas dilahan gambut Desa Sungai Malaya. Rendahnya pengetahuan masyarakat menyebabkan nanas hanya dijual ataupun dikonsumsi dalam bentuk buah saja, tanpa adanya diversifikasi menjadi bentuk yang lebih inovatif. Tujuan kegiatan PkM ini yaitu mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah nanas berbasis <em>zero waste</em> yang bernilai ekonomi. <strong>Metode: </strong>Pendidikan masyarakat, difusi IPTEK, pelatihan dan <em>Asset Based Community Development</em> (ABCD). <strong>Hasil: </strong>Hasil PkM menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pengetahuan mitra dari 56% menjadi 88%. Selain itu, mitra juga telah mampu membuat produk berbahan nanas yaitu Tepache dan stik nanas. Tepache adalah minuman fermentasi nanas berbahan kulit dan bonggol nanas, sedangkan stik nanas menggunakan daging buah nanas, sehingga nanas tidak menghasilkan sampah atau <em>zero waste</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan dan keterampilan mitra. Kegiatan ini berjalan lancar karena adanya dukungan dari mitra dan pemerintah di Desa Sungai Malaya. Diharapkan setelah kegiatan ini, peserta PkM dapat membuka usaha berupa olahan nanas yang bernilai ekonomi sehingga dapat meningkatkan ekonomi keluarga.</p>2025-12-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20558Pelatihan Pembuatan Gantungan Kunci Skeleton Daun sebagai Upaya Peningkatan Art-Preneurship Siswa 2025-09-22T10:38:48+07:00Umi Fitriyatiumi.fitriyati.fmipa@um.ac.idAgung Wibowoagungwibowo.fmipa@um.ac.idHalimatus Sa'diyahhalimatussadiyah2501@gmail.comIin Lailatul Khoirunnisaiinlailatul17@gmail.comMardiana Lelitawatimardiana.lelitawati.fmipa@um.ac.id<p><strong>Background: </strong>Perkembangan industri 4.0 menuntut generasi muda memiliki keterampilan kewirausahaan untuk menghadapi persaingan global. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, keterampilan teknis, dan pemahaman kewirausahaan siswa melalui pembelajaran berbasis <em>art-preneurship</em> dengan memanfaatkan seni kriya pembuatan gantungan kunci dari <em>skeleton</em> daun. <strong>Metode:</strong> Program dilaksanakan di SMA Dharma Wanita 1 Pare dengan melibatkan 25 siswa melalui pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> (ABCD) dan metode <em>project-based learning</em>. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi potensi lokal, pengenalan konsep <em>art-preneurship</em>, pelatihan teknis pembuatan <em>skeleton</em> daun dan gantungan kunci, perancangan produk, pelatihan kewirausahaan, implementasi produksi, dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa siswa mampu memahami prinsip <em>art-preneurship</em> dengan baik, yang tampak pada 25 produk gantungan kunci <em>skeleton daun</em> yang dihasilkan. Sebanyak 90% di antaranya memenuhi standar kualitas, baik dari segi estetika maupun kerapian, serta memiliki kelayakan untuk dipasarkan. Selain itu, siswa juga menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah daun sebagai bahan baku. <strong>Kesimpulan:</strong> Pembelajaran berbasis <em>art-preneurship</em> melalui pembuatan gantungan kunci <em>skeleton</em> daun berpotensi untuk membentuk generasi muda yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20751Pengembangan Inovasi Repacking dan Pemasaran Melalui Digitalisasi untuk meningkatkan daya Saing Pada Produk Krupuk Ikan UKM Sinar Mutiara 2025-09-26T20:20:58+07:00Abu Naimabunaim@unimar.ac.idSiti Fatimatul Zuhroabunaim@unimar.ac.idZahroh Nurhillalabunaim@unimar.ac.idDanu Noval Ramadhoniabunaim@unimar.ac.idSiti Maesarohabunaim@unimar.ac.id<p><strong>Background:</strong> UKM Sinar Mutiara menghadapi permasalahan dalam kemasan produk kupuk ikan yang tradisional, strategi pemasaran produk yang masih konvensional, dan kurangnya pengetahuan sertifikasi Halal. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan inovasi <em>repacking</em> produk krupuk ikan. <strong>Metode:</strong> Penyuluhan dan pelatihan langsung meliputi sosialisasi Inovasi <em>Repacking</em> Produk Krupuk Ikan, Sosialisasi pemasaran melalui digitalisasi, sosialisasi pemdampingan dan sertifikasi halal sebagai peningkatan mutu dan daya saing pada produk krupuk ikan UKM Sinar Mutiara. Kegiatan ini dilakukan pada UKM Sinar Mutiara yang beranggotakan 5 orang. <strong>Hasil:</strong> Mitra telah memahami tentang Inovasi <em>Repacking</em> Produk krupuk ikan, dan memahami Pemasaran produk melaui digitalisasi sehingga dapat memasarkan produk krupuk ikan, selain itu juga mengetahui prosedur pengajuan sertifikasi Halal. Hasil evaluasi menujukkan peningkatan pengetahuan dan ketrampilan peserta dari 35% (Pretest) menjadi 100% (Posttest). <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan peningkatan capaian hingga 96%, program pemberdayaan masyarakat ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, terutama melalui inovasi <em>repacking</em> sebesar 72% dan peningkatan pemasaran digital. Selain itu, melalui kolaborasi Quad-Helix antara universitas, UKM Sinar Mutiara, Dinas Perikanan, dan sektor swasta, program ini mencakup pendampingan sertifikasi halal dan penguatan kelembagaan. Terbukti bahwa metode terintegrasi yang menggabungkan inovasi kemasan, digitalisasi pemasaran, dan pendampingan sertifikasi halal berhasil menyelesaikan masalah kemasan tradisional dan meningkatkan daya saing produk krupuk ikan UKM Sinar Mutiara di pasar kontemporer.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20862Pelatihan Rancang Bangun PLTS Off Grid untuk Peningkatan Ekonomi Mikro Masyarakat Gampong Reuleut Barat2025-10-04T16:45:51+07:00Muhammad Muhammadmuhammad.te@unimal.ac.idSelamat Melialaselamat.meliala@unimal.ac.idEzwarsyah Ezwarsyahezwarsyah@unimal.ac.idAmri Amriiramri@unimal.ac.idAlchalil Alchalilalchalil@unimal.ac.idMisbahul Jannahmjannah@unimal.ac.id<p><strong>Background: </strong>Perkembangan energi terbarukan mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) <em>off-grid</em> sebagai alternatif sumber energi. Gampong Reuleut Barat, Kecamatan Muara Batu, membutuhkan program positif bagi pemuda untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendukung ekonomi mikro. Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi pemuda dalam merancang dan membangun sistem PLTS <em>off-grid</em> sebagai backup PLN. <strong>Metode:</strong> Pelatihan dilaksanakan kepada pemuda Gampong Reuleut Barat melalui pemberian materi dasar PLTS, praktik merakit perangkat keras, dan evaluasi pemahaman dengan kuisioner. Kegiatan dilakukan secara partisipatif agar peserta aktif dalam setiap tahapan. <strong>Hasil:</strong> Peserta mampu merakit komponen PLTS secara bertahap sesuai materi pelatihan. Evaluasi kuisioner menunjukkan skor rata-rata pemahaman sebesar 66, menandakan peningkatan keterampilan teknis dan pemahaman konsep dasar. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan rancang bangun PLTS <em>off-grid</em> berhasil meningkatkan keterampilan pemuda desa sekaligus mendukung pengembangan ekonomi mikro berbasis energi terbarukan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20971Transformasi Kelompok Ternak Menuju Usaha Berdaya Saing melalui Pelatihan Pembuatan Silase, Manajemen Usaha, dan Pemasaran Online 2025-09-28T12:14:26+07:00Muhafidhah Noviemuhafidhahnovie.mnj@unusida.ac.idUntung Usadamuhafidhahnovie.mnj@unusida.ac.idDian Fahrianimuhafidhahnovie.mnj@unusida.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kelompok ternak memiliki peran penting dalam mendukung ketersediaan protein hewani sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan pengetahuan dalam pengolahan pakan, manajemen usaha, serta strategi pemasaran yang adaptif terhadap era digital. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok ternak melalui tiga program utama, yaitu: (1) pelatihan pembuatan pakan silase, (2) pelatihan manajemen usaha dan keuangan, serta (3) pelatihan pemasaran online. <strong>Metode: </strong>Pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, praktik langsung, diskusi kelompok, dan pendampingan. <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota kelompok ternak dalam mengolah pakan hijauan menjadi silase berkualitas, memahami pencatatan keuangan sederhana, serta memanfaatkan platform digital untuk promosi dan penjualan produk. <strong>Kesimpulan: </strong>Pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas kelompok ternak melalui pelatihan pembuatan silase, manajemen usaha, dan pemasaran online.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19386Penerapan Digitalisasi untuk Mendukung Pengembangan Desa Wisata Seni dan Budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan2025-09-04T10:36:20+07:00Yati Haryatiyatiharyati@syekhnurjati.ac.idWisnu Hatamiwisnuhatami@syekhnurjati.ac.idYunita Dwi Jayantiyunitadwij@syekhnurjati.ac.idAyu Vinlandari Wahyudiayuvinlandari@uinssc.ac.idIbnu Umar Fahdriibnuumar1707@gmail.comRobin Apriansyahrobinapriansyah1@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Teknologi digital memiliki dampak positif terhadap perkembangan pariwisata di Indonesia. Pengembangan pariwisata melalui pengembangan desa wisata berbasis seni dan budaya merupakan salah satu upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian dan pelestarian budaya lokal. Desa Slangit memiliki potensi seni dan budaya yang kaya, namun belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan digitalisasi dalam mendukung pengembangan desa wisata seni dan budaya di Desa Slangit Kecamatan Klangenan. <strong>Metode:</strong> Pengabdian ini menggunkan metode Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri dari beberapa langkah yaitu <em>discovey, dream, define, design, dan destiny</em>. Beberapa langkah yang dilakukan pada kegiatan pengabdian ini antara lain menggali informasi terkait dengan potensi seni dan budaya lokal di Desa Slangit, melaksanakan pendampingan digitalisasi bagi perangkat desa, karang taruna, serta masyarakat setempat melalui pemanfaatan platform digital atau media sosial yang digunakan sebagai promosi dan pengelolaan desa wisata. <strong>Hasil:</strong> Penerapan dan pemanfaatan teknologi digital dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi seni dan budaya lokal, memperluas jangkauan promosi wisata seni dan budaya, serta meningkatkan daya tarik Desa Slangit sebagai destinasi wisata seni dan budaya. <strong>Kesimpulan:</strong> Proses digitalisasi memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata seni dan budaya.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20123Optimalisasi UMKM Melalui Penerapan Akuntansi Biaya, Laporan Keuangan dan Administrasi Perpajakan di Jatinegara Kaum2025-09-13T19:33:53+07:00Siti Juriahsitijuriah3005@gmail.comRudeva Juniawatysitijuriah3005@gmail.comRita Ningsihsitijuriah3005@gmail.comKanaria Herwatikanariaherwati@gmail.com<p><strong>Background: </strong>UMKM memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, tetapi sebagian besar masih menghadapi kendala dalam pengelolaan akuntansi biaya, penyusunan laporan keuangan, dan administrasi perpajakan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM di Jatinegara Kaum melalui pelatihan dan pendampingan praktis. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, praktik penyusunan laporan, simulasi perpajakan, dan evaluasi hasil. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta terkait akuntansi biaya, kemampuan menyusun laporan keuangan sederhana, dan kepatuhan pada administrasi perpajakan. Kegiatan ini diharapkan mendorong UMKM lebih tertib administrasi dan berdaya saing. <strong>Metode:</strong> Pendekatan yang digunakan dalam program ini adalah <strong>pendekatan partisipatif dan edukatif berbasis teknologi tepat guna</strong><strong>, </strong>dengan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara praktis dan aplikatif. <strong>Hasil:</strong> Hasil dari pelaksanaan pelatihan dan pendampingan ini telah mencapai target yang ditetapkan. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai akuntasi, laporan keuangan, serta cara menghitung harga pokok produksi, kemudian peserta juga mengetahui adminstrasi perpajakan dan tata cara menghitung PPh Final UMKM 0,5% <strong>Kesimpulan:</strong> Para pelaku UMKM dari Kelompok Tani Hutan (KTH) Jatinegara Kaum sebagai peserta pelatihan dan pendampingan telah mendapatkan pelatihan dan praktik akuntasi, laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca, arus kas, dll) dan penentuan harga serta administrasi perpajakan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20380Penyuluhan dan Edukasi Tentang Literasi Keuangan dan Pengenalan Investasi Pada Generasi Milenial2025-09-14T11:49:42+07:00Nova Kartika Sarikartikanova366@gmail.comJeni Susyantijenisusyanti@unisma.ac.idNurhidayah Nurhidayahaya@unisma.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Generasi milenial khususnya Kota Malang harus diperhatikan dengan memberikan informasi terbaru tentang kasus yang sering terjadi dalam literasi keuangan dan pengenalan investasi. Studi ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan dan edukasi tentang literasi keuangan dan pengenalan investasi. <strong>Metode: </strong>Pendampingan, observasi dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Generasi milenial perlu memiliki pengetahuan keuangan agar menjadi pengguna teknologi terbesar dan harus belajar cara mengelola keuangan dengan baik. Setelah pendampingan dengan melakukan <em>postest</em> mengukur keberhasilan tidak semua memahami tentang literasi perencanaan keuangan sebelumnya, tetapi setelah materi disampaikan, generasi milenial memahami konsep literasi keuangan dan investasi. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini bermanfaat bagi generasi milenial karena memberikan pengetahuan tentang literasi keuangan dan investasi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20618Peningkatan Penjualan Benih Ikan dan Pendapatan di Unit Pembenihan Rakyat Karya Yuda melalui Perbaikan Konten Pemasaran Facebook2025-10-11T21:58:57+07:00Dian Puspitasaridianri04@gmail.comTri Andrianidianri04@gmail.comIntan Zahardianri04@gmail.comAisyah Alfaresadianri04@gmail.comRiska Hariyanidianri04@gmail.comRumiatidianri04@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Penjualan ikan dan pendapatan tiap bulan di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) Karya Yuda tidak stabil. Tingkat penjualan ikan maupun pendapatan bulanan terkadang tidak sesuai target, yaitu tingkat penjualan ikan kurang dari 50.000 dan tingkat pendapatan kurang dari Rp. 4000.000,00. Pemasaran secara digital yang sudah dilakukan yaitu menggunakan media sosial Facebook. Akan tetapi, hasilnya masih belum optimal. Oleh sebab itu diperlukan kegiatan penyuluhan terkait dengan perbaikan strategi pemasaran yang berfokus pada media sosial Facebook. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu untuk meningkatkan pendapatan mitra. <strong>Metode:</strong> Tahapan yang dilakukan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi persiapan, pelaksanaan penyuluhan, pendampingan dan evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat memberikan beberapa perubahan untuk media sosial Facebook, antara lain: penambahan nomor kontak untuk memudahkan komunikasi antara penjual dan pembeli dan isi profil yang tidak sesuai untuk budidaya perikanan sudah dihilangkan, serta terdapat konten terbaru yang di upload ke Facebook seperti jenis-jenis benih ikan yang di jual. Selain itu, juga terdapat peningkatan jumlah ikan yang terjual dan terjadi peningkatan pendapatan mitra. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan penyuluhan memberikan dampak positif, karena mampu meningkatkan pendapatan. Selain itu, juga menambah wawasan terkait strategi pemasaran menggunakan media sosial. Demi menjaga keberlanjutan usaha, mitra perlu rutin memperbarui konten. Selain itu, juga dapat memanfaatkan media sosial lain seperti Instagram. </p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20772Pelatihan Mindfulness Untuk Meningkatkan Kesehatan Mental Siswa 2025-10-15T10:51:36+07:00Enasely Mega Wenyi Rohienaselyrohi@unwira.ac.idGracianus Edwin Tue P. Lejapenaselyrohi@unwira.ac.idDhiu Margarethaenaselyrohi@unwira.ac.idStefanus Lioenaselyrohi@unwira.ac.idJefri Marianus Aprilius Unenaselyrohi@unwira.ac.idWaldetrudis Adelina da Lopezenaselyrohi@unwira.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kesehatan mental siswa menjadi aspek penting yang berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan pribadi mereka. Namun, tekanan akademik dan dinamika sosial sering kali menimbulkan stres yang berdampak pada emosi, konsentrasi, serta kesejahteraan psikologis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan Mindfulness sebagai strategi self-care untuk membantu siswa meningkatkan kesadaran diri, mengelola emosi, serta menjaga keseimbangan mental. <strong>Metode: </strong>Pelaksanaan meliputi pemberian materi, praktik Mindfulness (seperti mindful breathing, body scan, dan mindful listening), refleksi perorangan, serta penulisan jurnal harian. Peserta kegiatan adalah siswa sekolah menengah yang mengikuti rangkaian pelatihan secara bertahap. <strong>Hasil: </strong>Kegiatan menunjukkan bahwa siswa merespons pelatihan dengan antusias, mampu mempraktikkan teknik Mindfulness dengan baik, serta merasakan dampak positif berupa peningkatan ketenangan, fokus belajar, dan kemampuan mengendalikan emosi. Kegiatan ini menegaskan bahwa Mindfulness tidak hanya relevan sebagai teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan di sekolah. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan Mindfulness yang diberikan kepada siswa terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran diri dan kesehatan mental. Melalui rangkaian kegiatan berupa pemberian materi, praktik Mindfulness, refleksi perorangan, hingga penulisan jurnal harian, siswa memperoleh pemahaman sekaligus pengalaman langsung mengenai pentingnya mengelola pikiran, perasaan, dan tubuh secara sadar. Selain itu kegiatan ini dirancang rencana keberlanjutan melalui kolaborasi dengan guru BK untuk mengintegrasikan praktik Mindfulness ke dalam layanan bimbingan sekolah. Dengan pendampingan berkelanjutan, Mindfulness berpotensi menjadi strategi efektif dalam mendukung kesehatan mental siswa dan memperkuat layanan bimbingan dan konseling di sekolah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20873Pemanfaatan Assemblr Edu dalam Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality (AR) sebagai Strategi Peningkatan Keterampilan Guru di Era society 5.0 2025-10-04T16:48:05+07:00Yulia Zaharayulia.zahra@unimal.ac.idRifaatul Mahmuzahrifaatul@unimal.ac.idZalfie Ardianzalfie@unimal.ac.idAbdilla Desikaabdilladesika247@gmail.comAqilla Tsabitha Samosiraqilatsabitha4106@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Keterbatasan pemanfaatan media pembelajaran digital di sekolah, khususnya pada forum MGMP Matematika SMA Kota Lhokseumawe, berdampak pada rendahnya variasi metode pembelajaran yang digunakan guru. Kondisi ini mendorong perlunya pelatihan dalam pengembangan media berbasis teknologi, salah satunya <em>Augmented Reality</em> (AR) menggunakan aplikasi <em>Assemblr Edu</em>. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang media pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di <em>era society</em> 5.0. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah <em>Participatory Rural Appraisal</em> (PRA) dengan melibatkan 13 guru secara aktif sejak tahap analisis kebutuhan hingga implementasi. Pelatihan dilaksanakan dalam dua pertemuan, meliputi pengenalan konsep AR, praktik pembuatan media melalui <em>Assemblr Edu</em>, serta pendampingan dalam evaluasi hasil karya guru. <strong>Hasil:</strong> Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan guru dalam mengembangkan media AR, ditunjukkan dengan meningkatnya rasa percaya diri, kreativitas, serta relevansi produk dengan kebutuhan siswa. Evaluasi juga memperlihatkan tingkat kepuasan tinggi, di mana 100% peserta berminat mengikuti pelatihan lanjutan dan 85,7% merasa lebih percaya diri menggunakan AR. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan ini tidak hanya memperkuat kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap kualitas pembelajaran dan motivasi belajar siswa.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20992PKM Kelompok Wanita Tani (KWT) D’Shafa dengan Penguatan Value Added dan Pemasaran Community Supported Agriculture2025-10-04T17:33:14+07:00Agustin Windianingsihwindianingsih.agustin@gmail.comMulki Siregarwindianingsih.agustin@gmail.comEstu Mahananiwindianingsih.agustin@gmail.comAisyah Hikmatur Romadhonahwindianingsih.agustin@gmail.comNihlah Hariro Romadhonawindianingsih.agustin@gmail.comUrvia Rahmadaniwindianingsih.agustin@gmail.comAdinda Putri Salsabila Salviwindianingsih.agustin@gmail.comIdham Kholiqwindianingsih.agustin@gmail.com<p>Pertanian perkotaan merupakan solusi inovatif dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di tengah pesatnya urbanisasi, khususnya di wilayah metropolitan seperti Jakarta. Melalui keterlibatan wanita dalam aktivitas ekonomi berbasis pertanian, tidak hanya ketahanan pangan yang meningkat, tetapi juga kesejahteraan ekonomi keluarga dapat ditingkatkan. Sebagai bentuk kontribusi nyata, Universitas Islam Jakarta melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bersama D’Shafa, komunitas tani perkotaan di Jakarta yang berfokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu Kelompok Wanita Tani (KWT) D’Shafa dalam menciptakan nilai tambah pada produk olahan mereka, sekaligus meningkatkan kapasitas anggota dalam aspek pengelolaan keuangan dan pemasaran. Pelaksanaan PKM dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu edukasi, pelatihan, penerapan teknologi, evaluasi, dan memastikan keberlanjutan program. Kegiatan ini berhasil menciptakan nilai tambah produk melalui pemanfaatan mesin vacuum frying untuk menghasilkan keripik dari buah dan sayuran. Selain itu, anggota KWT D’Shafa juga memperoleh wawasan baru dalam penyusunan laporan keuangan sederhana serta strategi digital marketing. Program PKM ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi produk pertanian, tetapi juga memperkuat kapasitas kelompok wanita tani dalam aspek produksi, keuangan, dan pemasaran, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi yang berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19587Penguatan Kompetensi Digital Guru melalui Pelatihan Penggunaan Microsite sebagai Inovasi Pembelajaran di SMA Negeri 3 Borong2025-07-27T22:25:33+07:00Angela Klaudia Danuangelaklaudia037@gmail.comHandrianus Dwianot Momangangelaklaudia037@gmail.comYuvantinus Effrem Warungangelaklaudia037@gmail.comPetrus Siiangelaklaudia037@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Perkembangan teknologi menuntut seorang guru untuk selalu meng<em>update </em>segala perkembangan khususnya kepentingan pendidikan. Tujuan utama dalam pelatihan dan pembuatan <em>web </em>sederhana bagi para guru di SMA Negeri 3 Borong dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam menggunakan teknologi untuk membuat <em>website</em> sederhana khususnya untuk kebutuhan pembelajaran. <strong>Metode</strong>: Metode yang digunakan ceramah dan praktek yang meliputi: perencanaan, pelatihan, implementasi pelatihan, pendampingan, evaluasi pelaksanaan program, evaluasi keberlanjutan program. <strong>Hasil</strong>: Berdasarkan kuesioner menunjukkan 73,7% peserta merasa puas dan pelatihan yang diselenggarakan sesuai dengan harapan, 78,9% peserta menyatakan bahwa pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan, menambah pengetahuan, dan adanya tindak lanjut yang baik terhadap permasalahan yang dihadapi peserta, serta 68,4% peserta menyatakan bahwa pelatihan ini menambah keterampilan, memberikan dampak perubahan pada diri peserta, dan berharap adanya pelatihan lanjutan. <strong>Kesimpulan</strong>: Pelatihan pembuatan Microsite bagi guru di SMA Negeri 3 Borong mendapat respon dan dampak yang baik bagi guru, setiap guru memiliki akun microsite pribadi, yang nantinya dapat berdampak terhadap kinerja guru semakin meningkat.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20158Penguatan Finansial Gen Z: Edukasi Pengelolaan Keuangan Sejak Dini dan Waspada Pinjaman Online Ilegal dan Judi Online2025-09-04T11:18:23+07:00Vivi Bintarivivi.indah@unsil.ac.idDeasy Kusnandardeasylestary@unsila.c.idRisna Amalia Hamzahhamzahrisna@gmail.comNadia Hilmannadiaulfa@unsil.ac.idNadya Lestarinadyaayulestari@unsil.ac.idFirman Maulanafirmanmaulana@gmail.comMira NurcahyaMiraNurcahya@gmail.comArnetta AprilliaArnettaFirzzyAprillia@gmail.comMarsya ChandraningtyasMarsyaChandraningtyas@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Fenomena meningkatnya jumlah generasi Z yang terjerat pinjaman online ilegal dan judi online menjadi perhatian penting di era digital saat ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan siswa SMK Islam Kawalu melalui edukasi yang aplikatif dan berbasis teknologi agar mereka mampu mengelola keuangan secara bijak serta waspada terhadap praktik keuangan digital ilegal. <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan meliputi observasi, sosialisasi, pelatihan, penggunaan aplikasi simulasi keuangan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif menggunakan media digital aplikasi Money Tracker. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 54,19 (pre-test) menjadi 81,60 (post-test), mencerminkan peningkatan pemahaman siswa dalam mengelola keuangan pribadi dan mengenali risiko pinjaman ilegal dan bahaya judi online. Selain itu, siswa mampu mempraktikkan pengelolaan keuangan melalui simulasi anggaran harian dan identifikasi kebocoran keuangan. <strong>Kesimpulan:</strong> Efektif dalam membangun kesadaran dan keterampilan keuangan dasar pada Gen Z, serta mampu menjadikan siswa sebagai agen literasi keuangan di lingkungan sekitarnya.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20394Pecegahan Pernikahan Anak melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Mental Remaja di Wilayah Desa Banjarsari 2025-09-17T10:13:42+07:00Lia Ardiansarilia.ardiansari@upm.ac.idLudfi Arya Wardanalia.ardiansari@upm.ac.idM. Hisam Fikrilia.ardiansari@upm.ac.idAzmi Nur Faradilahlia.ardiansari@upm.ac.idWildan Syahbanalia.ardiansari@upm.ac.idRaisa Aprilialia.ardiansari@upm.ac.idMeylinda Halimatus Slia.ardiansari@upm.ac.idMuhammad Muslimlia.ardiansari@upm.ac.idKharisma Kharismalia.ardiansari@upm.ac.id<p><strong>Background: </strong>Pernikahan anak masih menjadi persoalan krusial di wilayah perdesaan, termasuk Desa Banjarsari, yang berdampak pada kesehatan reproduksi, psikologis, serta masa depan pendidikan remaja. Kurangnya pemahaman mengenai risikonya menjadi faktor utama pendorong praktik tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa SMP dan SMA tentang risiko pernikahan usia muda melalui edukasi kesehatan reproduksi dan mental. <strong>Metode:</strong> <em>Participatory Action Research</em> (PAR) dengan pendekatan partisipatif melalui diskusi kelompok, pemutaran video, dan pembuatan poster kampanye. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan di dua sekolah dengan melibatkan 60 siswa. <strong>Hasil:</strong> Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pemahaman siswa terhadap dampak pernikahan anak serta munculnya komitmen untuk menunda pernikahan hingga menyelesaikan pendidikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Pendekatan edukasi kontekstual berbasis partisipasi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran remaja perdesaan mengenai kesiapan usia dalam membangun rumah tangga.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20654Peningkatan Pemahaman Tentang Beyond Use Date Sebagai Upaya Mencegah Kesalahan Penggunaan Obat Pada Masyarakat Desa Dono 2025-09-22T10:57:57+07:00Tri Anita Saritrianitasari86@gmail.comDara Pranidya Tilarsodptilarso@stikes-kartrasa.ac.idDevi Ayu Ningsihayudeppii0305@gmail.comDiva Maula Anggrainimaulaanggrainiriva@gmail.comEndah Luthfita Sariendahluthfitasari26@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Batas waktu penggunaan suatu obat yang telah diracik atau setelah kemasan primernya dibuka disebut dengan<em> beyond use date</em><em>.</em> Masyarakat seringkali beranggapan bahwa obat yang telah dibuka dari kemasannya memiliki masa simpan hingga batas waktu kadaluarsa yang tercantum pada kemasan produk obat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat desa Dono terhadap pentingnya informasi <em>beyond use date</em> dalam penggunaan produk obat, untuk mencegah kesalahan dalam penggunaan obat yang dapat mengakibatkan penurunan efektivitas terapeutik obat serta menimbulkan toksisitas. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet dan <em>pre-post test</em> melalui pengisian kuesioner. Pada awal kegiatan dilakukan <em>pre-test</em>, dilanjutkan dengan penyampaian materi, diskusi tanya jawab dan diakhiri dengan <em>post-test</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil nilai rata-rata <em>pre-test</em> responden sebesar 60, sedangkan nilai rata-rata <em>post-test</em> sebesar 93. Kegiatan ini dinilai efektif karena pemahaman masyarakat desa Dono meningkat 33% terhadap <em>beyond use date</em>. <strong>Kesimpulan:</strong> Dengan adanya kegiatan ini diharapkan kesalahan penggunaan obat dapat dicegah seiring dengan meningkatnya wawasan masyarakat terkait <em>beyond use date.</em></p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20789Peningkatan Pemahaman Kajian Haid, Nifas, dan Istihadhoh Bagi Wanita di Desa Sukamandi Subang Jawa Barat 2025-10-04T16:32:25+07:00Wathroh Mursyidiwawahsholeh@gmail.comEva Dwi Kumalasarievadwikumalasari@gmail.com<p><strong>Background:</strong> This community service activity was motivated by the low understanding of Islamic jurisprudence (fiqh) laws among mothers and young women in Sukamandi Village, Sagalaherang, particularly regarding menstruation, postpartum bleeding, and istihadhoh. Misunderstandings often lead to confusion about purity, worship obligations, and obligatory bathing. The program aimed to increase participants' awareness and understanding of sharia provisions related to women's blood based on authoritative references. <strong>Method:</strong> The Participatory Action Research (PAR) method was used, including participant registration, socialization, lectures, case-based discussions, and evaluation. A total of 21 participants attended the program. <strong>Results:</strong> Post-activity evaluation showed an 82% improvement in understanding compared to pre-activity assessments, with 90% of participants actively engaged during discussions and Q&A sessions. Participants were able to answer most of the case studies correctly. <strong>Conclusion:</strong> The program effectively enhanced women's understanding of fiqh topics related to menstruation, postpartum bleeding, and istihadhoh in Sukamandi Village.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20886Edukasi Tata Kelola dan Kandungan Gizi Limbah Cair Pemindangan Ikan Cakalang sebagai Bahan Petis Madura Berkualitas di Poklahsar Tuna Jaya2025-10-04T16:50:34+07:00Eka Nurrahema Ning Asiheka.asih@trunojoyo.ac.idNurul Ismawatinurulismawati626@gmail.comAtiqah Fitrianiatiqahfitriani01@gmail.comWiwit Sri Werdi Pratiwiwiwit.sriwerdi@trunojoyo.ac.idIndah Wahyuni Abidahindahwahyuniabida@trunojoyo.ac.idAry Giri Dwi Kartikaarygiri.dwikartika@trunojoyo.ac.idNike I Nuzulanike.nuzula@trunojoyo.ac.id<p><strong>Background: </strong>Optimalisasi pengelolaan dan pemanfaatan limbah pemindangan ikan cakalang perlu dilakukan karena limbah ini berpotensi mencemari perairan namun kaya nutrisi. Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan pemahaman mitra tentang pentingnya mengelola dan memanfaatkan limbah pemindangan ikan menjadi produk petis Madura yang bernilai gizi tinggi. <strong>Metode: </strong>Kegiatan melibatkan mitra yaitu Poklahsar Tuna Jaya dan pihak terkait. Tahapan kegiatan yang dilakukan berupa persiapan, penyuluhan, implementasi dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilengkapi dengan kuisioner untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi penyuluhan. <strong>Hasil: </strong>Berdasarkan skala likert setelah penyuluhan dilaksanakan menunjukan 95% paham, 3% cukup paham dan 2% tidak paham mengenai pentingnya manajemen kelola limbah hasil pemindangan ikan. Respon peserta juga menunjukan 95% paham, 4% cukup paham dan 1% tidak paham mengenai kiat serta tahapan mempertahankan kandungan gizi pada air limbah hasil pemindangan ikan agar menghasilkan petis merah non histamin. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan pengabdian masyarakat ini berimplikasi mampu meningkatkan pemahaman mitra dalam mengelola dan mempertahankan nilai gizi limbah pemindangan guna mempersiapkan bahan baku petis merah Madura berkualitas.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21000Penguatan Learning agility melalui Keterampilan Komunikasi bagi Remaja Binaan Yayasan Al Kahfi, Johar Baru 2025-10-04T17:35:05+07:00Husen Monyhusen_mony@usahid.ac.id<p><strong>Background: </strong>Remaja yang berada dalam pembinaan Yayasan Al Kahfi Cabang Johar Baru memiliki beragam problem, seperti dari keluarga kurang mampu, hidup dalam lingkungan yang penuh dengan kekerasan, bahkan sebagian dari mereka ikut dalam aksi tawuran, sehingga berdampak pada hilangnya keinginan untuk mengikuti pendidikan formal. Riset ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan tentang <em>learning agility</em> dan motivasi melalui penguatan keterampilan komunikasi kepada remaja yang berada dalam binaan Yayasan Al Kahfi, Johar Baru. <strong>Metode:</strong> Metode yang dipilih adalah berupa kegiatan penyuluhan dengan pendekatan partisipasi aktif, antara penyuluh dengan para remaja tersebut. <strong>Hasil:</strong> Peserta mengalami peningkatan keterampilan berkomunikasi seperti keaktifan bertanya, menyampaikan pendapat, serta berinteraksi dengan sesama peserta maupun penyuluh. Selain itu peserta kembali termotivasi untuk menyelesaikan pendidikan formalnya. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan PKM berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja tentang <em>learning agility</em>.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/17309Sosialisasi Tentang Gizi Dan Pentingnya Sarapan Terhadap Aktivitas Sehari-Hari Peserta Didik Di SMA 2025-01-29T13:26:03+07:00Roulina Ashariroulinaashari@gmail.comGunawan Gunawanroulinaashari@gmail.comAupi Dalilaroulinaashari@gmail.comMaulidia Hidayatiroulinaashari@gmail.comRidha Nirmalasariroulinaashari@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Sarapan pagi penting untuk memberikan energi, konsentrasi, dan stamina bagi peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Namun, survei awal menunjukkan lebih dari 60% siswa sering melewatkannya karena keterbatasan waktu dan selera makan, yang berdampak pada kesehatan, konsentrasi dan kinerja belajar. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan melalui sosialisasi dengan tujuan memberikan edukasi kepada peserta didik agar dapat mengubah kebiasaan melewatkan sarapan sebelum beraktivitas dan membiasakan diri mengkonsumsi sayur dan buah untuk memenuhi nutrisi tubuh. <strong>Hasil:</strong> Sosialisasi berjalan efektif dengan meningkatnya pemahaman peserta didik mengenai pentingnya sarapan dan gizi seimbang. Hal ini ditunjukkan melalui antusiasme mereka dalam sesi tanya jawab serta kemampuan menjawab pertanyaan terkait materi yang disampaikan. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan sosialisasi terbukti meningkatkan kesadaran peserta didik tentang pentingnya sarapan, sehingga dapat berkontribusi pada perbaikan kebiasaan makan, peningkatan kesehatan, dan menunjang keberhasilan belajar di sekolah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19865Peningkatan Keterampilan Komunikasi Publik Mahasiswa Melalui Pelatihan Penulisan Artikel 2025-09-13T15:26:30+07:00Arina Himatul Husnaarinahusna@lecturer.unri.ac.idArina Nihayatiarinahusna@lecturer.unri.ac.id<p><strong>Background:</strong> Kemampuan menulis opini editorial (op-ed) menjadi bentuk literasi publik strategis yang perlu dikuasai oleh mahasiswa, khususnya dari bidang Hubungan Internasional. Dalam konteks demokrasi digital, keterampilan ini memungkinkan mahasiswa menyuarakan pandangan terhadap isu-isu strategis secara terbuka dan argumentatif. <strong>Tujuan</strong>: Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas mahasiswa dalam menulis artikel opini yang sesuai dengan standar media massa online. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap: persiapan, sosialisasi materi, pelatihan penulisan, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan secara partisipatif dan berbasis praktik langsung, melibatkan 117 mahasiswa Universitas Sriwijaya. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan sebanyak 90 artikel berhasil dikirimkan ke media, dan 67 di antaranya telah diterbitkan. Selain peningkatan keterampilan teknis menulis, pelatihan juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi berkontribusi di ruang publik. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan pelatihan menulis berbasis praktik efektif untuk membangun literasi komunikasi publik mahasiswa, serta layak dijadikan model berkelanjutan dalam pengembangan kapasitas mahasiswa di perguruan tinggi.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20252Sekolah Tangguh Bencana melalui Pendidikan dan Pelatihan Kebencanaan untuk Mewujudkan Sekolah Tangguh Bencana di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Malaysia 2025-09-13T19:58:08+07:00Nuryanti Mustarinuryantimustari@unismuh.ac.idJaelan Usmanjaelanusman@unismuh.ac.idSudirman Sudirmansudirmansudhi722@gmail.comDiky Chandrachandrapendidikn@gmail.comInda Dian Lestariindamansur42@gmail.comHerman Hermanhermansakir0104@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Malaysia merupakan negara yang rentan terhadap bencana alam, terutama banjir dengan frekuensi tinggi dan dampak signifikan setiap tahun. Data 2020–2023 menunjukkan fluktuasi kejadian banjir dengan puncak pada 2021 akibat perubahan iklim global dan keterbatasan infrastruktur pengendali air. Tren bencana 1970–2019 juga meningkat, menjadikan banjir sebagai ancaman dominan yang memerlukan peningkatan mitigasi serta kesiapsiagaan sekolah. <strong>Metode: </strong>Mitigasi dilakukan melalui kolaborasi pemerintah, sektor swasta, dan organisasi terkait melalui pendidikan serta pelatihan kebencanaan yang meliputi teori, simulasi, dan latihan evakuasi, dengan evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. <strong>Hasil: </strong>Pelatihan terbukti meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian siswa, dengan 97,8% mencapai tingkat pengetahuan sangat tinggi setelah pelatihan berdasarkan hasil post-test. <strong>Kesimpulan: </strong>Pembangunan sekolah tangguh bencana memerlukan peningkatan kapasitas pendidik, pembentukan Tim Tanggap Bencana Sekolah, integrasi kurikulum kebencanaan, perbaikan infrastruktur, dan latihan rutin untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi keadaan darurat.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20430Optimalisasi Kinerja Pengrajin Disabilitas melalui Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam Proses Produksi Batik Ciprat 2025-09-04T11:21:53+07:00Rochmat Aldy Purnomorochmataldy93@gmail.comSri Hartonorochmataldy93@untidar.ac.idFilia Icha Sukamtorochmataldy93@untidar.ac.idDiana Pramudya Wardhanirochmataldy93@untidar.ac.idKamariah Ismailrochmataldy93@untidar.ac.id<p><strong>Background:</strong> Produksi batik ciprat di Karangpatihan masih terkendala aspek K3. Pengrajin disabilitas rawan risiko kerja, hasil jauh di bawah permintaan. <em>Program ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan rendahnya kuantitas dan kualitas produksi batik ciprat Karangpatihan dengan cara meningkatkan pemahaman dan keterampilan mitra, khususnya pengrajin disabilitas, dalam menerapkan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses produksi. Melalui pelatihan berbasis K3, diharapkan pengrajin dapat bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan efisien, sehingga produktivitas meningkat dan kapasitas produksi mampu menjawab tingginya permintaan pasar</em>. <strong>Metode:</strong> <em>Program Pemberdayaan Kepada Masyarakat UMPO</em><em>, </em><em>UNTIDAR</em><em> dan Universiti Teknologi Brunei</em><em> (Maret–Desember 2025) bersama Rumah Harapan Mulya melatih 50 pengrajin batik disabilitas melalui observasi, sosialisasi, pelatihan K3, serta monitoring-evaluasi</em>. <strong>Hasil:</strong> Program meningkatkan pemahaman K3: awalnya 78% belum paham, pasca pelatihan 90% mampu mengenali bahaya, gunakan APD, dan terapkan kerja aman. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan keterampilan mitra dalam memahami dan menerapkan prinsip-prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan produksi batik ciprat, sebagai upaya strategis dalam meningkatkan produktivitas dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, terutama bagi pengrajin disabilitas di Karangpatihan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20686Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal Untuk Pemberdayaan Masyarakat Kampung Tahu Kota Pekalongan2025-09-22T11:04:57+07:00Sobrotul Imtikhanahemmaferdiz.umpp@gmail.comBetty Dahfiani Dahlanemmaferdiz.umpp@gmail.comKristina Novita Sariemmaferdiz.umpp@gmail.com<p><strong>Latar belakang: </strong>Pembangunan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya investasi dan industrialisasi, tetapi juga oleh kemandirian ekonomi masyarakat. Kota Pekalongan yang dikenal sebagai kota kreatif masih menghadapi persoalan pengangguran sebesar 4,9% pada tahun 2024, serta rendahnya keterampilan kewirausahaan masyarakat, khususnya di Kelurahan Sokoduwet sebagai <em>Kampung Tahu</em>. Mayoritas pengrajin tahu masih memproduksi produk konvensional (tahu putih/goreng) dengan diversifikasi yang terbatas, sehingga nilai tambah dan daya saing produk rendah. <strong>Tujuan:</strong> mendeskripsikan pelaksanaan pelatihan kewirausahaan berbasis potensi lokal sebagai strategi pemberdayaan masyarakat. <strong>Metode:</strong> kegiatan menggunakan pendekatan <em>workshop</em> dan praktik langsung, meliputi manajemen usaha, pencatatan keuangan sederhana, legalitas usaha, inovasi produk berbahan dasar tahu dan ampas tahu, serta strategi pemasaran. Peserta berjumlah 40 orang dipilih melalui kelurahan, dengan pendampingan dari pemerintah daerah dan perguruan tinggi. <strong>Hasil:</strong> pretest menunjukkan 57,5% peserta belum memahami kewirausahaan, sementara hasil posttest memperlihatkan peningkatan signifikan, yaitu 36 peserta (90%) peserta memahami aspek pembukuan, inovasi produk, dan strategi pemasaran. Ketrampilan peserta meningkat menjadi 90 % dibanding sebelum pelatihan yakni 67 %. Dengan demikian, pelatihan terbukti efektif meningkatkan literasi kewirausahaan, memperkuat kapasitas inovasi, dan mendorong pengembangan ekosistem ekonomi lokal berbasis potensi tahu. <strong>Kesimpulan:</strong> pelatihan ini mendukung temuan Shofiyuddin dkk. (2024) yang menunjukkan bahwa pelatihan kewirausahaan kontekstual mampu membentuk <em>entrepreneurial mindset</em> dan meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Keberlanjutan program diharapkan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga, mengurangi pengangguran, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Kota Pekalongan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20809Penguatan Kapasitas Guru Menuju Sekolah Inklusi Adaptif dan Berkelanjutan di SMAN 3 Tangerang Selatan2025-10-11T12:01:53+07:00Faizal Akhmad Adi Masbukhinfaizal.masbukhin@ecampus.ut.ac.idAchmad Anwar Abidinachmad.official@ecampus.ut.ac.idErna Risnawatierna.risnawati@ecampus.ut.ac.idNurul Isra Fauziahnurul.isra@ecampus.ut.ac.idInas Sausaninas.sausan@ecampus.ut.ac.id<p><strong>Latar belakang: </strong>Pendidikan inklusi merupakan agenda global dan nasional untuk menjamin hak belajar semua anak tanpa diskriminasi. Kegiatan ini berangkat dari kebutuhan SMAN 3 Tangerang Selatan untuk meningkatkan kapasitas guru dalam memahami, menerima, dan mendukung keberagaman peserta didik, khususnya anak berkebutuhan khusus. <strong>Tujuan:</strong> Pemberdayaan guru SMAN 3 Tangerang Selatan melalui model <em>Scaffolding-Oriented Pedagogical E-Media</em> (SCOPE) agar mampu mewujudkan sekolah inklusi yang adaptif dan berkelanjutan. <strong>Metode:</strong> Kombinasi pendidikan masyarakat, pelatihan tatap muka, advokasi, dan difusi ipteks yang disertai pembelajaran asinkronus melalui platform MolecuLearn pada Juli–Agustus 2025. <strong>Hasil:</strong> Rata-rata nilai peserta meningkat dari 6,46 menjadi 8,62 (kenaikan 33,5%), 63% guru menyelesaikan kursus daring, 85% menuntaskan tugas analisis situasi peserta didik, dan 96% menyatakan MolecuLearn memudahkan akses materi. Observasi lapangan memperlihatkan perubahan perilaku guru dalam pengelolaan kelas inklusi dan modifikasi kurikulum. <strong>Kesimpulan:</strong> SCOPE efektif meningkatkan kompetensi guru dan mengubah budaya sekolah menuju inklusivitas. Program ini berpotensi direplikasi di sekolah lain dengan penguatan fitur teknologi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20900SEHATI (Senam Haid Anti Nyeri): Implementasi GERMAS untuk Meningkatkan Kesehatan Reproduksi Siswi di MTs Darul Ulum Palangka Raya 2025-10-11T12:16:00+07:00Uswatun Hasanah Purnama Sariuswatunhps@fkip.upr.ac.idFarah Fauziah Raudiyathul Ahmadfarahfzyahmad@med.upr.ac.idAndie Arie Astutiandiarie@fkip.upr.ac.idJulastri Julastriuswatunhps@fkip.upr.ac.idShelly Meylindauswatunhps@fkip.upr.ac.idDuly Marseniuswatunhps@fkip.upr.ac.idKlara Lianauswatunhps@fkip.upr.ac.idDestry Witauswatunhps@fkip.upr.ac.id<p><strong>Background: </strong>Dismenorea adalah keluhan ginekologis tersering pada remaja putri dan berdampak pada kehadiran sekolah, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini didasarkan pada prevalensi dismenore (nyeri haid) yang tinggi yakni sebanyak 85,19% siswi di siswi MTs Darul Ulum Palangka Raya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswi tentang kesehatan reproduksi, mereduksi intensitas dismenore melalui intervensi non-farmakologis, dan merevitalisasi fungsi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sebagai pusat layanan dan informasi kesehatan di lingkungan sekolah. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini mengimplementasikan program SEHATI (Senam Haid Anti Nyeri) dengan pendekatan metodologis yang terstruktur, meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan media berbasis teknologi (video tutorial, modul digital), pendampingan, dan evaluasi. Responden pada penelitian ini adalah seluruh siswi yang berjumlah 126 di MTs Darul Ulum. Keberhasilan program senam ini diukur menggunakan kuesioner pre-dan post-test dan diuji mengunakan aplikasi SPSS untuk melihat keefektifannya. <strong>Hasil: </strong>Hasil menunjukkan capaian positif. Uji Wilcoxon pada intervensi tidak signifikan, kontrol tidak berubah (p=1,00), dan perbandingan post intervensi vs kontrol dengan Mann–Whitney juga tidak signifikan. Implementasi SEHATI terlaksana dan menunjukkan indikasi manfaat praktis (pergeseran distribusi ke kategori nyeri lebih ringan). <strong>Kesimpulan:</strong> Program ini telah dilaksanakan dan memberikan dampak pada penurunan nyeri haid pada siswi di MTs. Rekomendasi untuk pihak mitra adalah program ini dimasukkan kedalam program tetap di UKS. </p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21060Pelatihan Pencegahan Prokastinasi Akademik dengan Layanan Bimbingan Kelompok Teknik Self Manajemen 2025-10-20T09:23:07+07:00Riski Putra Ayu Distirariski@unugiri.ac.idZeni Novitasaririski@unugiri.ac.idAh. Fahri Munirriski@unugiri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Prokrastinasi akademik bermakna perilaku menunda-nunda dalam penyelesaian tugas belajar yang dapat menghambat perkembangan dan prestasi akademik siswa. Kondisi ini banyak ditemukan pada siswa sekolah menengah pertama, yang umumnya belum memiliki keterampilan manajemen diri yang baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola waktu, tanggung jawab, dan tugas akademik melalui layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan teknik <em>self-management</em>. Pelatihan dilaksanakan di SMP Plus Al Amanah Bojonegoro dengan melibatkan siswa sebagai peserta utama. <strong>Metode</strong> yang digunakan meliputi identifikasi tingkat prokrastinasi awal, pelatihan teknik <em>self-management</em> secara kelompok, dan evaluasi hasil pelatihan melalui instrumen pretest dan posttest. <strong>Hasil</strong> kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan siswa dalam merencanakan, memantau, dan mengevaluasi perilaku akademiknya secara mandiri. Selain itu, siswa juga mengalami peningkatan motivasi belajar, disiplin, dan sikap positif terhadap tugas sekolah. Rata-rata nilai pretes sebesar 39,85 pada klasifikasi tinggi menjadi rata-rata setelah diberikan pelatihan (Posttest) sebesar 25,3 pada klasifikasi rendah, dengan nilai penurunan 14,55 poin. <strong>Kesimpulan</strong> Pelatihan ini terbukti efektif sebagai strategi preventif untuk menurunkan perilaku prokrastinasi akademik dan dapat direplikasi oleh guru BK sebagai bagian dari layanan pengembangan diri siswa di sekolah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/18954Upaya Menghadapi Tantangan Bisnis melalui Optimalisasi Bisnis Digital, Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pengelolaan Keuangan pada Pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang2025-05-27T17:11:52+07:00Rida Ristiyanarristiyana@unis.ac.idEko Triantoetrianto@unis.ac.idSri Jaya Lesmanasjlesmana@unis.ac.id<p><strong>Background: </strong>Pelaku usaha di Kabupaten Tangerang belum optimal dalam pemanfaatan teknologi berbasis digital, kurang kreatif dan inovatif serta tidak terampil dalam mengelola keuangan. Tantangan bisnis yang makin besar menuntut pelaku bisnis berupaya mengadopsi digitalisasi, meningkatkan kualitas diri dan menyediakan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Demi menghadapi persaingan yang ketat pelaku UMKM harus siap dengan berbekal pengetahuan dan mampu melihat peluang bisnis. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan UMKM Di Kabupaten Tangerang melalui optimalisasi bisnis digital, peningkatan sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan. <strong>Metode: </strong>Kegiatan sosialisasi melibatkan 43 peserta, panitia dan mitra yaitu LKP Topi Bambu Foundation dengan pelaksanaan secara luring berlokasi Di Desa Klutuk, Kecamatan Mekar Baru Kabupaten Tangerang. Terdapat dua pendekatan yaitu secara konvensional dan inquiry. Metode pelaksanaan secara bertahap yang meliputi: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan pelaporan. <strong>Hasil:</strong> Hasil sosialisasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pemahaman pelaku UMKM Di Kabupaten Tangerang terkait dengan optimalisasi bisnis digital, kualitas sumber daya manusia dan pengelolaan keuangan bisnis sebesar 25,81 % dari nilai rata-rata. Ini artinya sosialisasi ini dapat memberikan kontribusi pada pelaku UMKM. Dari 43 peserta yang mengisi kuesioner semua dinyatakan lulus dan berhasil dalam sosialisasi. <strong>Kesimpulan:</strong> Pasca sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan potensi diri dan keterampilan pelaku usaha untuk menjadi sumber daya manusia yang kreatif, inovatif dan mampu mengembangkan bisnis kearah yang lebih maju dan besar dengan pemanfaatkan teknologi di era digitalisasi. Selain itu mampu mengelola keuangan bisnis dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan agar bisnis yang dijalankan memiliki daya saing baik secara nasional maupun internasional.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19916Pelatihan Arduino untuk Memperkenalkan Teknologi Mikrokontroler pada Siswa MTs Mathla’ul Anwar Pamulang2025-09-26T17:28:56+07:00Kartika Sekarsaridosen00181@unpam.ac.idElfirza Rosianadosen00181@unpam.ac.idRini Astutidosen00181@unpam.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Arduino merupakan platform mikrokontroler <em>open source</em> yang memiliki fungsi untuk mengatur beragam aspek secara efisien dari beberapa komponen elektronik seperti motor, sensor, LED, dan perangkat Internet of Things (IoT). Studi ini bertujuan untuk memperkenalkan teknologi mikrokontroler, khususnya Arduino, kepada siswa-siswi MTS Mathlaul Anwar Pamulang sebagai bagian dari penguatan literasi teknologi. <strong>Metode: </strong>pendekatan STEAM. Kegiatan diikuti oleh 67 peserta, yaitu mulai dari siswa kelas 7 dan siswa kelas 8 dan dilaksanakan dalam bentuk penyampaian materi interaktif, pemberian motivasi, serta praktik langsung perakitan rangkaian Arduino menggunakan berbagai komponen elektronik. <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan nilai <em>pretest</em> dan <em>postest</em>, kemampuan peserta dalam merakit mikrokontroler secara mandiri sesuai standar, serta hasil observasi dan kuesioner yang menilai keterampilan, kepuasan, dan efektivitas pelatihan. <strong>Kesimpulan: </strong>Pendekatan pembelajaran berbasis STEAM efektif dalam menumbuhkan minat dan pemahaman siswa terhadap teknologi berbasis mikrokontroler Arduino.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20283Pemberdayaan Ibu Menyusui Terkait Pengetahuan ASI Eksklusif dengan Pendekatan Literasi Gizi Di Kota Depok2025-09-13T20:02:57+07:00Dhiya Agis Ghazalahajengmustika@upnvj.ac.idAjeng Mustikaajengmustika@upnvj.ac.idSintha Fransiske Simanungkalitajengmustika@upnvj.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>ASI mengandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk masa pertumbuhan dan perkembangannya. Pengetahuan ibu mengenai ASI eksklusif, status gizi, dan gizi seimbang akan berdampak pada praktik pemberian ASI eksklusif dan kualitas ASI yang dihasilkan oleh ibu. Studi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan pengetahuan terkait pemberian ASI eksklusif dan pengetahuan gizi. <strong>Metode: </strong>‘Makanan Bergizi, ASI Berenergi, untuk Masa Depan Bayi (MARI SIGAPI)’ dilakukan secara <em>offline</em> kepada 30 ibu menyusui yang ada di wilayah kerja UPTD Puskesmas Pasir Putih di Depok. <strong>Hasil: </strong>Adanya peningkatan pengetahuan responden dari poin 4,9 ke poin 7,6 berdasarkan uji <em>Wilcoxon Signed Ranks Test</em> dengan <em>Sig. (2-tailed) </em>0.000 (<em>p-value</em> <0.005). <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini bermanfaat bagi para ibu dan masyarakat akan pentingnya pemberian ASI eksklusif dan pedoman gizi seimbang.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20487Optimalisasi Kolaborasi Koalisi Organisasi Profesi untuk Percepatan Program Triple Eliminasi di Kabupaten Grobogan dan Brebes2025-09-17T10:21:05+07:00Aditya Kusumawatiaditya.kusumawati@live.undip.ac.idNovia Handayaninovia.handayani@live.undip.ac.idDion Zein Nuridzindionzein@live.undip.ac.idMartinimartini@live.undip.ac.idAyun Sriatmiayunsriatmi@gmail.comTutut Okta Hardiyantitututoktah@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Penularan HIV, sifilis, dan hepatitis B dari ibu ke anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Untuk mengatasinya, Kementerian Kesehatan meluncurkan Program Triple Eliminasi melalui peningkatan skrining antenatal, pengobatan dini, dan edukasi kesehatan. Namun, implementasi di tingkat kabupaten, seperti di Grobogan dan Brebes, masih menghadapi tantangan berupa lemahnya koordinasi lintas sektor, keterbatasan sumber daya, serta keterlibatan organisasi profesi yang belum optimal. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui diskusi kelompok terarah, evaluasi program, dan analisis situasi untuk memperkuat peran Koalisi Organisasi Profesi (KOPI). <strong>Hasil:</strong> Dari 15 organisasi profesi dalam KOPI Triple Eliminasi, hanya sekitar 60% yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan bersama. Kedua kabupaten belum memiliki legitimasi formal berupa Surat Keputusan Dinas Kesehatan, dan sebagian besar dari 55 tenaga kesehatan peserta FGD belum mendapatkan pelatihan komprehensif, sehingga kapasitas implementasi program masih terbatas. <strong>Kesimpulan:</strong> Optimalisasi kolaborasi KOPI berpotensi besar mempercepat pencapaian target Triple Eliminasi, namun membutuhkan mekanisme kerja terpadu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta legalisasi formal melalui SK. Temuan ini bersifat kualitatif dan memerlukan penelitian kuantitatif lanjutan untuk mengukur efektivitas kolaborasi secara lebih sistematis.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20701Sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Tanaman Unggul untuk Mendukung Program Kampung Buah 2025-09-26T19:58:42+07:00I Ketut Manu Mahatmayanamanu.mahatmayana@faperta.unsika.ac.idDevie Rienzani Supriadidevie.rienzani@faperta.unsika.ac.idAji Primajayaaji.primajaya@staff.unsika.ac.idMuhammad Farrel Syabenafarrel.syabena@faperta.unsika.ac.idAbil Fadilaabil.fadila@faperta.unsika.ac.idHadi Prastyomanu.mahatmayana@faperta.unsika.ac.id<p><strong>Background:</strong> Karanganyar Village, Klari Subdistrict, Karawang Regency has vast land and potential for fruit crop development. By utilizing this vast land, a fruit village can be created, thereby increasing the potential to improve the income of the surrounding community. This activity aims to support the creation of a fruit village to improve food quality and the economy of the village community. <strong>Methods:</strong> A participatory approach through the dissemination of information on superior crops and the planting of fruit trees as parent plants. <strong>Results:</strong> The presence of superior parent plants with high productivity can meet the needs and improve the economy of the Karanganyar Village community. <strong>Conclusions: </strong>The community is able to produce food for family and community needs by having highly productive and adaptive parent plants.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20830Pelatihan Pembuatan Sabun Batang Dari Minyak Jelantah Sebagai Solusi Inovatif Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Bagi Masyarakat Didaerah Majalengka2025-10-04T17:06:18+07:00Elma Suryanielmasuryani@unj.ac.idElsa Vera Nandaelmasuryani@unj.ac.idEdith Allanaselmasuryani@unj.ac.idFazila Windy Febrianielmasuryani@unj.ac.idMusyahadah Rodiatam Mardiahelmasuryani@unj.ac.idAhmad Hafizhelmasuryani@unj.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering dibuang sembarangan dan berpotensi mencemari lingkungan serta membahayakan kesehatan. Di Desa Majalengka Kulon, tingginya angka kemiskinan dan rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah menjadi tantangan tersendiri. Studi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan minyak jelantah menjadi sabun sebagai solusi terhadap pencemaran lingkungan dan peningkatan ekonomi lokal. <strong>Metode: </strong>Pendekatan partisipatif melalui pelatihan pembuatan sabun berbasis minyak jelantah, sosialisasi dampak lingkungan, serta dokumentasi kegiatan dalam bentuk publikasi ilmiah dan media massa. <strong>Hasil: </strong>Masyarakat mampu mengelola minyak jelantah menjadi sabun padat yang layak dan bernilai jual, serta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap dampak lingkungan dari limbah minyak goreng. <strong>Kesimpulan: </strong>Pengolahan minyak jelantah menjadi sabun dapat menjadi solusi terpadu dalam mengatasi pencemaran lingkungan dan memberdayakan ekonomi masyarakat desa.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20917Workshop Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Website untuk Meningkatkan Kompetensi Guru dalam Pembelajaran Mendalam 2025-10-04T17:25:04+07:00Tria Putri Mustikatria.putri@lecturer.unri.ac.idFilma Alia Saritria.putri@lecturer.unri.ac.idEdi Susilotria.putri@lecturer.unri.ac.idZulhafizhtria.putri@lecturer.unri.ac.idNikyta Yulia Rachmantria.putri@lecturer.unri.ac.idIlham Ramadhantria.putri@lecturer.unri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Media pembelajaran berbasis website memiliki peranan penting dan mampu memenuhi standar pedagogis serta estetika yang mendukung pembelajaran mendalam. Kemampuan tenaga pendidik yang baik terkait pengembangan media membantu dalam mencipta pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan konkret. Tujuan kegiatan berupa workshop pengembangan media pembelajaran berbasis website dalam mendukung pembelajaran mendalam. <strong>Metode:</strong> Kegiatan workshop terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 3 Siak Hulu dengan peserta 50 orang. Teknik pengumpulan data berupa tes dan teknik analisis menggunakan metode statistik deskriptif-inferensial dengan uji Wilcoxon menggunakan SPSS. <strong>Hasil:</strong> Analisis data diketahui rata-rata pretest sebesar 50,6 pada kategori rendah dan rata-rata post test meningkat menjadi 96,2 dengan kategori sangat tinggi. Data ini menunjukkan bahwa kompetensi peserta workshop mengalami peningkatan yang sangat signifikan baik secara konseptual maupun praktis dalam hal pengembangan media pembelajaran berbasis website. Hasil ini diperkuat dengan uji signifikansi melalui Wilcoxon pada nilai signifikansi 0,00 (< 0,05). <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan workshop terbukti efektif dan berdampak positif dalam membekali kompetensi tenaga pendidik menciptakan media pembelajaran berbasis website yang mendukung pembelajaran mendalam.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21244Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Daun Kelor sebagai Olahan Camilan Sehat 2025-10-24T14:03:52+07:00Diah Astika Winahyudiah_astika@malahayati.ac.idNurdin Hidayatnurdinstkippgribl@gmail.comNova Muhanimuhaninova@malahayati.ac.idNia Mardianiniamardiani10@gmail.comPremieranisha Praidha Putriputriranishaa@gmail.comCici Ayu Parizaciciayupariza03@gmail.comErsya Budi ersabudimaidasari@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Limbah kulit pisang merupakan hasil sampingan rumah tangga dan industri pangan yang sering terbuang, padahal memiliki kandungan gizi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan fungsional. Daun kelor (Moringa oleifera) juga dikenal kaya akan vitamin, mineral, dan protein nabati yang berpotensi meningkatkan nilai gizi produk olahan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi dan memberdayakan pelaku UMKM dalam memanfaatkan kulit pisang dan daun kelor menjadi camilan sehat. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi potensi gizi dari kulit pisang dan daun kelor, pelatihan teknis pembuatan produk camilan sehat dan uji coba produk bersama peserta. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan ini menunjukkan bahwa peserta mampu mengolah produk camilan secara mandiri, dengan respon positif terhadap cita rasa dan tampilan produk. Kegiatan ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas UMKM, mendukung konsep zero waste, serta membuka peluang usaha baru berbasis pangan sehat. <strong>Kesimpulan:</strong> Limbah kulit pisang kombinasi daun kelor dapat dibuat camilan sehat yang mendukung konsep zero waste dan membuka peluang usaha baru.</p>2025-12-13T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19126Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Outseal Studio sebagai Upaya untuk Optimalisasi Kualitas Pembelajaran dan Keterampilan Siswa 2025-08-27T08:58:34+07:00Arfan Haqiqi Sulasmoroarfan.hqq@poltektegal.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat semester sebelumnya dengan peserta siswa Sekolah Menengah Kejuruan untuk materi outseal studio memicu para guru untuk mendapatkan pelatihan tentang outseal studio agar dapat mendampingi siswa dalam belajar outseal studio lebih efektif, dimana outseal studio merupakan hasil karya anak bangsa untuk mendukung pemrograman PLC dengan model program berupa diagram tangga dan mendukung untuk pemrograman IoT dengan model open source sehingga memungkinkan siapa saja untuk dapat menggunakan aplikasi yang berbahasa Indonesia ini. Peserta pelatihan berjumlah 20 guru SMK dari wilayah Kab. Brebes, Tegal Kota dan Kabupaten, dan Kab. Pemalang, dengan tempat pelatihan di Laboratorium Hardware 2 Gedung B Kampus Politeknik Harapan Bersama Tegal dari tanggal 11 - 12 Juni 2024. Tujuan kegiatan ini memberikan pengetahuan, pemahaman kepada guru-guru SMK jurusan Listrik dan Rekayasa Perangkat Lunak di sekitar Brebes, Tegal kota dan kabupaten dan Pemalang dalam merancang dan mendesain program untuk PLC menggunakan diagram tangga. <strong>Metode</strong>: Kegiatan ini dirancang dalam beberapa tahapan utama, yang mencakup persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. <strong>Hasil</strong>: Peserta mendapatkan sertifikat hasil pelatihan, dan dalam pelatihan ini didapat nilai n-gain sebesar 0.8279 dengan kategorisasi tinggi. <strong>Kesimpulan</strong>: Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan sangat efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menggunakan Outseal Studio.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20014Pelatihan Hidroponik sebagai Pendukung Optimalisasi Kemandirian Pangan Keluarga di Lingkungan Lahan Basah 2025-09-13T15:33:28+07:00Ulya Ruwaidavirafransisca@ulm.ac.idZevira Fransisca Auroravirafransisca@ulm.ac.idAminuddin Prahatama Putravirafransisca@ulm.ac.idAulia Ajizahvirafransisca@ulm.ac.idM. Arsyadvirafransisca@ulm.ac.idAmalia Rezekivirafransisca@ulm.ac.idSri Amintartivirafransisca@ulm.ac.idMahrudin Mahrudinvirafransisca@ulm.ac.idMaulana Khalid Riefanivirafransisca@ulm.ac.idNurul Hidayati Utamivirafransisca@ulm.ac.idNurul Auliavirafransisca@ulm.ac.id<p><strong>Background: </strong>Lingkungan lahan basah memiliki tingkat kemasaman rendah yang menyebabkan sayuran sulit tumbuh. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa tentang budidaya hidroponik sehingga menciptakan efek keberlanjutan yang bermanfaat baik bagi individu maupun keluarga. Tujuan pelatihan ini yaitu optimalisasi kemandirian pangan keluarga, serta mendukung keberlanjutan ekonomi peserta melalui hidroponik. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pelatihan dilakukan melalui metode pendidikan masyarakat dengan pendekatan partisipatif dan edukatif pada mahasiswa Pendidikan Biologi. Selain itu, pelatihan ini diharapkan mampu menjadi salah satu solusi pangan mandiri. <strong>Hasil:</strong> Produksi berbagai bahan pangan, khususnya sayur dan buah secara mandiri serta pemilihan jenis tanaman yang sesuai dengan kebutuhan gizi keluarga sangat diperlukan guna mencegah penyakit. Kegiatan pelatihan hidroponik skala rumah tangga untuk lingkungan lahan basah di Kalimantan Selatan terbukti terlaksana dengan baik. <strong>Kesimpulan:</strong> Pelatihan terbukti efektif meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan keterampilan mahasiswa terhadap alternatif kemandirian pangan skala rumah tangga.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20325Pelatihan Peningkatan Employee Engagement Pada Pegawai PT Pelindo Multi Terminal Medan Melalui Strategi Manajemen Talenta2025-09-13T20:19:16+07:00Nahar Maganda Saragihroyantisinaga@satyaterrabhinneka.ac.idRoyanti Sinagaroyantisinaga@satyaterrabhinneka.ac.idArsy Annisa Astiroyantisinaga@satyaterrabhinneka.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan pegawai (<em>employee engagement</em>) melalui pelatihan interaktif berbasis strategi manajemen talenta di PT Pelindo Multi Terminal. Pelatihan dilaksanakan selama dua hari (27–28 Mei 2025) dengan total durasi empat jam (2 jam per hari). <strong>Metode: </strong>Pemaparan materi, diskusi kelompok, refleksi, dan tanya jawab. <strong>Hasil: </strong>Penelitian menunjukkan bahwa nilai pretest 65% peserta berada pada tingkat keterikatan sedang, dan hanya 13% berada pada tingkat tinggi. Setelah pelatihan, keterikatan kerja meningkat secara signifikan, dengan 42% peserta mencapai tingkat tinggi dan peningkatan rerata skor UWES dari 3,41 menjadi 4,02 dengan nilai t(37)<em> =</em> 6,72; p < 0,001. <strong>Kesimpulan: </strong>Pelatihan yang dirancang secara kontekstual dan terstruktur berkontribusi positif terhadap peningkatan <em>employee engagement</em>, serta dapat dijadikan bagian dari strategi pembelajaran organisasi secara berkelanjutan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20513Penyuluhan Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi pada Siswa Kelas 4-6 SDN 6 Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat2025-09-17T10:25:33+07:00Mora Octaviamora.octavia@atmajaya.ac.idNicholas Francisco Gaverionicholasgaverio@gmail.comLinawati Hanantalinawati.hananta@atmajaya.ac.id<p><strong>Background:</strong> Limited access to health facilities, economic factors, and limited knowledge and insight regarding the importance of maintaining dental health are risk factors for the high incidence of dental and oral problems, especially in children and rural environments. Based on data from Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), dental and oral health problems are most often found in children aged 5-9 years, with a percentage reaching 67%. Dental disease in children not only causes pain but also impacts their self-confidence, cognitive development, and daily activities. One of the villages with a high incidence of dental disease is Babakan Madang Village, Bogor, West Java. There is a need for education about dental health to increase children's awareness and reduce the incidence of dental disease. <strong>Methods:</strong> The implementation of educational activities regarding dental health began with a pre-test, presentation of material, and a question and answer session, followed by a demonstration of proper steps for brushing teeth, showing an educational video, pre-test, and post-test exercise, and ending with giving goodie bags. <strong>Results:</strong> There is a significant increase in knowledge and insight regarding dental health, as evidenced by an average score from pre-test to post-test of 16.67%. <strong>Conclusion:</strong> This educational outreach activity about dental health can increase students' understanding and awareness of dental health in grades 4, 5, and 6 at SDN 6 Babakan Madang about dental health and enable them to apply appropriate steps for brushing teeth.</p> <p>Keywords:</p> <p>Caries; Dental Health Education; Elementary School children; Rural community</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20726Pemberdayaan Masyarakat Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa Depok: Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Cacah Sampah Organik (Bio-Crusher)2025-09-28T13:00:54+07:00Winnie Septianiwinnie.septiani@trisakti.ac.idAnnisa Dewi Akbariwinnie.septiani@trisakti.ac.idCahya Restu Anjarsariwinnie.septiani@trisakti.ac.idNadinda Nathasyawinnie.septiani@trisakti.ac.idFairuz Awra Rizqullahwinnie.septiani@trisakti.ac.idTazkiaturrizki Tazkiaturrizkiwinnie.septiani@trisakti.ac.id<p><strong>Background: </strong>Praktik pengolahan sampah organik di Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa, telah dimulai dengan membudidayakan maggot dan kompos. Namun, upaya ini belum berjalan dengan optimal karena pertumbuhan maggot yang terhambat dan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan. Penyebab utamanya adalah sampah organik yang tidak dicacah menjadi ukuran kecil, sehingga maggot kesulitan menyerap nutrisi dan proses pembusukan berjalan lebih lambat. Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat Paguyuban Daur Bumi Mutiara Sentosa di Kota Depok dalam mengatasi permasalahan pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan teknologi tepat guna mesin cacah organik (<em>Bio-Crusher</em>). <strong>Metode: </strong>Metode yang digunakan adalah sosialisasi, pelatihan capacity building, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan pembuatan kompos, serta evaluasi berkelanjutan dengan pendekatan green techno sosiopreneur. <strong>Hasil: </strong>Hasil kegiatan PkM ini adalah meningkatnya keterampilan mitra dalam mengoperasikan mesin pencacah organik, bertambahnya kapasitas pengetahuan tentang pengolahan sampah menjadi kompos, serta lahirnya peluang usaha berbasis lingkungan yang dapat mendukung kemandirian ekonomi warga. Selain itu, kualitas kompos meningkat dan waktu pengomposan menjadi lebih singkat setelah penerapan teknologi tepat guna. Untuk menjaga keberlanjutan program tim PkM telah berkerjasama dengan mitra strategis Baitul Mal Bestari untuk mengembangkan tahap berikutnya yaitu pengembangan bisnis hijau. <strong>Kesimpulan: </strong>Simpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan masyarakat dengan dukungan teknologi dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam mengurangi timbunan sampah organik, menciptakan lingkungan yang lebih sehat, serta membuka peluang usaha ramah lingkungan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>2025-12-10T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20844Pemberdayaan Kesehatan di Ranting Muhammadiyah-Aisyiyah2025-10-04T16:41:37+07:00Yuniar Wardaniyuniar.wardani@ikm.uad.ac.idErni Gustinaerni.gustina@ikm.uad.ac.idLiena Sofianaliena.sofiana@ikm.uad.ac.idBaiq Qatrunnada Hariyantibaiq2100029048@webmail.uad.ac.idKania Valentia Febrianakania2100029009@webmail.uad.ac.idArdyawati Wira Oktavianaardyaoktav@student.uns.ac.id<p><strong>Background: </strong>Muhammdiyah menjalankan dakwah melalui berbagai program sosial, termasuk pendidikan dan kesehatan, untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dalam bidang kesehatan, dakwah Muhammadiyah mencakup penyuluhan.Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) adalah cara untuk memberikan bantuan awal yang cepat dan tepat kepada orang yang sakit atau terluka. Tempat-tempat umum seperti rumah ibadah, rumah makan, karaoke, warung kopi, pusat perbelanjaan, dan tempat-tempat ramai lainnya wajib mampu menangani keadaan darurat seperti keadaan luka maupun non-luka. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman takmir dan marbot masjid mengenai P3K dan kaderisasi dalam menciptakan lingkungan ibadah yang aman dan berkelanjutan. <strong>Metode:</strong> Sosialisasi penyampaian materi mengenai pentingnya kaderisasi generasi Muhammadiyah dan dasar-dasar P3K. Bermitra dengan marbot masjid di PCM Genteng Muhammadiyah dengan jumlah sebanyak 24 peserta. Survey pengetahuan melalui kuesioner pilihan ganda yang dianalisis secara deskriptif yang mencakup tiga indikator utama. <strong>Hasil:</strong> Tingkat pengetahuan responden terbagi cukup seimbang antara kategori baik (54,2%) dan buruk (45,8%). <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi yang diberikan berhasil meningkatkan kesadaran responden akan pentingnya kesiapsiagaan P3K sebagai bentuk kepedulian dan kaderisasi sebagai upaya regenerasi Dibutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, seperti pelatihan simulasi P3K dan lokakarya kaderisasi.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20931Pemberdayaan Perempuan melalui Program Womenpreneur: Meningkatkan Akses dan Keterampilan Bisnis 2025-10-11T12:21:42+07:00Adhitya Rechandy Christiandian.prasasti@pharm.uad.ac.idDian Prasastidian.prasasti@pharm.uad.ac.idSukardi Sukardidian.prasasti@pharm.uad.ac.id<p><strong>Background:</strong> Warung-Mu berlokasi strategis di area Masjid Miniatur Baiturrahman Aceh, Warung-Mu menghadapi tantangan khas UMKM berupa rendahnya kapasitas manajerial, pencatatan keuangan yang belum profesional, minimnya literasi pemasaran digital, dan terbatasnya anggaran promosi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan keberdayaan mitra melalui peningkatan kapasitas manajemen usaha dan pemasaran digital pada Warung-Mu, sebuah UMKM kuliner yang dikelola ibu-ibu Ranting Aisyiyah di Tirtonirmolo, Bantul, Yogyakarta. <strong>Metode:</strong> Metode pelaksanaan meliputi lima tahap: (1) analisis kebutuhan dan perencanaan, (2) peningkatan kapasitas manajemen usaha, (3) pelatihan pemasaran digital dan pembuatan konten kreatif, (4) pengembangan usaha dan branding melalui media sosial, website, dan integrasi marketplace, serta (5) monitoring dan evaluasi keberlanjutan. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi manajemen, kemampuan pencatatan keuangan, dan pemahaman pemasaran digital. Pengurus Warung-Mu berhasil membuat konten promosi melalui Instagram, Facebook, TikTok, serta website resmi, dan memanfaatkan direct marketing dengan pembagian voucher untuk meningkatkan jangkauan pasar. Selain itu, penentuan Harga Pokok Produksi (HPP) dan pelatihan segmenting-targeting-positioning (STP) memperkuat strategi produk. Inovasi fisik berupa pemasangan neon box dan integrasi ke platform Gojek serta Shopee Food memperluas akses pelanggan. PkM ini membuktikan bahwa pendampingan berbasis kekuatan lokal, literasi digital, dan pengelolaan usaha yang profesional dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM di era ekonomi digital. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan PkM berhasil menjawab dua permasalahan utama, yaitu keterbatasan kapasitas manajemen usaha dan rendahnya kemampuan manajemen pemasaran.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19176Pelatihan Pembuatan Media Mistar Bilangan Bulat Bagi Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar2025-07-02T12:06:07+07:00Astuti Astutiastuti2305@unmus.ac.idDessy Rizki Suryaniastuti2305@unmus.ac.idRival Hanipastuti2305@unmus.ac.id<p><strong>Background: </strong>Matematika ialah mata pelajaran yang bisa melatih cara berpikir siswa. Salah satu materi matematika yakni penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Materi sudah diajarkan saat mahasiswa duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas. Namun berdasarkan hasil tes yang dilakukan terhadap 63 mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Musamus, terdapat 39,68% mahasiswa mendapat nilai dibawah rata-rata sehingga menjadi dasar bagi tim dosen melaksanakan pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat. Pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat bertujuan untuk menjelaskan konsep matematika abstrak menjadi lebih konktret sehingga mudah dipaham. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan yakni pelatihan pembuatan media mistar bilangan bulat. Pelatihan dipilih menggunakan kerja kelompok sehingga mahasiswa bisa berkolaborasi dengan anggota tim, kemampuan berpikir kreatif berkembang, dan kemampuan komunikasi matematis terlatih. <strong>Hasil:</strong> Hasil dari penelitian yakni mahasiswa mampu membuat media mistar bilangan bulat secara berkelompok serta mampu menjelaskan penggunaan media sehingga mahasiswa memahami konsep penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat dengan tepat. <strong>Kesimpulan:</strong> Dosen mendapatkan manfaat berupa bisa meningkatkan kelancaran berkomunikasi, berbagi pengetahuan, lalu membantu mahasiswa memahami konsep matematika.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20075Smart Irrigation Berbasis PLTS dan IoT untuk Meningkatkan Produksi Padi di Desa Haurgeulis 2025-09-13T19:40:21+07:00Dasmo Dasmoamo0903unindra@gmail.comEndang Suhendarendangunindra@gmail.comAndry Fitrianandryakira@gmail.comMuhammad Yusupamo0903unindra@gmail.comArief Yudhistiraamo0903unindra@gmail.comAgung Prayitnoamo0903unindra@gmail.comYasir Al Ganiamo0903unindra@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kekeringan menjadi salah satu faktor penyebab kegagalan panen padi di Desa Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Pemberdayaan berbasis masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi kekeringan pada areal persawahan dengan menerapkan <em>smart irrigation</em> berbasis pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan <em>internet of things</em> (IoT). Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah substitusi ipteks dengan mengenalkan teknologi terbaru. Langkah yang digunakan terdiri atas tahap sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, dan keberlanjutan program terhadap 16 anggota Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Sadewa Desa Haurgeulis. <em>Smart irrigation</em> berbasis PLTS dan IoT berhasil dikembangkan sehingga diperkirakan dapat mengairi 4,8 hektar sawah dengan peningkatan 2 ton padi per hektar jika digunakan secara optimal dengan perbandingan hasil produksi padi yang biasanya hanya mencapai 3-4 ton pada musim tanam kedua. Penggunaan air juga akan lebih efisien karena sistem ini menggunakan IoT yang bisa mengatur air sesuai kebutuhan. Dengan demikian, <em>smart irrigation</em> berbasis PLTS dan IoT untuk irigasi ini dapat menjadi model replikasi bagi desa-desa lain yang menghadapi permasalahan serupa dalam pengelolaan sumber daya air dan energi.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20348Integrasi Edukasi Manajemen Stress Berbasis Flipbook dan Medical Check-Up untuk Pekerja Migran Wanita Indonesia di Singapura2025-08-26T17:31:09+07:00Anditri Weningtyasanditri.weningtyas.fk@um.ac.idKiky Martha AriesakaKiky.martha.fk@um.ac.idLintang Widya Sishartamilintang.widya.fk@um.ac.idHilma Tsurayya Iftitahurrozahilma.tsurayya.fk@um.ac.idArif Ladika Wiratamaarif.ladika.2310116@students.um.ac.idFannia Yosa Bakhtiarfannia.yosa.2310116@students.um.ac.idAdhiena Liany Anastasia Putriadhiena.liany.2410116@students.um.ac.id<p><strong>Background:</strong> Pekerja migran wanita Indonesia di Singapura menghadapi berbagai permasalahan kesehatan mental dan fisik akibat tekanan kerja tinggi serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Program ini bertujuan mengevaluasi efektivitas program manajemen stres menggunakan media <em>flipbook</em> yang terintegrasi dengan <em>Medical Check-Up</em> gratis bagi pekerja migran wanita Indonesia di Singapura. <strong>Metode:</strong> Metode penelitian menggunakan pendekatan <em>Asset-Based Community Development</em> dengan desain <em>pre-post-test</em> yang melibatkan 221 partisipan. Intervensi berupa edukasi manajemen stres melalui <em>flipbook</em> dan pemeriksaan kesehatan komprehensif meliputi antropometri, tekanan darah, gula darah, dan penilaian kesehatan mental menggunakan Kessler-10. Data dianalisis menggunakan uji <em>Wilcoxon</em> dengan tingkat signifikansi 95%. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan dari <em>pre-test</em> 9,52 menjadi <em>post-test</em> 16,68 dengan selisih rata-rata 7,15 poin. <em>Medical check-up</em> menunjukkan bahwa 70,1 persen partisipan berisiko tinggi gangguan mental, 38,0 persen mengalami diabetes, dan 17,6 persen hipertensi.<strong> Kesimpulan:</strong> Program ini terbukti efektif meningkatkan pengetahuan manajemen stres secara menyeluruh pada seluruh partisipan. Integrasi manajemen stres dengan <em>Medical Check-Up</em> memberikan solusi komprehensif untuk mengatasi permasalahan kesehatan pekerja migran wanita Indonesia di Singapura.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20540Transformasi Rambut Jagung Menjadi Teh Herbal Antidiabetes: Program Pelatihan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Majalengka2025-09-22T10:54:38+07:00Clarinta Fadheela Santosoclarintafas@gmail.comElsa Vera Nandaelsavera@unj.ac.idElma Suryanielmasuryani2014@gmail.comGusman Santikagusmantsan@gmail.comHanif Afifah Nurainiafifahanif@gmail.comZalfaa Midtakhul Jannahmjzalfaa@gmail.comZana Niswah Abidahabidahzananiswah@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya jagung (Zea mays L.), yang menghasilkan limbah rambut jagung dalam jumlah melimpah dengan produksi jagung di wilayah ini mencapai 125.395 ton per tahun. Rambut jagung diketahui mengandung senyawa bioaktif berpotensi sebagai antidiabetes, namun pemanfaatannya belum optimal. Tujuan program pengabdian ini adalah mentransformasi limbah menjadi produk yang bermanfaat serta memberdayakan masyarakat melalui pelatihan pengolahan rambut jagung menjadi teh herbal antidiabetes dengan tambahan jahe (<em>Zingiber officinale Roscoe</em>) dan lemon (<em>Citrus limon</em> (L.) Osbeck). <strong>Metode: </strong>Metode kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan dan sosialisasi, pelatihan produksi teh herbal, edukasi kesehatan, pendampingan, dan evaluasi. Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang merupakan Ibu-ibu Rumah Keluarga Indonesia (RKI). Pelatihan berlangsung selama 1 hari.<strong> Hasil: </strong>Hasil menunjukkan peserta antusias dan memperoleh pengetahuan baru mengenai potensinya sebagai agen antidiabetes, pemanfaatan rambut jagung sebagai bahan baku, serta pengolahannya menjadi teh herbal bernilai kesehatan. Dari hasil tanya jawab dan wawancara singkat dengan peserta, menunjukan bahwa sebagian besar peserta tertarik untuk mempraktekan sendiri dan mengimbaskan ilmu yang diperoleh kepada rekan-rekan di komunitas mereka. <strong>Kesimpulan: </strong>program ini berpotensi meningkatkan keterampilan masyarakat, memperkuat ekonomi lokal, serta mendorong pengelolaan limbah pertanian yang berkelanjutan. Program juga dapat direplikasi di wilayah lain serta diperluas melalui kolaborasi pemangku kepentingan guna menciptakan dampak berkesinambungan.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20744Pemanfaatan Ekstrak Kubis Ungu sebagai Media Edukasi Deteksi Hidrokuinon dalam Kegiatan Sosialisasi Kosmetik Aman untuk SISWA SMP 2025-09-26T20:20:16+07:00Riskia Chandra Widiantiriskia.chandra@unj.ac.idYussi Pratiwiyussipratiwi@unj.ac.idRika Siti Syaadahrikasitisyaadah@unj.ac.idArinda Putri Nurhalizaarindaputrinurhaliza@gmail.comRiky Afiantorikyafianto01@gmail.comAnnisa Mulyanahannisa7522@gmail.com<p><strong>Background:</strong> The increasing use of skin-whitening creams among adolescents has raised concerns since some products still contain hydroquinone, a hazardous chemical that has been banned by the Indonesian Food and Drug Authority (BPOM). The lack of students’ knowledge about the dangers of hydroquinone and their limited skills in detecting its presence highlight the need for practical educational activities. This community service program aimed to enhance junior high school students’ understanding of hydroquinone hazards and to provide simple detection skills using purple cabbage (Brassica oleracea var. capitata L.) extract as a natural indicator. <strong>Methods:</strong> The activity was carried out in several stages, including preparation, counseling, demonstration of hydroquinone detection with natural indicators, a question-and-answer session, and evaluation using questionnaires. <strong>Results:</strong> Evaluation showed that the majority of students responded positively, with most answers falling into the agree and strongly agree categories. This indicates an increase in students’ knowledge about the dangers of hydroquinone, their understanding of simple detection methods, and their awareness to be more selective in choosing cosmetic products <strong>Conclusions: </strong>The socialization and demonstration activities successfully provided educational benefits, trained students’ basic skills, and supported efforts to prevent the use of hazardous cosmetics. This program is also aligned with the <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) 12 on responsible consumption and production.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20855Pelatihan Praktik Pembelajaran Guru RA melalui Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Berbasis Teknologi 2025-10-04T16:43:35+07:00Mutiara Sari Dewimutiara.sari@unisma.ac.idIka Ratih Sulistyaniika.ratih@unisma.ac.idInestha Luna Ratu Shafa22201014007@unisma.ac.idIda Zuhriya22201013054@unisma.ac.id<p><strong>Background: </strong>The implementation of the Independent Curriculum in Raudhatul Atfhal (RA) Wagir-Pakisaji District still faces challenges, especially in the preparation of the Learning Objectives Flow (ATP) and technology integration. This research aims to assist teachers in compiling contextual ATP while improving technology utilization skills in early childhood learning. <strong>The method</strong> used is Community Based Research (CBR) with the support of Rapid Rural Appraisal (RRA), involving RA teachers as active partners. Data were collected through observations, interviews, FGDs, and questionnaires, then analyzed in a simple qualitative and quantitative descriptive. <strong>The results</strong> showed that 78% of teachers need assistance in the preparation of ATP, while 84% do not understand the integration of technology, especially in the arrangement of toys. Through two-stage training and mentoring, teachers experienced significant improvements: understanding of basic concepts of ATP reached the good category (mean 3.9–4.4) and simple technology use skills increased (mean 3.7–4.1). Real products in the form of contextual ATP documents and the design of the arrangement of play equipment were successfully produced by teachers. The conclusion of this study shows that CBR-based workshops are effective in increasing the capacity of RA teachers, although technological integration still requires continuous strengthening. This activity has the potential to be replicated in other PAUD units as a strategy to optimize the implementation of the Independent Curriculum.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20963Pemberdayaan Komoditas Kelapa melalui Pelatihan Produksi dan Uji Mutu Virgin Coconut Oil (VCO) di SMAN 1 Kota Jambi 2025-10-04T17:40:32+07:00Ayu Faadilawijiutami@uinjambi.ac.idWiji Utamiwijiutami@uinjambi.ac.idDori Fitriawijiutami@uinjambi.ac.idSyarifa Aini Surnita Santiniwijiutami@uinjambi.ac.idAisyah Aisyahwijiutami@uinjambi.ac.idFadly Shalsabil Siregarwijiutami@uinjambi.ac.idNabila Risa Primaraniwijiutami@uinjambi.ac.idRia Setyawatiwijiutami@uinjambi.ac.idTry Susantiwijiutami@uinjambi.ac.idArfan Arfanwijiutami@uinjambi.ac.id<p><strong>Background:</strong> Sebanyak 14,8% masyarakat Indonesia mengalami kulit kering dan rasa gatal yang dapat memicu peradangan. <em>Virgin Coconut Oil</em> (VCO) berpotensi menjadi solusi alternatif karena memiliki kandungan asam laurat, tokoferol, dan fenolik yang bermanfaat untuk kesehatan. Potensi kelapa sebagai bahan baku VCO di Provinsi Jambi mencapai 116 ton, namun pemanfaatannya di bidang pendidikan masih terbatas. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai bentuk pemberdayaan komoditas kelapa serta meningkatkan keterampilan siswa SMAN 1 Kota Jambi melalui pelatihan produksi dan uji mutu VCO. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan mulai dari persiapan, implementasi, dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Terlaksanakanya pengabdian ini membuat siswa, siswi dan guru SMAN 1 Kota Jambi sangat antusias. Mereka jadi lebih memahami potensi dari buah kelapa, cara mengolah buah kelapa menjadi produk VCO, serta memahami cara menganalisis mutu produk VCO yang sesuai dengan SNI 7381:2008. Kedua jenis VCO memiliki nilai pH 5 yang memenuhi standar, sedangkan densitas VCO murni 0,963 g/mL dan VCO ekstrak nanas 0,967 g/m. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam aspek produksi serta analisis mutu produk, sekaligus memberikan keuntungan bagi sekolah karena produk yang dihasilkan memiliki daya jual di pasaran.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19299Edukasi dan Praktek Pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual Merek bagi Pelaku Usaha di Kampung Kuluakma Distrik Walelagama2025-09-13T15:12:20+07:00Irna Irnairnarety45@gmail.comAswan Fadliirna@unaim-wamena.ac.idAndika Prasetyo Adi Pratamairna@unaim-wamena.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kampung Kuluakma didominasi oleh pelaku usaha mikro dan kecil, terutama di sektor minuman dan makanan khas, serta produk agribisnis. Hak Kekayaan Intelektual (HKI), khususnya pendaftaran merek, merupakan aspek krusial dalam dunia bisnis. Para Pengusaha di Kampung Kuluakma belum memahami pentingnya pendaftaran merek serta banyak yang menghadapi kendala administratif dan teknis dalam proses pendaftaran HKI. <strong>Tujuan</strong>: utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang HKI dan kapasitas pelaku usaha dalam mengelola dan melindungi merek dagang mereka secara mandiri dan efektif. <strong>Metode</strong>: Pengabdian dilakukan dengan memberikan Edukasi HKI Merek tentang Teori, Regulasi, Prosedur Online, Dokumen, dan Simulasi Pendaftaran. <strong>Hasil:</strong> Pengabdian ini bersifat edukatif dan praktik, meskipun tidak menghasilkan sertifikat HKI resmi, 4 dari 15 mitra berhasil menyelesaikan pendaftaran merek secara mandiri melalui platform DJKI dengan pendampingan tim. Pengetahuan peserta meningkat rata‑rata +22,47 poin, menandakan penguatan kapasitas pelaku usaha dalam memanfaatkan HKI secara praktis.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20116Pelatihan Digital Marketing dan Perencanaan Keuangan Syariah Pada Anggota Nasyiatul Aisyiyah Ponorogo2025-09-13T15:37:42+07:00Nugraheni Fitroh Rezqi Snugraheni@umpo.ac.idFatkhur Rohman Albanjarinugraheni@umpo.ac.id<p>Background: Rendahnya literasi keuangan syariah dan keterampilan digital marketing masih menjadi kendala utama bagi perempuan pelaku UMKM, termasuk anggota Nasyiatul Aisyiyah Cabang Siman, Ponorogo. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman keuangan syariah dan kemampuan pemasaran digital anggota agar lebih mandiri secara ekonomi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan intensif, pendampingan daring, dan evaluasi dengan melibatkan 32 peserta. Evaluasi dilakukan melalui <strong><em>pre-test</em></strong>/<strong><em>post-test</em></strong>, observasi praktik, dan wawancara. Hasil: Skor rata-rata peserta meningkat dari 54% (<strong><em>pre-test</em></strong>) menjadi 76% (<strong><em>post-test</em></strong>). Sebanyak 80% peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan, 60% aktif memasarkan produk melalui media digital, dan 33% mengikuti program <em>affiliate marketing</em>. Kesimpulan: Program berhasil meningkatkan literasi keuangan syariah dan keterampilan digital marketing anggota NA Siman. Temuan ini menunjukkan pentingnya model pemberdayaan berbasis literasi digital-keuangan untuk mendukung kemandirian ekonomi Perempuan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20377Pencegahan Stunting dengan "Variasi Camilan Sehat Balita" Optimalisasi Peran Kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga 2025-09-04T11:20:42+07:00Ronni SiregarOnisiregar62@gmail.comFriska Sitorusfriskasukadono@gmail.comRuth Donda Panggabeanruthdonda45@gmail.comSurya Anitasuryaanita38@gmail.comRut Enjelikasuryaanita38@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak di Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman keluarga mengenai pemberian makanan bergizi, termasuk camilan sehat untuk balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu dan Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam mencegah stunting melalui pelatihan pembuatan variasi camilan sehat balita berbasis bahan lokal. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, diskusi interaktif, demonstrasi pembuatan camilan sehat, serta evaluasi pengetahuan menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. Sampel kegiatan adalah 20 orang kader yang aktif di wilayah binaan. <strong>Hasil:</strong> Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta secara signifikan setelah pelatihan, dari rata-rata 54,2 menjadi 82,6. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa partisipasi peserta sangat baik dan antusias selama kegiatan berlangsung. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik langsung dan materi kontekstual efektif dalam meningkatkan kapasitas kader sebagai agen perubahan perilaku gizi di masyarakat. Pemberdayaan kader melalui pelatihan camilan sehat dapat menjadi strategi preventif yang berdampak langsung terhadap penurunan angka stunting di tingkat keluarga.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20603Pelatihan Pemanfaatan Aplikasi Gimkit untuk Guru Kimia Madrasah Aliyah (MA) di MGMP Kimia Provinsi DKI Jakarta 2025-09-22T10:46:52+07:00Irma Ratna Kartikairmaratna@unj.ac.idFera Kurniadewiirmaratna@unj.ac.idAges Kayla Shyfa Widiawanirmaratna@unj.ac.idAidahaya Hanannisa Nugrohoirmaratna@unj.ac.idFitria Handayaniirmaratna@unj.ac.idFarradilla Alenia Dewantiirmaratna@unj.ac.idIrwanto Irwantoirmaratna@unj.ac.idAhmad Dwi Susiloirmaratna@unj.ac.idEka Barkahirmaratna@unj.ac.idIrwan Saputrairmaratna@unj.ac.idEdith Allanasirmaratna@unj.ac.idLaurensia Laurensiairmaratna@unj.ac.idYuliana Dwi Asworoirmaratna@unj.ac.idYeyet Rustiniirmaratna@unj.ac.idNindya Galuh Kartikawatiirmaratna@unj.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Penurunan skor sains siswa Indonesia dari 403 poin (tahun 2015) menjadi 383 poin (tahun 2022) mendorong penerapan Kurikulum Merdeka berbasis digital dan inovatif. Sehingga diperlukan pelatihan pembuatan soal interaktif berbasis <em>game online</em> yang bertujuan membekali guru Kimia Madrasah Aliyah (MA) Provinsi DKI Jakarta yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk menguasai pembuatan soal interaktif berbasis <em>game online</em> guna mempersiapkan siswa menghadapi ujian berbasis teknologi serta mengurangi kecemasan siswa. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilakukan secara luring dan daring pada 20 guru melalui tahap sosialisasi informasi, pelatihan, dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan pelatihan meningkatkan pemahaman dan penguasaan guru Kimia MA tentang pembuatan soal interaktif berbasis <em>game online</em>, yaitu Gimkit. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik guru Kimia MA dalam pemanfaatan teknologi, serta berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di MGMP melalui penggunaan aplikasi Gimkit.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20768Pelatihan Pembuatan Wadah Air dan Penyaring Air melalui Diversifkasi Bahan Alam sebagai Solusi Air Bersih dan Udara Bersih 2025-09-26T20:23:04+07:00Siti Fatimatul Zuhrofatimah.unimar@gmail.comSartono Sartonofatimah@unimar.ac.idSapriyadi Sapriyadifatimah@unimar.ac.idBerlian Dwi Rinarsofatimah@unimar.ac.id<p><strong>Background:</strong> Banten Province faces a significant clean water challenge, impacting coastal businesses like the Sinar Mutiara SME. In response, a community service program was launched to empower residents by teaching them to build natural water filters from local materials, aiming to improve water access, productivity, and environmental awareness. <strong>Problem:</strong> The SME's production was hampered by three key issues: limited clean water due to brackish sources, local air pollution from waste and nearby projects, and a lack of knowledge in using natural resources for solutions. <strong>Method:</strong> Adopting a participatory method, the program began with a needs survey and selected effective local plants like water hyacinth and betel leaf. The community received hands-on training through workshops, followed by the implementation and evaluation of pilot models. <strong>Results:</strong> The initiative was highly successful in improving the murky and brackish water. The training was so effective that 15 families independently replicated the purification system. Evaluations from 20 participants were overwhelmingly positive. <strong>Conclusion:</strong> In conclusion, educating communities on using plants for water purification proved to be a practical, affordable, and empowering solution for the Tangerang coastal region, significantly improving water quality and providing residents with relevant skills.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20868Optimasi Produktivitas Cabai melalui Pemanfaatan Limbah Organik Rumah Tangga sebagai Pupuk Cair di Kabupaten Majalengka 2025-10-04T16:46:34+07:00Yussi Pratiwiyussipratiwi@unj.ac.idHarfi Amania Khansaharfi.amania@gmail.comRivqi Triputra Ramadhan Hidayatullahyussipratiwi@unj.ac.idKay Sarah Violeta Eugeniayussipratiwi@unj.ac.idElsa Vera Nandayussipratiwi@unj.ac.idRiskia Chandra Widiantiyussipratiwi@unj.ac.id<p><strong>Background: </strong>Produksi cabai sebagai sumber mata pencaharian utama masyarakat di Majalengka mencapai 45.414 kwintal. Namun, produktivitas tanaman cabai mengalami penurunan akibat ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal dan menurunkan kesuburan tanah. Selain itu, kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga membuat peluang pemanfaatannya sebagai pupuk cair belum dimanfaatkan secara optimal. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi terkait pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman cabai. <strong>Metode:</strong> Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi di JSIT Majalengka pada bulan Agustus 2025. <strong>Hasil:</strong> Hasil dari kegiatan ini adalah dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk untuk mendukung produktivitas tanaman cabai <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemanfaatan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk cair ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat serta mengatasi kekhawatiran masalah kurangnya pengolahan limbah serta penurunan produktivitas tanaman cabai di Majalengka.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20978Diversifikasi Produk Pertanian Melalui Pelatihan Pembuatan Sabun Batang Organik 2025-10-04T17:41:39+07:00Christin H. Bonnuchristin.bonnu@staff.politanikoe.ac.idMarvin Jecson Pandumarvin.pandu@staff.politanikoe.ac.idEsra Frandika Karo-Karoesra.karo@staffpolitanikoe.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Budidaya pertanian merupakan aktivitas ekonomi utama anggota kelompok tani, namun hasil panen umumnya dimanfaatkan dalam bentuk mentah sehingga memiliki nilai ekonomi terbatas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan diversifikasi usaha melalui produksi sabun batang organik skala kecil untuk meningkatkan nilai produk dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan bagi anggota kelompok tani. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menghasilkan sabun organik serta mengevaluasi karakteristik dan tingkat penerimaan produknya. <strong>Metode: </strong>Pelaksanaan kegiatan mengkombinasikan ceramah singkat dan praktik langsung pembuatan sabun batang organik. <strong>Hasil: </strong>Produk sabun yang dihasilkan memiliki pH 7 (sesuai standar SNI) dengan warna krem. Tingkat kesukaan peserta terhadap aspek warna sebesar 3,5 dari 4, aroma 3,4, tekstur 3,3, busa 3,7, kebersihan 3,4, dan keseluruhan 3,5 (kategori sangat suka). <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini menghasilkan keterampilan baru bagi kelompok tani serta produk ramah lingkungan dengan potensi ekonomi yang menjanjikan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19529Penerapan Cooler Box Bertenaga Panel Surya untuk Meningkatkan Kualitas Hasil Tangkapan Nelayan di Daerah Kepulauan2025-09-13T15:17:50+07:00Sadiq Ardo Wibowosadiq@iteba.ac.idVitri Aprilla Handayanivitri@iteba.ac.idLuki Hernandoluki@iteba.ac.idLaras Devikadurilarasati@gmail.comClarita Tuto Bakangclaritaaat@gmail.comJoni Eka Candrajoni@iteba.ac.id<p><strong>Background:</strong> Limited fish storage facilities are a major factor contributing to the decline in fish quality among fishermen in island areas, which ultimately reduces market value. This community service activity aimed to implement a solar-powered cooler box as an efficient and environmentally friendly storage solution for fishermen in remote coastal regions. <strong>Method:</strong> The method included a needs assessment, design and installation of a 40-liter cooling system with a 100 WP solar panel, and training on operation and maintenance for fishermen in the Belakang Padang Islands. <strong>Results:</strong> The results showed that the storage temperature could be maintained between 2–4°C for 8–10 hours daily without relying on conventional electricity. The use of this equipment reduced the spoilage rate of fish from an average of 28% to 10%, and increased selling prices by an average of 18%. <strong>Conclusion:</strong> This program demonstrates that renewable energy technologies can contribute to improving the quality of fish catches and the economic well-being of fishermen in a sustainable manner.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20144Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Inovasi Pupuk Organik untuk Meningkatkan Pendapatan BUMDes di Sibolangit 2025-09-25T11:14:09+07:00Junaidi Agusagusjunaidi@unimed.ac.idMoondra Zubiragusjunaidi@unimed.ac.idSuprapto Supraptoagusjunaidi@unimed.ac.idArwadi Sinurayaagusjunaidi@unimed.ac.idMuhammad Ashariagusjunaidi@unimed.ac.idRahmaniar Rahmaniaragusjunaidi@unimed.ac.idAulia Madjid Lubisagusjunaidi@unimed.ac.idHisar Alexcandraagusjunaidi@unimed.ac.id<p><strong>Background:</strong> Limbah peternakan, khususnya kotoran sapi, menjadi permasalahan utama bagi kelompok tani di Kecamatan Sibolangit karena volumenya yang besar dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kondisi ini menimbulkan pencemaran lingkungan sekaligus pemborosan sumber daya yang seharusnya memiliki nilai ekonomi. Sementara itu, BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa belum mampu mengelola potensi tersebut secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok tani melalui inovasi pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik dalam rangka meningkatkan pendapatan BUMDes. <strong>Metode: </strong>Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan komprehensif melalui kombinasi penyuluhan, pelatihan berbasis praktik langsung, konsultasi teknis, serta pendampingan kelembagaan dengan dukungan observasi, wawancara, FGD, dan kuesioner. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan terbentuknya unit usaha pupuk organik di BUMDes dengan kapasitas produksi 2–3 ton per bulan. Evaluasi capaian menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 65% dan keterampilan praktis 78% berdasarkan perbandingan pre-test dan post-test. Produk pupuk organik yang dihasilkan memenuhi standar kualitas SNI dan mampu mengurangi volume limbah hingga 80% serta menurunkan pencemaran air tanah. Secara ekonomi, program ini memberikan tambahan pendapatan signifikan bagi BUMDes dan kelompok tani, sekaligus membuktikan efektivitas pemberdayaan berbasis inovasi limbah dalam mendukung pembangunan desa berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20391Peningkatan Kesehatan Lingkungan Masyarakat Petani Tambak Garam melalui Edukasi Pemenuhan Gizi Keluarga di Desa Bulu Cindea2025-09-04T11:20:52+07:00Fitri Indah Yaniindahyani.fitri@yahoo.co.idRahmi Rahmirahmiperikanan@unismuh.ac.idJuliani Ibrahimrahmiperikanan@unismuh.ac.idAsriyanti Syarifrahmiperikanan@unismuh.ac.idNurbiah Eka Susantyrahmiperikanan@unismuh.ac.idNur Insana Salamrahmiperikanan@unismuh.ac.idFarhanah Wahyurahmiperikanan@unismuh.ac.idAndi Rahayu Anwarrahmiperikanan@unismuh.ac.idSyaiful Salehrahmiperikanan@unismuh.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Wilayah pesisir rentan terhadap masalah kesehatan lingkungan dan gizi keluarga akibat keterbatasan akses sanitasi dan kurangnya pemanfaatan pangan lokal. Desa Bulu Cindea menghadapi prevalensi stunting 28% dan 40% rumah tangga tanpa sanitasi layak. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani garam melalui edukasi partisipatif tentang sanitasi dan gizi keluarga berbasis potensi lokal. <strong>Metode: </strong>Kegiatan berlangsung selama enam minggu (Mei–Juni 2025) dengan frekuensi pertemuan mingguan. Metode yang digunakan adalah pendidikan masyarakat, pelatihan, dan difusi ipteks. Partisipan terdiri dari 32 orang (12 ibu rumah tangga, 10 petani tambak garam, 5 kader kesehatan, 5 tokoh masyarakat). Mahasiswa berperan sebagai enumerator kuesioner, fasilitator diskusi, dan dokumentator kegiatan. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta wawancara semi-terstruktur dengan 10 responden (direkam audio). <strong>Hasil:</strong> Skor pengetahuan meningkat dari rata-rata 45,6 menjadi 83,2. Sebanyak 75% responden mulai memilah limbah domestik, 60% tidak lagi membuang limbah ke laut, dan 68% keluarga mulai mengonsumsi ikan, rumput laut, serta sayuran lokal minimal tiga kali seminggu. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi berbasis praktik partisipatif efektif dalam meningkatkan literasi sanitasi dan gizi masyarakat pesisir. Model ini fleksibel untuk direplikasi di desa pesisir lain dengan penyesuaian konteks lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20638Penguatan Branding dan Promosi Produk UMKM Blitar melalui Whatsapp Business2025-09-22T10:55:05+07:00Nur Mardiananuragustin@akb.ac.idNunuk Latifahnuragustin@akb.ac.id<p><strong>Background: </strong>Banyak UMKM di Blitar masih mengandalkan metode pemasaran konvensional, seperti penjualan langsung atau promosi dari mulut ke mulut, sehingga jangkauan konsumen menjadi terbatas. Pemanfaatan teknologi digital, khususnya media komunikasi interaktif, belum sepenuhnya optimal. Salah satu platform yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk mendukung promosi dan branding UMKM adalah WhatsApp Business. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan penggunaan <em>WhatsApp Business</em> pada pelaku UMKM di Blitar. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan dimana melibatkan salah satu pelaku UMKM untuk menggali permasalahan yang dihadapi, pelatihan melibatkan 12 pelaku usaha UMKM di wilayah Blitar dengan menggunakan metode ceramah interaktif, diskusi, dan praktik langsung, dan evaluasi dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah pelatihan <strong>Hasil:</strong> Adanya peningkatan pemahaman peserta dimana rerata nilai pre-test sebesar 3,14 meningkat menjadi 4,70 pada post-test <strong>Kesimpulan:</strong> Sebanyak 12 pelaku usaha UMKM di wilayah Blitar telah memahami penggunaan <em>WhatsApp Business</em> dan mampu mengaplikasikannya dalam kegiatan usahanya.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20775Meningkatkan Ekspresi Diri dengan Monolog di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat 2025-10-04T16:55:07+07:00Sugiyo Sugiyodosen00695@unpam.ac.idSabri Koebanudosen02315@unpam.ac.idYasir Mubarokdosen02264@unpam.ac.id<p><strong>Background:</strong> Masa remaja merupakan fase perkembangan yang kompleks, ditandai oleh kebutuhan untuk mengekspresikan identitas diri, mengelola emosi, dan menghadapi tekanan sosial. Monolog sebagai seni pertunjukan berbasis sastra lisan dapat menjadi media untuk menyalurkan ekspresi diri sekaligus berfungsi sebagai <em>art therapy</em>. Kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan literasi sastra, kreativitas, dan keterampilan komunikasi remaja melalui praktik menulis dan membawakan monolog. <strong>Metode:</strong> Program dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang di SMA Muhammadiyah 8 Ciputat dengan melibatkan siswa kelas XI sebagai peserta. Kegiatan dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu pengenalan konsep monolog, penulisan naskah berbasis pengalaman pribadi, pementasan monolog, serta pemberian apresiasi dan motivasi. <strong>Hasil: </strong>Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan partisipasi aktif hingga 89%, kemampuan mengekspresikan emosi, kepercayaan diri, dan literasi emosional siswa. Selama kegiatan, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap tahap. PKM ini menciptakan lingkungan suportif yang mendorong ekspresi diri, pengelolaan emosi, dan penguatan keterampilan sosial, sekaligus mendukung pengembangan karakter, kreativitas, dan apresiasi sastra di kalangan remaja. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan PKM ini berhasil menyediakan wadah ekspresi diri yang konstruktif bagi remaja melalui seni monolog. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bagian dari pengembangan diri siswa di lingkungan sekolah.</p>2025-12-12T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20881Inovasi Tepung Kelora (Limbah Tempe dan Kelor) pada Kelompok PKK Kelurahan Argasunya untuk PMT Balita Sebagai Upaya Pencegahan Stunting2025-11-16T16:13:18+07:00Siti Difta Rahmatikadiftarahmatika@gmail.comUcha Indra Gunawanuchaindragunawan71@gmail.comRia Yulianti Triwahyuningsihyuliantiria18@gmail.comLairie Lairielairie30@gmail.comSiti Laela Sari Ningsihsitilaelasariningsih2712@gmail.comSyifa Fauziah Iskandarhello.syifaiskandar@gmail.com<p><strong>Pendahuluan: </strong>Kulit kedelai mengandung protein, serat, selulosa, hemiselulosa, seng, dan zat besi. Kulit kedelai juga bisa diolah menjadi tepung untuk bahan makanan. Selain itu kelor merupakan tanaman yang sering kita jumpai di pekarangan rumah dan sering kali dianggap sebagai hama kerena jumlahnya yang banyak. Tidak hanya kedelai, kelor memiliki kandungan gizi yang tinggi termasuk protein, vitamin, mineral, dan serat. Studi ini bertujuan untuk memberikan edukasi manfaat kesehatan limbah tempe dan kelor serta mengenai balita stunting. <strong>Metode: </strong>Penyuluhan, pelatihan, demo, dan pendampingan ibu-ibu PKK Kelurahan Argasunya menghasilkan tepung Kelora. <strong>Hasil: </strong>Masyarakat mampu mengolah limbah tempe dan kelor menjadi sebuah usaha bisnis yang kreatif dan bisa menjadi salah satu pangan tambahan untuk balita stunting. <strong>Kesimpulan: </strong>Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan secara komprehensif mengenai manfaat dan pengolahan kombinasi limbah tempe dan daun kelor (tepung Kelora) sebagai PMT balita stunting.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20997Optimalisasi Media Sosial Sebagai Sarana Promosi Usaha Mikro Tanaman Aglaonema 2025-10-04T17:33:56+07:00Anuar Sanusianggalia.wibasuri@darmajaya.ac.idAnggalia Wibasurianggalia.wibasuri@darmajaya.ac.idSuhendro Yusuf Iriantoanggalia.wibasuri@darmajaya.ac.idHerlina Herlinaanggalia.wibasuri@darmajaya.ac.idFransiskus Dibyo Sumbogoanggalia.wibasuri@darmajaya.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Perkembangan teknologi informasi telah mengubah media sosial menjadi sarana promosi efektif bagi UMKM dan menggantikan metode konvensional. Bagi usaha mikro tanaman Aglaonema, pemanfaatan platform seperti <em>Instagram</em>, <em>Facebook</em>, <em>TikTok</em>, dan <em>WhatsApp</em> <em>Business</em> menjadi strategi penting untuk mengatasi keterbatasan sumber daya dan pengetahuan digital. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran media sosial, menganalisis strategi optimasi, serta mengungkap kendala yang dihadapi. <strong>Metode: </strong>Observasi, pembuatan dan optimalisasi konten digital, interaksi dan layanan konsumen, serta evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Optimalisasi media sosial <em>TikTok</em> dan platform <em>Shopee</em> berhasil meningkatkan visibilitas, interaksi, dan penjualan produk Aglaonema. Konten kreatif di <em>TikTok</em> menarik lebih banyak konsumen, sementara pengelolaan <em>Shopee</em> yang profesional memperluas jangkauan pasar. <strong>Kesimpulan: </strong>Media sosial memiliki peran strategis dan multifungsi melalui promosi media sosial bagi usaha mikro tanaman Aglaonema.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/17081Gerakan Sekolah Sehat: Sehat Bergizi, Sehat Fisik dan Sehat Lingkungan di SDN 072 Palembang 2025-01-29T09:37:09+07:00Fatmalina Febryfatmalina@fkm.unsri.ac.idAsmaripa Ainyfatmalina_FKMunsri@yahoo.comAnita Cameliafatmalina_FKMunsri@yahoo.comRini Mutaharfatmalina_FKMunsri@yahoo.com<p><strong>Background:</strong> Permasalahan kesehatan anak sekolah masih harus mendapatkan perhatian penuh seperti status gizi, konsumsi makanan beresiko serta kebersihan diri dan aktivitas fisik. Peran sekolah dalam bentuk sekolah sehat dapat dimanfaatkan bagi pihak sekolah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesehatan anak. Kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi program sekolah sehat dan meningkatkan pengetahuan anak sekolah mengenai sehat bergizi, sehat fisik dan sehat lingkungan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian ini terintegrasi dengan mata kuliah Gizi Olahraga mahasiswa Prodi Gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Semester V. Peserta kegiatan ini merupakan siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 072 Palembang yang berjumlah 62 orang. Kegiatan ini dilakukan selama 2 minggu yaitu minggu ke-1 edukasi dan game edukasi mengenai sehat bergizi yang dilaksanakan selama 2 jam dan minggu ke-2 edukasi dan game edukasi mengenai sehat fisik dan sehat lingkungan yang berlangsung selama 3 jam. Evaluasi kegiatan ini adalah melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan signifikan pengetahuan siswa mengenai sehat bergizi (p=<0,001) dan pengetahuan mengenai sehat fisik sehat lingkungan (p=<0,001) setelah diberikan edukasi berupa ceramah dan juga games edukasi. <strong>Kesimpulan:</strong> Edukasi yang dilakukan dengan metode penyuluhan dan game edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman anak mengenai sehat bergizi, sehat fisik dan sehat lingkungan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19776Peningkatan Pengetahuan Smartfarming Hydropro berbasis Internet of Things untuk Kelompok Wanita Tani Melati Mangkukusuman Kota Tegal2025-09-13T15:25:07+07:00Ida Afrilianaidaafriharahap@gmail.comAbdul Basitelangputih286@gmail.comSafar Dwi Kurniawansafar.kurniawan45@gmail.comAhmad Maulanalana_ooh@ymail.com<p><strong>Background:</strong> Melati Mangkukusuman Women Farmers Group is a community group of mothers who are active in household farming and urban farming activities by utilizing the Greenhouse land on Jl. Cereme, Tegal City. KWT Melati has problems in watering the seeds planted in the Greenhouse. This Community Service Program aims to improve the knowledge and skills of the Melati Women Farmers Group (KWT) of Tegal City regarding the application of Smartfarming Hydropro technology based on the Internet of Things (IoT). <strong>Method:</strong> Partners in this community service are members of KWT Melati MKK, with community service methods namely socialization, demonstrations, and simulations of automatic watering using the Hydropro tool, which can monitor and control watering and nutrition for tomato plants automatically or manually. Other materials are about planting hydroponic tomato cultivation from seed to transplanting. <strong>Results:</strong> The results of this community service are providing knowledge to the members of KWT Melati MKK about the internet of things, especially smartfarming. And also providing knowledge of tomato cultivation using hydroponics and how to harvest them. <strong>Conclusion:</strong> The target output of the activity is to understand how to water plants properly and be able to utilize IoT technology, by implementing hydropro to increase agricultural productivity in Green houses efficiently, cost-effectively, and support agricultural sustainability for the needs of housewives.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20229Transformasi Digital Ecosystem UMKM Berbasis Potensi Lokal: Model Pemberdayaan Terintegrasi di Desa Gunungsari Kabupaten Pasuruan2025-09-13T19:50:22+07:00Aminullah Aminullahaminullah@yudharta.ac.idHaikalus Shomadaniaminullah@yudharta.ac.idOni Syahrialaminullah@yudharta.ac.idSiska Umamiaminullah@yudharta.ac.id<p><strong>Background: </strong>UMKM di Desa Gunungsari, Kabupaten Pasuruan memiliki potensi ekonomi lokal yang beragam namun menghadapi kendala dalam diversifikasi produk, pemasaran Digital, dan kemasan profesional. Transformasi Digital pasca pandemi menuntut adaptasi teknologi yang belum dikuasai pelaku UMKM pedesaan, menciptakan kesenjangan Digital yang signifikan. Tujuan pengabdian ini untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha pelaku UMKM melalui transformasi produk dan Digitalisasi pemasaran terintegrasi, serta menciptakan model pemberdayaan berbasis Digital <em>ecosystem</em> yang dapat direplikasi. <strong>Metode: </strong>Metode menggunakan kombinasi metode pendidikan masyarakat melalui penyuluhan dan FGD, pelatihan intensif pengembangan produk dan Digital marketing, serta pendampingan berkelanjutan dalam pengurusan legalitas usaha dan implementasi teknologi Digital dengan pendekatan <em>participatory action research</em>. <strong>Hasil:</strong> Hasil dari pengabdian ini tingkat keberhasilan 85% dari indikator target, 90% peserta berhasil mengembangkan minimal 2 varian produk olahan baru, 80% mitra mampu mengoperasikan <em>platform</em> Digital, 75% memiliki kemasan profesional, peningkatan omzet rata-rata 150%, dan terbentuknya Digital <em>ecosystem</em> berkelanjutan.<strong> Kesimpulan: </strong>Kesimpulan dari Program berhasil menciptakan model pemberdayaan UMKM yang <em>sustainable</em> dengan penguatan kapasitas BUMDes sebagai inkubator bisnis lokal dan kontribusi signifikan terhadap peningkatan ekonomi desa melalui diversifikasi produk berbasis potensi lokal.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20418Edukasi Etika Digital untuk Meningkatkan Kesadaran dan Tanggung Jawab Siswa SMK di Era Teknologi 2025-09-17T10:18:18+07:00Sriyani Mentarisriyani.mentari.fe@um.ac.idUmi Nurainiumi.nuraini.fe@um.ac.idSlamet Fauzanslamet.fauzan.fe@um.ac.id<p><strong>Pendahuluan: </strong>Perkembangan teknologi informasi membawa dampak positif sekaligus tantangan, khususnya bagi generasi muda yang aktif menggunakan internet. Kurangnya pengetahuan, kesadaran, dan sikap bertanggung jawab dalam beraktivitas di dunia maya berpotensi menimbulkan perilaku digital yang tidak etis. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap siswa SMK PGRI 2 Malang terkait etika digital melalui program edukasi yang komprehensif. <strong>Metode: </strong><em>Pretest</em>, penyampaian materi interaktif dan diskusi studi kasus, serta <em>postest</em> dengan instrumen kuesioner yang terdiri dari tiga aspek: pengetahuan etika digital, kesadaran dampak perilaku digital, dan sikap atau niat bertanggung jawab secara digital. <strong>Hasil: </strong>Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank menunjukkan peningkatan skor <em>pretest</em> dan <em>postest</em> yang signifikan (p < 0,05) pada seluruh aspek etika digital yang dipaparkan. <strong>Kesimpulan: </strong>Edukasi etika digital yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman etika digital siswa SMK PGRI 12 Malang secara menyeluruh.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20674Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Kenanga XXII Cikarang dalam Pemantauan Stunting dengan Alat Antropometri serta Aplikasi eStuntCare2025-09-26T19:51:38+07:00Tisa Amaliatisa@politeknikmeta.ac.idAyu Izzatin Haifaayuizzatin@politeknikmeta.ac.idNita Winda Sarinita@politeknikmeta.ac.idMaulia Bunga Ariyantitisa@politeknikmeta.ac.idAidina Nurazizahtisa@politeknikmeta.ac.idNazwa Meilia Kustiawantisa@politeknikmeta.ac.idJenny Risca Anantatisa@politeknikmeta.ac.idSiti Ameliatisa@politeknikmeta.ac.idJenni Anjanitisa@politeknikmeta.ac.idFransisca Deborafransisca.debora@ft.unsika.ac.idFebie Elfaladonnatisa@politeknikmeta.ac.id<p><strong>Background: </strong>Stunting merupakan kondisi kesehatan yang disebabkan oleh kekurangan gizi dalam periode waktu panjang, yang berdampak pada hambatan pertumbuhan fisik serta perkembangan mental anak. Dampak stunting tidak hanya terbatas pada gangguan pertumbuhan tubuh, tetapi juga memengaruhi perkembangan kognitif, produktivitas di masa depan, hingga meningkatkan risiko penyakit kronis. Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan penurunan prevalensi stunting hingga 10% pada tahun 2025. Oleh karena itu, Posyandu Kenanga XXII Cikarang yang berlokasi di Perumahan Imanan Residence perlu melakukan upaya perbaikan melalui peningkatan kapasitas kader sebagai tenaga pendukung pelayanan kesehatan ibu dan anak, khususnya dalam pemahaman kesehatan serta keterampilan pengukuran tinggi dan berat badan. <strong>Metode:</strong> Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, hingga rencana keberlanjutan program. Pelaksanaan dimulai dengan diskusi kelompok terarah (FGD) bersama mitra, yang kemudian menghasilkan tiga materi utama untuk pelatihan. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan berlangsung pada 5 Juli dan 9 Agustus 2025 di Posyandu Kenanga XXII Cikarang dengan agenda utama pelatihan bagi kader serta sosialisasi aplikasi e-StuntCare kepada masyarakat. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader hingga 100% terkait kesehatan ibu dan anak (KIA), gizi serta pemberian makanan dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), serta penggunaan antropometri sebagai alat ukur pertumbuhan. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan kader posyandu, serta menghasilkan dukungan berupa penyediaan alat antropometri dan pemanfaatan aplikasi digital e-StuntCare sebagai sarana pemantauan stunting yang dapat digunakan masyarakat secara mandiri.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20800Pemberdayaan Guru SMK Melalui Kurikulum Digital dan Teknologi CAD/CAM Berbasis Design for Manufacturing (DfM) pada Praktikum Pemesinan di SMK MedikaCom Bandung2025-09-26T20:07:04+07:00P Yudi Dwi Arliyantoyudi@politeknikmeta.ac.idMerdieco Rivandimerdieco@politeknikmeta.ac.idMarta Hayu Raras Sita Rukmika Sarimartahayuraras@polman-bandung.ac.idHamdi Akmal YushardianAkmalye14@gmail.comRifky Budiarto Wiboworifkyb.w09@gmail.comRifqi Akmal Yusufyudi@politeknikmeta.ac.idOlivia Ferisca Shandrayudi@politeknikmeta.ac.idFransisca Deborafransisca.debora@ft.unsika.ac.idIlham Ali Arridhoyudi@politeknikmeta.ac.idAhshonat Khoerunnisayudi@politeknikmeta.ac.idAan Eko Setiawanyudi@politeknikmeta.ac.idUsamah Amharyudi@politeknikmeta.ac.id<p><strong>Background:</strong> Vocational education plays a crucial role in preparing competent graduates who meet industry needs. SMK MedikaCom Bandung, as a Center of Excellence school, continuously strives to enhance teacher competencies to improve the quality of graduates who can be absorbed into the workforce and to serve as a model for other vocational schools. The Department of Mechanical Engineering at SMK MedikaCom Bandung seeks to strengthen both teacher and student understanding of CAD/CAM technology through the application of CNC machines, supported by training and the integration of a (DfM)-based curriculum. <strong>Methods:</strong> The activities were conducted on August 22 and 27, 2025, through several stages, including socialization, FGDs, teacher training on DfM, development of digital teaching modules, and student mentoring in product-based projects. Evaluation was carried out using pre- and post-test instruments to measure differences in participants’ knowledge and skills before and after the program. <strong>Results:</strong> The test results indicated that all variables had p-values < 0.05, signifying a significant improvement. Teachers showed an increase in their understanding of CAD/CAM applications on CNC machines from 80% to 90% and in their knowledge of Project-Based Learning (PjBL) and Teaching Factory methods from 70% to 85%. Students also demonstrated improved comprehension of CNC utilization in non-conventional machining learning from 75% to 93%. <strong>Conclusions: </strong>The community service program effectively enhanced teachers’ and students’ mastery of CAD/CAM technology and their understanding of DfM. These outcomes support the implementation of an industry-based digital curriculum and strengthen the relevance of vocational school learning to workforce demands.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20894Optimalisasi Guru PAUD melalui Penerapan Digital Game Based Learning (DGBL) dalam Pembelajaran Berdiferensiasi di PAUD An-Naba Kota Pagar Alam 2025-10-04T17:19:59+07:00Siti Aminahgosupeta@gmail.comDesi Puspitasi.aminah701@gmail.comLesi Anggrainisi.aminah701@gmail.com<p><strong>Background:</strong> Permainan atau <em>game</em> adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan aturan tertentu untuk memperoleh melatih keterampilan, kesenangan atau mengisi waktu luang untuk mencapai tujuan tertentu. <em>Game</em> edukasi juga dapat diterapkan dalam dunia Anak Usia Dini merupakan masa penting untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal baik dari sisi fisik, bahasa, kogniitf, sosial, emosional dan moral. Pembelajaran berdiferensiasi dapat diimplementasikan pada salah satu pelajaran penting untuk anak usia dini, yaitu pengenalan lierasi dan numerasi, hanya saja tim pendidik masih merasakan kekurangan metode dalam pembelajaran numerasi dan literasi. <strong>Metode:</strong> Kegiatan ini dilakukan di PAUD An-Naba kota Pagar Alam dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang guru dengan melakukan beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan kegiatan, perancangan teknologi yang akan digunakan, pendampingan dan implementasi, serta evaluasi. <strong>Hasil: </strong>Pada kegiatan ini para pendidik dapat membuat <em>game</em> edukasi menggunakan <em>Educaplay</em> dan juga <em>Wordwall</em> yang dapat meningkatkan keterampilan guru dalam memberikan layanan pendidikan berupa media pembelajaran. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di PAUD An-Naba Pagar Alam telah terlaksana dengan baik dan memberikan dampak positif bagi pendidik maupun peserta didik. Melalui kegiatan ini, tim pelaksana berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan menyenangkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini sehingga dapat memberikan pelayanan pembelajaran di PAUD An-Naba khususnya pada implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada penggunaan <em>Digital Game Based Learning</em> (DGBL).</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21010Inovasi Pengolahan Limbah Sabut Kelapa Menggunakan Lateks sebagai Produk Kerajinan Ramah Lingkungan di Pesisir Riau 2025-10-04T17:36:03+07:00Ernidawatiernidawati@lecturer.unri.ac.idMitri Iriantiernidawati@lecturer.unri.ac.idZuhdi Ma’arufernidawati@lecturer.unri.ac.idZulhelmiernidawati@lecturer.unri.ac.idZulkarnain Zulkarnainernidawati@lecturer.unri.ac.idHevi Susantiernidawati@lecturer.unri.ac.idIsnaria Rizki Hayatiernidawati@lecturer.unri.ac.idHanifaturrahmi Andrinaernidawati@lecturer.unri.ac.idIdrisernidawati@lecturer.unri.ac.idZulia Ulfaernidawati@lecturer.unri.ac.idMiftahul Jannahernidawati@lecturer.unri.ac.idEgo Srivajawaty Sinagaernidawati@lecturer.unri.ac.id<p>Limbah sabut kelapa merupakan salah satu permasalahan lingkungan di daerah pesisir, termasuk Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, yang dikenal sebagai sentra perkebunan kelapa terbesar. Pemanfaatan kelapa lebih terfokus pada buah, sementara sabut sering terbuang dan menumpuk sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat khususny Ibu-ibu PKK ini bertujuan untuk memberikan solusi inovatif dalam pengolahan limbah sabut kelapa melalui pemanfaatan lateks sebagai bahan perekat ramah lingkungan untuk menghasilkan produk kerajinan yang bernilai guna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan program, pelatihan, praktik langsung, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan masyarakat dalam mengolah sabut kelapa menjadi berbagai produk kerajinan, seperti pot bunga yang memiliki kekuatan dan nilai estetika lebih baik berkat penggunaan lateks. Selain itu, masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi serta minat untuk mengembangkan keterampilan ini sebagai peluang usaha kreatif. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam mengurangi limbah sabut kelapa, dan mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi lokal secara berkelanjutan.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/18525Pelatihan Kurikulum Merdeka Belajar Terhadap Guru PJOK2025-05-11T15:27:27+07:00Arizky Ramadhanarizkyramadhan@fkip.unsri.ac.idIyakrus Iyakrusarizkyramadhan@fkip.unsri.ac.idRasyono Rasyonoarizkyramadhan@fkip.unsri.ac.idSyafaruddin Syafaruddinarizkyramadhan@fkip.unsri.ac.idRahmatillah Razakrahmatillah@fkm.unsri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kurikulum Merdeka Belajar adalah kurikulum yang dibuat dan dirancang untuk pendidikan yang ada di Indonesia. Pendidik atau guru PJOK wajib menggunakan kurikulum merdeka yang telah ditetapkan oleh pemerintah pada pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum Merdeka Belajar memberikan kesempatan lebih besar bagi siswa dalam meraih prestasi. <strong>Metode</strong>: Pelaksanaan dalam pengabdian ini terdiri dari beberapa tahap diantaranya pemberian sosialisasi tentang kurikulum merdeka belajar dan penilaian pengetahuan tentang Kurikulum Merdeka Belajar serta terakhir melakukan monitoring dan evaluasi. <strong>Hasil</strong>: analisis menunjukkan mayoritas guru PJOK Palembang memiliki pengetahuan yang baik dengan rata-rata 90 dengan nilai terendah 70 dan skor tertinggi 100, tentang Kurikulum Merdeka Belajar. <strong>Kesimpulan</strong>: pelatihan dan sosialisasi memberikan manfaat yang positif bagi para para guru PJOK dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka Belajar.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/19911Literasi Keuangan Digital Pada Kelompok Organisasi Perempuan Di Teluk Kuantan Kabupaten Kuantan Singingi 2025-09-26T17:27:07+07:00Cut Endang Kurniasihcutendang@lecturer.unri.ac.idRahmita Budiartiningsihrahmita.b@lecturer.unri.ac.idHendro Ekwarsohendro.ekwarso@lecturer.unri.ac.idNobel Aqualdonobel.aqualdo@lecturer.unri.ac.idAndo Fahda Auliaando.aulia@lecturer.unri.ac.id<p><strong>Background: </strong>Rendahnya pemahaman terhadap karakteristik produk/jasa keuangan yang berbasis digital menyebabkan masyarakat terlilit hutang hingga menjadi korban penipuan. Organisasi perempuan secara strategis ditargetkan sebagai audiens untuk kegiatan keterlibatan masyarakat ini karena perempuan cenderung lebih peka terhadap masalah keuangan dan memainkan peran utama dalam mengelola keuangan rumah tangga serta mendidik anak-anak mereka tentang uang. Tujuan PkM ini adalah untuk memberikan literasi keuangan digital dan perencanaan keuangan rumah tangga dengan baik kepada kelompok oganisasi perempuan di Teluk Kuantan. <strong>Metode:</strong> Pelaksanaan dilakukan dengan metode pendidikan masyarakat berupa ceramah, sedangkan evaluasi kegiatan dalam bentuk <em>pre </em>dan <em>post-test.</em> Jumlah peserta yang mengikuti pengabdian sebanyak 65 orang dari organisasi perempuan di Teluk Kuantan. <strong>Hasil:</strong> Kegiatan sosialisasi ini berhasil meningkatkan pemahaman pengurus organisasi perempuan di Teluk Kuantan terkait literasi keuangan digital dan pentingnya investasi jangka panjang, dengan rata-rata peningkatan pengetahuan peserta mencapai 9,5%. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi keuangan digital dan perencanaan keuangan rumah tangga di kalangan perempuan, menyoroti pentingnya keterlibatan masyarakat yang berkelanjutan dan partisipatif untuk memperkuat ketahanan keuangan di era digital.</p>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20277Edukasi Anemia dan Penerapan Aplikasi CeSLA (Cegah Stunting Lewat Anemia) Berbasis AI di SMA Negeri 1 Tegal 2025-09-13T20:00:10+07:00Hepatika Zidny Ilmadinahepatikazidny@gmail.comJuhrotun Nisanisa.jn20@gmail.comDyah Aprilianidyah.apriliani90@gmail.com<p><strong>Background: </strong>Anemia merupakan masalah kesehatan yang banyak dialami remaja putri di Indonesia dan berdampak serius terhadap kualitas hidup serta risiko kesehatan di masa mendatang, termasuk stunting. Akan tetapi deteksi anemia masih bergantung pada metode invasif yang tidak selalu mudah diakses oleh remaja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan remaja melalui edukasi dan implementasi aplikasi CeSLA (Cegah Stunting Lewat Anemia), yakni inovasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk deteksi anemia secara non-invasif. <strong>Metode:</strong> Kegiatan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Tegal dan diikuti oleh 24 siswi dari kelas XI. Rangkaian kegiatan meliputi edukasi interaktif, simulasi penggunaan aplikasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em>. <strong>Hasil:</strong> Terdapat peningkatan pemahaman peserta terkait anemia dan implementasi AI dalam deteksi dini, yang ditunjukkan melalui kenaikan skor rata-rata dari 7,0 (<em>pre-test</em>) menjadi 9,1 (<em>post-test</em><strong>). Kesimpulan:</strong> Implementasi CeSLA terbukti efektif sebagai media edukatif dan praktis untuk mendeteksi anemia secara mandiri. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis teknologi dapat meningkatkan kesadaran dan pemantauan kesehatan di kalangan remaja.</p>2025-12-15T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20480Implementasi Pengendalian Penyakit Anggrek Alam di Kebun Raya Liwa Melalui Uji Antagonistik dan Induksi Ketahanan Mikoriza Endofit2025-09-17T10:20:24+07:00Mahfut Mahfutmahfut.mipa@fmipa.unila.ac.idAdmi Syarifadmi.syarif@fmipa.unila.ac.idSri Wahyuningsihsri.wahyuningsih@fmipa.unila.ac.idDiana Salsabiladiana.salsabila@staff.unila.ac.idBudi Asmantobudiasmanto@ummetro.ac.idAgus Rahardiagus.rahardi@darmajaya.ac.id<div><strong><span lang="EN-US">Pendahuluan: </span></strong><span lang="EN-GB">Anggrek alam merupakan salah satu koleksi flora asli di Kebun Raya Liwa yang merupakan flora endemik di Sumatera bagian selatan. Berdasarkan analisis situasi, diketahui beberapa individu anggrek alam menunjukkan gejala terinfeksi penyakit. </span><span lang="EN-US">Pengendalian penyakit sampai saat ini masih menggunakan pestisida yang membahayakan lingkungan. Hasil penelitian kami sebelumnya telah menghasilkan metode dan solusi baru dalam pengendalian infeksi penyakit pada anggrek alam melalui uji antagonistik induksi ketahanan mikoriza endofit. </span><span lang="EN-US">Metode tersebut dinilai terbukti sangat efektif dalam perlindungan anggrek alam melalui penurunan infeksi dan penyebaran penyakit. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat-Diseminasi Hasil Riset (PkM-DHR) ini bertujuan untuk mengimplimentasikan hasil penelitian kami sebelumnya yaitu implementasi pengendalian infeksi penyakit pada anggrek alam melalui uji antagonistik induksi ketahanan mikoriza endofit yang lebih ramah lingkungan, murah, efektif, dan efisien. </span><strong>Metode: </strong>Metode rumusan pemecahan masalah dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan ini menunjukkan menunjukkan rata-rata peningkatan kemampuan peserta sebesar 23%, dengan peningkatan tertinggi pada materi Pemberdayaan Masyarakat dalam Konservasi Anggrek (26%), diikuti Keanekaragaman dan Penyakit Anggrek (20%), Pengendalian Hayati dengan Uji Antagonistik (19%), dan Peran Mikoriza Endofit dalam Ketahanan Anggrek (18%). Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya konservasi anggrek alam dan pemberdayaan masyarakat sekitar, yang ke depannya memerlukan pendampingan berkelanjutan baik secara luring maupun daring untuk memastikan penerapan metode pengendalian ini secara optimal dan mandiri. <strong>Kesimpulan:</strong> Kegiatan ini terbukti pengendalian penyakit ramah lingkungan, sehingga direkomendasikan adanya pelatihan lanjutan untuk memastikan penerapan metode ini dapat dilakukan secara optimal, mandiri, dan berkelanjutan sebagai upaya konservasi anggrek alam di Kebun Raya Liwa.</div>2025-11-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20694Transformasi Pembelajaran Bangun Datar Melalui Etnomatematika: Pendampingan untuk Guru Pamong SD Mitra PPG Universitas Negeri Malang2025-09-26T19:57:21+07:00Yuniawatikayuniawatika.fip@um.ac.idSurayanahyuniawatika.fip@um.ac.idSigit Wibowoyuniawatika.fip@um.ac.idJacinda Elva Bringestiyuniawatika.fip@um.ac.idFeti Okta Lestariyuniawatika.fip@um.ac.id<p><strong>Background:</strong> Guru pamong memiliki peran strategis dalam membimbing mahasiswa PPG, namun masih banyak yang menghadapi keterbatasan dalam mengaitkan pembelajaran matematika, khususnya materi bangun datar, dengan konteks budaya lokal. Artikel pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogis guru pamong melalui pelatihan dan pendampingan berbasis etnomatematika. <strong>Metode:</strong> Metode kegiatan meliputi pelatihan, workshop, dan implementasi pembelajaran di kelas. Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. <strong>Hasil:</strong> Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada kemampuan kognitif dan reflektif guru pamong. Skor reflektif meningkat antara 80–125%, dan persentase jawaban benar pada <em>posttest</em> mencapai 100% untuk beberapa indikator kunci. Guru pamong juga mampu mengaitkan konsep bangun datar dengan unsur budaya seperti kue tradisional, motif batik, dan arsitektur rumah adat. <strong>Kesimpulan:</strong> pelatihan berbasis etnomatematika efektif memperkuat kompetensi pedagogis dan kemampuan reflektif guru pamong sekaligus mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna. Program serupa direkomendasikan untuk diperluas agar dampaknya menjangkau lebih banyak guru di berbagai wilayah.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20822Inovasi Sabun Cair Berbasis Air Nira sebagai Strategi Mitigasi Kriminalitas Karang Taruna Desa Meranti 2025-10-04T16:39:02+07:00Karlena Arsyad arviani@ung.ac.idArviani Arvianiarviani@ung.ac.idNur Silfiah Aminarviani@ung.ac.idAtmal Muksinarviani@ung.ac.idRia Kurniawati Abdullaharviani@ung.ac.idZifran Nur Rahmanarviani@ung.ac.idNur Afni Ahmadarviani@ung.ac.id<p><strong>Background: </strong>Desa Meranti merupakan penghasil nira aren. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi sabun cair berbasis air nira sebagai upaya mitigasi kriminalitas melalui pemberdayaan Karang Taruna di Desa Meranti. Sabun cair pencuci piring berbahan dasar air nira ini dirancang untuk memberikan solusi ekonomi sekaligus mengurangi angka kriminalitas dengan menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. <strong>Metode:</strong> Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang dengan pendekatan yang komprehensif melalui tiga tahap utama: (1) Observasi awal untuk memahami potensi dan kebutuhan masyarakat setempat serta kondisi yang ada terkait dengan pengembangan produk sabun cair berbasis air nira. (2) Tahap Sosialisasi yang meliputi edukasi mengenai teknik pembuatan sabun cair berbasis air nira serta pendampingan kewirausahaan (3) Tahap Pelatihan dan Pendampingan, yang mencakup seluruh proses produksi, mulai dari pemilihan dan formulasi bahan. <strong>Hasil</strong>: peningkatan signifikan pada seluruh dimensi penilaian, dengan kenaikan lebih dari 15% pada aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta setelah pelatihan. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan sabun cair berbasis air nira dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha baru. <strong>Kesimpulan</strong>: Kegiatan ini efektif dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan air nira sebagai produk sabun cair bernilai ekonomi, sekaligus meningkatkan kapasitas kewirausahaan lokal secara berkelanjutan. Sehingga dapat memberikan kontribusi pada penurunan tingkat kriminalitas di Desa Meranti.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/20913Pendampingan Kelompok Pengering Ikan Berbasis IoT dalam Meningkatkan Kualitas Ikan Asin untuk Mendukung Smart City Desa Pusong Baru Kota Lhokseumawe 2025-09-26T20:13:22+07:00Lidya Rosnitalidyarosnita@unimal.ac.idMuhammad Ikhwanilidyarosnita@unimal.ac.idSafriana Safrianalidyarosnita@unimal.ac.id<p><strong>Background: </strong>Kelompok Usaha Kase Teuplah di Desa Pusong Baru, Lhokseumawe, merupakan produsen ikan asin tradisional yang menghadapi kendala dalam kualitas produksi, penyimpanan, dan pemasaran. <strong>Metode: </strong>Pendampingan partisipatif berbasis R&D, pelatihan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI), pemasaran digital, dan implementasi teknologi IoT untuk memantau kualitas penyimpanan ikan asin secara <em>real-time</em>. <strong>Hasil: </strong>Penerapan SNI dan sistem IoT berhasil menekan tingkat kerusakan produk. Penjualan meningkat melalui perluasan saluran ke <em>platform</em> <em>e-commerce</em> seperti TikTokShop. Jumlah tenaga kerja bertambah dari 10 menjadi 17 orang. <strong>Kesimpulan:</strong> Sinergi antara penerapan SNI, adopsi IoT, dan penguatan pemasaran digital terbukti meningkatkan efisiensi produksi, kualitas produk, serta daya saing usaha lokal, sekaligus mendorong terwujudnya konsep smart village yang berkelanjutan di wilayah pesisir.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMAhttps://journal.uhamka.ac.id/index.php/solma/article/view/21090Optimalisasi Kemampuan Remaja dalam Penatalaksanaan Henti Jantung di Komunitas melalui Metode Flipped Classroom2025-10-20T09:23:41+07:00Arief Wahyudi Jadmikoawjadmiko@upnvj.ac.idChandra Tri Wahyudichan.tw.1987@gmail.comArga Buntaraarga.buntara@upnvj.ac.idGrouse Oematangrouseoematan@staf.undana.ac.idMarnimarni@staf.undana.ac.id<p><strong>Latar Belakang: </strong>Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dengan angka kejadian yang relatif tinggi baik secara global maupun nasional. Intervensi cepat dan tepat melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja, dalam melakukan pertolongan awal masih rendah.. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode <em>flipped classroom</em> dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait resusitasi jantung paru (RJP). <strong>Metode:</strong> Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran <em>flipped classroom</em> (edukasi berbasis video yang dikirimkan sebelum pembelajaran tatap muka, pelatihan tatap muka yang mencakup diskusi dan praktik RJP). Untuk mengetahui efektifitas dari kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai <em>pre-test, post-test</em>, dan observasi keterampilan dalam melakukan RJP. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji <em>Wilcoxon</em>. <strong>Hasil:</strong> Sebanyak 57 siswa SMA di Kupang Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 4,84 menjadi 6,67 (p < 0,001) serta peningkatan keterampilan praktik RJP. <strong>Kesimpulan: </strong>Metode <em>flipped classroom</em> terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan sekolah yang mampu berperan sebagai penolong awal dalam situasi gawat darurat khususnya henti jantung.</p>2025-12-05T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SOLMA