https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/issue/feed KOMUNIKA 2026-01-12T14:44:05+07:00 Open Journal Systems <p style="text-align: justify;">The first printed edition was published in June 2013. Meanwhile, KOMUNIKA&nbsp; starts using the Online Journal System (OJS) in July 2019. Therefore, our publication from June 2013 till December 2015 was back issued. As we grow, we did some alterations in order to make an improvement. The author's guidelines were revised in June 2016 on the article interface. We also employ a journal template for Juli 2019 edition with additional title sours on the first page. Moreover, in the same edition, we also revise focus and scope. KOMUNIKA&nbsp; aims to encourage research in communication studies. KOMUNIKA&nbsp;published two times every year in <strong>Januar</strong>y and <strong>July</strong>.</p> <p style="text-align: justify;">Several other changes are informed in&nbsp;<a href="https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/history">Journal History</a><strong>.</strong></p> https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5567 Keberhasilan Petisi Pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual terhadap Anak melalui Change.org 2020-09-08T16:21:45+07:00 Utin Kustriana utinkustriana05@gmail.com <p>Change.org adalah situs petisi global yang juga tersedia dalam bahasa Indonesia. Melalui situs ini publik dapat menyusun petisi untuk mendorong perubahan sosial. Studi ini meneliti keberhasilan petisi untuk ratifikasi UU Penghapusan Kekerasan Seksual melalui Change.org. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori determinisme teknologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif. Penelitian ini menemukan bahwa petisi untuk Rencana Penghapusan Kekerasan Seksual yang akan dihapus melalui situs web Change.org berhasil disahkan. Para penggagas petisi berhasil mengumpulkan sekitar 70 ribu pendukung, sehingga para pembuat keputusan menjadikannya pertimbangan penting. Untuk mendapatkan banyak dukungan, para penggagas petisi mendistribusikannya melalui email. Ia menggunakan kalimat yang sederhana dan jelas agar mudah dipahami. Dia juga menggunakan kalimat netral dan tidak menghakimi. Selain itu, para inisiator petisi menggunakan media lain untuk menjangkau sebanyak mungkin audiens, termasuk mereka yang tidak menggunakan media sosial. Kasus pelecehan seksual terhadap seorang siswa SMP di daerah Bengkulu oleh 14 remaja pada tahun 2016 menjadi faktor pendorong bagi banyak orang untuk mendukung petisi ini.&nbsp;</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5561 Strategi Akomodasi Komunikasi Mahasiswa Asing dalam Interaksi Antarbudaya (Studi pada Mahasiswa Thailand Selatan di UHAMKA) 2020-09-08T16:21:51+07:00 Farida Hariyati farida@uhamka.ac.id <p>Studi ini bertujuan untuk menentukan strategi akomodasi komunikasi yang dilakukan oleh Siswa Thailand Selatan karena hambatan yang dialami dalam menjalani interaksi sosial di lingkungan baru membuat komunikasi mereka tidak efektif. Hambatan yang muncul terkait dengan masalah identitas budaya, terutama bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang berupaya menjelaskan fenomena secara mendalam melalui pengumpulan data. Informan yang terlibat dalam penelitian ini adalah siswa Thailand Selatan yang belajar di UHAMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan melakukan strategi konvergensi dan divergensi dalam berkomunikasi dengan lingkungan baik dengan sesama mahasiswa dari Indonesia, dosen, dan masyarakat tempat mereka tinggal dengan menggunakan bahasa Indonesia. Mereka mencoba menyesuaikan cara pengucapan kata, volume, dan kecepatan bicara sehingga mereka merasa nyaman dan membuat lebih mudah untuk memahami subjek menggunakan bahasa Indonesia. Ketika komunikasi verbal dianggap tidak berhasil, mereka juga menggunakan komunikasi non-verbal dengan gerakan untuk mengisyaratkan sesuatu untuk menarik perhatian orang lain untuk berkomunikasi.</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5562 Penggunaan Bahasa Verbal pada Kelompok Suporter Sepakbola Indonesia (Studi Etnografi Komunikasi pada Suporter The Jak Mania) 2020-09-08T16:21:57+07:00 Martin Prasetyo martin.prasetyo@gmail.com <p>Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bahasa verbal dipergunakan oleh kelompok suporter <em>The Jak Mania. </em>Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivime dan teori <em>speech code. </em>Teori ini digunakan untuk menjawab tentang keberadaan kode bicara dalam kelompok suporter <em>The Jak Mania </em>yang memiliki ciri khas yang membedakannya dengan kelompok lain. Pendekatan yang digunakan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meggunakam: observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suporter <em>The Jak Mania </em>sesungguhnya tidak menciptakan bahasa atau kode khas secara resmi, tetapi bahasa atau kode khas itu dibentuk oleh para pendiri, ketua umum, <em>leader </em>dan anggota untuk mempermudah mereka dalam berkomunkasi, sehingga menjadi efektif. Bahasa atau kode khas itu sering digunakan dan bisa bertahan, karena mereka memahami maknanya yang telah disepakati bersama. Dalam membuat bahasa dan kode khas tersebut, suporter <em>The Jak Mania </em>membuatnya dengan makna yang kreatif, inovatif dan mempunyai nilai motivasi.</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5563 Implikasi Konvergensi Media Terhadap Kompetensi Reporter Tempo.co 2020-09-08T16:22:03+07:00 Nadhira Dhiya nadhira.dhiya@gmail.com <p>Seiring dengan perkembangan industri media yang diwarnai dengan pertumbuhan media daring membuat konvergensi menjadi isu penting. Media konvensional mulai mengembangkan <em>platform </em>digital. Dulu, media cetak, audio, dan audio-visual memiliki <em>newsroom </em>yang terpisah-pisah. Kini, pada era digital konvergensi media mulai muncul, seperti di Grup Tempo. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk konvergensi yang diterapkan di Grup Tempo dan implikasinya terhadap kompetensi reporter Tempo.co. Peneliti menggunakan paradigma konstruktivis dan teori determinisme teknologi dan teori <em>new media </em>dan konvergensi media. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan teknik komparatif konstan. Metodenya studi kasus. Hasilnya menunjukkan, bentuk-bentuk konvergensi yang diterapkan di Tempo.co adalah konvergensi pada tingkat <em>newsroom</em>. Setelah tiga kali mencoba, Tempo.co memutuskan untuk menurunkan kadar konvergensi yang semula model <em>newsroom </em>3.0 menjadi <em>newsroom </em>1.0. Penerapan sistem konvergensi ini berimplikasi terhadap kompetensi wartawannya, khususnya di tingkat reporter.</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5564 Nilai Kemanusiaan dalam Akun Instagram Komunitas Manusaya @manusaya.project sebagai Dukungan Kepada Anak-Anak LPKA Salemba Jakarta (Analisis Isi Kualitatif) 2020-09-08T16:22:09+07:00 Rizka Dwi Putri Mawardah rizkadpm@gmail.com <p>Instagram adalah salah satu media baru yang termasuk dalam media sosial. Instagram merupakan media sosial yang efektif dalam penyampaian pesan, karena jutaan orang sudah mempunyai akun Instagram dan aktif menggunakannya. Salah satu akun Instagram yang menyampaikan pesan khusus adalah @manusaya.project. Akun ini mengunggah foto disertai teks foto yang mengandung Nilai Kemanusiaan untuk mengajak masyarakat, agar tidak memberikan stigma kepada anak-anak LPKA Salemba, Jakarta yang sedang berhadapan dengan hukum. Penelitian ini menggunakan paradigma kontruktivisme dan teori isi media untuk memahami bagaimana akun Instagram@manusaya.project menyampaikan nilai kemanusiaan dalam teks foto yang diunggah. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif, jenis penelitian deskriptif dan metode analisis isi kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan terhadap teks, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi kualitatif sebagai metode utama dalam memahami nilai kemanusiaan pada akun instagram @manusaya.project. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai kemanusiaan dalam akun Instagram @manusaya.project yang disampaikan melalui teks foto yang diunggah. Adapun unsur-unsur dalam nilai kemanusiaan, meliputi kebenaran, kedamaian, cinta kasih, kebajikan dan tanpa kekerasan.</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5565 Terorisme, Komodifikasi Rasa Takut dalam Infotainment: Melihat Kasus Bom Sarinah dengan Pandangan Ekonomi Politik Media Massa 2020-09-08T16:22:16+07:00 Wininda Qusnul Khotimah winyninda@uhamka.ac.id <p>Fokus penelitian ini adalah komodifikasi terorisme di media massa. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kajian teks dan studi pustaka. Peneliti melihat bahwa media massa tidak hanya menjadikan terorisme sebagai topik utama dalam berita konvensional. Munculnya <em>infotainment</em> menjadikan informasi tentang terorisme sebagai suguhan yang menghibur, bahkan peristiwa yang menegangkan menjadi tontonan yang menarik. Melalui <em>infotainment</em>, kasus teror pemboman Sarinah dikomodifikasi sebagai informasi yang menjual keharuan dan ketakutan menjadi tontonan yang menyenangkan dan menghibur. Dengan demikian tontonan ini diharapkan dapat meningkatkan <em>rating</em> TV (baca: menghasilkan laba yang besar). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa <em>infotainment</em> dapat membuat kasus terorisme dikaitkan dengan selebritas. Kontennya juga tidak berupa ulasan jurnalisme yang mendalam, karena informasinya hanya berkisar di sekitar orang-orang terdekat selebritas dan satu atau dua ahli yang mengomentari kasus pemboman Sarinah. Hal ini menjadi nilai baru dalam menyampaikan berita terorisme.&nbsp;</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA https://journal.uhamka.ac.id/index.php/komunika/article/view/5566 Desakralisasi Figur Ustadz dalam Sinetron (Analisis Isi terhadap Figur Ustadz Kemed dalam Sinetron Dunia Terbalik di RCTI) 2020-09-08T16:22:22+07:00 Anisa Tri Amanda amandaata12@gmail.com <p>Seorang guru (ustadz) dalam Islam adalah seorang yang berilmu dan alim. Perannya digambarkan sebagai orang suci yang dapat membimbing umat. Ustadz Kemed, yang bertindak sebagai pemimpin agama dalam sinetron Dunia Terbalik digambarkan sebagai guru palsu, karena ia tidak memiliki pengetahuan spiritual yang memadai. Seperti yang terlihat dalam beberapa episode, ketika Kemed memimpin sholat dan berkhotbah, ia mengutip ayat dari google di ponselnya, bukan dari Al-Quran. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dan teori konstruksi realitas sosial dan model komunikasi Tubs and Moss. Pendekatan yang digunakan kualitatif-deskriptif dengan metode analisis isi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasilnya menunjukkan, deskripsi sosok Ustadz Kemed di sinetron tidak dibangun sebagai guru seperti dalam ajaran Islam yang sebenarnya. Dalam sinetron ini banyak penggambaran yang mendesakralisasi figur ustadz</p> 2020-01-31T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 KOMUNIKA