Analisis Pola Spasial Pesebaran Kasus Covid-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di DKI Jakarta

Siti Dahlia

Abstract

Provinsi DKI Jakarta merupakan Ibukota Negara Indonesia, sehingga merupakan pusat ekonomi, pemerintahan, perdagangan, dan lainnya, yang mengakibatkan tingginya mobilitas dan kepadatan penduduk di DKI Jakarta. Pada masa pandemi Covid-19 kasus positif di Jakarta merupakan yang tertinggi di Indonesia, sehingga menjadi episentrum penyebaran Covid-19. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini untuk menganalisis pola distribusi spasial kasus positif Covid-19 pada Maret hingga September tahun 2020 di DKI Jakarta menggunakan Sistem Informasi Geografis. Metode yang digunakan yaitu berbasis data sekunder terkait penduduk terpapar Covid-19 di DKI Jakarta pada Maret - September Tahun 2020, yang bersumber dari laman resmi Gugus Tugas Covid-19 DKI Jakarta. Analisis pola spasial berdasarkan prinsip auto corelasi spasial dengan parameter kepadatan pemukiman, jaringan transportasi dan fasiltas umum.  Teknik analisis yang data berdasarkan prinsip ketetanggaan melalui aplikasi ArcGis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada Maret, pola spasial wilayah penelitian berupa Cold spot atau menyebar, sedangkan pada April sampai September terdapat titik Hot Spot yaitu mengelompok dan peningkatan kasus positif yang tinggi. Hal tersebut terjadi di beberapa kecamatan di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Selatan. Selain itu, pola kasus positif Covid-19 tertinggi terjadi pada area dengan kepadatan penduduk tinggi. Keberadaan fasilitas umum seperti perniagaan, layanan kesehatan, dan tempat ibadah, dan lokasi layanan transportasi seperti stasiun, bandara, dan Pelabuhan juga mempengaruhi tingginya jumlah kasus positif.

Full text article

Generated from XML file

References

Read More

Authors

Siti Dahlia
sitidahlia@uhamka.ac.id (Primary Contact)
Dahlia, S. (2021). Analisis Pola Spasial Pesebaran Kasus Covid-19 Menggunakan Sistem Informasi Geografis Di DKI Jakarta. Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan (JGEL), 5(2), 101–108. https://doi.org/10.22236/jgel.v5i2.7098
Copyright and license info is not available

Article Details

Most read articles by the same author(s)