Karakteristik Lorong Vertikal Dan Chambers Gua Karst Kabupaten Malang

  • Mohammad Ainul Labib Universitas Negeri Malang
  • Dwi Fitriani Universitas Negeri Malang
  • Agung Suprianto Universitas Kanjuruhan Malang
  • Alfi Sahrina Universitas Negeri Malang
  • Syaiful Effendi Universitas Negeri Malang
  • Khoirul Hidayat Universitas Negeri Malang
  • Prasetyo Adi Irianto Universitas Negeri Malang
  • Andika Aulya Universitas Negeri Malang
  • Ayu Romadhoni Universitas Negeri Malang
  • Joko Agus Triyono Universitas Negeri Malang
Keywords: Gua, Lorong Vertikal, Chamber

Abstract

Gua merupakan ruang alamiah yang dapat dimasuki oleh manusia. Gua memiliki kenampakan berupa lorong vertikal, horizontal, maupun kedua lorong tersebut. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pola yang terbentuk dari lorong vertikal dan ruangan dari gua-gua karst di Kabupaten Malang. Metode yang digunakan yaitu survei lapangan dan analisis data sekunder. Pengukuran dan dokumentasi digunakan untuk mengetahui gambaran dari gua tersebut dilihat dari peta. Hasil kajian menunjukkan kedalaman lorong vertikal di Kabupaten Malang bervariasi berkisar antara 4,33 - 33,77 m, berupa singlepits maupun multipits. Selain itu, lorong vertikal di Kabupaten Malang memiliki beberapa tipe yaitu, shaft dengan single atau multipits, chimney, dan canyon. Kondisi lorong vertikal di Kabupaten Malang diakibatkan oleh proses pengangkatan yang terjadi pada masa lampau dan diikuti dengan perubahan muka air tanah yang ada di daerah tersebut. Pada bentukan chamber di masing-masing gua, menunjukkan ceruk memiliki persentase chamber yang tinggi, mengingat lorong yang terbentuk memiliki panjang lorong yang pendek. Sistem lorong gua yang membentuk volume chamber yang besar terlihat adanya runtuhan dan pertemuan sungai bawah tanah. Pada kondisi lorong vertikal memiliki nilai volume chamber yang kecil. Proses terbentuknya chamber pada wilayah kajian berada pada kondisi vadose dan epifreatik, kondisi ini terjadi dari beberapa proses yang terjadi di dalam gua, baik proses struktural, hidrologis, maupun runtuhan yang hingga saat ini masih terjadi. Terjadinya runtuhan gua mengakibatkan adanya subsidence yang menyebabkan tereksposnya lorong gua ke permukaan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Audra, P and Palmer AN. 2013. The Vertical Dimension of Karst: Controls of Vertical Cave Pattern. In: Shroder, J. (Editor in chief), Frumkin, A. (Ed.), Treatise on Geomorphology. Academic Press, San Diego, CA, vol. 6, Karst Geomorphology, pp. 186–206.

Ballesteros D. Sa´nchez, M J. Sansegundo, J G. Giralt, S. 2011. Geological methods applied to speleogenetical research in vertical caves: the example of Torca Teyera shaft (Picos de Europa, northern Spain). Carbonates Evaporites (2011) 26:29–40.

Baron. 2002. Speleogenesis Along Sub-Vertical Joints: A Model of Karst Plateu Development: A case study Dolny Vrch Plateu (Slovak Republic). Speleogenesis and Evolution of Karst Aquifers 1 (2) Journal, Czech Republic. Edisi April 2003. Hal.1-8.

Ford D and Williams P. 2007. Karst Hydrogeology and Geomophology. England: British library.

Frumkin, A. and Fischhendler, I. 2004. Morphometry and Distribution of Isolated Caves as a Guide for Phreatic and Confined Paleohydrological Conditions. Elsevier. Geomorphology 67 (2005) 457–471.

Haryono, E dan labib, M A. 2016. Identifikasi Morfologi Lorong Gua di Kawasan Karst. Dalam Haryono, E. 2016. Pedoman Praktis Survei Terintegrasi Kawasan Karst. Yogyakarta: Badan Penerbit Fakultas Geografi (BPFG).

Impala UB. 2012. Studi Potensi Kawasan Karst Inventarisasi dan Pendataan Ponor, Mata Air, dan Telaga/Danau Karst Serta Pemetaan Fauna Gua Dan Studi Masyarakat Di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Laporan Akhir. Malang: Universitas Brawijaya .

Fauzi, I. Baihaqi, M R. Mar'a D, Eko, A. Laporan Pendataan Gua, Mata Air dan Telaga di Karst Malang Selatan Desa Bandung Rejo dan Desa Sumber Bening Kecamatan Bantur Kabupaten Malang. Laporan Akhir. 19-20 September 2015.

Klimchouk, A dan Andrejchuk, V. 2003. Karst Breakdown Mechanisms from Observations in the Gypsum Caves of the Western Ukraine: Implications for Subsidence Hazard Assessment. Speleogenesis and Evolution of Karst Aquifers .

Labib M, A. 2016. Speleogeomorfologi Karst di Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang. Thesis tidak diterbitkan. Yogyakarta: Program Pascasarjana Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada.

Labib M, A, Haryono E, and Sunarto. 2019. The Development of Cave Passage in Donomulyo, Malang-Indonesia. E3S Web of Conferences.

Laksamana, E.E, 2005. Stasiun Nol: Teknik-Teknik Pemetaan Dan Survey Hidrologi Gua. Yogyakarta: Megalith Books dan Acintyacunyata Speleogenesis Club.

MPA Jonggring Salaka. 2018. Eksplorasi Kawasan Karst Sendang Biru Kabupaten Malang. Malang: CV Kosmojoyo Press.

Monroe, W, H. 1970. A Glossary of Karst Terminology. Washington: Geological Survey.

Osborne, R.A.L. 2002. Cave Breakdown By Vadose Weathering. Int. J. Speleol. , 31 (l/4) 37-53.

Suprianto S, Prasetyono D, Hardianto A S, Labib M A, Efendi S, Hidayat K, Triyono J A, Ahmad A A. 2017. Identifikasi Hubungan Kelurusan dan Pola Lorong Gua Karst di Kecamatan Sumbermanjing Weta Kabupaten Malang. Prosiding Seminar Geotik.

Suyanto,. Hadisantono, R,. Kusnama,. Chaniago, R,. dan Bahruddin, R. 1992. Geologi Lembar Turen, Jawa. Bandung: Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Sweeting, M.M. 1972. Karst Landforms. London: Macmilland.

Xu, J. Tang, Y. and Zhou, J. 2017. Effect of drying-wetting cycles on aggregate breakdown for yellow– brown earths in karst areas. Geoenvironmental Disasters.

Published
2020-07-25
How to Cite
Labib, M. A., Dwi Fitriani, Agung Suprianto, Alfi Sahrina, Syaiful Effendi, Khoirul Hidayat, Prasetyo Adi Irianto, Andika Aulya, Ayu Romadhoni, & Joko Agus Triyono. (2020). Karakteristik Lorong Vertikal Dan Chambers Gua Karst Kabupaten Malang. Jurnal Geografi, Edukasi Dan Lingkungan (JGEL), 4(2), 50-60. https://doi.org/10.29405/jgel.v4i2.4808