Tindakan Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Stenosis Arteri Koroner Kanan

  • Suci Harselia

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit nomor satu di dunia yang menyebabkan kematian. Proses ateroskelrosis pada PJK yang berbahaya sehingga menimbulkan kejadian penyempitan pada arteri koroner kanan maupun arteri koroner kiri. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention (PCI) dan Coronary Arteri Bypass Graft (CABG) merupakan pengobatan yang paling akurat dalam mengobati PJK baik pada stenosis arteri koroner kanan maupun arteri koroner kiri. Tindakan PCI merupakan terapi pilihan selain CABG untuk pelebaran dan penyempitan arteri koroner kanan maupun kiri. Agar mendapatkan hasil yang baik, penentuan pemasangan stent harus diperhatikan panjang stent dan tekanan yang dibutuhkan untuk pengembangan stent tersebut harus sesuai panjang lesi dan keras lesi.
Penelitian ini merupakan laporan kasus seorang pasien Rumah Sakit. Kasus yang diambil pada pasien yang dilakukan tindakan PCI. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran proses tindakan dan hasil dari kasus PCI. Gambaran karakteristik adalah pasien usia tua, terjadinya stenosis RCA di daerah distal sebelum percabangan sebesar 95%. Stenosis RCA di bagian distal sebelum percabangan dilakukan pemasangan stent secara langsung. Hasil tindakan PCI tidak terdapat komplikasi dengan kondisi pasien dikembalikan ke ruangan dengan keadaan umum baik.
Kata Kunci: PJK, Tindakan PCI, Stenosis Arteri Koroner Kanan
Published
2018-01-01
How to Cite
HARSELIA, Suci. Tindakan Percutaneous Coronary Intervention Pada Pasien Stenosis Arteri Koroner Kanan. ARKAVI [Arsip Kardiovaskular Indonesia), [S.l.], v. 3, n. 1, p. 186-191, jan. 2018. ISSN 2579-8871. Available at: <https://journal.uhamka.ac.id/index.php/arkavi/article/view/3687>. Date accessed: 21 nov. 2019. doi: https://doi.org/10.22236/arkavi.v3i1.3687.