Potensi Batubara Sebagai Sumber Energi Alternatif Untuk Pengembangan Industri Logam

Main Article Content

Muhammad Gunara

Abstract

Batubara merupakan salah satu sumber daya alam yang keberadaanya cukup melimpah di Indonesia. Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, potensi tambang batubara sebesar 161 miliar ton di Indonesia, 53 persen berada di Pulau Sumatera dan hanya 47 persen berada di Pulau Kalimantan. Dewasa ini, pemanfaatan sumber energi batubara juga semakin meningkat seiring menurunnya produksi minyak bumi. Batubara  adalah sumber energi terpenting, banyak dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik, dan juga berfungsi sebagai sumber energi pokok untuk industry peleburan logam, semen dan lainnya (metalurgi, tekstil, kertas pulp). Namun demikian, batubara juga memiliki karakter negatif yaitu disebut sebagai sumber energi yang banyak menimbulkan polusi akibat tingginya kandungan karbon. Sumber energi penting lain, seperti gas alam, memiliki tingkat polusi yang lebih sedikit namun lebih rentan terhadap fluktuasi harga di pasar dunia. Dengan demikian, semakin banyak industri di dunia yang mulai mengalihkan fokus energi mereka ke batubara. Pada saat ini, pemakaian batubara yang terbanyak adalah pembangkit tenaga listrik, pabrik semen, industri lainnya (metalurgi, tekstil, kertas pulp), dan industri kecil. Hampir separuh konsumsi batubara domestik dipergunakan sebagai bahan bakar pembangkit listrik. Pemanfaatan batubara juga akan semakin dominan dengan adanya kebijakan energi nasional, dimana porsi batubara dalam energy-mix diharapkan meningkat dari saat ini mencapai 18% menjadi 33% pada tahun 2025. Hal ini mengakibatkan ketergantungan akan sumber energi batubara juga akan semakin meningkat. Batubara yang tersedia didalam negeri dapat dipergunakan sebagai sumber daya energi dan sebagai bahan reduktor di dalam industri logam. Oleh karena itu, perlu dilakukan program pemasyarakatan dan pembudayaan pemanfaatan batubara sebagai alternatif sumber energi. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan pengembangan proses pembuatan kokas, karena merupakan salah satu bahan komoditi penting yang banyak dibutuhkan untuk mendukung pengembangan industri logam. Dengan melihat ketersediaan cadangan batu bara dalam negeri yang potensial serta kebutuhan industri metalurgi yang cukup besar, maka pengembangan industri peleburan logam khususnya bijih besi dengan memanfaatkan batu bara layak untuk dilaksanakan.

Article Details

How to Cite
GUNARA, Muhammad. Potensi Batubara Sebagai Sumber Energi Alternatif Untuk Pengembangan Industri Logam. Prosiding Seminar Nasional Teknoka, [S.l.], v. 2, p. M22 - M27, nov. 2017. ISSN 2580-6408. Available at: <http://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka/article/view/797>. Date accessed: 15 dec. 2017.
Section
Teknik Mesin

References

[1]. Data Statistik Peta Penyebaran Sumber Daya dan Cadangan Batu Bara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, ESDM, 2013

[2]. Sarangi A, Sponge Iron Production in Rotary Kiln, Eastern Economic Edition, PHI Learning Private Limited, New Delhi2011.

[3]. Rotary Kiln Process of Making Sponge Iron, Chapter 2. Newagepublishers. http://www.newagepublishers.com/samplechapter.pdf.

[4]. K.Ramu, C.Ramesh, A.Rajasekaran: ‘Coal Injection in Rotary Kiln’, 2011

[5]. José Henrique Noldin Júnior: ‘Tecnored process - high potential in using different kinds of solid fuels’, Materials Reserarch. Vol.8, No.4 São Carlos, 2005.

[6]. Buletin Sumber Daya Geologi, Vol.8, nomor 2, 2011.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.