Rancang Bangun Antena Multiband V-Double Dipole Frekuensi 700 MHz dan 2,4 GHz

Main Article Content

Sukmara Sukmara Emilia Roza Dwi Astuti Cahyasiwi

Abstract

Perancangan ini merupakan pengembangan dari perancang bangun antena V-double dipole pada frekuensi kerja LTE (Long Term Evolution) 700 MHz, yang memiliki peluang untuk beresonansi juga pada frequensi 2,4 MHz (wi-fi). Rancang bangun antena multiband V double dipole frekuensi 700 MHz dan 2,4 GHz menggunakan metodologi simulasi, perancangan prototype antena serta pengukuran. Media kawat tembaga yang digunakan 2 diameter yang berbeda, yaitu 4,3 mm dan 3,6 mm. Hasil simulasi diperoleh nilai VSWR sebesar 1.05 pada antena berdiameter 3,6 mm frekuensi 700 MHz dan 1.34 pada frekuwensi 2,4 GHz lebih kecil dibandingkan dengan antena berdiameter 4,3 mm yaitu 1.6 pada frekuensi 700 MHz dan 1,37 pada frekuensi 2.4 MHz. Sedangkan pada pengukuran prototype antena terjadi pergeseran frekuensi resonansi dibandingkan dengan hasil pada simulasi yaitu sebesar 18,244 MHz pada antena berdiameter 4,3 mm frekuensi 700 MHz dan 40 MHz pada frekuensi 2,4 GHz, sedangkan pada pengukuran prototype antena berdiameter 3,6 mm frekuensi 700 MHz bergeser sebesar 70,211 MHz dan 355,092 MHz frekuensi 2,4 GHz.

Article Details

How to Cite
SUKMARA, Sukmara; ROZA, Emilia; CAHYASIWI, Dwi Astuti. Rancang Bangun Antena Multiband V-Double Dipole Frekuensi 700 MHz dan 2,4 GHz. Prosiding Seminar Nasional Teknoka, [S.l.], v. 2, p. E78 - E88, nov. 2017. ISSN 2580-6408. Available at: <http://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka/article/view/781>. Date accessed: 15 dec. 2017.
Section
Teknik Elektro

References

[1] (APJII), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia.Profil Pengguna Internet Indonesia 2014. Indonesia : (APJII), Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia, 2015.

[2] Suyuti, Saidah, Rusli and Syarif, Syafruddin,Jurnal Ilmiah "Elektrikal Enjiniring"UNHAS.2011, Studi Perkembangan Teknologi 4G LTE dan Wimax di Indonesia, Vol. 09, p. 6.

[3] Persyaratan Teknis Alat Dan Perangkat Telekomunikasi Berbasis Standar Teknologi Long Term Evolution. s.l. : Menteri Komunikasi dan InformasI, 2015.

[4] Sandi, Siburian,2011. Evaluasi Kinerja MIMO-OFDM dengan Modulasi Adatif pada Long term Evolution dalam Arah Downlink.. Medan : Universitas Sumatera Utara,.

[5] Damanik, Andreas Bastian, 2011., Perencanaan Spektrum Digital Dividend pada Pita Frekuensi Ultra High Frequensy di Wilayah Perbatasan Indonesia.. Depok : Universitas Indonesia, Tesis.

[6] Aryanta, Dwi, 2012. Analisis Pengalokasian Frekuensi Teknologi Long Term Evolution (LTE) di Indonesia.. 12, Bandung : Institut Teknologi Nasional Bandung, , Vol. 3. 977.2087.526608.

[7] Hendraningrat, Denny Kusuma, et al., et al.2011. Reframing of Frequency 700 MHz Analysis for Long Term Evolutiolationn (LTE) in Indonesia Using Link Budget Calcu. Bandung : Telkom Institute of Technologi,.

[8] Dercio, M Mathe, Lilian, C Frietas and Jodo, C.W.A Costa, 2014. Interference Analysis between Digital Television and LTE System under Adjacent Channels in the 700 MHz Band. Belem, Brazil : Federal University of Para (UFPA).

[9] Subastari, Canty, 2015. Rancang Bangun Antena V-Double Dipole Pada Frekuensi Kerja Lte (Long Term Evolution ) 710 MHZ.. 13, Jakarta : UHAMKA, , Vol. I.

[10] Balanis, Constantine A.Antenna Theory Analisis and Design. New Jersey : John Wiley & Son .Inc, 2005.

[11] Tri, Joko Yohanes, 2008. Antena Wireless untuk rakyat.. Yogyakarta : Andi Ofset.

[12] Lesmana, Ridwan, 2001.Antena Dipole. Jakarta : LEMLOKTA.

[13] ORARI, 1998.Pengetahuan Dasar Radio Komunikasi (Antena Dipole dan Monopole). Jakarta : ORGANISASI AMATIR RADIO INDONESIA PUSAT.

[14] Surjati, I, 2010. .Antena Mikrostrip Konsep dan Aplikasi. Jakarta : Universitas Trisakti. ISBN:978-979-26-8952-0.

[15] Kraus, John D.ANTENNAS. New Delhi : MC. Graw Hill, 1988.

[16] Misra, D K. 2004. Radio Frequency and Microwave Communication Circuit. Analisi and Design. New Jersey : Wiley-Interscince, Vol. Second Edition.

[17] Schwarz and Rohde. http://www2.rohdeschwarz.com/product/AMUK59.html. (16 november 2016).

[18] 101, ETSI TS 136. Evolved Universal Terrestrial Radio Access (E-UTRA). User Equipment (UE) radio transmission and reception. 03, 2011-06, Vol. 10.

[19] Rencana Induk (Master Plan) Frekuensi Radio Penyelenggaraan Telekomunikasi Khusus Untuk Keperluan Televisi Siaran Analog Pada Pita Ultra High Frequency (UHF). S.L. : Mentri Perhubungan Republik Indonesia, Km. 76 Tahun 2003.

[20] Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Kerangka Dasar Penyelenggraan Penyiaran Televisi Digital Terestrial Penerimaan Tetap Tidak Berbayar (Free To Air). S.L. : Menteri Komunikasi Dan Informatika Republik Indonesia, Nomor 39 Tahun 2009.

[21] Wireless Ntework 802.11. Hartono, Rudi and Purnomo, Agus. s.l. : D3 TI FMIPA UNS, 2011.

[22] Antena Panel 2,4 GHz dengan Menggunakan Mikrostrip Biquad 4 Larik. Juliarti, Linda. Thesis, Surabaya : Institut Teknologi Sepuluh Nopember, 2010.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.