Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR di Indonesia dengan Pendekatan Probabilistik: Studi Kasus Pengaruh Penambahan Jumlah Variabel Ketidakpastian

Main Article Content

Nuryanti Nuryanti Suparman Suparman Elok S Amitayani

Abstract

PLTN SMR merupakan salah satu alternatif teknologi pembangkitan yang dapat diusulkan di wilayah Luar Jawa Bali (LJB), terkait dengan karakteristik jaringan kelistrikannya serta untuk mengemban amanat PP No. 79 tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Pada proyek PLTN (tak terkecuali PLTN SMR) dimungkinkan terjadinya ketidakpastian, sehingga diperlukan analisis kelayakan finansial proyek yang mempertimbangkan kemungkinan terjadinya ketidakpastian yaitu dengan pendekatan probabilistik. Telah dilakukan dua penelitian untuk menganalisis kelayakan finansial proyek PLTN SMR di Indonesia dengan pendekatan probabilistik yaitu pada tahun 2015 dan 2016. Penelitian tahun 2015 memasukkan 8 variabel ketidakpastian, yaitu: biaya investasi, hrga Uranium alam (U3O8), biaya pengkayaan Uranium, faktor kapasitas, tingkat inflasi Rupiah, nilai tukar, harga jual listrik dan LIBOR (London Interbank Offered Rate). Penelitian Tahun 2016 memasukkan 11 variabel ketidakpastian yaitu 8 variabel pada penelitian 2015 dan 3 variabel tambahan yaitu: waktu konstruksi, CIRR (Commercial Interest Reference Rate) dan O&M Cost. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh penambahan 3 variabel ketidakpastian pada penelitian tahun 2016 tersebut  terhadap kelayakan finansial proyek PLTN SMR yang dibandingkan dengan hasil penelitian tahun 2015.  Kedua penelitian dilakukan dengan teknik Monte Carlo dan indikator kelayakan yang digunakan adalah NPV (Nett Present Value) dan IRR (Internal Rate of Return). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua proyek layak dijalankan ditunjukkan dengan nilai rata‐rata NPV kedua proyek yangbernilai positif (US$ 135.324.004 pada penelitian tahun 2015 dan US$ 174.715.344 pada penelitian tahun 2016) dan rata‐rata IRR proyek yang lebih besar dari MARR (10,65% pada penelitian tahun 2015  dan 10,67% pada penelitian tahun 2016), dimana MARR ditetapkan 10%. Pada penelitian dengan 8 variabel ketidakpastian (tahun 2015), tiga variabel yang paling berpengaruh terhadap proyek adalah: harga jual listrik, biaya investasi dan tingkat inflasi. Sedangkan pada penelitian dengan 11 variabel ketidakpastian(tahun 2016), tiga variabel  yang paling berpengaruh terhadap proyek adalah: harga jual listrik, waktu konstruksi dan tingkat inflasi, sedangkan variabel biaya investasi bergeser ke peringkat ke-4. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel waktu konstruksi lebih berpengaruh terhadap kelayakan finansial proyek dibanding biaya investasi.

Article Details

How to Cite
NURYANTI, Nuryanti; SUPARMAN, Suparman; AMITAYANI, Elok S. Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR di Indonesia dengan Pendekatan Probabilistik: Studi Kasus Pengaruh Penambahan Jumlah Variabel Ketidakpastian. Prosiding Seminar Nasional Teknoka, [S.l.], v. 2, p. E55 - E60, nov. 2017. ISSN 2580-6408. Available at: <http://journal.uhamka.ac.id/index.php/teknoka/article/view/774>. Date accessed: 15 dec. 2017.
Section
Teknik Elektro

References

[1] _______, “Rencana Usaha Penyediaan TenagaListrik (RUPTL) PT. PLN (Persero) Tahun 2016 ‐ 2025 ”, Kementerian ESDM, Jakarta, 2016

[2] PT. PLN (Persero), “Statistik PLN 2014”, Jakarta, 2014.

[3] IEA/ NEA, “Current Status. Technical Feasibility and Economics of Small Nuclear Reactors”, OECD, Paris, Juni 2011

[4] LOCATELLI, G. & MANCINI, M.,”Small‐medium Sized Nuclear, Coal and Gas power plant: A Probabilistic Analysis of Their Performances and Influence of CO2 Cost”, Energy Policy, 38,6360‐6374, 2010

[5] _______, “Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 79 Tahun 2014 Tentang Kebijakan Energi Nasional”, Jakarta, 17 Oktober 2014

[6] RODE, at al,”Montecarlo Methods for Appraisal and Valuation: A Case Study of a Nuclear Power Plant”, CEIC Working Paper 01‐01, Carnegie Mellon Electricity Industry Center, Carnegie Mellon University, Pittsburgh, 2001

[7] Nuryanti, et al,”Analisis Kelayakan Finansial Proyek PLTN SMR di Indonesia dengan Mempertimbangkan Variabel Ketidakpastian”, Jurnal Pengembangan Energi Nuklir Volume 17, Nomor 2, Desember 2015

[8] ROTHWELL, “The Economics of Future Nuclear Power: An Update of The Economic Future of Nuclear Power (2004), a Study Conducted at the University of Chicago”, Stanford University, 2011.

[9] SOEHARTO, I., “Studi Kelayakan Proyek”, Penerbit Erlangga, Jakarta, 2002

[10] SRIDADI, B.,”Pemodelan dan Simulasi Sistem: Teori, Aplikasi dan Contoh Program dalam Bahasa C”, Penerbit Informatika, 2009.

[11] BLANK & TARQUIN, “Engineering Economy”, 6th, Mc Graw Hill, Singapore, 2008

[12] PERMATASARI, K.,”Analisis Kelayakan Proyek Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi oleh Pengembang Panas Bumi di Indonesia”, Skripsi, Jakarta: Program Studi Teknik Industri Universitas Indonesia, 2010.

[13] MARTLAND, Carl D.,”Project Evaluation Choosing a Discount Rate”, http://ocw.mit.edu/courses/civil-and-environme ntal-engineering/1-011-projectEvaluation-sprin g-2011/lecture-notes/MIT1_011S11_lec06.pdf, diakses 26 Maret 2012

[14] PT PLN (Persero), PT LAPI ITB & JAPC,”Feasibility Study for Bangka Nuclear Power Plant Project – Non Site aspect”, 2013

[15] ROTHWELL, G. & GANDA, F., “Electricity Generating Portfolios with Small Modular Reactors”, Argonne National Laboratory, May 2014

[16] BANK INDONESIA, “Foreign Exchange Rate in Year 2013”, http://www.bi.go.id/.Diakses 01 Juni 2014

[17] OECD,”Commercial Interest Reference Rate (CIRRs)”, www.oecd.org/tad/xcred/cirrs.pdf. Diakses 01 Juni 2014

[18] _______, “UU No 36 tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Atas UU No. 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan”, Kementerian Hukum & HAM, 2008.

[19] _______, ”CPI Inflation Calculator”, http://data.bls.gov/cgi‐bin/cpicalc.pl. Diakses 03 Juli 2015.

[20] _______, “Indeks Harga Konsumen dan Inflasi Bulanan Indonesia, 2005-2015”, http://www.bps.go.id/linkTabelStatis/view/id/907. Diakses 03 Juli 2015.

[21] ABDULLA, A. & AZEVEDO, I. L., “Developing a Range of Levelized Cost Estimates for Integral Light Water Small Modular Reactor”, www.andrew.cmu.edu. Diakses Mei 2014

[22] US DEPARTMENT OF ENERGY, “SMR Financing and Economics, The Nuclear Option: Is Small Scale Nuclear Energy an Option for Alaska?”, December 2010.

[23] ONO, K., “Generation IV International Forum Economics Assessment Methodology and Application”, GIF-INPRO Interface Meeting, Vienna, March 1, 2013

[24] KESDM,”Peraturan Menteri ESDM No. 3 Tahun 2015”, Jakarta, 2015

[25] _______, LIBOR yearly, http://www.moneycafe.com/personal-finance/libor/ LIBOR Source: Fannie Mae, British Bankers’ Association

[26] _______,https://www.iaea.org/PRIS/CountryStatistics/

[27] PLN Litbang & P2EN, “Study Ekonomi, Pendanaan dan Struktur Owner Dalam Rangka Rencana Persiapan Pembangunan PLTN Pertama di Indonesia”, Jakarta, 2006.

Most read articles by the same author(s)

Obs.: This plugin requires at least one statistics/report plugin to be enabled. If your statistics plugins provide more than one metric then please also select a main metric on the admin's site settings page and/or on the journal manager's settings pages.