HUBUNGAN PENGELUARAN, SKOR POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KELUARGA, DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI-PROTEIN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 2-5 TAHUN

  • Ahmad Faridi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
  • Rezanov Sagita Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Abstract

ABSTRAKMasalah gizi merupakan masalah kompleks yang dapat dilihat dari berbagai faktor penyebab langsung dan tidak langsung terjadinya masalah gizi kurang yangdigambarkan dalam kerangka pikir UNICEF (1998). Penelitian ini merupakanpenelitian Cross Sectional. Persentase terbesar ada pada tingkat pendapatan lebihatau sama dengan Rp1.236.991,00/bulan sebesar 92,1% dan sebesar 7,9% dengantingkat pendapatan kurang dari Rp1.236.991,00/bulan. Berdasarkan indeks BB/U,sebesar 85,5% responden mempunyai status gizi baik, status gizi buruk sebesar 3,9%,status gizi kurang sebesar 9,2%, dan status gizi lebih sebesar 1,3%. Berdasarkanindeks TB/U, balita yang mempunyai tinggi badan normal lebih banyakdibandingkan yang tidak normal (72,4%), sangat pendek (13,2%), pendek (11,8%),dan tinggi (2,6%). Sebagian besar responden mempunyai asupan energi yang kurang(53,9%). Sebesar 36,8% mempunyai asupan protein lebih, asupan protein baiksebesar 28,9%, dan asupan protein kurang sebesar 34,2%. Sebagian besar (93,4%)responden hidup dalam keluarga dengan tingkat sosial ekonomi mampu. Hampirseluruh (97,4%) responden memiliki skor pola pangan harapan tidak ideal. Umur,jenis kelamin, jumlah anggota keluarga, pendidikan ayah, pekerjaan ayah, pekerjaanibu, asupan energi, dan asupan protein tidak berhubungan dengan status gizi balita(BB/U). Tidak ada hubungan antara total sosial ekonomi dan skor PPH denganstatus gizi balita (TB/U). Pendidikan ibu dan pendapatan keluarga berhubungandengan status gizi balita (BB/U).Kata kunci: Status gizi, PPH, Tingkat konsumsi energi protein ABSTRACTNutritional problem was a complex problem that could be viewed from a variety of factors directly and indirectly causes the problem of malnutrition is described in the frame ofUNICEF (1998). The objective of study was to determine the relationship of foodexpenditure, score of Food Pattern Expectancy (PPH), and the level of energy proteinconsumption and nutritional status of children aged 2-5/year. This research used crosssectional study. Percentages on income level was greater than or equal toRp1.236.991,00/month amounted to 92,1% and 7,9% with income of less than Rp 1,236,991/month. Based on index of W/A, 85,5% of respondents had a good nutritionalstatus, poor nutritional status of 3,9%, moderate status of 9,2%, and 1,3% overweight.Children under 5 years old had normal height more than stunting. Most of the respondentshad less energy intake (53,9%), 36,8% had more protein intake, protein intake adequate of28,9%, and protein intake was less by 34,2%. Most of the respondents (93,4%) had a goodsocio-economic level. The family that had ideally food pattern expectancy were 2,6% and97,4% not ideal which is the ideal PPH score> 100%. There was no relationship between age,sex, number of family members, father's education, father's occupation, mother's occupation,energy intake, and protein intake with nutritional status (W/A). There was no correlationbetween the total score of PPH, socioeconomic, and nutritional status (H/A). The statisticaltest found that there was a relationship between maternal education and family income withinfant nutritional status (W/A).Keywords: Nutritional status, Food Pattern Expectancy, Energy protein consumption level
Published
2016-01-01
How to Cite
FARIDI, Ahmad; SAGITA, Rezanov. HUBUNGAN PENGELUARAN, SKOR POLA PANGAN HARAPAN (PPH) KELUARGA, DAN TINGKAT KONSUMSI ENERGI-PROTEIN DENGAN STATUS GIZI BALITA USIA 2-5 TAHUN. ARGIPA [Arsip Gizi dan Pangan], [S.l.], v. 1, n. 1, jan. 2016. ISSN 2579-888X. Available at: <http://journal.uhamka.ac.id/index.php/argipa/article/view/229>. Date accessed: 17 nov. 2017.
Section
Articles